Articles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA DIKLAT CNC KELAS XI SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH
Bayu Fornandes;
Yufrizal A;
Febri Prasetya;
Eko Indrawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.883 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i2.202
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum sesuainya model pembelajaran yang digunakan tenaga pendidik dengan karakteristik mata pelajaran, masih banyak tenaga pendidik yang masih menerapkan model pembelajaran konvensional berupa metode ceramah, yang berakibat pada penurunan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar CNC siswa Kelas XI Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment (eksperimen semu) dengan desain Pretest- Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 2 Payakumbuh yang terdaftar pada tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari kelas XI TPM 1 dan XI TPM 2. Pengujian instrumen dilakukan di sekolah yang sama, pada Kelas XII Teknik Pemesinan yang terdiri dari 30 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar (pretest dan posttest) berupa soal objektif sebanyak 26 soal. Data dianalisis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (t-test). Berdasarkan hasil penelitian dari perhitungan t-test diperoleh t-hitung lebih besar dari t-tabel. Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari pengunaan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar CNC siswa Kelas XI Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Payakumbuh.
PENGARUH VARIASI FEED RATE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN POLYETHYLENE MENGUNAKAN MESIN CNC MIILING
Yoga Novrialdy;
Arwizet K;
Yufrizal A;
Febri Prasetya
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1079.52 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i2.206
Perkembangan dunia industri yang melesat dituntut untuk bisa menghasilkan produk dengan jumlah yang besar, presisi dan kualitas yang tinggi. Tingkat kekasaran permukaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas produk. Dengan meningkatnya kebutuhan produk – produk manfaktur diiringi dengan kemajuan industri manufaktur. Penggunaan mesin CNC menjadi solusi dalam berproduksi yang dapat dikontrol langsung menggunakan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan spindel terhadap tingkat kekasaran permukaan polyethylene menggunakan mesin CNC milling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian eksperimental paling tepat untuk menguji hubungan sebab-akibat melalui pengujian hipotesis menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat analitik. Dengan variasi parameter feed rate yaitu 800, 1000 dan 1200 mm/menit sebagai faktor yang diuji. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kekasaran permukaan polyethylene dipengaruhi oleh kelajuan pemakanan (feed rate). Berdasarkan hasil pengujian data nilai kekasaran permukaan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan didapatkan nilai terendah menggunakan feed rate 800 mm/menit didapat nilai rata-rata 0,58 µm dan nilai kekasaran permukaan tertinggi didapatkan menggunakan feed rate 1200 mm/menit didapat nilai rata-rata 0,79 µm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan semakin rendah nilai feed rate maka semakin kecil nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CNC SIMULATOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEKNIK PEMESINAN NC/CNC DAN CAM KELAS XII SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI
Dino Ardianto;
Yufrizal A;
Nofri Helmi;
Eko Indrawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.322 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i4.246
Penelitian ini didasari dari minimnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik disebabkan kurangnya fasilitas mesin CNC pada kegiatan praktikum, sehingga kegiatan praktikum menjadi tidak maksimal. Penelitian ini bermaksud untuk melihat efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis android yaitu CNC Simulator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Quasi Eksperimental Design untuk melihat perbedaan pre-test maupun post-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Bukittinggi menggunakan teknik Sampling Porpuse pada kelas XII terdapat dari 2 kelompok kelas yaitu kelas eksperimen (XII TPM 1) dan kelas kontrol (XI TPM 2). Hasil penelitian diperoleh analisis uji t pada kedua kelompok kelas yaitu sebesar 7,414. Sedangkan pada taraf signifikan 0,05 dengan df sebanyak 62 adalah 2,65748. Dapat disimpulkan nilai t hitung besar dari t tabel (7,414 > 2,65748). Perhitungan nilai N-Gain dilakukan pada kelas yang diberi perlakuan menggunakan media CNC Simulator didapat hasil sebesar 0,578. Pengambilan keputusan diambil jika perhitungan nilai N-Gain ≥ 0,30 maka perlakuan pada kelas tersebut dikatakan efektif. Hasil analisis uji t dan uji nilai N-Gain, diperoleh keputusan bahwa terdapat kenaikan maksimum pada hasil belajar siswa menggunakan media CNC Simulator dibandingkan dengan menggunakan media konvensional. Hasil analisis tersebut menunjukkan media CNC Simulator efektif digunakan sebagai media pembelajaran CNC.
ANALISIS KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 6061 AKIBAT VARIASI FEED RATE PADA PROSES FINSHING MESIN CNC MILLING MENGGUNAKAN FLY CUTTER
Kris Edi Jalmanto;
Yufrizal A;
Nofri Helmi;
Muhamad Thaufiq Pinat;
Ikhwal Imam Rezaldy
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.196 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i4.248
Pesatnya perkembangan dunia industri diperlukan untuk dapat memproduksi produk yang presisi dan berkualitas tinggi dalam jumlah yang banyak. Kekasaran permukaan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas produk. Karena permintaan akan produk jadi terus meningkat, begitu pula industri manufaktur. Penggunaan peralatan mesin CNC merupakan salah satu solusi dalam produksi yang dapat dikontrol langsung oleh komputer. Perbedaan tingkat kekasaran permukaan aluminium 6061 dapat dilihat dari pengujian dengan penggunaan feed rate yang berbeda pada mesin CNC Milling. Metode yang digunakan yaitu metode eskperimen. Metode eksperimen tepat digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat yang dilalui oleh proses pengujian hipotesis bersifat analitik. Variasi parameter feed rate yang dilakukan yaitu 200, 400, 600, 800 dan 1000 mm/menit sebagai faktor yang diuji. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kekasaran permukaan aluminium dipengaruhi oleh kelajuan pemakanan. Setelah dilakukan pengujian diperoleh data dengan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan didapatkan nilai terendah menggunakan feed rate 200 mm/menit didapat nilai rata-rata 0,31 µm dan nilai kekasaran permukaan tertinggi didapatkan menggunakan feed rate 1000 mm/menit didapat nilai rata-rata 0,75 µm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rendah feed rate yang digunakan maka semakin rendah pula nilai Ra yang dihasilkan dan jika semakin tinggi feed rate yang digunakan maka semakin tinggi pula nilai Ra yang dihasilkan.
PERBANDINGAN NILAI KEKASARAN PERMUKAAN PROSES FRAIS BAHAN ALUMINIUM 6061 MENGGUNAKAN ENDMILL DAN FLY CUTTER DENGAN VARIASI SPINDLE SPEED PADA PROSES FINISHING
Arif Rahman Syam;
Yufrizal A;
Abd Aziz;
Budi Syahri;
Royhan Restu Aliafi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.96 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i4.249
Proses finishing merupakan proses terakhir dari proses pengerjaan suatu benda kerja. Proses finishing berjuan untuk menghasilkan permukaan yang lebih halus setelah dilakukan beberapa kali proses roughing. Proses finishing dengan tuntutan kualitas dan ketelitian yang tinggi baik secara geometri maupun nilai/tingkat kekasaran permukaannya. Ketika proses produksinya seperti finishing operator seringkali mengganti jenis pisau frais seperti endmill dan fly cutter yang berdampak kepada nilai/tingkat kekasaran yang dihasilkan tidak optimal antar benda kerja yang di produksi dengan jenis pisau yang berbeda. Perbedaan nilai kekasaran dapat dilihat dari pengujian dengan penggunaan spindle speed yang berbeda. Metode yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Metode eksperimen dapat dilakukan untuk menguji dan mencari pengaruh tertentu terhadap objek lain dalam keadaan yang dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai kekasaran permukaan menggunakan endmill dan fly cutter. Variasi putaran spindel yang digunakan adalah 1200 rpm, 1500 rpm dan 1700 rpm dengan feed rate 350 mm/menit. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa nilai kekasaran permukaan paling rendah menggunakan fly cutter pada spindle speed 1700 rpm dengan feed rate 350 mm/menit diperoleh nilai rata-rata Ra sebesar 0,24 µm, sedangkan penggunaan endmill nilai kekasaran terendah diperoleh pada spindle speed 1700 rpm dengan feed rate 350 diperoleh nilai rata-rata Ra sebesar 1,95 µm. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan fly cutter lebih baik dibandingkan menggunakan endmill pada proses finishing.
KOMBINASI OPTIMUM KONDISI PEMOTONGAN BUBUT CNC DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
Aditya Bernaldo;
Rifelino Rifelino;
Yufrizal A;
Febri Prasetya
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.169 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v3i4.254
Kekasaran permukaan merupakan suatu ukuran kualitas yang dihasilkan dari proses pemesinan. Nilai dari kekasaran permukaan dipengaruhi oleh beberapa faktor proses pemesinan, yaitu kondisi pemotongan, temperatur lingkungan, kondisi pahat, pemasangan benda kerja pada sistem pemegangnya, gaya-gaya pemotongan dan kualitas geometri mesin yang digunakan. Aplikasi metode Taguchi dapat membantu dalam mendesain kombinasi dari kondisi pemotongan dan membuat produk kualitas tinggi serta biaya produksi yang kecil.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai kekasaran permukaan yang kecil dari kombinasi kondisi pemotongan bubut CNC dan memperoleh persentase kontribusi darimasing-masing faktornya. Metode yang dipakaidalam penelitian adalah metode eksperimen Taguchidengan memakai 4 faktor dan 3 level pada setiap faktornya. Mesin yang dioperasikan adalah mesin bubut CNC CKE6140Z dan menggunakan pahat insert karbida. Spesimen yang digunakan adalah baja karbon menengah S45C dengan diameter 20 mm. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kombinasi dari kondisi pemotongan yang menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang baik yaitu kecepatan potong di level 120 m/menit, kedalaman pemotongan di level 1 mm, gerak pemakanan di level 0.05 mm/rev dan panjang pemesinan di level 140 mm. Untuk persentase kontribusi dari masing-masing faktor yang dianalisis yaitu kecepatan potong sebesar 17.6%, kedalaman pemotongan sebesar 23,25%, gerak pemakanan sebesar 52.93% dan panjang pemesinan sebesar 6.22%.
KONTRIBUSI HASIL BELAJAR TEORI TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI SMK 1 SUMATERA BARAT
Arif Rachman Hakim;
Yufrizal A;
Jasman Jasman;
Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.78 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i1.268
Permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMK adalah hasil belajar siswa yang kerap dibawah KKM. Ini tercipta karena tengah adanya siswa yang kurang disiplin dalam proses belajar. Contohnya adalah pada saat belajar teori dan praktek pada mata materi Teknik Pemesinan Bubut Kelas XI SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Tujuan utama Pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya adalah siswa SMK. Untuk itu perlu adanya kontribusi antara kemampuan teori dan prkatek siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kontribusi hasil belajar teori mata pelajaran teknik pemesinan bubut terhadap kemampuan praktik bubut pada kelas XI SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Metode Penelitian menggunakan penelitian korelasi, karena didalam penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan sebab-akibat variabel bebas dan variabel terikat yang tidak diubah-ubah atau diberi perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan populasi sebanyak 48 orang siswa dan sampel 48 orang. Untuk menentukan persentasi kontribusi dilakukan analisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini terkandung Kontribusi antara hasil belajar teori mengenai kemampuan praktik bubut pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Melalui analisis membuktikan korelasi (r) diperoleh sebesar 0,044 yang berarti < 0.05. Besar Kontribusi antara antara hasil belajar teori terhadap kemampuan praktek kerja bubut siswa pada kelas XI SMK Negeri 1 Sumatera Barat sebesar 8,6% ada faktor lain yang mempengaruhi terhadap kemampuan praktik kerja bubut.
HUBUNGAN PENGUASAAN KOGNITIF SISWA MATA DIKLAT TEKNIK GAMBAR MANUFAKTUR DENGAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR MENGGUNAKAN AUTOCAD
Enjelita Enjelita;
Rifelino Rifelino;
Yufrizal A;
Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.823 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i1.275
Teknik Gambar Manufaktur merupakan pembelajaran yang sejalan antara teori dengan praktik. Sebelumnya pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka, namun karena kondisi pandemi yang mengharuskan sistem pembelajaran dipisah antara pembelajaran teori dilaksanakan secara daring dan praktik dilaksanakan secara tatap muka. Hal tersebut memberikan dampak bagi penguasaan kognitif siswa, karena beberapa materi memang tidak bisa tersampaikan secara maksimal melalui daring dan belum tentu semua siswa akan belajar secara mandiri di rumah. Kemampuan siswa dalam praktik pada dasarnya tidak lepas dari penguasaan siswa terhadap ilmu dasar dalam menggambar teknik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar hubungan penguasaan kognitif siswa pada mata diklat Teknik Gambar Manufaktur terhadap kemampuan praktik menggambar menggunakan AutoCAD. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto karena bertujuan untuk meneliti peristiwa yang sudah terjadi tanpa mengubah variabel maupun sampel penelitian, dengan tujuan menentukan apakah variasi pada variabel independent menyebabkan terjadinya variasi pada variabel dependen. Populasi sebanyak 150 siswa, dengan teknik Poportional Rndom Sampling maka diperoleh 60 sampel dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25. Hasil uji korelasi pada tahun ajaran 2019 dengan nilai r hitung sebesar 0,735, dengan nilai signifikan sebesar 0,000 pada taraf 5%, nilai r hitung sebesar 0,595 pada tahun 2020 dengan nilai signifikan 0,007 dan r hitung pada tahun 2021 sebesar 0,476 serta nilai signifikan 0,04. Hasil dari uji korelasi, maka dapat ditarik kesimpulan antara penguasaan kognitif siswa mata diklat Teknik Gambar Manufaktur dengan kemampuan praktik AutoCAD memiliki hubungan yang positif dan signifikan.
PENGARUH SUDUT POTONG DAN KECEPATAN PUTARAN SPINDEL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA KARBON EMS 45 MENGGUNAKAN MESIN BUBUT KONVENSIONAL
Rachmadi Rachmadi;
Yufrizal A;
Irzal Irzal;
Andre Kurniawan
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.969 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i1.318
Kekasaran permukaan dari proses pembubutan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah kecepatan spindel dan sudut potong yang digunakan. Setiap benda kerja yang dikerjakan pada mesin perkakas tentu menghasilkan kekasaran permukaan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut potong kecepatan spindel terhadap kekasaran permukaan baja karbon EMS-45. Metode Eksperimen lebih cocok digunakan pada penelitian ini agar mengetahui pengaruh sudut potong dan putaran spindel terhadap kekasaran baja karbon EMS-45. Bahan yang digunakan berdiameter 25 mm dan panjang 90 mm, dengan kedalaman pemakanan sebesar 0,2 mm dengan 3 jenis sudut potong yaitu sudut 60º, 75º, dan 90º sedangkan putaran spindel yang digunakan yaitu 995 rpm, 1267 rpm dan 1459 rpm. Kekasaran permukaan diukur menggunakan surface rooughness tester. Hasil penelitian didapatkan nilai kekasaran permukaan terendah pada pengujian spesimen dengan spindel speed 1459 rpm dan sudut potong 90º yaitu 1,58 µm sedangkan kekasaran permukaan tertinggi diperoleh pada kecepatan spindel 995 rpm dengan dengan sudut potong 60º yaitu 2,39 1,58 µm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sudut potong dan kecepatan spindel berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan dimana semakin kecil sudut potong maka semakin kasar permukaan yang didapatkan dan semakin besar putaran spindel maka kekasaran yang didaptkan semakin kecil. Kecepatan spindel 1459 rpm dengan sudut pemotongan pahat sebesar 90˚ menghasilkan permukaan yang paling rendah yaitu Ra = 1,58 μm dengan tingkat kekasaran permukaan berada di N6 sedangkan kekasaran permukaan paling tinggi dihasilkan pada kecepatan spindel 995 rpm dengan sudut potong 60˚ yaitu 2,39 μm dengan tingkat kekasaran permukaan berada di N7.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY DAN KESIAPAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN CNC DI SMK NEGERI 6 BATAM
Berry Delfi Andra;
Arwizet K;
Yufrizal A;
Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.591 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i1.319
Menghadapi tantangan dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tentu kita harus menyiapkan SDM yang profesional dan kompeten guna demi meningkatnya kualitas terhadap SDM tersebut. Pendidikan kejuruan dan vokasi sebagai wadah dalam membentuk siswa untuk memiliki kamampuan meliputi soft skill, hard skill sesuai dengan kejuruan yang dipelajari di sekolah. Tujuan pada riset ini ialah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran teaching factory terhadap hasil studi TP CNC peserta didik kelas XII TM 1 SMK Negeri 6 Batam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaif yang bertujuan untuk memberikan gambaran objek yang sedang diteliti. Teknik untuk menganalisis data dalam penelitian ini yaitu dengan uji normality, uji linearity uji corelation dan determinant coefficien. Berdasarkan uji normalitas pembelajaran teaching factory dan kesiapan guru menyatakan bahwa data terdistribusi normal. Berdasarkan uji linearitas antara teaching factory dan kesiapan guru terhadap hasil belajar menyatakan bahwa antara faktor bebas (X) dan faktor terikat (Y) linear. Hasil Uji korelasi antara teaching factory dan kesiapan guru terhadap hasil belajar terdapat pengaruh. Sehingga penelitian ini disimpulkan adanya pengaruh pembelajaran teaching factory dan kesiapan guru terhadap hasil belajar. Dimana pembelajaran teaching factory memberikan pengaruh terhadap hasil belajar dihitung dengan uji koefisien determinasi yaitu sebesar 61,61% dan kesiapan guru terhadap hasil belajar sebesar 58,52%.