Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Deteksi dini stunting berbasis edukasi dan pendampingan kader kesehatan Nur Alam Fajar; Kiki Sulaningsi; Esti Sri Ananingsih; Elvi Sunarsih; Indah Yuliana; Feny Etrawati; Sinta Octaviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27878

Abstract

AbstrakStunting merupakan masalah kesehatan nasional yang memerlukan intervensi dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Stunting adalah kondisi dimana seorang anak memiliki tinggi atau panjang badan yang lebih rendah dari standar usianya, yang sering kali diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan kondisi kesehatan yang tidak optimal selama periode penting pertumbuhan anak. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan prevalensi stunting melalui berbagai strategi intervensi yang spesifik dan sensitif, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting pada balita di Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini melibatkan pendampingan intensif kepada 34 kader dan perangkat desa di Kelurahan Thehok. Pendampingan ini dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, pelaksanaan (pre-test) untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal, pemberian pendampingan edukatif, evaluasi (post-test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kegiatan keberlanjutan yang bertujuan memastikan penerapan hasil pengabdian dalam jangka panjang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 86,4 menjadi 91, serta peningkatan skor sikap dari 12,46 menjadi 14,23, yang keduanya signifikan secara statistik (p- value < 0,05). Keterampilan peserta dalam deteksi dini stunting juga meningkat, khususnya dalam penggunaan alat ukur tinggi badan dan pemberian edukasi kepada masyarakat.Hal ini mengindikasikan perubahan positif pada ketiga komponen tersebut di kalangan kader dan perangkat desa yang terlibat. Kesimpulannya, program ini mampu meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting di Kelurahan Thehok, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka stunting di daerah tersebut. Kata kunci: stunting; deteksi dini; pengetahuan; sikap; keterampilan AbstractStunting is a national health issue that requires interventions from various stakeholders to address it. Stunting is a condition where a child has a height or length below the standard for their age, often caused by chronic malnutrition and suboptimal health conditions during critical growth periods. The Indonesian government has set a target to reduce stunting prevalence through specific and sensitive intervention strategies aimed at improving the health and quality of life of future generations. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and skills of early detection of stunting in toddlers in Thehok Village, Jambi Selatan District, Jambi City. The method employed in this program involved intensive mentoring for 34 village health cadres and officials in Thehok. The mentoring process included several implementation stages: preparation, pre-test to assess initial knowledge levels, educational mentoring, post-test to evaluate knowledge improvement, and sustainability activities to ensure long-term application of the program's results. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 86.4 to 91, and an increase in attitude scores from 12.46 to 14.23, both statistically significant (p-value < 0.05). Participants' skills in early detection of stunting also improved, especially in the use of height measurement tools and in providing education to the community. This indicates positive changes in all three components among the involved cadres and village officials. In conclusion, this program effectively enhanced the capacity of cadres to detect and prevent stunting in Thehok Village, which is expected to contribute to reducing stunting rates in the area. Keywords: stunting; early detection; knowledge; attitudes; skill
Hubungan dukungan sosial dan self-esteem terhadap resiliensi pada ibu menyusui: A literature review Yuliani Tampubolon; Nur Alam Fajar; Anita Rahmiwati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2293

Abstract

Background: Breastfeeding mothers often face various psychological challenges that can affect their ability to adapt to stress during breastfeeding. Social support and self-esteem are considered protective factors that play an important role in fostering resilience in breastfeeding mothers. However, studies integrating these two factors are scattered and not comprehensively structured. Purpose: To examine and analyze the relationship between social support and self-esteem on resilience in breastfeeding mothers. Method: This literature review examined national and international journal articles published between 2018 and 2025. Relevant articles were obtained through scientific databases including Google Scholar, PubMed, BMC Psychology, International Breastfeeding Journal, and Reproductive Health. The keywords used were social support, self-esteem, resilience, and breastfeeding mothers, and were then analyzed critically and thematically based on the research variables. Results: Social support and self-esteem are significantly associated with resilience in breastfeeding mothers. Social support plays a role in increasing feelings of security and emotional support, while self-esteem contributes to strengthening mothers' self-confidence and coping skills in dealing with stress during breastfeeding. The interaction between internal and external factors shapes maternal resilience dynamically and contextually. Conclusion: Social support and self-esteem are important components in building resilience in breastfeeding mothers. Resilience is not formed in isolation, but rather through the interaction of individual psychological resources and social environmental support. Suggestion: The development of contextual and sustainable interventions involving families, healthcare professionals, and peer communities is needed to strengthen the self-esteem and resilience of breastfeeding mothers.   Keywords: Breastfeeding Mothers; Resilience; Self-esteem; Social Support.   Pendahuluan: Ibu menyusui sering menghadapi berbagai tantangan psikologis yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam beradaptasi terhadap stres selama masa menyusui. Dukungan sosial dan self-esteem dipandang sebagai faktor protektif yang berperan penting dalam membentuk resiliensi ibu menyusui. Namun, kajian yang mengintegrasikan kedua faktor tersebut masih tersebar dan belum terstruktur secara komprehensif. Tujuan: Untuk menelaah dan menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan self-esteem terhadap resiliensi pada ibu menyusui. Metode: Penelitian tinjauan literatur terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Artikel yang relevan diperoleh melalui basis data ilmiah antara lain Google Scholar, PubMed, BMC Psychology, International Breastfeeding Journal, dan Reproductive Health. Kata kunci yang digunakan yaitu dukungan sosial, self-esteem, resiliensi, dan ibu menyusui, kemudian dianalisis secara kritis dan tematik berdasarkan variabel penelitian. Hasil: Dukungan sosial dan self-esteem memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi ibu menyusui. Dukungan sosial berperan dalam meningkatkan rasa aman dan dukungan emosional, sedangkan self-esteem berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan diri serta kemampuan koping ibu dalam menghadapi tekanan selama masa menyusui. Interaksi antara faktor internal dan eksternal membentuk resiliensi ibu secara dinamis dan kontekstual. Simpulan: Dukungan sosial dan self-esteem merupakan komponen penting dalam membangun resiliensi ibu menyusui. Resiliensi tidak terbentuk secara tunggal, melainkan melalui interaksi antara sumber daya psikologis individu dan dukungan lingkungan sosial. Saran: Diperlukan pengembangan intervensi yang kontekstual dan berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas sebaya guna memperkuat self-esteem dan resiliensi ibu menyusui.   Kata Kunci: Dukungan Sosial; Ibu Menyusui; Resiliensi; Self-esteem.