p-Index From 2021 - 2026
4.818
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Measuring Economic Resilience of Tourism Villages: A Spatiotemporal Analysis of Pre and Post-Covid-19 Pandemic Ariyani, Nafiah; Fauzi, Akhmad; Suherlan, Ade
Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Vol 24, No 2 (2023): JEP 2023
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jep.v24i2.23036

Abstract

Tourist village plays an important role in rural development in Indonesia. Nevertheless, tourist village is also prone to external shocks such as national and global economic volatilities and recent public health events of the Covid-19 pandemic. This study attempts to analyze a temporal variations of tourist village economic resilience from pandemic shock in 24 tourist village destinations covering the period of 2019-2022 in Indonesia. A synthetic composite index of the Adjusted Mazziotta-Pareto Index (AMPI) was used to measure resilience, followed by clustering analysis to determine the typology of the resilience. The resilience index was composed of capacity and performance dimension related to resilience. The results show that most villages were severely affected in the first year of Covid-19, yet they recovered afterward, as indicated by positive differences in the AMPI index before and after Covid-19. This result shows that tourist villages in Indonesia have a tendency of strong capacity and performance to recover from the pandemic shock. The economic components of the capacity and performance were able to readjust after the pandemic indicating that these components are relatively adaptable to the shocks. The indicator that has the most significant influence on the typology of resilience in the performance dimension is the number of visitors. Meanwhile, the Development Village Index (DVI) indicator is the most significant influence on the capacity dimension.
PKM PEMULIHAN MENTAL KORBAN GEMPA MELALUI EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA DI DESA MANGUNKERTA CUGENANG CIANJUR Ariyani, Nafiah; Umar, Farhat; Septiani, Mira
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3085

Abstract

Gempa bumi Cianjur pada tanggal 22 November 2022 mengakibatkan korban jiwa, serta kerusakan dan kerugian material yang cukup besar. Gempa dengan magnitude 5,6 SR tersebut tidak hanya telah mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur umum dan rumah penduduk,  tetapi juga telah mengakibatkan trauma psikologis bagi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan penanganan secara menyeluruh berupa rehabilitasi dan rekonstruksi yang bersifat fisik, maupun psikis untuk membantu mengatasi bencana ini. Kegiatan pengabdian kepada masayarakat ini bertujuan untuk membantu para pengungsi korban gempa, khususnya dalam menghadapi trauma psikologis, dengan memberikan penyeluhan dan pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana. Kegiatan dilakukan di dusun Mangun, Desa Mangunkarta RT02 RW03, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Bentuk kegiatan berupa penguatan mental korban melalui ceramah rohani, sosialisasi tentang wilayah Cianjur sebagai wilayah rawan gempa, dan pelatihan penyiapan tas siaga bencana, serta hiburan untuk anak-anak. Kegiatan ini melibatkan mitra sebagai penerima manafaat adalah relawan korban di lokasi kegiatan dan mitra pelatih yaitu Badan Penaggulangan Bencana Pusat (BNBP). Jumlah peserta pelatihan sebanyak seratus orang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta  sebelum dan setelah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan, dan mitra merasa lebih tenang. Kegiatan ini menjadi model yang dapat diterapkan pada wilayah lain, dalam upaya mengurangi korban maupun kerusakan fasilitas saat terjadi bencana, khususnya gempa melalui pemahaman dan kepemilikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana
Strategi Public Relation Melalui Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Promosi pada “Dakon Resto” Banyuwangi Jawa Timur Pertiwi, Ratih; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.386

Abstract

AbstractToday's social media seems to be an idol star in modern society. The closeness of an individual and social media are two things that cannot be separated. This provides an opportunity for the business sector, especially the culinary sector, to take advantage of social media as a means of market opportunities. there is a need for a combination of public relations in providing various indications and broad public relations effects. Public relations works most effectively when integrated into the areas of product quality, customer service, and corporate identity. Hence the element of credibility that builds a platform for publicity. Through the use of social media (Instagram) Dakon Resto hopes to achieve a goal, namely as an effective way in a public relations strategy where Instagram is used as a promotional medium to attract the performance and quality of the restaurant. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. So as to conclude, Dakon Resto's social media (Instagram) has an important role in planning a public relations strategy as a promotional medium, for example when online newsrooms become effective when inviting visitors to browse through social media sites (Instagram) to obtain more in-depth information.Keywords: Strategy, Public Relations, Instagram, Media Promotion, Dakon Resto AbstrakMedia sosial saat ini seolah menjadi bintang idola di tengah masyarakat modern. Kedekatan seorang individu dan media sosial merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini, memberikan peluang bagi sektor bisnis khususnya bidang kuliner untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dari peluang pasar tersebut. Sehingga diperlukan adanya perpaduan public relation dalam memberikan indikasi yang beragam dan efek public relation yang luas. Public relation bekerja secara efektif jika diintegrasikan ke dalam area kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan identitas perusahaan. Maka elemen kredibilitas yang membangun platform untuk publisitas. Melalui penggunaan media sosial (Instagram) Dakon Resto berharap menghasilkan tujuan yakni sebagai cara yang efektif dalam strategi public relation yang mana instagram sebagai media promosi untuk menarik performa dan kualitas restoran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan secara fenomenologi. Sehingga menghasilkan kesimpulan, media sosial (Instagram) Dakon Resto memiliki peranan penting dalam merencanakan strategi public relation sebagai media promosi salah satu contohnya saat ruang redaksi online menjadi efektif ketika mengundang pengunjung untuk menelusuri melalui situs  media sosial (Instagram) untuk memperoleh informasi lebih mendalam.Kata Kunci: Strategi, Public Relation, Instagram, Media Promosi, Dakon Resto
Efektifitas Komunikasi InaRisk Personal Membangun Budaya Sadar Bencana Masyarakat Lomban, Ario Akbar; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.387

Abstract

AbstractIn the human life, humans will always face risks and hazards. Hazards can emerge from natural factors, human factors and technology. Hazards will become disaster risks, if they threaten human vulnerability. The constitution number 24 of 2007 concerning disaster management exists as an effort to reduce disaster risk from the geographical location of Indonesia's territory which is prone to geological, hydrometeorological, biological, technological, health and environmental degradation. Hazard as a trigger can transform into a disaster when the high vulnerability and low capacity meet causing an inability to respond the hazards. This inability can also be interpreted by understanding disaster knowledge. Hazard and risk potentials are something that can be predicted in a situation full of uncertainty and decisions that need to be taken either by individuals or organizations. In the context of disaster knowledge, InaRisk Personal is risk communication as an effort to convey messages about changing people's mindsets and behavior to manage potential disaster hazards for safety. InaRisk Personal is a mobile based information system prepared by the National Disaster Management Authority (BNPB) that displays disaster risk levels and recommendations for community safety actions in the pre-disaster, during and post-disaster. The qualitative method with literature study approach is used to explore and understand the considered meaning of social or humanitarian issues from an individual or a group of individuals (Cresswell, 2009) to describe BNPB's communication strategy in marketing the InaRisk Personal platform as an information system for preparedness community in facing disasters.Keywords: Disaster Risk, Risk Communication, System Information, Communication Strategy AbstrakKehidupan manusia selalu berhadapan dengan risiko dan bahaya. Bahaya dapat timbul karena faktor alam, manusia dan teknologi. Bahaya (hazards) akan menjadi risiko bencana (disaster risk), manakala mengancam variable kerentanan (vulnerability) manusia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana hadir sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana dari letak geografis wilayah Indonesia yang rawan bencana geologi, hidrometeorologi, biologi, teknologi, kesehatan dan penurunan kualitas lingkungan. Bahaya sebagai pemicu dapat berpotensi menjadi bencana, ketika faktor kerentanan tinggi masyarakat dan kapasitas (capacity) rendah bertemu menyebabkan ketidakmampuan merespon bahaya. Ketidakmampuan itu dapat diartikan terbatasnya pengetahuan kebencanaan. Bahaya dan risiko adalah sesuatu yang dapat diprediksi dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan perlu mengambil keputusan cepat dan tepat oleh individu ataupun organisasi. Dalam konteks kebencanaan, InaRisk Personal merupakan komunikasi risiko sebagai upaya menyampaikan pesan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menyikapi potensi bahaya bencana untuk keselamatan. InaRisk Personal adalah sistem informasi berbasis mobile yang menampilkan tingkat risiko bencana dan rekomendasi keselamatan masyarakat pada fase prabencana, saat maupun pascabencana. Metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dipertimbangkan dari masalah social dari individu atau sekelompok individu (Cresswell, 2009) untuk menggambarkan strategi komunikasi BNPB dalam memasarkan platform InaRisk Personal sebagai sistem informasi untuk kesiapsiagaan masyarakat  menghadapi bencana.Kata Kunci: Risiko Bencana, Komunikasi Risiko, Sistem Informasi, Strategi Komunikasi
Strategi Marketing Communication Brand Startup “Jujung” dalam Meningkatkan Awareness Fatmawati, Yeni; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.388

Abstract

AbstractJujung is a new brand in the Triple Play telecommunications industry (Internet, IPTV, Telephony) that focuses on customers in the residential segment. Jujung has an unfamiliar name in the internet industry and has limited marketing area coverage, but Jujung's service sales figures are quite good, Jujung's subscribers currently have nearly 40,000 subscribers. Jujung competes with other big brands such as Indihome, Biznet, First Media, Oxygen, Xl Home, etc. This study aims to find out how Jujung's marketing communication strategy increases brand awareness in the midst of competitive competition. This research is interpretive qualitative (interpretive) with the case study method. The results of this study are that Jujung has carried out a marketing communication strategy starting from re-branding from Jujungnet to Jujung, changing the logo, brand identity to make it look more attractive, creating unique selling points, positioning and communication for marketing communication plans. Jujung made improvements to the Website and Social Media before carrying out the campaign. Digital media (Google Ads) and social media (Instagram & Facebook Ads) are the main media for campaign activities with a segmentation approach according to Jujung's service area coverage. Jujung also carries out outdoor branding activities by placing billboards, billboards, banners, and exhibition activities (Open Booth) which are also segmented and collaborating with the mass media and related communities in the form of sponsorships and special events.Keywords: Jujung, Triple Play, Brand Awareness, Marketing Communication, Digital Marketing. AbstrakJujung adalah brand baru di industri telekomunikasi Triple Play (Internet, IPTV, Telephony) yang berfokus pada pelanggan di segmen perumahan. Jujung memiliki nama yang tidak familiar di industri per-internetan dan memiliki keterbatasan cakupan area pemasaran, namun angka penjualan layanan Jujung sangat baik, pelanggan Jujung saat ini telah hampir 40.000. Jujung berkompetisi dengan brand besar lainnya seperti Indihome, Biznet, First Media, Oxygen, Xl Home, dsb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi marketing communication Jujung dalam meningkatkan brand awareness di tengah persaingan yang kompetitif. Penelitian ini bersifat interpretif kualitatif (pemaknaan) dengan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah Jujung melakukan strategi komunikasi pemasaran mulai dari melakukan re-branding dari Jujungnet ke Jujung, mengubah logo, brand identity agar terlihat lebih menarik, membuat unique selling point, positioning dan communication untuk rencana komunikasi pemasaran. Jujung melakukan improvement pada Website dan Social Media sebelum melakukan campaign. Media digital (Google Ads) dan media sosial (Instagram & Facebook Ads) menjadi media utama kegiatan campaign dengan pendekatan segmentasi sesuai cakupan area layanan Jujung.  Jujung juga melakukan kegiatan outdoor branding dengan penempatan Billboard, Baliho, Spanduk, dan aktivitias exhibition (Open Booth) yang juga bersifat segmented dan menjalin kerjasama dengan media massa dan komunitas terkait dalam bentuk sponsorship dan special event.Keywords: Jujung, Triple Play, Brand Awareness, Komunikasi Pemasaran, Digital Marketing
Komunikasi Public Relations Politik Luar Negeri Rumania Prihartadi, Bambang; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.389

Abstract

AbstractPresident Klaus Werner Iohannis (KWI) implements strategic planning Public Relations for Romanian Foreign Policy (RFP). The obstacle of implementing RFP is the opposition from right and left populists using the issue of Euroscepticism. This paper will explain communications PR to overcome Euroscepticism and answer questions: How does President KWI uses communications PR for RFP?, How is Presiden KWI’s communications? and  what step of communications is used by Romanian Government? To encounter Euroscepticism, KWI does communications PR by means of electronic media, printed media, and new media. Theoretical framework used is ’’Strategic Planning for Public Relations 5th Edition”: phase one formative research; phase two strategy; phase three tactics; and phase four evaluative research. In this paper, communications PR uses Laswell’s concept of communications: ’Who, Says What, In what Channel, to Whom dan with What effect. KWI uses communications PR for foreign policy for Romanian and EU citizens. Lack of understanding the importance of being the EU member will improve Euroscepticism. This situation is taken advantage by right and left populists in Rumania and EU countries who are anti-EU integration. Therefore, Ministry of Foreign Affairs Romania together with other Ministries or government institutions have communications PR of foreign policy.Keywords: Communications Public Relations,  Romania Foreign Policy, European Union, and Euroscepticism.  AbstrakPresiden Klaus Werner Iohannis (KWI) melakukan strategi perencanaan komunikasi PR Politik Luar Negeri (Pollugri). Tantangannya adalah kelompok populis kanan/kiri yang menggunakan isu Euroskeptisisme. Paper akan menjelaskan komunikasi PR Pollugri dalam menghadapi Euroskeptisisme. Paper ini, menjawab pertanyaan tentang bagaimana Presiden KWI melakukan komunikasi PR pollugri? Seperti apa komunikasi PR tersebut? Apa langkah KWI dalam melaksanakan komunikasi PR? Untuk menghadapi Euroskeptisisme, KWI melakukan komunikasi PR Pollugri yaitu  melalui  media elektronik, cetak  dan media baru. Landasan teori yang diterapkan yaitu ‘’Strategic Planning for Public Relations 5th Edition”  yaitu  Phase one Formative Research; Phase Two Strategy; Phase Three Tactics; dan Phase Four Evaluative Research. Komunikasi PR, menggunakan konsep komunikasi dari Laswell yaitu ‘’Who, Says What, In what Channel, to Whom dan with What effect. Rumania menerapkan komunikasi PR  kepada WN Rumania dan WN UE. Tujuan komunikasi PR Pollugri adalah untuk mendapatkan dukungan WN (warga negara) Rumania dan WN UE. Kurangnya pemahaman pentingnya Rumania menjadi anggota UE dapat menumbuhkan Euroskeptisisme. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh kelompok anti-UE baik di Rumania dan di negara-negara UE. Kementerian Luar Negeri bersama sama dengan kementerian/lembaga terkait secara serempak melakukan komunikasi PR kebijakan pro UE.  Kata kunci: Komunikasi PR (Public Relations),  Politik Luar Negeri Rumania, Uni Eropa, dan Euroskeptisisme.
Strategi Pemasaran Sosial Komunitas Sosial Blood for Life Nissa, Hairun; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 2 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i2.391

Abstract

AbstractThis study aims to describe the social marketing strategy implemented by the Blood for Life community in changing people's behavior to donate blood. Lack of blood stock is a very crucial issue in Indonesia. Blood for life is a social community that voluntarily helps others who are in need of blood for free. Blood for Life is a network of links between people who need blood and people who will donate blood. The literature review used to support this research analysis is social marketing strategies and non-profit organizations. The research approach uses a descriptive qualitative approach with the case study method. The research data were obtained through in-depth trainers to research informants, namely the founders of the organization, administrators and volunteers. Other data were obtained through researchers' observations of Blood for Life as well as documentation and uploads of activities uploaded via the internet. The results of this study indicate that the stages in social marketing such as analyzing the social marketing environment and selecting target adopters are carried out by Blood for Life, but are not structured. However it does not interfere with Blood for Life social marketing and activity settings and organizations can adjust accordingly. Blood for Life is able to change the behavior of its members to be more positive through education on empathetic values given to target adopters. The most effective social marketing promotion strategies are used to get and change prioritized member behavior through social media. Personal belief in the founder of Blood for Life's social media has become an effective and successful promotion strategy.Keywords: Social Marketing Strategy, Social Community, Behavior Change AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran sosial yang dilakukan oleh komunitas Blood for Life dalam mengubah perilaku masyarakat untuk mendonorkan darah. Kekurangan stok darah menjadi isu yang sangat krusial di Indonesia. Blood for life merupakan komunitas sosial yang secara sukarela membantu orang lain yang sedang membutuhkan darah secara cuma-cuma. Blood for Life menjadi jaringan penghubung antara orang yang membutuhkan darah, dengan orang yang akan mendonorkan darahnya.  Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis penelitian ini adalah strategi pemasaran sosial dan organisasi nirlaba. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam kepada informan penelitian yaitu pendiri organisasi, pengurus dan relawan. Data lainnya diperoleh melalui observasi peneliti terhadap Blood for Life serta dokumentasi dan unggahan kegiatan yang diunggah melalui internet.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam pemasaran sosial seperti analyzing the social marketing environment dan selecting target adopter telah dilakukan oleh Blood for Life, akan tetapi tidak terstruktur. Namun tidak mengganggu jalannya pemasaran sosial dan aktivitas Blood for Life dan organisasi dapat menyesuaikan sesuai kebutuhannya. Blood for Life mampu mengubah perilaku anggotanya menjadi lebih positif melalui edukasi nilai-nilai empati yang diberikan kepada target adopter. Strategi promosi pemasaran sosial yang paling efektif digunakan untuk mendapatkan serta mengubah perilaku anggota diprioritaskan melalui media sosial. Adanya kepercayaan yang bersifat personal kepada media sosial pendiri Blood for Life menjadi strategi promosi yang efektif dan berhasil.Kata Kunci: Strategi Pemasaran Sosial, Komunitas Sosial, Perubahan Perilaku
Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan di Terminal Petikemas Koja Budiana, Mohamad Arief; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.392

Abstract

AbstractThe decline in product market share sales was influenced by marketing communication strategies and customer loyalty. The research objective was to determine the effect of marketing communication strategies (advertising, sales promotion, publicity and direct marketing) on customer loyalty. The research approach uses a quantitative approach with an explanation format. The research method used is survey method. The population of this study is all customers of the Koja Container Terminal totaling 150 customers. The sampling technique in this study was non-probability sampling using incidental sampling. Determination of the number of samples using the Slovin formula. The total number of samples is 109 Koja Container Terminal. Data collection techniques using questionnaires or questionnaires. Data analysis techniques using t-test and F-test. The results showed that there was a positive and significant partial and simultaneous effect between advertising, sales promotion, publicity and direct marketing on customer loyalty. This means that the more advertising, sales promotion, publicity and direct marketing, the more customer loyalty will increase. The conclusion of the research shows that customer loyalty can be increased through a marketing communication strategy consisting of advertising, sales promotion, publicity and direct marketing. Advertising isn't the only thing that affects customer loyalty.Keywords: Strategy; Marketing communications; Customer loyalty AbstrakPenurunan penjualan pangsa pasar produk dipengaruhi oleh strategi komunikasi pemasaran dan loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran (iklan, promosi penjualan, publisitas dan pemasaran langsung) terhadap loyalitas pelanggan. Pendekatan yang penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan format eksplanasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelanggan Terminal Petikemas Koja yang berjumlah 150 pelanggan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan menggunakan sampling incidental. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Jumlah keseluruhan sampel sebanyak 109 Terminal Petikemas Koja. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan uji F. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh parsial dan simultan yang positif dan signifikan antara iklan, promosi penjualan, publisitas dan pemasaran langsung terhadap loyalitas pelanggan. Ini berarti semakin meningkat iklan, promosi penjualan, publisitas dan pemasaran langsung, maka semakin meningkat pula loyalitas pelanggan. Kesimpulan penelitian menunjukan loyalitas pelanggan dapat ditingkatkan melalui strategi komunikasi pemasaran yang terdiri dari iklan, promosi penjualan, publisitas dan pemasaran langsung. Iklan bukan satu-satunya yang mempengaruhi loyalitas pelanggan.Kata kunci: Strategi; Komunikasi pemasaran; Loyalitas pelanggan
Content Marketing Sebagai Alat Membangun Keterikatan Konsumen: Analisis Konten BTS di Media Sosial Youtube Handaningtias, Uliviana Restu; Ariyani, Nafiah
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 1 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i1.396

Abstract

AbstractDigital revolution started by the internet not only impact consumer live but also business activities. Communication and information technologies by no means impact on how we do business, how to promote and distribute a product, and also how to developing more deeper relationship with consumer that leads to brand loyalty. The use of content marketing (CM) connected with company motive to build a strong consumer keterikatan and create a brand value-in-use and service. BTS, a unique and phenomenal case showing themselves as a brand that reach high index on brand reputation from 2016-2022 in South Korea. BTS produce and create their own content and distribute it on social media youtube to create an keterikatan with their fans, ARMY. Through this content, BTS establish a unique experience for fans and with them. This simple research tried to build a CM framework that BTS develop in their own content by drawing the elements used to bonding-based attachment between BTS and ARMY, thus resulting in a deeper keterikatan. The result showed us how consumer behavior driven by their loyalty. This result also indicates that CM can be used to optimize keterikatan through content-generated values. We conclude that contents that produced to enhance consumer experience and their value-in-brand, increase consumer keterikatan that was shown by BTS and ARMY. Keywords: Content Marketing, Consumer Keterikatan, Consumer experience and value, Media Sosial, BTS AbstrakRevolusi digital yang diawali oleh kehadiran Internet tidak hanya memengaruhi kehidupan konsumen tetapi juga aktivitas bisnis. Teknologi informasi dan komunikasi telah berpengaruh pada bisnis, komunikasi, serta promosi produk dan distribusinya, serta keterlibatan jangka panjang konsumen dan kesetiannya terhadap merk. Pemanfaatan content marketing (CM) berhubungan langsung dengan motif perusahaan untuk membangun keterikatan yang lebih kuat dengan konsumen dan menciptakan nilai yang sama dengan merek dan servis yang ditawarkan perusahaan. BTS menjadi fenomena menarik dalam dunia marketing. BTS sebagai merk/brand mengukuhkan dirinya dengan index brand reputation yang tinggi sejak 2016-2022. Dengan menggunakan konten yang diproduksi oleh BTS, artikel ini berusaha untuk menganalisis bagaimana content marketing yang dilakukan oleh BTS di media Youtube dengan menggambarkan elemen-elemen apa saja yang mendorong keterikatan BTS dan ARMY. Lebih lanjut, hasil penelitian berupaya untuk memberikan gambaran tentang bagaimana perilaku konsumen yang di dorong oleh kuatnya loyalitas yang dilahirkan oleh kesamaan nilai diantara keduanya. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pendekatan CM dapat mengoptimalkan dan mendorong keterikatan melalui content-generated value. Konten yang diproduksi dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen atau penonton menghasilkan perspektif value-in-use konsumen yang berbeda dengan pemasaran tradisional. Konten yang telah dikonsumsi dan dibagikan ulang oleh konsumen dapat dipandang sebagai nilai merek atau servis dan dengan demikian memperdalam pengalaman konsumen dan pada akhirnya meningkatkan keterikatan yang kuat oleh BTS dan ARMY.Kata kunci: Content Marketing, keterikatan Konsumen, Nilai dan Pengalaman konsumen, Media Sosial, BTS
Konteks Analisis Masyarakat Mengenai Pemilihan Brand ambasador Produk Ms. Glow Riyantie, Mayang; Ariyani, Nafiah; Soraya, Haniifah
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i1.3853

Abstract

The purpose of this research is to understand the public's perspective on MS.Glow skincare with Brand Ambassadors Marshel Widianto and Babe Cabita, as well as to identify the supporting and inhibiting factors of Ms.Glow's Brand Ambassadors Marshel Widianto and Babe Cabita in promoting Ms.Glow products. This study utilizes a qualitative research method involving interviews, observations, and documentation. Data validity is ensured through triangulation of sources, and data analysis is conducted through stages of reduction, presentation, and conclusion. The research findings reveal that 10 key informants from the public view MS.Glow's actions as an innovation, setting it apart from other skincare manufacturers. The supporting factors include novel approaches and uniqueness, enhancing MS.Glow's sales. However, the inhibiting factor stems from the Brand Ambassadors, deviating from the typical skincare brand ambassador image and causing controversy among the public. In conclusion, this study illustrates that MS.Glow has successfully introduced innovations in skincare, distinguishing the brand from its competitors. These innovations stem from a fresh approach within the skincare industry, creating a positive impression on consumers and boosting sales. However, the utilization of Brand Ambassadors by MS.Glow has elicited negative reactions from the public due to misalignment with consumer expectations and industry conventions.