Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Kecepatan Putaran Menggunakan Pahat Karbida Tungsten Kobalt 6% terhadap Frekuensi Getaran dan Kekasaran Permukaan Baja ST 37 Chendri Johan; Paulus Aket; Rony Rukka; Lery Alfriany Salo
Quantum Teknika : Jurnal Teknik Mesin Terapan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jqt.v7i2.30666

Abstract

This study aims to analyze the effect of rotational speed variations in the turning process using 6% cobalt tungsten carbide chisels on the vibration frequency and surface roughness of ST 37 steel. Tests were conducted using a conventional lathe with five rotational speed variations: 350 rpm, 400 rpm, 450 rpm, 500 rpm, and 550 rpm. Other cutting parameters were kept constant, namely feed rate of 0.7 mm/rev, depth of cut of 0.7 mm, and the use of SAE 10 oil cooling media. The results showed that the higher the rotational speed, the lower the surface roughness value. The highest roughness value was obtained at a speed of 350 rpm of 7.420 μm, while the lowest value was at 550 rpm of 4.66 μm. Conversely, the vibration frequency increased with increasing rotational speed. The lowest vibration frequency of 1.53 mm/s occurred at 350 rpm, while the highest value was 3.53 mm/s at 550 rpm. These results show that increasing the rotational speed produces a smoother surface, but increases tool vibration.
Analisa Korelasi Pengaruh Jenis Arang pada Proses Pack Carburizing Terhadap Keausan Baja ST 37 Nitha Nitha; Chendri Johan; Rivaldo Julio Barrung; Nofrianto Pasae; Rahab M Bako
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis arang dalam proses pack carburizing terhadap laju keausan baja karbon rendah ST 37. Baja ST 37 dipilih karena karakteristiknya yang ulet namun memiliki kekerasan permukaan yang rendah, sehingga rentan terhadap keausan. Untuk meningkatkan ketahanan aus, dilakukan perlakuan panas melalui metode pack carburizing dengan menggunakan empat jenis arang berbeda: arang tempurung kelapa, arang kayu cemara, arang buah pinus, dan arang tulang kerbau. Setiap media arang dicampur dengan 10% NaCO₃ sebagai energizer, dipanaskan pada suhu 800°C selama 1 jam, lalu didinginkan dengan media air. Pengujian keausan dilakukan menggunakan metode abrasif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jenis arang sangat berpengaruh terhadap laju keausan. Spesimen tanpa perlakuan (raw material) memiliki laju keausan tertinggi sebesar 0,0076 gr/s, sementara spesimen dengan perlakuan menggunakan arang tulang kerbau menunjukkan laju keausan terendah sebesar 0,0038 gr/s. Analisa korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,85, yang mengindikasikan hubungan negatif yang kuat antara jenis arang dengan laju keausan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi jenis arang berpengaruh terhadap terhadap laju keausan sebesar sebesar 72,25%. Dan arang tulang kerbau merupakan media karbon terbaik untuk meningkatkan ketahanan aus baja ST 37 pada proses pack carburizing.
STRATEGI DUAL-TOOL MENDELEY–ZOTERO UNTUK MENINGKATKAN AKURASI SITASI DAN MENCEGAH PLAGIARISME DALAM PENULISAN SKRIPSI DAN PUBLIKASI Lery Alfriany Salo; Dina Ramba; Eky Setiawan; Chendri Johan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60065

Abstract

Menulis tesis dan publikasi ilmiah merupakan persyaratan kelulusan dan pengembangan akademik bagi mahasiswa, namun banyak yang menghadapi kesulitan dalam menghasilkan sitasi yang akurat, sehingga meningkatkan risiko plagiarisme. Artikel ini mengusulkan strategi menggunakan pendekatan dua alat dengan Mendeley dan Zotero untuk meningkatkan akurasi sitasi dan mengurangi plagiarisme dalam penulisan ilmiah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan di Laboratorium Komputer Teknik Universitas Kristen Indonesia Toraja pada tanggal 23 Mei 2025, dengan diikuti oleh 60 mahasiswa teknik mesin semester enam. Pelatihan berbasis lokakarya ini meliputi tahapan sosialisasi, instalasi aplikasi, praktik integrasi dua alat, simulasi sitasi otomatis, dan evaluasi keterampilan melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan aplikasi dan akurasi sitasi, dengan keluaran berupa modul pelatihan, templat dokumen, dan layanan bimbingan referensi. Faktor pendukung seperti fasilitas, instruktur, dan antusiasme mahasiswa, serta hambatan seperti keterbatasan waktu dan tingkat keterampilan awal, dievaluasi. Kegiatan ini berkontribusi untuk memperkuat etika akademik dan efisiensi penulisan sekaligus mendorong adopsi berkelanjutan teknologi referensi digital.
An Experimental Study of the Effect of Wood Fuel Variations on Biomass Stove Performance Sallolo Suluh; Frans Robert Bethony; Ermitha Ambun Rombe Dendo; Lery Alfriany Salo; Chendri Johan; Anselmus Aldi
Jurnal Riset Ilmu Teknik Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Penelitian dan Ilmu Pengetahuan JEPIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59976/jurit.v4i1.383

Abstract

The performance of biomass stoves is influenced by fuel characteristics and operating conditions, including wood species and fuel mass. This study investigated the effects of wood species and initial fuel mass on the fuel consumption rate, thermal power, and thermal efficiency of a steam-injection biomass stove. Three wood fuels pine, fir, and coffee wood were tested at initial masses of 0.8, 1.0, and 1.2 kg, resulting in nine experimental conditions. The steam injector was supplied with 750 mL of water in each test. Stove performance was evaluated using the Water Boiling Test with 3 L of water at an initial temperature of 25°C. Fuel consumption, boiling duration, temperature, remaining fuel, charcoal, and water mass were recorded to calculate the fuel consumption rate, thermal power, and thermal efficiency. The results showed that increasing the initial fuel mass was accompanied by increases in fuel consumption rate and thermal power but decreases in thermal efficiency for all tested wood species. The highest fuel consumption rate and thermal power were observed with 1.2 kg of pine wood, reaching 0.0013 kg/s and 9.07647 kcal/s, respectively; however, its thermal efficiency was approximately 13%. In contrast, the highest thermal efficiency of 20% was obtained using 0.8 kg of fir wood. These findings demonstrate a trade-off between maximum heat output and efficient fuel-energy utilization. Under the tested conditions, pine wood at 1.2 kg was more suitable when high thermal output was prioritized, whereas fir wood at 0.8 kg provided the most favorable thermal efficiency. Further replicated experiments and statistical analyses are required to confirm the effects of wood species, fuel mass, and their interaction.
Efektifitas Waterglass dan Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Ermitha Ambun Rombe Dendo; Sallolo Suluh; Frans R. Bethony; Chendri Johan; Dedianto Tangke Padang
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.317

Abstract

Tanah berbutir halus dengan kuat tekan bebas rendah memerlukan perbaikan sebelum dimanfaatkan sebagai material pendukung konstruksi. Penelitian ini mengevaluasi kombinasi waterglass dan serat sabut kelapa sebagai sistem stabilisasi tanah lempung.Eksperimen laboratorium menggunakan waterglass tetap 15% dari berat air dan serat sabut kelapa sepanjang 1 cm sebesar 0,5%, 1,0%, dan 1,5% dari berat tanah kering,dengan pemeraman 3 dan 7 hari. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa berat jenis tanah tanpa bahan stabilisasi 2,60, fraksi lolos saringan No. 200 sebesar 79,24%, sehingga berdasarkan klasifikasi AASHTObatas cair 48,04%, batas plastis 36,63%, indeks plastisitas 11,41%, kadar air optimum 34,7%, dan berat isi kering maksimum 1,32 g/cm3. Kombinasi serat sabut kelapa dan waterglass dapat meningkatkan kuat tekan bebas dalam seluruh variasi yang diuji, Nilai tertinggi dalam rentang pengujian adalah 0,385 kg/c㎡2 pada serat 1,5% dengan dengan kenaikan terhadap tanah asli berkisar 29,91-55,13% pada 3 hari dan 64,53% pada 7 hari.
Karakterisasi Komposit Alumina, Serat Kelapa, dan Tempurung Kelapa untuk Aplikasi Teknologi Material Frans Robert Bethony; Sallolo Suluh; Ermitha Ambun Rombe Dendo; Chendri Johan; Gabriel Sampe Toding
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.468

Abstract

Material komposit yang menggabungkan alumina, serat kelapa, dan tempurung kelapa merupakan salah satu alternatif yang menarik untuk pengembangan teknologi material, terutama dalam aplikasi yang memerlukan keseimbangan antara kekuatan mekanik, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi campuran alumina, serat kelapa, dan tempurung kelapa terhadap massa jenis, porositas, dan kekerasan permukaan silinder komposit. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan memanfaatkan serbuk alumina, serat kelapa, dan tempurung kelapa yang dicampur dengan resin epoxy sebagai perekat. Campuran tersebut kemudian dicetak menjadi silinder dengan diameter 25 mm dan ketebalan 10 mm. Pengujian dilakukan untuk mengukur massa jenis, porositas, dan kekerasan permukaan material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi campuran memengaruhi nilai massa jenis dan kekerasan permukaan material. Nilai massa jenis minimum sebesar 897,22 kg/m³ diperoleh pada variasi campuran pertama (TKA 1) dan nilai maksimumnya pada variasi campuran kelima (TKA 5) sebesar 1257,17 kg/m³. Sementara itu, nilai kekerasan permukaan minimum sebesar 27,288 HRB juga ditemukan pada komposisi pertama (TKA 1) dan nilai maksimum pada variasi campuran kelima (TKA 5) sebesar 53,918 HRB. Porositas material tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variasi komposisi campuran, dengan nilai porositas terendah sebesar 5,72% pada komposisi TKA 1 dan nilai porositas tertinggi sebesar 7,20% pada komposisi TKA 3.
MEMBUKA DUNIA BAGI PENYANDANG TUNARUNGU: REVOLUSI SISTEM TRANSKRIPSI SUARA Anna Pertiwi; Hasni Hasni; Chendri Johan; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5494-5500

Abstract

Kendala dan tantangan belajar di Perguruan Tinggi bagi penyandang berkebutuhan khusus pasti lebih besar dibanding dengan kesulitan yang dihadapi mahasiswa regular. Dengan demikian diperlukan sebuah inovasi agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar penyandang berkebutuhan khusus di perguruan tinggi. Salah penyandang berkebutuhan khusus yang memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan diperguruan tinggi adalah penyandang tunarungu baik dalam kategori ringan sampai berat digolongkan ke dalam kurang dengar atau tuli. Saat ini terdapat penyandang tunarungu yang tercatat sebagai mahasiswa aktif pada UKI Toraja adalah penyandang tunarungu dalam kategori ringan (kurang dengar), namun tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun ajaran berikutnya, UKI Toraja menerima penyandang tunarungu kategori berat (tuli). Dalam hal ini sebuah inovasi pembelajaran dan teknologi bantu (teknologi asistif) untuk mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi berupa teknologi asistif dalam bentuk “pengembangan alat bantu bagi penyandang tunarungu di UKI Toraja”, teknologi bantu (teknologi asistif) yang kami usulkan sebagai bentuk komitmen mewujudkan layanan inklusif mahasiswa penyandang tunarungu kategori berat (tuli) di UKI Toraja kelak yang dapat meningkatkan keterampilan hidup mandiri bagi penyandang tunarungu berat (tuli) dalam bermobilitas