Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dengan Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-11 Bulan Oktaviani, Ni Putu Ayu Sri; Suarniti, Ni Wayan; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.340

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Perbedaan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Baby Massage Dewi, Sang Ayu Yunda Setia; Tedjasulaksana, Regina; Suarniti, Ni Wayan
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64666

Abstract

Introduction Lack of sleep was considered one of the main sources of disease burden in low- and middle-income countries. One of the factors that affected infant growth and development was sleep, but it was estimated that more than 72% of parents did not consider sleep disturbances in infants to be a problem. Sleep quality was influenced by several factors, including adequate rest, environment, physical activity, nutrition, and illness. This study aimed to find out the difference in sleep quality of infants aged 3–12 months before and after receiving baby massage therapy at the Independent Midwife Practice of Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. Method The research used a pre-experimental method with a one-group pre-test post-test design and no control group. A non-probability sampling approach with purposive sampling was applied. The sample consisted of 32 infants aged 3–12 months. Result The analysis showed that before receiving baby massage therapy, 4 infants (12.5%) had good sleep quality, and 28 infants (87.5%) had poor sleep quality. After the massage, 21 infants (65.6%) had good sleep quality, and 11 infants (34.4%) had poor sleep quality. Conclusion Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank Test, the p-value was 0.000 < 0.050, so it was concluded that there was a significant difference in the sleep quality of infants aged 3–12 months before and after receiving baby massage therapy at the Independent Midwife Practice of Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. It is hoped that parents can apply baby massage to their babies to improve the baby's sleep quality, so that the baby's growth and development can be optimally fulfilled.
Gambaran Pelayanan Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Kintamani I Tahun 2021 Ni Putu Widhiasih; Ni Ketut Somoyani; I Gusti Ayu Surati; Ni Wayan Suarniti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1640

Abstract

Abstrak: Coronavirus disease (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang saat ini menyerang berbagai negara dan menjadi pandemi. Pada situasi pandemi COVID-19 ini, pemerintah membuat kebijakan adanya pembatasan hampir pada semua layanan rutin salah satu contohnya adalah pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Banyaknya ibu hamil yang melakukan pemeriksaan rutin ke Puskesmas , sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam pemberian layanan Kesehatan pada masa pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian deskriptif, data yang diperoleh melalui kuesioner dan Cheklist kepada ibu hamil sebagai sampel yang berkunjung pada saat penelitian berlangsung sebanyak 44 ibu hamil (purposive sampling). Hasil dan Simpulan: Dari hasil penelitian didapati 59% dari 44 ibu hamil teratur melakukan pemeriksaan kehamilan, 100% pemeriksaan ibu hamil sesuai dengan standar (10T),  sebanyak 91% responden sudah melaksanakan protokol Kesehatan selama melakukan pemeriksaan dan sebanyak 96% tenaga kesehatan sudah menerapkan protokol kesehatan. Saran kepada peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian dengan melakukan penambahan metode penelitian disamping secara kuantitatif juga dilakukan secara kualitatif.Kata kunci: Pelayanan ibu hamil, pandemi Covid-19 Abstract: Coronavirus disease (COVID-19) is an infectious disease that is currently attacking various countries and has become a pandemic. In this COVID-19 pandemic situation, the government has made a policy of limiting almost all routine services, one example of which is maternal and neonatal health services and other health care facilities. The number of pregnant women who carry out routine checks at the Puskesmas, so the government issued a policy in the provision of health services during the COVID-19 pandemic. Methods:This type of research is descriptive, data obtained through questionnaires and checklists to pregnant women as samples who visited during the study were 44 pregnant women (purposive sampling). Results and Conclusions: From the results of the study, it was found that 59% of 44 pregnant women regularly did prenatal checkups, 100% of pregnant women's examinations were in accordance with the standard (10T), 91% of respondents had implemented health protocols during the examination and 96% of health workers had implemented health protocols.  Suggestions to further researchers are to continue research by adding research methods in addition to quantitative as well as qualitative.Keywords: Maternity service, pandemic Covid-19
Hubungan Lingkar Lengan Atas Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester I Di Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Sukawati I Tahun 2021 Ni Nyoman Bujani; Ni Wayan Suarniti; Lely Cintari
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2209

Abstract

Status gizi ibu hamil adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk mencegah terjadinya anemia. Pengukuran status gizi pada ibu hamil dilakukan dengan memeriksakan keadaan ibu hamil dengan menimbang berat badan, lingkar lengan atas (LILA), serta memeriksa kadar hemoglobin (Hb). Faktor yang mempengaruhi status gizi ditentukan oleh tinggi badan dan berat badan dengan metode Indeks Massa Tubuh (IMT). Status gizi yang kurang terhadap ibu hamil merupakan predisposisi anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan LILA dan IMT dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I. Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel dengan purposive sampling, berjumlah 100 ibu hamil trimester I di UPTD Puskesmas Sukawati I. Pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder dari register ibu hamil tahun 2021. Hasil analisis dengan uji chi square didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I (p=0,006) dan ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian  anemia pada ibu hamil trimester I (p=0,015). Disarankan kepada petugas puskesmas agar lebih meningkatkan pengetahuan ibu tentang anemia dan meningkatkan asupan nutrisi bagi ibu hamil.
Faktor Predisposisi yang Berhubungan dengan Kunjungan K4 Ibu Hamil di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Dawan I Klungkung Ni Kadek Dwi Pradnyawati; Ni Made Dwi Mahayati; Ni Wayan Suarniti; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2341

Abstract

The high MMR in Indonesia proves that efforts to reduce MMR are not optimal, one of which is antenatal care (ANC). ANC services can be assessed from the achievement of the fourth visit (K4). The purpose of the study was to determine the predisposing factors associated with K4 visits by pregnant women at UPTD. Health Center Dawan I Klungkung. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. Implementation March - April 2022. Sampling with a proportional sampling totaled 54 respondents. The research instrument used a questionnaire and the ANC register book. Univariate data analysis and statistical analysis with a significance level of p <0.05. The results of the univariate analysis were pregnant women aged 20-35 years (72.2%), secondary education (57.4%), maternal parity (70.4%), pregnancy interval >24 months (76.3%), high knowledge (72.2%), positive attitude (79.9%) and K4 visits (63.0%). The results of bivariate analysis using the chi square test on the characteristics of age (p = 0.003), education (P<0,05), parity (p<0,05), pregnancy interval (p= 0.007), knowledge (p= 0.030), attitude (p= 0.036 ). The conclusion of this study is that there is a relationship between age, education, parity, pregnancy distance, mother's knowledge and attitude towards K4 visits for pregnant women at the Regional Technical Implementation Unit. Pregnant women are expected to carry out K4 pregnancy checks according to standards.
Implementasi Gerakan Badung Sehat Di 1000 Hari Pertama Kehidupan (Garba Sari) Dalam Upaya Penurunan Kejadian Stunting Di Desa Kekeran Kabupaten Badung Ni Wayan Suarniti; Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2427

Abstract

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, salah satunya Stunting. Pemerintah Kabupaten Badung, provinsi Bali meluncurkan Gerakan Badung Sehat di 1000 Hari pertama kehidupan (GARBA SARI) untuk penanggulangan stunting. Tujuan penelitian mengidentifikasi  input, proses dan output dari implementasi GARBA SARI dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dengan bayi 0-6 bulan dan usia 7-23 bulan, serta remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi GARBA SARI. Informan penelitian berjumlah 18 orang. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Analisis data penelitian adalah analisis deskriptif. Hasil menunjukkan input dari implementasi program sudah memadai, dilihat dari adanya aturan dan kebijakan dari tingkat pusat, kabupaten dan desa, adanya panduan pelaksanaan program dan penggunaan dana yang sudah terverifikasi, dukungan sarana prasarana, sumber daya. Proses menunjukkan hasil implementasi program berjalan dengan baik. Output menunjukkan sebagian besar kegiatan berjalan sesuai rencana, namun masih ada pengaturan waktu diluar jam kerja puskesmas dan masih ada sasaran kegiatan yang belum tahu tentang GARBA SARI. Kesimpulan implementasi Garbasari sudah berjalan baik dilihat dari input, proses dan output,walaupun masih ada beberapa kendala terkait dana dan waktu, namun masih dapat diantisipasi. Saran agar dinas kesehatan lebih banyak menjalin kerjasama dengan institusi yang bergerak dalam upaya penurunan kejadian stunting
PENGARUH AKUPRESUR TITIK Ht 7 DAN TITIK Li 4 TERHADAP INTENSITAS NYERI LUKA POST SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT PURI BUNDA DENPASAR TAHUN 2022 Ni Komang Dewi Listyani; Ni Wayan Suarniti; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2681

Abstract

The caesarean section surgical procedure results in a side that will cause a break in body tissue which results in pain. The pain felt by mothers after caesarean section causes them to be lazy and afraid to carry out early mobilization after caesarean section and also causes lactation problems. Acupressure is carried out by physical pressure on several points on the surface of the body which are places for energy circulation and balance in cases of pain symptoms. This type of research is quasi experiment one group pre and post test. The population is all post-cesarean section mothers at Puri Bunda Hospital, a sample of every post-cesarean section mother who is willing to be a respondent. Data analysis used the Willcoxon test. The majority of post-cesarean section mothers (64.5%) felt moderate pain before being given intervention with acupressure, and 11 people (35.5%) felt severe pain. More than half experienced moderate pain (51.6%) and 15 people experienced mild pain (48.4%) after being given acupressure. The Wilcoxon test results obtained a value of p = 0.002, namely that there was an effect of acupressure on the intensity of pain in post-cesarean section mothers. There is an influence of acupressure at the Ht 7 and Li 4 points on the intensity of pain in women after caesarean section at Puri Bunda Hospital, Denpasar in 2022. Suggestion: Midwifery service places should provide acupressure to reduce pain after caesarean section.
The Relationship Between Risk Factor Obesity in Pregnancy with the Incidence of Caesarean Delivery: Literature Review Desak Putu Eka Heny Hayudha; Farida Fitriana; Ni Wayan Suarniti
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3136

Abstract

The obesity rate in Indonesia has increased from 14.8% to 21.8% from 2013 to 2018. Especially obesity in pregnancy is a problem that can threaten pregnancy until delivery and become one of the risk factors associated with caesarean delivery. The results of research in America state that almost 50% of cesarean deliveries are women who are overweight or obese before pregnancy. This type of research uses literature review. This literature review seeks to establish the correlation between the risk factors associated with obesity during pregnancy and the occurrence of cesarean delivery.. The method of searching articles or journals using boolean operators and keywords (OR NOT, AND or AND NOT). The selection criteria employed encompassed articles that were available in their entirety via national and international database searches, spanning the period of the past decade (2010-2020). The results based on a literature review of 8 journals found that 6 of the 8 articles stated that there was an association between the risk factors of obesity in pregnancy with the incidence of cesarean delivery, Contrary to the previous two papers, our findings indicate that there is no connection between the likelihood of cesarean delivery and obesity in women. The literature study concludes that there is a correlation between obesity during pregnancy and the occurrence of cesarean birth. Although it is necessary to conduct more primary research related to this topic.
Description of Neonatus Outcomes in Maternity Women with Preeclampsia and Gestational Hypertension at Regional General Hospital Tabanan Ni Wayan Sriningsih; Ni Wayan Suarniti; Regina Tedjasulaksana
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v13i1.3902

Abstract

Pregnancy hypertension is the highest cause of death in Indonesia. Worsening preeclampsia and gestational hypertension have impact on fetus. This study aims to determine outcome of neonates with preeclampsia and gestational hypertension at Tabanan Hospital during August 2022-2024. This research is descriptive with a crosssectional design. This study used total sampling with a sample size of 120 respondents. Secondary data was analyzed univariately, presented in frequency distribution table. Results showed characteristics majority of respondents were low risk age (79.2% preeclampsia, 85.4% gestational hypertension), multipara (68.1% preeclampsia, 70.8% gestational hypertension), pregnancy interval <10 years (50% preeclampsia, gestational hypertension 62.5%), preterm (54.2%) in preeclampsia and normal gestational age (75.0%) in gestational hypertension. Majority of preeclamptic neonates were vigorous babies (76.4%), LBW (55.56%) and normal body length (50%). Outcomes of gestational hypertension neonates were vigorous babies (91.7%), normal weight (79.2%) and normal body length (64.6%). Conclusions is majority were aged 20-35 years, multipara, pregnancy interval <10 years, preterm and normal gestational age (gestational hypertension). Majority of neonate outcomes were vigorous babies, LBW (preeclampsia), normal weight (gestational hypertension) and normal body length. The findings provide a basis for further research on  outcomes of neonates from preeclampsia and gestational hypertension mother’s.
Hubungan Paritas dengan Kejadian Atonia Uteri Luh Putu Suwantini; Ni Nyoman Budiani; Ni Wayan Suarniti
Jurnal Sehat Mandiri Vol 21 No 1 (2026): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 21, No.1 Juni 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v21i1.2029

Abstract

Atonia uteri diidentifikasi sebagai etiologi yang mendasari hingga 80% kasus perdarahan pasca persalinan. Grandemultipara merupakan faktor resiko potensial untuk terjadinya atonia uteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas dengan kejadian atonia uteri di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali tahun 2024. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dan menggunakan total sampling pada 94 ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Koefisien Kontingensi (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas re$sponde$n pada pe$ne$litian ini de$ngan paritas multipara se$banyak 51 orang (54,3%), te$rdapat 19 ibu be$rsalin (20,2%) me$ngalami atonia ute$ri, dan terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu bersalin (nilai-p = 0,000) dengan kejadian atonia uteri dengan nilai korelasi 0,457 menunjukkan kekuatan hubungan sedang dimana semakin sering ibu melahirkan maka resiko kejadian atonia uteri semakin besar. Paritas tinggi perlu menjadi sorotan bagi tenaga kesehatan terkait pencegahan atonia uteri dan ibu hamil disarankan untuk merencanakan kehamilannya untuk mencegah faktor resiko dari atonia uteri oleh karena paritas serta peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor risiko lain terkait atonia uteri.
Co-Authors Anna Maria Manullang Desak Putu Eka Heny Hayudha Dewi, I GAA Novya Dewi, Ni Made Puspita Dewi, Putu Ayu Mia Sintya Dewi, Sang Ayu Yunda Setia Dwi Purnamayanti, Ni Made Ekawiyadnyani, Ida Ayu Putu Erliawati, Putu Nevi Fitriana, Farida Friyati, Ni Luh Gede Mei Gilda Saina Gusti Ayu Marhaeni Gusti Ayu Marheni Gusti Ayu Nyoman Winda Sari Adnyana I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Gusti Ayu Surati I Gusti Ayu Surati I Ketut Labir I Komang Lindayani I Putu Suiraoka Inna Noor Inayati Julyanti, Ni Kadek Nita Dwi Kekado, Miranda Nitani Kompiang Sekarini Lely Cintari Lindayani, I Komang Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Luh Putu Suwantini Ni Gusti Kompiang Seriasih Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Dwi Pradnyawati Ni Kadek Putri Radharani Ni Ketut Ayu Murtini Ni Ketut Devy Kaspirayanthi Ni Ketut Somoyani Ni Komang Dewi Listyani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Yuni Rahyani Ni Luh Putu Karunia Wati Karang Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Luh Wahyu Padesi Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Dwi Malahayati Ni Made Widhi Gunapria Darmapatni Ni Nyoman Ayu Suci Marlina Ni Nyoman Budiani Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Bujani Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Sumiasih Ni Putu Tya Pramesti Iswari Ni Putu Widhiasih Ni Wayan Armini Ni Wayan Armini Ni Wayan Rusminiati Ni Wayan Sriningsih Ni Wayan Yanik Sariati Ningtyas, Listina Ade Widya Novyadewi, I Gusti Agung Ayu Oktaviani, Ni Putu Ayu Sri Pande Made Sriani Permana Putri, Ni Luh Putu Sentania Widhi Purnamayanti, Ni Made Dwi Rantiani , Ni Ketut Regina Tedjasulaksana Senjaya, Asep Arifin Supariani, Ni Nyoman Dewi Suyasa, Ida Bagus Oka Tedjasulaksana, Regina Utarini, Gusti Ayu Eka Visti Delvina Widiantari, Gusti Ayu Made Yuni Wirata , I Nyoman Wirata, I Nyoman Wulandari, Putu Pradnya