Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Dan Simulasi Pengaruh Dispersion Compensating Fiber Pada Link Optik Berdasarkan Jarak Dan Bit Rate Ade Rizki Ginanjar; Akhmad Hambali; Muhammad irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispersi merupakan salahsatu faktor yang menurunkan performansi dari komunikasi serat optik. Dispersi kromatik adaah dispersi yang disebabkan oleh perubahan propagasi komponen frekuensi tertentu yang terkandung dalam pulsa optik yang menyebabkan pelebaran pulsa optik[6]. Salahsatu solusi yang digunakan untuk menanggulagi pelebaran pulsa adalah dengan menggunakan Dispersion Compensating Fiber (DCF). Penelitian penggunaan DCF ini sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti salah satuya adalah dengan menggunakan DCF skema Pre Compensation dan post compensation yang menghasilkan BER yang sangat baik[4]. Pada penelitian ini menggunakan jarak 150 km, 500 km, 1000 km dengan menggunakan bit rate 10 Gbps dan 40 Gbps dan menggunakan multipleksing DWDM dengan menggunakan skema DCF yaitu Mix- Compensation. Hasil akhir pada penelitian ini adalah optimasi pada link optik dengan jarak 150 km dengan bit rate 10 Gbps performansi link optik sudah layak tanpa menggunakan kompensator dispersi dengan Q-factor rata- rata = 11,717374, sementara pada bit rate 40 Gbps dengan kompensator DCF terjadi kenaikan performansi dari link optik yaitu nilai Q-factor rata- rata= 6,6431275. Jarak 500 km dengan bit rate 10 Gbps dengan kompensator DCF terjadi kenaikan performansi link optik dari nilai Q-factor rata- rata= 2,2341275 menjadi = 9,8901175. Pada bit rate 40 Gbps performansi link optik dari Q-fator rata- rata= 1,022676 menjadi = 3,3668025. Dan untuk jarak 1000 km sebelum dan setelah menggunakan kompensator dispersi DCF semua kanal baik dengan bit rate 10 Gbps ataupun 40 Gbps menghasilkan nilai Q- factor = 0. Nilai Q-factor optimal pada bit rate 10 Gbps maksimal 500 km, sementara pada bit rate 40 Gbps maksimal 80 km. Kata Kunci DCF, BER, Q-Factor, DWDM, Bit rate, Jarak
Perancangan Dan Analisis Titik Labuh Jaringan Cincin Palapa Dan Jaringan Ekstensi Untuk Pulau Maluku Hersanda Narpatangga Kistrawan; Akhmad Hambali; Tjahjo Adiprabowo R
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari ujung timur sampai ujung barat dengan letak geografis terbentang jauh dan menjadikan komunikasi terkendala oleh waktu dan jarak. Untuk mengatasi kendala geografis ini, dibutuhkan jaringan infrastruktur telekomunikasi yang dapat memperkecil jarak dan mempersingkat waktu untuk menyatukan pulau-pulau di Indonesia dalam satu lingkaran jaringan komunikasi.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi membuat mega-proyek jaringan “ Palapa Ring “ merupakan jaringan kabel serat optic berkapasitas tinggi yang dibentangkan dibawah laut dan berfungsi sebagai penghubung pengiriman data dan informasi. Skema perancangannya, jaringan Palapa Ring untuk Pulau Maluku ini kabel yang dibentangkan dibawah laut akan menjadi backbone dan menghubungkan pulau-pulau pada titik labuh. Selanjutnya jaringan titik labuh akan terhubung dengan jaringan ekstensi untuk dapat mencapai titik di setiap kabupaten dan kota di Pulau Maluku yang tidak menjadi titik labuh jaringan Palapa Ring tersebut. Perencanaan dari lokasi titik labuh maupun jaringan ekstensi mempertimbangkan berbagai parameter seperti letak geografis dan kepadatan penduduk, serta mensimulasikan dengan optic system. Setelah itu dilakukan perhitungan Optical Link Budget dan Rise Time Budget yang berguna untuk dasar tolak ukur perencanaan yang dapat di implementasikan dilapangan. Kata Kunci : Palapa Ring, Titik Labuh, Jaringan Ekstensi, Maluku
Pengaruh Non-linier Terhadap Performansi Sistem Pada Next Generation Optical Network Muhamad Arief Permana; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak NG-PON2 pertama kali diperkenalkan oleh ITU-T pada tahun 2013 untuk standar G.989.1 dan dilanjutkan G.989.2. NG-PON2 memiliki bitrate sebesar 40 Gbit/s dan menjadi sistem yang menerapkan teknologi TWDM (Time and Wavelength Division Multiplexing). Namun dari banyaknya kelebihan NG-PON2 ternyata masih memiliki rugi-rugi yang menjadi pengaruh performasi jaringan dikatakan baik. Salah satu rugi-rugi NG-PON2 antara lain efek non-linier optik (Kerr Effect). Jika diamati lebih dalam Kerr Effect dapat menimbulkan beberapa efek seperti, Self Phase Modulation (SPM), Cross Phase Modulation (XPM), dan Four Wave Mixing (FWM). Penelitian ini memiliki dua skenario untuk membuktikan pengaruh efek non-linier terhadap performansi NG-PON2. Pada skenario pertama menentukan sistem NG-PON2 yang akan diuji performansinya terhadap efek non-linier. Skenario kedua melakukan simulasi SPM dan XPM pada parameter bidirectional optical fiber dan simulasi 𝑛2 (indeks bias non-linier) dengan mengubah nilai ordonya berdasarkan rumus indeks bias refraktif. Penelitian ini menghasilkan parameter XPM dan SPM tidak signifikan mempengaruhi performansi NG-PON2. Penelitian ini juga mendapatkan penurunan performansi NG-PON2 secara signifikan terjadi pada nilai indeks bias non-linier dengan orde 10-18 , sehingga dengan nilai orde yang besar dapat mengakibatkan kerusakan pada setiap kanal. Selain itu, NG-PON2 memiliki performansi terbaik pada spasi kanal 100 GHz dengan jumlah kanal 4 dan 8 lambda yang sudah dipengaruhi oleh efek non-linier. Kata kunci: NG-PON stage 2, serat optik, Passive Optical Network. Abstract NG-PON2 was first introduced by ITU-T in 2013 for the G.989.1 standard and continued G.989.2. NG-PON2 has a 40 Gbit / s of bitrate and becomes a system that implements TWDM (Time and Wavelength Division Multiplexing) technology. But from many advantages of NG-PON2 it still has losses that the influence of network performance is said to be good. One of the NG-PON2 losses is optical non-linear effect (Kerr Effect). More deeply observed Kerr Effect can cause some effects such as, Self Phase Modulation (SPM), Cross Phase Modulation (XPM), and Four Wave Mixing (FWM). This research has two scenarios to prove the effect of nonlinear on NG-PON2 performance. In the first scenario determine the NG-PON2 system to be tested for its performance against non-linear effects. The second scenario performs SPM and XPM simulations on bidirectional optical fiber parameters and simulation n2 (non-linear refractive index) by changing the value of its order based on the refractive index refractive index. This research resulted the parameters of XPM and SPM did not significantly affect the performance of NG-PON2. This study also found that NG-PON2 performance decrease significantly occurred in non-linear refractive index values of 10-18 by order, so with a large order values can cause damage to each channels. In addition, NG-PON2 has the best performance on 100 GHz channel spacing with 4 and 8 lambda channel numbers that have been affected by non-linear effects. Keywords: NG-PON stage 2, fiber optic, Passive Optical Network
Analisis Rekonfigurasi Jaringan Hybrid Optik-tembaga Menjadi Jaringan Optik Paliwan Paliwan; Akhmad Hambali; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan optik merupakan jalur transmisi data yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan bandwidth yang semakin besar. Hal itu menjadikan sistem komunikasi optik sebagai solusi dalam memenuhi besar dan padatnya kebutuhan traffic data saat ini. Pada sebagian tempat terutama kota-kota besar di Indonesia umumnya sudah menggunakan jaringan optik baik secara keseluruhan maupun gabungan dari optik dan tembaga. Pada penelitian ini dilakukan analisis rekonfigurasi jaringan hybrid antara optik dan tembaga menjadi jaringan optik dalam studi kasus jaringan komunikasi optik di STO Cijawura. Dalam penelitian ini juga dianalisis kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan migrasi dari jaringan hybrid menjadi jaringan optik. Analisis lainnya terkait kualitas jaringan existing pada daerah Cijawura yang masih menerapkan jaringan hybrid untuk kemudian dibandingkan dengan rekonfigurasi jaringan optik. Keluaran dari penelitian ini adalah berupa hasil rekonfigurasi jaringan optik dengan total redaman maksimum sebesar 28 dB dan nilai performansi BER tidak lebih dari 1×10-9 . Hasil penelitian tugas akhir ini juga diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk perancangan dan peningkatan kualitas jaringan PT Telkom secara khusus pada STO Cijawura. Kata Kunci: optik, migrasi, hybrid optik, full optik, FTTH
Implementasi Visible Light Communication Untuk Streaming Video Ip Tv Andri Eryawan Ahmad Rifki; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai media transmisinya. Komunikasi wireless pada umumnya menggunakan sinyal elektromagnetik yang memiliki kekurangan seperti interferensi gelombang, kapasitas pengiriman data masih rendah, dan penggunaan energi kurang efisien seperti komunikasi radio yang masih digunakan oleh masyarakat. Dengan teknologi VLC kekurangan yang dimiliki jaringan wireless dapat menjadi lebih baik lagi. Karena sifat cahaya yang digunakan oleh VLC mempunyai kecepatan yang tinggi, bisa tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, energi yang digunakan lebih efisien, dan lain-lain. Pada penelitian ini dibuat prototipe VLC transceiver dengan LED dan photodiode array untuk mentransmisikan video live streaming untuk ditampilkan pada layar televisi. Pada bagian transmitter dan receiver terdapat penguat dan filter agar sinyal data video yang di pancarkan bisa sampai ke bagian receiver. Dari hasil pengujian. prototipe ini dapat mentransmisikan video live streaming dengan jarak 50 cm dan dengan rentang sudut 300 . Kata kunci :VLC, LED, photodiode, array. Abstract Visible Light Communication (VLC) is a communication system that uses light as its transmission medium. Wireless communication generally uses electromagnetic signals that have disadvantages such as wave interference, data transmission capacity is still low, and energy use is less efficient such as radio communications that are still used by the public. With VLC technology, the lack of wireless networks can be even better. Because the nature of the light used by VLC has a high speed, it can withstand the interference of electromagnetic wave radiation, the energy used is more efficient, and others. In this study a prototype VLC transceiver was created with LEDs and photodiode arrays to transmit live streaming video to be displayed on a television screen. At the transmitter and receiver there are amplifiers and filters so that the transmitted video data signal can get to the receiver. From the test results. This prototype can transmit live streaming video with a distance of 50 cm and with an angle range of 300 . Keywords: VLC, LED, photodiode, array
Pengaruh Edfa Pada Sistem 160 G Twdm-pon Berbasis Ng-pon2 Rizky Maulana Arpan; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passive Optical Network (PON) merupakan salah satu teknologi yang menjadi solusi untuk kebutuhan masyarakat yang menginginkan teknologi yang cepat dan efisien. Generasi terbaru dari PON yaitu Next Generation Passive Optical Network stage 2 (NG-PON2) dapat mengirimkan kecepatan data dengan bitrate ? 40 Gbps untuk sisi downstream dan 10 Gbps untuk sisi upstream. TWDM direkomendasikan sebagai solusi utama untuk merancang dan melaksanakan NG-PON2. Penelitian ini dilakukan perancangan dan simulasi jaringan bidirectional -NG-PON2 dengan teknik TWDM yang memiliki total bitrate 160 Gbps untuk downstream dan 80 Gbps untuk upstream. Sistem yang dibuat menggunakan enam belas kanal TWDM dengan masing-masing kanal mempunyai bitrate 10 Gbps untuk downstream dan 2,5 Gbps untuk upstream. Kemudian, sistem ini memiliki jarak transmisi sejauh 40 km dengan tiga titik pembagi daya dengan total split ratio 1:128. Selain itu, sistem ini juga menggunakan penambahan EDFA sebagai booster amplifier dan pre-amplifier yang memiliki panjang 1 sampai dengan 5 meter dengan Pump Laser Power sebesar 100 mW sampai dengan 1000 mW. Setelah itu, dilakukan analisis terhadap sistem berdasarkan parameter pengukuran Power Received, Q factor dan BER. Selanjutnya, dilakukan analisis amplifier terhadap perubahan panjang EDFA dan daya pompa laser dengan parameter pengukuran Gain dan OSNR. Berdasarkan dari hasil simulasi, transmisi downstream didapatkan panjang EDFA 2 meter dengan daya pompa 700 mW memberikan performansi yang terbaik dengan parameter Q factor sebesar 18,59; BER sebesar 1,9x10-77; Power Received sebesar -18,61 dBm; Gain sebesar 10,86 dB; dan OSNR sebesar 54,29. Sedangkan, untuk performansi pada transmisi upstream ditunjukkan panjang EDFA 2 meter dengan daya pompa 800 mW dengan nilai parameter Q factor sebesar 19,67; BER sebesar 5,6x10-85; Power Received sebesar -15,16 dBm, Gain sebesar 14,18 dB dan OSNR sebesar 25,69. Kata kunci : PON, NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier
Evaluasi Jaringan Akses Fiber To The Curb (fttc) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-capable Passive Optical Networks (xgpon) Di Sto Tanjung Priok Syawal Alam Machfuddin; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fiber to the curb (FTTC) adalah arsitektur jaringan fiber optik yang mendistribusikan format isyarat optik dari pusat penyedia hingga kabinet (curb) dekat pelanggan menggunakan serat optik sebagai medium penghantarnya. Dalam perkembangannya, FTTC menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bandwidth dan kecepatan data. Dalam penelitian ini telah dilakukan evaluasi jaringan fiber to the curb (FTTC) menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) yang diaplikasikan di STO Tanjung Priok. Evaluasi yang dilakukan adalah analisa parameter kelayakan sistem dengan cara perhitungan dan simulasi dari OLT hingga MSAN terdekat yaitu MRH dan MSAN terjauh yaitu MRAZ sesuai dengan data jaringan FTTC STO Tanjung Priok. Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan simulasi, maka diperoleh nilai SNR arah downstream 36,52 dB untuk MSAN terdekat dan 35,32 dB untuk MSAN terjauh. Nilai SNR arah upstream 33,34 dB untuk MSAN terdekat dan 30,073 dB untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah downstream mendekati 0 untuk MSAN terdekat dan 1,684 x 10-279 untuk MSAN terjauh. Nilai BER arah upstream 1,199 x 10-223 untuk MSAN terdekat dan 1,856 x 10-105 untuk MSAN terjauh. Kata kunci : FTTC, XGPON, parameter kelayakan. Abstract Fiber to the curb (FTTC) is a fiber optic network architecture that distributes optical signaling formats from service providers to near-costumer cabinet (curb) using optical fiber as the medium of delivery. In its development, FTTC uses 10-gigabit-capable passice optical network (XGPON) technology to meet people’s need for bandwitdh and data speed. In this research has been evaluated fiber to the curb (FTTC) network using 10- Gigabit-Capable Passive Optical Network (XGPON) technology applied in STO Tanjung Priok. Evaluation performed is the analysis of system feasibility parameters by calculation and simulation of OLT to the closest MSAN that is MRH and MSAN furthest is MRAZ in accordance with data network FTTC STO Tanjung Priok. Based on the results obtained from the simulation calculation, the SNR value obtained from downstream 36.52 dB for the nearest MSAN and 35.32 dB for the farthest MSAN. SNR value of upstream 33.34 dB for nearby MSAN and 30,073 dB for farthest MSAN. The downward BER value is approaching 0 for the closest MSAN and 1.684 x 10-279 for the farthest MSAN. BER value upstream direction 1.199 x 10-223 for the nearest MSAN and 1.856 x 10-105 for the farthest MSAN. Keywords: FTTC, XGPON, feasibility parameters.
Simulasi Performansi Terhadap Evolusi Teknologi Gpon Ke Ngpon2 Dengan Mengacu Pada Standar Itu-t Muhammad Etfrawan Shobirin; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pembaruan evolusi teknologi GPON ke NGPON2 diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan akses yang cepat dengan bandwidth 40 Gbps yang diberikan, serta jarak panjang kabel optik dapat dicapai 10- 60 km, dan split ratio ODN yang diberikan pada NGPON2 secara teknis dapat mencapai maksimal 1:256. Pada NGPON2 bitrate diberikan sebesar 40 Gbps arah downstream dan 10 Gbps arah upstream, dengan mengganti sistem pada perangkat server yaitu single OLT menjadi stacking 4 OLT. Kedua jaringan GPON maupun NGPON2 bersifat bidirectional. Untuk GPON diberikan panjang gelombang 1480 nm untuk arah downstream dan 1260 nm untuk arah upstream. Untuk NGPON2 diberikan panjang gelombang dengan rentang 1596-1598.4 nm untuk arah downstream dan 1524-1526.4 nm untuk arah upstream, spasi kanal yang digunakan adalah 0.8 nm. panjang link tiap masing-masing yaitu 10, 20, 30 km dengan daya kirim kedua jaringan sebesar 0 dBm. Kedua jaringan menggunakan 1 stage passive splitter dengan ukuran 1:16, 1:32, 1:64, 1:128 user. Berdasarkan hasil uji analisa yang dilakukan berdasarkan acuan ITU-T, terbukti bahwa jaringan NGPON lebih baik dari GPON. Dengan nilai power link budget -16,08 dBm serta -29,28 dBm, untuk nilai minimum dari 16 ONU dengan jarak 10 km, serta nilai maksimum dari 128 ONU dengan jarak 30 km. Dan memperoleh nilai margin daya di atas 0. Serta nilai Q-Factor berada diatas > 6 untuk semua skenario. Sedangkan pada GPON, terdapat nilai margin daya di bawah < 0 pada kondisi 32 ONU dengan jarak maksimum 30 km. Dan nilai Q-Factor di bawah < 6 serta nilai BER di diatas > 10-9 pada kondisi jarak 30 km pada split ratio 128 ONU.Kata kunci : GPON, NGPON2, Bandwidth, Link Power Budget, Q Factor, BER
Analisis Simulasi Hybrid Optical Access Network Integrating Fiber-to-the-home And Radio-over-fiber Systems Dengan Gigabit Passive Optical Network (gpon) Ilham Bayu Prabowo; Akhmad Hambali; Yoseph Gustommy Bisono
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, tuntutan laju data semakin tinggi tiap tahunnya. Radio Over Fiber (ROF) dan Fiber to the Home (FTTH) merupakan kandiat kuat dalam hal jaringan akses. Akan tetapi, tingginya biaya untuk membuat dua infrastuktur jaringan nirkabel dan karingan kabel membutuhkan suatu integrasi dua jaringan yang didistribusikan kedalam satu infrastuktur tunggal. Hybrid Optical Access Network Integrating Fiber-to-the-Home and Radio- Over-Fiber System, merupakan suatu solusi dari permasalahan tersebut karena didistribusikan pada satu infrastruktur. Pada penelitian ini akan menggunakan modulasi simultan dan transmisi dari sinyal ON-OFF- keying (OOK) broadband (BB) 1,25 Gb/s, dan sinyal OOK Radio Frequency (RF) 20-GHz, 622 Mb/s. Analisis yang akan dilakukan pada tugas akhir ini adalah nilai Power Link Budget, Rise Time Budget, Signal to Noise Ratio (SNR), Bit Error Rate (BER). Analisis yang dilakukan adalah dengan cara studi literatur terlebih dahulu selanjutnya dilakukan pengumpulan data pada kondisi lapangan yang sesungguhnya. Keluaran yang didapatkan yaitu terbukti bahwa jaringan yang telah terimplementasi ini telah layak dengan memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT. Telkom dengan nilai BER yaitu sebesar 5.8672 × 10−34, Power Link Budget bernilai – 19,563 � � � , Rise Time Budget bernilai 0,0202965 � � , SNR bernilai 32,2530 � � � . Tugas akhir ini juga diharapkan setelah penelitian dapat memberi rekomendasi untuk peningkatan kualitas jaringan pada link fiber optik di Indonesia. Kata kunci: PowerLink Budget, Rise Time Budget, SNR, BER
Perancangan Dan Analisis Jaringan Akses Fiber To The Home Dengan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (gpon) Di Ciganitri Umar Fachreza; Akhmad Hambali; Ageak Raporte Bermano
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan Layanan komunikasi dengan transmisi informasi dengan cepat, kualitas sinyal yang lebih baik, serta faktor keamanan yang lebih terjamin membuat teknologi harus dikembangkan dan diperbarui. Untuk mencapai kecepatan transmisi informasi yang tinggi dibutuhkan bandwidth yang besar. Penggunaan jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menggunakan Serat Optik sebagai media transmisinya dapat memenuhi kebutuhan akan bandwith yang besar. Selain itu Jaringan FTTH dapat menghantarkan beragam informasi digital, seperti suara, video, data, dan sebagainya secara lebih efektif sehingga dapat mendukung layanan Triple Play yang dipasarkan oleh PT. Telkom. PT. Telkom berinisiatif membangun Jaringan FTTH di Perumahan-Perumahan yang berada di Ciganitri agar dapat memberikan layanan yang berkualitas kepada pelanggan yang bertempat tinggal disana. Untuk penentuan kelayakan dan performansi sistem perancangan FTTH, dalam tugas akhir ini dilakukan perhitungan terhadap parameter uji kelayakan dan performansi yang ingin diimplementasikan pada perumahan di ciganitri. Parameter-parameter tersebut adalah Power Link Budget dan Rise Time Budget untuk kelayakan sistem dan BER untuk performance sistem yang akan didapatkan dari hasil simulasi.. Hasil dari penelitian ini, daya terima untuk jarak terjauh didapat -21.1073 dBm untuk Downstream dan -6.6516 dBm untuk upstream ini masih dibawah standar minimum PT. Telkom yakni -23 dBm. Rise Time Budget bernilai 0.2138 ns untuk downstream, dan 0.21387078 ns untuk upstream yang masih terpenuhi dengan menggunakan pengkodean NRZ. Nilai BER yang didapatkan pada simulasi untuk konfigurasi downstream sebesar 7.4869x10-32 dan untuk upstream sebesar 0 masih sesuai dengan kelayakan perfomansi yakni nilai minimum BER sebesar 10-9 Kata kunci : FTTH, Link Power Budget, Rise Time Budget, Bit Error Rate (BER)
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal