Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan terhadap Tindak Pidana Pemasukan Sarang Burung Walet Ilegal Dari Malaysia Ke Tanjung Balai Asahan Priyadi Priyadi; Suhaidi Suhaidi; Isnaini Isnaini
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 4 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.951 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i4.1069

Abstract

This article aims to determine the regulation and application of the law on the importation of swallow's nests; and Quarantine investigator strategies to maximize the implementation of quarantine regulations. The research method used in this study is normative juridical with a case approach and legislation with data collection techniques, namely documentation studies and interviews with descriptive data analysis. This study shows the results that the regulation of the entry of Swallow's Nest refers to Law no. 21 of 2019 concerning Animal, Fish and Plant Quarantine and Regulation of the Minister of Agriculture Number 26 of 2020 concerning Animal Quarantine Measures Against the Importation or Exportation of Swallow's Nests To and From Within the Territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia. In its application, there are problems, namely the sentence to the defendant is only 4 months and a fine of 6 million rupiah which is considered too low when compared to the threat of Article 86 of Law no. 21 of 2019 which is 10 years and a fine of 10 billion. Juridical efforts to maximize the application of quarantine regulations are recommended to immediately issue derivative regulations such as Government Regulations, increase the status of Quarantine UPT at least to the level of Balai and create special functions for vigilance.
Tinjauan Yuridis Tentang Peralihan Hak Atas Tanah dalam Objek Sengketa Desi Handayani Simbolon; Isnaini Isnaini
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v4i2.1952

Abstract

Juridical Issues Regarding Transition of Land Rights in the Object of DisputesAbstractLand is a place for human settlements as well as a source of livelihood for those who make a living through agriculture and ultimately land is also the last place for people to die. The law regarding land in Indonesia is influenced by a colonial legal system. This is because for hundreds of years Indonesia was colonized by the Dutch, so that there are two kinds of land ownership, namely lands with western rights and lands with customary rights, of course different about the transition, in terms of buying and selling, also ways of legal protection and legal certainty for the land owner concerned. Transition of land rights is a legal action aimed at transferring rights from one party to another. When someone has transferred his rights (land rights), to someone else "legally" then that person has no more rights to the land that has been transferred since the transfer of rights. The purpose of this study was to find out the process of transferring land rights in the object of the dispute and to find out the judges' consideration in deciding on land rights cases. This type of research is normative ayuridis. The nature of this research is descriptive analytical. 
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HUBUNGAN HUKUM KARENA WANPRESTASI DI DALAM HUTANG PIUTANG (Studi Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam No.05/Pdt.G/2007/PN.LP) Taufik Siregar; Isnaini Isnaini; Jadrias Tarigan
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v1i2.1854

Abstract

Settlement of legal disputes due to additional defaults in the agreementcan be made payable litigation and non litigation. In litigation can be donepremises ways filed to a local court. While non litigation conducted by outsidecourt as mediation, arbitration, peace, etc.
PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BANK SUMUT SYARIAH KOTA MEDAN Isnaini Isnaini
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v1i2.1849

Abstract

Artikel ini ditulis untuk menganalisis pelaksanaan akad pembiayaan mudharabahyang dilakukan oleh bank SUMUT syariah Kota Medan Indonesia. Transaksimudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih iaitu pemilikmodal (shahibul maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola(mudharib) dengan suatu perjanjian perkongsian keuntungan. Bentuk inimenegaskan kerjasama dengan sumbangan seratus persen modal daripadashahibul maal dan pengusaha daripada mudharib. Mudharabah adalah akad yangterjalin antara dua pihak yang melakukan perjanjian. Pihak pertamamemberikan hartanya secara tunai kepada pihak kedua agar digunakan untukberusaha, kemudian keuntungan yang diperoleh dibagi antara mereka sesuaidengan persentase yang telah disepakati. Kenyataannya, bank SUMUT Syariah diKota Medan walaupun telah memiliki fasilitas mudharabah, justeru lebihmenjalankan transaksi akad pembiayaan yang lazim. Ada kesan, mereka tidaksecara serius untuk menerapkan akad pembiayaan secara mudharabah kepadapara pedagang kecil dan menengah (UKM). Masyarakat yang ingin mendapatkanfasilitas pembiayaan mudharabah bukan saja menjadi kecewa tetapi juga dapatmempengaruhi bank syariah itu sendiri. Mengapa bank SUMUT syariah lebihmengusulkan model pembiayaan lazim berbanding dengan sistem mudharabah?Artikel kerja ini akan membahas mengenai persoalan-persoalan pelaksanaanakad pembiayaan mudharabah di bank SUMUT Syariah di Kota Medan. Untukmenjawab tulisan ini, kajian menggunakan metode yuridis normatif yang bersifatkualitatif dengan cara menganalisis data primer dan sekunder sehinggamenghasilkan jawaban dari permasalahan yang ada. Hasil yang dicapai daripadakajian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem mudharabah di bankSUMUT Syariah di Kota Medan sehingga dijangkakan boleh menguatkan UKMdalam penyediaan modal usaha dan penyempurnaan pembuatan aktapembiayaan mudharabah yang lebih berpihak kepada mudharib.
Perlindungan Hukum terhadap Pengguna Jasa Angkutan Umum pada Dinas Perhubungan Kota Medan Zainal Fikri Nasution; Isnaini Isnaini; Sri Hidayani
Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENEGAKAN HUKUM JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiph.v4i1.1948

Abstract

Legal Protection on The Users of Public Transport Services in Medan City Transportation OfficeAbstractLegal protection is any effort that guarantees legal certainty to provide protection to passengers or consumers who use the services of business people to protect them from things they do not want. Public Transportation is one of the transportation media used by the community together by paying tariffs. The purpose of this study was to determine the legal standing of public transport passengers and their protection in accordance with Law No.22 of 2009 concerning Road Traffic and transportation. The type of writing in this study is Normative, namely a process to find a rule of law, legal principles, and legal doctrines in order to answer the legal issues at hand. Public Transport Companies are responsible for losses caused by all actions of people employed in the activities of transport operations. In addition, the Public Transport Company is responsible for losses suffered by Passengers who have died or injuries due to transportation operations, unless caused by an incident that cannot be prevented due to passenger error. 
PELAKSANAAN AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BANK SUMUT SYARIAH KOTA MEDAN Isnaini Isnaini; Utary Maharany Barus
JURNAL MERCATORIA Vol 8, No 2 (2015): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v8i2.653

Abstract

Transaksi mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua pihak atau lebih yaitu pemilik modal (shahibul maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan. Bentuk ini menegaskan kerjasama dengan sumbangan seratus persen modal dari shahibul maal dan pengusaha kepada mudharib. Bank SUMUT Syariah di Kota Medan yang telah memiliki fasilitas mudharabah, justru lebih menjalankan transaksi akad pembiayaan yang lazim. Mereka terkesan tidak secara serius untuk menerapkan akad pembiayaan secara mudharabah kepada para pedagang kecil dan menengah (UKM). Masyarakat yang ingin mendapatkan fasilitas pembiayaan mudharabah menjadi kecewa. Tulisan ini akan membahas mengenai persoalan-persoalan pelaksanaan akad pembiayaan mudharabah di bank SUMUT Syariah di Kota Medan. Hasil yang dicapai dari kajian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem mudharabah di bank SUMUT Syariah di Kota Medan sehingga diharapkan dapat menguatkan UKM dalam penyediaan modal usaha dan penyempurnaan pembuatan akta pembiayaan mudharabah yang lebih berpihak kepada mudharib.
PERTANGGUNG JAWABAN KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kasus di Pengadilan Tipikor Medan) Mery Donna T. Pasaribu; Isnaini Isnaini
JURNAL MERCATORIA Vol 5, No 2 (2012): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v5i2.680

Abstract

Korporasi dianggap melakukan perbuatan korupsi jika perbuatan korupsi dilakukan oleh pengurus atau orang-orang apakah berdasarkan hubungan kerja maupun berdasar hubungan lain. Tanggung jawab korporasi atas kesalahan dan kelalaiannya yang diatur dalam Undang-undang ini tidak mengurangi ketentuan yang diatur dalam Undang-undang tentang hukum pidana. Perbuatan pidana korupsi yang dilakukan oleh Terdakwa yang telah menyalahgunakan kewenangan dianggap sebagai perbuatan Korporasi.Tanggung jawab pidana dan yang dipidana adalah perorangan.
KAJIAN HUKUM TERHADAP KETERANGAN AHLI (DOKTER) DALAM PEMBUKTIAN KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA Lenny Lasminar S Lasminar S; Isnaini Isnaini
JURNAL MERCATORIA Vol 7, No 2 (2014): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v7i2.664

Abstract

Penyalahgunaan narkotika terus mengalami peningkatan di Indonesia. Dari catatan di Badan Narkotika Nasional jumlah pecandu di Indonesia pada tahun 2012 lebih dari 3,8 (tiga koma delapan) juta orang. Hal tersebut menunjukkan pecandu yang merupakan penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat. Pada pertimbangan hakim di Pengadilan Negeri Binjai terhadap keterangan ahli (dokter) dalam kasus narkotika, Hakim tidak mengalami kendala. Peradilan kasus narkotika di Pengadilan Negeri Binjai sesuai dengan Undang-Undang tentang Narkotika. Penerapan rehabilitasi terhadap terdakwa, hakim memutuskan rehab berdasarkan permintaan dari terdakwa, Jaksa atau Pengacara. Terdakwa harus menunjukkan bukti kalau dia adalah pemakai/pecandu dengan bukti surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa si terdakwa merupakan pecandu narkotika. Kebijakan pemerintah dalam rangka penanggulangan tindak pidana penyalahgunaan narkotika tidak hanya bersifat penetapan prosedur-prosedur hukum belaka, tetapi lebih kepada substansial yaitu membangun tatanan hukum dalam suatu sistem hukum nasional yang bermanfaat untuk kepentingan nasional. Hal tersebut dihadapkan dapat menekan jumlah penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Peran Kantor Pertanahan Kota Tanjungbalai dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kota Tanjungbalai Hasyanul Arief Sinaga; Dayat Limbong; Isnaini Isnaini
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 5, No 1 (2022): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.622 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v5i1.1127

Abstract

This article aims to analyze the role of the Tanjungbalai City Land Office to reduce and prevent disputes/conflicts and what factors are obstacles in reducing and preventing disputes/conflicts. This type of research is normative legal research. The approach method used is the statute approach. Based on the research, the legal regulation regarding PTSL in Indonesia is Permen ATR/Head of BPN Number 6 of 2018 concerning PTSL contained in Presidential Instruction No. 2 of 2018 concerning Acceleration of PTSL throughout the Republic of Indonesia. The role of the Tanjungbalai City Land Office to reduce and prevent disputes/conflicts is as a mediator in land disputes that occur, carrying out studies and handling problems, disputes, land cases, through non-litigation methods: first, the Land Office takes a persuasive approach to the community, seeking information related disputes. Second, outreach to the community regarding this dispute. Third, deliberation is carried out with the disputing parties with community leaders. Then the object of the dispute is merged and land registration is carried out through PTSL. After the certificate is issued, the Land Office distributes the land parcels to the entitled parties. Factors that become obstacles in reducing and preventing disputes/conflicts, namely: a) it is difficult to contact the disputing parties, b) the disputing parties do not want to budge, c) socialization and mediation are difficult, d) it is difficult to find common ground between the parties. in dispute, e) takes a long time.
Perlindungan Hukum terhadap Masyarakat Muslim Kota Medan tentang Produk Makanan Halal (Studi Proses Sertifikasi Halal Oleh Majelis Ulama Indonesia Kota Medan) Azhari Akmal Tarigan; Isnaini Isnaini; Tuahman Tuahman; Indra Kurniawan Nasution
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 2, No 3 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.539 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v2i3.135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap masyarakat muslim Kota Medan tentang produk makanan halal, proses pensertifikasian di Majelis Ulama Indonesia Kota Medan dan implementasi sertifikasi Halal MUI Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, yaitu dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif. Perlindungan hukum kepada masyarakat muslim Kota Medan terhadap Jaminan Produk Halal diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, serta di dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan adanya sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI Kota Medan. Hambatan dalam menjaga kepastian hukum terhadap makanan halal bagi masyarakat muslim Kota Medan diantaranya adalah lemahnya koordinasi antara Pemerintah kota Medan dan MUI Kota Medan dan belum adanya peraturan pelaksanan terkait undang-undang jaminan produk halal, serta masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan terkait jaminan produk halal kepada masyarakat. Hambatan eksternal berasal dari masyarakat dan pelaku usaha belum ada kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan pendafataran sertifikasi halal.
Co-Authors Abdul Kadir Abdullah Afifuddin Lubis Adam Adam Ade Liniarty Daulay Ahmad Fachrizal Alfi Husni Ali Putra P Harahap Andrei Wibowo Aulia Dhuhri Azhari Akmal Tarigan Bambang Azis Silalahi Benny Sinomba Siregar Benny Syahputra Nasution Berry Nanda Sembiring Budi Hartono Budiarto Sembiring Dayat Limbong Dayat Limbong Dejan Gemelar Raja Guk-Guk Desi Handayani Simbolon Dian Jatikusuma Dudi Komarudi Dumasari Harahap Ediwarman Ediwarman Eko Prasetio Endang Wastiani Faizal Faizal Fandy Enko Irwanto S. Hanafi Harahap Harso Kardhinata Hasiholan Naibaho Hastika Rahayu Hs Hasyanul Arief Sinaga Hendra Bavo Sembiring Heri Kusmanto Heri Kusmanto Herman Sentosa Ichsanul Arifin Siregar Ihramli Efendi Iman Jauhari Indah Widyastuti Indra Kurniawan Nasution Indri Inayati Jadrias Tarigan Jauwahir Jauwahir Jelly Leviza Lenny Lasminar S Lasminar S M. Citra Ramadhan M. Ridha Haikal M.Jalil Sembiring Mahmud Mulyadi Mahyaruddin Salim B Maksum Syahri Lubis Marlina Marlina Mery Donna T. Pasaribu Michael Richard Siahaan Mirza Nasution Monalisa Aritonang Muda Sakti Muhammad Citra Ramadhan Muhammad Raihan Rizqullah Muhammad Reza Syahputra Muhammad Syarif Muhammad Yusuf Naimah Mardhiah Matondang Natanail Sitepu Ngadimin Ngadimin Nina Siti Salmaniah Siregar Nini Syafriani Hasibuan Novlentina Pasi Nurganti Manik Praja Pranoto Priyadi Priyadi R. Hamdani Harahap Rafika Duri Ramal Ramal Reza Fachrozi Rizkan Zulyadi Rosalia Ena Darmawati Br Jabat Rudi Salam Sinaga Said Sala Sedarita Ginting Sihombing, Marlon Sri Hidayani Sri Pinem Suci Rahmadani Suhaidi Suhaidi Susanti Rizkasari Tanti Juliana Taufik Siregar Tuahman Tuahman Utary Maharany Barus Vicky Fadian Warjio Warjio Warjio Warjio Zainal Fikri Nasution Zakaria Bahari Zamzami Zamzami Zulmansyah Tanjung