Claim Missing Document
Check
Articles

Found 134 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Performansi Edfa Di Setiap Bit Rate Yang Dikirimkan Dari Transmitter Ke Receiver Pada Jarak 50 Km Pada Sistem Lazuardi Ramadeanto; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penguat EDFA dibutuhkan untuk permasalahan komunikasi di Indonesia yang terbatas jarak dan waktu. EDFA merupakan penguat optik yang dibuat dengan cara mencampurkan ion erbium ke dalam serat optik. Supaya EDFA digunakan dengan efisien maka diperlukan penelitian performansi yang sesuai untuk bit rate tertentu. Karena jika tidak digunakan pada bit rate yang sesuai maka EDFA tersebut tidak akan efisien. Pada Tugas Akhir ini dilakukan uji performansi jaringan transport dengan 2 skenario. Skenario pertama yaitu tanpa penguat EDFA. Sedangkan skenario kedua yaitu dengan pemasangan penguat EDFA dan keduanya dianalisis mengenai variasi bit rate. Pengujian dilakukan perubahan variasi bit rate terhadap parameter nilai BER dan Q Factor. Hasil simulasi diperoleh performansi pada variasi bit rate di setiap skenario tidak jauh beda. Pada scenario dengan EDFA diperoleh hasil BER dan Q Factor yang paling optimal yaitu BER 5, 61 x 10-84 dan Q Factor 19, 36. Kata Kunci : DWDM, EDFA, BER, Q Factor, Bit Rate ABSTRACT EDFA amplifiers are needed for communication problems in Indonesia that are limited in distance and time. EDFA is an optical amplifier made by mixing erbium ions into optical fibers. In order for EDFA to be used efficiently, appropriate performance research is required for certain bit rates. Because if it is not used at the corresponding bit rate then the EDFA will not be efficient. In this Final Task, there is a network transport performance test with 2 scenarios. The first scenario is without EDFA amplifier. While the second scenario is by installing EDFA amplifier and both are analyzed about bit rate variation. The test is done by changing the bit rate variation on BER value parameter and Q Factor. The simulation results obtained the performance on bit rate variation in each scenario is not much different. In the scenario with EDFA obtained the most optimal BER and Q Factor results are BER 5, 61 x 10-84 and Q Factor 19, 36. Keyword : DWDM, EDFA, BER, Q Factor, Bit Rate
Sistem Radio Over Fiber Dengan Teknologi Next Generation-passive Optical Network 2 (ng-pon2) Al Akbar; Akhmad Hambali; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi jaringan serat optik NG-PON 2 yang diintegrasikan dengan jaringan komunikasi radio yang mampu mendukung layanan broadband dan mentansmisikan data dengan kecepatan tinggi yang dikenal dengan teknologi Radio over Fiber (ROF), perkembangan transmisi sinyal analog pada Analog Radio over Fiber (AnalogROF), hingga transmisi sinyal radio yang terdigitalisasi pada Digitized Radio over Fiber (Digitized ROF). Pada Analog ROF masih terdapat kekurangan yang diantaranya penurunan daya sinyal informasi yang disebabkan oleh attenuasi dari serat optik, mengalami inter-modulasi (IMD) yang disebabkan oleh faktor non-linearitas dari gelombang mikro dan serat optik pada jaringan yang berkaitan, dan latensi karena propagasi serat optik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap performansi sistem Digitized ROF dengan menggunakan NG-PON2 yang dilihat berdasarkan Q-Factor, BER, dan daya pada jarak transmisi 5 km sampai dengan 40 km dan dibandingkan dengan performansi sistem Analog ROF. Penelitian dimulai dengan merancang sistem Analog ROF dan Digitized ROF yang diintegrasikan dengan jaringan NG-PON2. Rancangan yang telah dibuat disimulasikan pada software simulasi. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi pada skenario Analog ROF dengan teknologi NG-PON 2, didapatkan nilai Q-Factor dan BER ideal terdapat pada jarak 15 km yang bernilai 7.8344 dan 5.35x10-18 sedangkan pada jarak 20 km nilai Q-Factor dan BER nya 5.80821 dan 4.694x10-09. Pada skenario simulasi Digitized ROF dengan NG-PON2 didapatkan nilai Q-Factor dan BER ideal pada jarak 25 dengan nilai Q-Factor dan BER nya 7.70069 dan 6.406x10-13 sedangkan pada jarak 30 km nilai Q-Factor dan BER nya 6.86354 dan 5.832x10-10 . Kemudian berdasarkan hasil analisis performansi dengan menggunakan parameter jarak maka Digitized ROF dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dari Analog ROF. Kata kunci: Analog ROF, Digitized ROF, NG-PON 2, Optisystem ABSTRACT Optical fiber network technology NG-PON 2 are integrated with radio communications network capable of supporting broadband services and high-speed data transmitting technology, known as Radio over Fiber, the development of analog signal transmission in Analog Radio over Fiber (Analog-ROF), to digitized radio signal transmission on Digitized Radio over Fiber (Digitized ROF). In Analog ROF there are still deficiencies which include a decrease in information signal power caused by attenuation of optical fibers, meet the inter-modulation (IMD) caused by non-linearity of the microwave and fiber optic network related, and latency due to the propagation of optical fiber. In this research, an analysis of the Digitized ROF system performance using NG-PON2 was performed based on Q-Factor, BER, and power at a transmission distance of 5 km to 40 km and compared to the performance of the Analog ROF system. The research began by designing an Analog ROF and Digitized ROF system that was integrated with the NG-PON2 network. The design that has been made will be simulated in the simulation software. Based on the results of the analysis and simulation on the Analog ROF scenario with NG-PON 2 technology, the ideal Q-Factor and BER values are found at a distance of 15 km which is worth 7.8344 and 5.35x10-18 while at a distance of 20 km the value of Q-Factor and BER is 5.80821 and 4.694x10-09. In the scenario of simulation Digitized by NG-PON2 ROF obtained Q-Factor and ideal BER at a distance of 25 to the value of the Q-Factor and its BER 7.70069 and 6.406x10-13 while at a distance of 30 km Q-Factor and its BER 6.86354 and 5.832x10 -10. Then from the results of performance analysis using distance parameters, Digitized ROF can reach a greater distance from Analog ROF. Keyword : Analog ROF, Digitized ROF, NG-PON 2, Optisystem
Perencanaan Dan Analisa Fronthaul Fiber Optik Untuk Komunikasi Radio Pada Jaringan Lte Muhammad Hawary; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini kota Pekanbaru sudah terdapat jaringan akses LTE, akan tetapi masih ada beberapa wilayah yang masih belum tercakupi untuk jaringan LTE, sehingga perlu adanya perancangan jaringan telekomunikasi yang tepat agar mendapatkan layanan komunikasi yang baik. Pada saat ini PT.Tri Indonesia sudah menyediakan layanan jaringan LTE untunk wilayah kota Pekanbaru, solusi yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menambah site existing untuk melayani layanan LTE di wilayah kota Pekanbaru. Akan tetapi solusi tersebut masih belum sepenuhnya mencakupi seluruh kota Pekanbaru. Pada tugas akhir ini telah dilakukan analisis perencanaan fronthaul optic fiber menggunakan komunikasi fiber optic. Fronthaul fiber optik merupakan transmisi antara BBU yang berada pada eNodeB site existing menuju RRH yang berada pada new site. Untuk menganalisa perancangan akses data yang mencakupi area perencanaan, dilakukan perancangan fiber optic link, variasi daya dan jenis kabel jaringan LTE. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, dengan Bit rate sebesar 10 Gbps dan spesifikasi perangkat yang digunakan untuk parameter OLT sebesar 1490, 1510, 1530 dan 1550 nm daya terima sebesar 3 - 8 dBm. Mendapatkan hasil seluruh link fronthaul fiber optic mencapai attenuation 0.22 dB/km , hal ini disebabkan oleh nilai daya terima tiap site. Kemudian dari hasil perencanaan, daya terima pada kabel SMF sebesar -18.05 dBm dan NZDSF sebesar -17.054 dBm, dengan demikian simulasi perencanaan denang parameter pada kabel SMF dan NZDSF di katakan berhasil karna termasuk dalam kondisi cukup bagus. Kata kunci : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER. Abstract Nowdays, in Pekanbaru city already has a LTE access network, but there are some areas not covered for the LTE network, so that need a planning telecommunication network design to get good communication service. Now, Tri Indonesia company has a provide LTE netwotk service to Pekanbaru area, the solution already done to resolve that problem is add the site existing to serve LTE services in Pekanbaru areas. But that solution can’t covered all Pekanbaru areas. In this essay (last task) had been planning analysis Fronthaul Optic Fiber using Fiber Optic communication. Fronthaul fiber optic is transmission between BBU in eNodeB site existing towards RRH in new site. To analysis the design of data access to covered the planning area, doing the design fiber optic link, potency variations and LTE network cable types. Based on calculation and simulation, with a Bit rate of 10 Gbps and device specifications used for OLT parameters of 1490, 1510, 1530 and 1550 nm receiving power of 3 - 8 dBm. Getting the results of all fiber optic fronthaul links reaches attenuation 0.22 dB / km, cause receiving value potency power of each site. From result design, receiving potency in SMF cable of 18.05 dBm an NZDSF of -17 dBm, By somulation design with parameter in SMF cable and NZDSF is succes because included in good enough condition. Keywords : C-RAN, RRH, BBU, Fronthaul,Fiber Optic, BTS, Prx, Q Factor, BER.
Pengujian Dan Simulasi Hybrid Coarse Wavelength Division Multiplexing/time Division Multiplexing-passive Optical Network (cwdm/tdm-pon) Pada Next Generation Passive Optical Network Stage-2 (ng-pon2) Adhy Rizkya Oktauzi Putra; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak munculnya pemakaian aplikasi yang memerlukan bandwidth yang sangat besar seperti IPTV, Video on Demand (VoD), layanan live streaming, dan kebutuhan download yang sangat besar, maka diperlukannya teknologi yang dapat memberikan bandwidth besar dan kecepatan akses yang cepat. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah teknologi PON terbaru yang masih dikembangkan yaitu NGPON2. NG-PON2 mampu memberikan layanan dengan 40 Gbps downstream dan 10 Gbps upstream dengan menggunakan TWDM-PON. Selain TWDM-PON, ada solusi lain yaitu gabungan CWDM dan TDM yang dinamakan Hybrid CWDM/TDM-PON. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian melalui simulasi dari gabungan CWDM dan TDM yang dinamakan Hybrid CWDM/TDM-PON. Solusi ini dipilih karena mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu berbasis TWDM-PON dengan membedakan penggunaan lebar panjang gelombangnya, dapat di implementasi dengan mudah pada teknologi PON yang sudah ada (existing), dan dapat digunakan pada singlemode optical fiber (SMF) dengan bandwidth yang besar dan biaya operasional yang jauh lebih murah. Pengujian kali ini dilakukan dengan melakukan simulasi yang kemudian di analisis berdasarkan hasil parameter-parameter yang ada seperti parameter kelayakan (Link Power Budget) dan parameter performasi sistem (SNR, Q Factor, dan BER). Perhitungan dan simulasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa jaringan Hybrid CWDM/TDMPON mampu bekerja pada bit rate sebesar 40/10 Gbps pada jaringan 32, 64, 128 user dan nilai Q Factor sudah memenuhi standar ITU-T yaitu diatas 6. Untuk 32 user dengan panjang link 10 dan 20 km memiliki nilai Q Factor berturut-turut sebesar 25.960 dan 14.815. Untuk 64 user dengan panjang link yang sama memiliki nilai Q Factor berturut-turut sebesar 15.808 dan 13.046. Dan untuk 128 user dengan panjang yang sama juga memiliki nilai BER berturut-turut sebesar 17.778 dan 12.944.Kata kunci: PON, NG-PON2, Hybrid CWDM/TDM-PON, TWDM-PON
Pengaruh Edfa Sebagai Booster Dan Pre-amplifier Pada Sistem 40g Twdm-pon Berbasis Next Generation Passive Optical Network Stage 2 Lita Harpaning Pertiwi; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) merupakan generasi terbaru dari Passive Optical Network (PON). Bit rate mencapai 10 Gbps untuk upstream dan 40 Gbps untuk downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) merupakan solusi utama NG-PON2. Berdasarkan hasil simulasi, hasil terbaik pada jarak 20 Km untuk upstream maupun downstream. Pada 64 user downstream hasil terbaik yaitu Q Factor 35,86 dengan power pump 200 mW, pada pump power 500 mW didapatkan received power- 11,16 dBm dan SNR 41,91 dB. Sedangkan pada 128 user hasil terbaik Q Factor 32,30 pump power 250 mW, pada power pump 500 mW didapatkan received power - 14,34 dBm dan SNR 40,27 dB. Gain tertinggi untuk downstream yaitu 18,32 power pump 500 mW disemua jarak dan user. Untuk 64 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 27,49 dengan power pump 500 mW, received power -10,012 dBm, SNR 30,04 dB, dan Gain tertinggi 51,13. Pada 128 user upstream hasil terbaik yaitu Q Factor 23,59 power pump 500 mW, received power -11,054 dBm, SNR 28,97 dB dengan power pump 150 mW dan jarak 30 Km, dan Gain tertinggi 51,78 power pump 500 mW dan jarak 50 Km. Kata kunci : NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier Abstract Next Generation Passive Optical Network Stage 2 (NG-PON2) is the latest generation of Passive Optical Network (PON). Bit rate reaches 10 Gbps for upstream and 40 Gbps for downstream. Time Wavelength Division Multiplexing (TWDM) is the main solution of NG-PON2. Based on the simulation results, the best results at a distance of 20 Km for upstream and downstream. In 64 user downstream the best result is Q Factor 35.86 with power pump 200 mW, at pump power 500 mW got received power - 11.16 dBm and SNR 41.91 dB. Meanwhile in 128 users the best results Q Factor 32.30 pump power 250 mW, the power pump 500 mW obtained received power - 14.34 dBm and SNR 40.27 dB. Highest gain for downstream is 18.32 power pump 500 mW at all distance and user. For 64 upstream users the best result is Q Factor 27.49 with 500 mW power pump, received power -10.012 dBm, SNR 30.04 dB, and highest gain 51.13. Up to 128 best upstream users are Q Factor 23.59 power pump 500 mW, power recived -11.054 dBm, SNR 28.97 dB with 150 mW power pump and 30 Km distance, and highest gain 51.78 power pump 500 mW and 50 Km. Keywords: NG-PON2, TWDM, EDFA, Booster Amplifier, Pre-Amplifier
Perancangan Jaringan Akses Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi 10-gigabit-passive Optical Network (xgpon) Untuk Perumahan Benda Baru Tangerang Selatan Afif Glenta Utama; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan pelayanan di bidang teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat setiap tahun. Jenis layanan yang dibutuhkan bukan lagi sebatas voice namun menjadi berkembang ke layanan triple play (voice, data, dan video). Komplek perumahan baru banyak dibangun sehingga membuat kebutuhan akan layanan Internet di rumah semakin dicari oleh para pelanggan. Salah satunya adalah perumahan Benda Baru yang terletak di kota Tangerang Selatan. Hasil perhitungan simulasi link power budget, yaitu total redaman yang dihasilkan untuk jarak terjauh didapatkan nilai daya terima adalah sebesar -24,88 dBm untuk link downstream dan -23,52 dBm untuk link upstream. Hasil perhitungan tersebut masih memenuhi standar yang ditentukan oleh ITU-T G.984 yang kemudian diikuti oleh P.T. Innovate Indonesia yaitu sebesar -28 dBm. Untuk nilai rise time budget didapatkan nilai waktu batasan adalah sebesar 0,14 untuk pengkodean RZ dan 0,28 untuk pengkodean NRZ. Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan tsystem adalah sebesar 0,049 untuk downstream dan upstream. Hasil RTB bernilai baik karena tsystem yang lebih kecil dari batasan waktu tiap pengkodean. Untuk parameter bit error rate nilai yang dihasilkan dari perhitungan simulasi adalah sebesar 4,5 x 10-30 untuk downstream dan 2,3 x 10-20 untuk upstream. Kedua nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER yang ditetapkan untuk optik, yaitu sebesar 10-9 . Semua nilai tersebut memenuhi standar kelayakan dari ITU-T G.984. Kata kunci : FTTH, XGPON, optisystem Abstract The need for services in the field of information and communication technology is increasing every year. The types of services needed are no longer limited to voice, but they develop into triple play services (voice, data and video). New housing complexes have been built so that the need for home internet services is increasingly sought after by customers. One of them is the Benda Baru housing located in the city of South Tangerang. The results of the link power budget simulation calculation, namely the total attenuation generated for the farthest distance is obtained the power received value is -24.88 dBm for the downstream link and -23.52 dBm for the upstream link. The results of these calculations still meet the standards set by ITU-T G.984 which are then followed by P.T. Innovate Indonesia is -28 dBm. For rise time budget value, the time limit value is 0.14 for RZ coding and 0.28 for NRZ coding. From the results of the calculation, it is found that tsystem is 0.049 for downstream and upstream. RTB results are good because the tsystem is smaller than the time limit of each coding. For the bit error rate parameter the value generated from the simulation calculation is 4.5 x 10-30 for downstream and 2.3 x 10-20 for upstream. Both values meet the minimum value of BER set for optics, which is equal to 10-9 . All of these values meet the eligibility standards of ITU-T G.984. Keyword : FTTH, XGPON, optisystem
Perancangan & Implementasi Visible Light Communication Untuk Komunikasi Radio Fm Achmad Rifiandi; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bentuk sinyal informasi. Jaringan wireless pada umumnya menggunakan sinyal elektromagnetik yang memiliki kekurangan diantaranya adalah interferensi gelombang, kapasitas pengiriman data masih rendah, dan penggunaan energi kurang efisien seperti komunikasi radio FM yang masih digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Dengan teknologi VLC kekurangan yang dimiliki jaringan wireless dapat menjadi lebih baik lagi. Karena sifat cahaya yang digunakan oleh VLC mempunyai kecepatan yang tinggi, bisa tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, energi yang digunakan lebih efisien, dan lain-lain. Pada tugas akhir ini perancangan sistem VLC terdiri dari blok transmitter dan receiver. Di bagian transmitter terdapat Light Emitting Diode (LED) sebagai sumber cahaya yang memancarkan sinyal, yang digabungkan dengan sistem penerima sinyal radio FM menggunakan modul kit Hex3653 AV2B. Sedangkan pada bagian receiver terdiri dari photodetetor untuk mengubah sinyal cahaya ke sinyal listrik dan headphone sebagai alat untuk menghasilkan suara dari sinyal yang telah didapat. Pada bagian transmitter maupun receiver dilengkapi rangkaian penguat didalamnya. Dari hasil pengujian, sistem VLC dapat mengirim sinyal audio dari siaran radio FM dengan jarak maksimum 450 cm dengan nilai tegangan sinyal output yang diterima sebesar 0.011 Volt serta atenuasi sebesar -12.49 dB. Pada jarak 5 meter suara tidak terdengar pada output tegangan sinyal 79,9 mV dengan nilai atenuasi -16,13 dB.Kata kunci : VLC, LED, transmitter, receiver, radio FM, headphone.
Simulasi Jaringan Radio Over Fiber (rof) Dengan Mengimplementasikan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (ofdm) Pada Arsitektur Pon Winda Ika Syukrina; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem komunikasi serat optik mengalami perkembangan yang sangat pesat begitu juga dengan sistem komunikasi nirkabel, perpaduan antara Radio over Fiber (RoF) dan Ortogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dapat menghasilkan data rate yang tinggi dengan bandwidth yang rendah dalam teknologi jaringan nirkabel.Pada Tugas Akhir ini perancangan sistem mencakup tiga bagian utama yaitu bagian transmitter, link transmitter dan bagian receiver yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak simulator. Didalam penelitian ini analisis dilakukan hanya pada sisi downstream dengan bitrate sebesar 10Gbps, modulasi yang digunakan 4 - QAM dengan menggunakan radio frekuensi sebesar 7,5 GHz sinyal radio dimodulasi menggunakan Mach Zehnder Modulator (MZM) dengan jarak maksimum link sistem ditransmisikan sejauh 100 Km menggunakan serat Single Mode Fiber(SMF). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jarak serat optik dan variasi Power Splitter (PS) mempengaruhi performansi, dimana semakin panjang jarak dan besarnya jumlah variasi PS maka nilai BER semakin besar. Dimana hasil simulasi menggunakan PS 1:2 dengan nilai BER 5,3x10-9 memenuhi sampai pada jarak 60 km, PS 1:4 dengan nilai BER 7,645x10-13 memenuhi sampai pada jarak 40 km, PS 1:8 dengan nilai BER 1,49x10-14 memenuhi sampai pada jarak 20 km, PS 1:16 dengan nilai BER 1,8x10-9 memenuhi sampai pada jarak 20 km. Diagram konstelasi mengalami penurunan amplitudo dan penyebaran simbol pada nilai Real (Q) dan Imajiner (I) dalam setiap penambahan jarak. Kata kunci : RoF, OFDM , PON ABSTRACT Fiber optic communication systems are experiencing rapid growth, as well as wireless communication systems. The combination of Radio over Fiber (RoF) and Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) can generate high data rate with low bandwidth in the latest wireless network technology. In this Final Project, the system design includes three main parts, namely transmitter section, link transmitter and receiver section which are simulated using simulator software. In this study analysis is carried out only on the downstream side with a bitrate of 10Gbps, the modulation used by 4-QAM using a radio frequency of 7.5 GHz, radio signals modulated using Mach Zehnder Modulator (MZM) with a maximum link distance system transmitted as far as 100 Km using Single Mode Fiber (SMF) fiber. Based on the results of the study it can be concluded that the distance of optical fibers and variations in Power Splitter (PS) affect performance, where the longer the distance and the number of variations of PS, the greater the BER value. Where the simulation results using PS 1: 2 with a BER value of 5.3x10-9 meets up to a distance of 60 km, PS 1: 4 with a BER value of 7.645x10-13 meets up to a distance of 40 km, PS 1: 8 with a BER value of 1, 49x10-14 meets up to a distance of 20 km, PS 1:16 with a BER value of 1.8x10-9 meets up to a distance of 20 km. The constellation diagram has a decrease in the amplitude and spread of symbols in the Real (Q) and Imaginary (I) values in each additional distance. Keywords: RoF, OFDM, PON
Analisis Kinerja Kombinasi Topologi Jaringan Ng-pon2 Sarah Shafira Wijaya; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NG-PON2 merupakan teknologi terbaru untuk mengatasi permasalahan keterbatasan bandwidth pada teknologi PON saat ini. Teknik time-and-wavelength division multiplexing dengan metode agregasi/staxking OLT pada NG-PON2 menjanjikan jaringan broadband masa depan yang memberikan bandwidth sangat besar. Namun dalam penggelaran jaringan akses NG-PON2 belum pernah dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi performansi kinerja jaringan NG-PON2 dengan teknik TWDM. Evaluasi performansi dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh pada performansi NG-PON2 apabila dilakukan penambahan ODC dengan pemakaian hingga 3 ODC kanal TWDM. Skema pengujian menggunakan kecepatan 40 Gbps downstream dan kecepatan 10 Gbps upstream. Pengukuran terhadap kelayakan jaringan NG-PON2 dilakukan dengan mengubah parameter panjang link yaitu 20 dan 40 km. Analisis kelayakan jaringan adalah Q-Factor, BER dan SNR. Hasil simulasi dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan bahwa kapasitas feeder yang dapat digunakan yaitu 96 core yang dapat mengakomodir semua user pada skema penelitian. Kapasitas user hanya dapat mengakomodir 56 ONU dengan penggunaan 2 ODC pada panjang link 20 dan 40 km. Kata Kunci : NG-PON2, Time-and-Wavelength Division Multiplexing, Sistem Komunikasi Serat Optik, Kapasitas per User dan per Feeder
Pengaruh Penggunaan Kompensator Dispersi Fiber Bragg Grating (fbg) Pada Sistem Komunikasi Optik Long Haul Muhamad Rizky Darmawansyah; Akhmad Hambali; M. Irfan Maulana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dispersi merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan performansi dari komunikasi optik khususnya di komunikasi yang jaraknya jauh (long haul). Hal tersebut mengakibatkan kualitas komunikasi yang buruk dan dapat menyebabkan kegagalan komunikasi. maka dari itu dibutuhkan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Di dalam ilmu teknik telekomunikasi ada beberapa tekhnik kompensasi untuk menaggulangi dispersi, dan salah satu yang bisa digunakan adalah teknik penggunaan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Penggunaan metode Fiber Bragg Grating (FBG) pada penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi dispersi di komunikasi optik. Penelitian ini dilakukan pada komunikasi long haul optik dengan jarak komunikasi sejauh 100 km – 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah perbandingan jaringan sebelum dan sesudah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG). Dengan penelitian pada 3 jarak yang berbeda yaitu 100 km, 200 km, dan 300 km dengan bit rate 10 Gbps. Hasil dari jarak terjauh yaitu 300 km, sebelum nilai performasnsi-nya adalah BER= 0,486, Q-factor= 1,64, dan setelah ditambahkan kompensator dispersi Fiber Bragg Grating (FBG) hasil nilai performansi-nya adalah BER = 1,62x10 -91, dan Q-factor-nya = 20,26. Kata kunci: Komunikasi Longhaul, Dispersi, Kompensator, FBG, BER, Q-factor. ABSTRACT Dispersion is one of the factors that reduce the performance of fiber optic communication, especially in long haul communication which results in poor communication quality and can lead to communication failure. In the field of telecommunications engineering, there are several compensation techniques for preventing dispersion. The use of the Fiber Bragg Grating (FBG) method in this study is one solution to overcome dispersion in optical communication. This research was conducted on optical communication with a distance of 100 km - 300 km with a 10 Gbps bit rate. The Fiber Bragg Grating (FBG) compensator is added. By using 3 different distances, 100 km, 200 km and 300 km with 10 Gbps bit rate. The sample from the farthest distance is 300 km with the results before its performance is BER = 0,486, Q-factor = 1,64, and after adding the compensator of the Fiber Brag Grating dispersion (FBG) the performance result is BER = 1,62x10 -91, and the Q-factor = 20,26. Keywords: Longhaul Optic, Dispersion, FBG, BER, Q-factor
Co-Authors Abbas, Raihan Rizqan Radhiyya Achmad Rifiandi Achmad Wildan Almaiz Achmad, Raffi Ade Rizki Ginanjar Adhitya, Farhan Ghifari Adhy Rizkya Oktauzi Putra Aditya , Bagus Aditya , Reza Afief Dias Pambudi Afif Glenta Utama Ageak Raporte Bermano Aghnia Sabika Agung Mujadid Ahmad Hidayat Ahyadan Weka Pratomo Ajeng Rahmaningtyas Firnadya Akbar, Fadel Al Akbar Aldrin Fakhri Azhari AMINAH INDAHSARI MARSUKI Andi Audy Oceanto Andi Imam Dwi Rezky Andi Oceanto Andika Putra Ramadhan Andre Frendra Zuli Andri Eryawan Ahmad Rifki Andy Oceanto Anggraeni, Nabila Ayu Anissa Okta Adi Perwita Arfianto Fahmi Ario Prabowo Ariqi, Fadhlul Arumadina Islamiq Asdianty, Lisda Aulia Nugraha Azrika, Andi Zhagyta Amalia B. Richard Tampubolon Bagas Sidiq Haryanto Bernadetta Sekar Pratiwi Bima Kurnia Marahsakti Karel Brian Pamukti Danu Dwi Sanjoyo Denny Darlis Dessinta Eka Wulandari Desti Madya Saputri Devitasari, Sabrina Dharu Arseno Dimas Hendratno Dinata, Ericha Septya Efri Suhartono Eka Yunita Dian Pratiwi Ekki Kurniawan Erna Sri Sugesti Fahira Indriyana Fajri Tanjung Fajria Nur Rahmawati Fajriansyah , Dhafa Baldi Faris Bayu Azanto FASYA, ISTI Fathurrahman, Muhammad Naufal Fatrheza Imantaqwa Fauzan Munggara Fauzi Muhammad Iqbal Ferry Alvi Pratama Gede Teguh Laksana Gustommy Bisono Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Harismawan, Saskia Ananda Harry Rachmatsyah Herin Damara Ditya Hermawan Widiyanto Hernito, Argo Hersanda Narpatangga Kistrawan Hidayat, Muh. Tri Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara Ihsan Saputro Ilham Bayu Prabowo Indrarini Dyah Irawati Irfan Maulana, Irfan Irham Mulkan Rodiana Jaka Satria Prayuda Jamil, Althaf Nizarudin Johanes Nicolas Panjaitan Junior, David Juwita Sekar Harum Kahayan, Fahrul Halim Jaka KARIMAH, ZULIA NURUL Kindi Alfitrandy Kris Sujatmoko Kurnia Cahya Ade Putra Kurniawan Gustyanto Lapatoza, Randy Surya Fathir Latief, Noval Ramadhana Lazuardi Ramadeanto Lita Harpaning Pertiwi M. LUTHFI M. LUTHFI Marcellus Haninditya Maulana Pragnya Ghita Maulana, M. Irfan Maulana, Naufal Mirza Michelle Christine Mochammad Hafiz Kurnia Mochammad Hasan Jauhari Mochammad Hasan Jauhari Mohamad Fadhian Mohammad Bima Putra Brayoga Muhamad Arief Permana Muhamad Prasetyo Notonegoro Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Rizky Darmawansyah Muhammad Afrizal Muhammad Afrizal Muhammad Etfrawan Shobirin Muhammad Fajar Nugraha Muhammad Hawary Muhammad Hidayat Abibi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Luthfi Ramadhan Abdul Rachman Muhammad Rayhan Hasibuan Muhammad Rendra Perdana Kusuma Djaka Muhammad Yasyir Musarah Wim Nabilla Aprilia Nachwan Mufti Adriansyah Nadhasya, Athallah Favianauvally Nadia Herma Wati Naffisa Naufal Andriani Najib Asqolani Akbar Naufal Karyadi Nugraha Septiana Pamungkas Nur Fahmi Farabi Nur Rizki Yulizar Nurrochman Prabowo Odang Yusuf Okta Mia Sari Oktavianingrum, Andarista Putri Olyvia Noviyanti Oq Vinesto Riyadi Paliwan Paliwan Pane, Grace Deborah Maria Paundra Aldila Pradana, Muhammad Rifki Aldi Prasetya, Rizky Aris Prasetyo, Fery Hafidz Pratama, Rakan Aji Pugar Athma Praja Putra, Farhan Sunella Putri, Crystal Ilesta Putri, Novian Indriani R. Bambang Cahyo Widodo Rahadian, Iqbal Adzani Rahmadianti Nelson Raihanum, Khaula Ramadhan, Abdillah Rasyid Vikri Prisdiansyah Ratih Kusuma Wardhani Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reyga Prayogo Richo Pratama Putra Ridhwan Gandaatmaja Ridwan Pratama Ripai Ripai Riska Agus Rizky Maulana Arpan Rizky Mauludy Muttaqien Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizky, Muhammad Arief Rosid, Winky Harun Al Ryan Topani Sarah Shafira Wijaya Sasono Rahardjo Satria , Rizky Satrio Priambodo Satya Prianggono Sekar Langit Az-Zahra Saksono Sugito Sugito Suwandi Suwandi Suwardi , Farhan Syawal Alam Machfuddin Taufik Abdurrahman Taufik Akbar Tiara Fadila Tiara Mustika Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Uke Kurniawan Usman Umar Fachreza Unang Sunarya Valendira Putri Wahyu Nur Annisa Wani Wahdania Winda Friandawa Winda Ika Syukrina Windy Christalia Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wiranata, Aldi Yennisa Yesiana Yuliana Permata Sari Yusuf, Hafizh Khairan Adya Zehan Zulkarnaen Zulfi Zulfi Zulfikar Sandy Pratama ‘Aunurrafieq, Muhammad Naufal