Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN JOBSHEET BERBASIS PRODUK Wahyu Ananda Putra; Yufrizal A; Arwizet K; Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.025 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i1.328

Abstract

Pengembangan media belajar yang baik dapat memotivasi dan membuat siswa lebih giat dalam belajar. Namun pada pelaksanaannya masih terdapat media pembelajaran yang tidak memenuhi syarat, sehingga membuat sistem pembelajaran menjadi tidak efektif. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengembangkan jobsheet yang teruji kevalidannya, teruji kepraktisannya, dan teruji keefektifannya untuk digunakan pada mata diklat NC/CNC dan CAM. Penelitian pengembangan merupakan jenis penelitian yang akan dipakai. Dengan model pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Tahap-tahap ADDIE ini mempunyai lima tahapan. Subjek penelitiannya ialah kelas XI TPM yang berjumlah 30 orang peserta didik. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Payakumbuh di semester gasal tahun pelajaran 2021/2022. Pengumpulan data menggunakan lembar validitas, kuesioner kepraktisan dan posttest berupa soal objektif. Uji validasi yang didapatkan dari penilaian validator media adalah 0,890 dan penilaian dari validator materi adalah 0,846 dengan klasifikasi valid. Uji kepraktisan dari pendidik memperoleh tingkat 88,18% dengan klasififikasi sangat praktis dan uji kepraktisan dari jumlah siswa adalah 83,7% dengan klasifikasi juga sangat praktis. Uji keefektifan yang didapatkan setelah penggunaan jobsheet oleh peserta didik adalah 86,67% mencapai KKM sehingga jobsheet dinyatakan efektif. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji validitas, uji kepraktisan serta uji keefektifan bahwasanya jobsheet sangat praktis, valid dan bisa meningkatkan hasil belajar.
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS INTERNET KELAS XI TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 PADANG Yandi Saputra; Yufrizal A; Purwantono Purwantono; Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.025 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.336

Abstract

Adanya internet dalam pendidikan membawa perubahan di proses pembelajaran. Internet di bidang pendidikan memberikan kontribusi yang besar kepada kemajuan pendidikan khususnya di Indonesia. Media di proses pembelajaran sangat dibutuhkan karena hakikatnya proses pembelajaran merupakan proses komunikasi yaitu penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Minat termasuk faktor intrinsik yang berpengaruh terhadap hasil belajar. Berdasarkan fakta dilapangan sebagian siswa dalam proses belajar banyak yang bermain Game di sekolah dan sebagian siswa ada yang belajar dengan serius. Tujuan penelitian ini secara spesifik operasional diarahkan untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa terhadap penggunaan media berbasis internet di kelas XI Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif penelitian deskriptif adaIah penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala, fakta, peristiwa atau kejadian yang sedang/sudah terjadi. Populasi pada peneitian ini adalah keseluruhan siswa keIas XI teknik pemesinan Tahun Ajaran 2020/2021 yang berjumlah 62 orang. Penelitian ini menggunakan metode Skala Likert. Data diperoleh melalui pengadministrasian instrumen penelitian kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap penggunaan media berbasis internet didapatkan dengan tingkat kepuasan rendah 31 responden (50%) dan tingkat kepuasan tinggi 31 responden (50%) pada minat belajar siswa terhadap penggunaan media berbasis internet kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Negeri Padang.
ANALISA PERBANDINGAN HASIL PENGELASAN SMAW (SHIELD METAL ARC WELDING) DAN LAS MIG (METAL INERT GAS) TERHADAPKEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH ST 37 Abdul Latif Pasaribu; Irzal Irzal; Yufrizal A; Purwantono Purwantono
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.7 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v4i2.341

Abstract

Kemajuan teknologi bidang konstruksi yang semakin meningkat tidak bisa dipisahkan mengenai pengelasan, dalam penelitian ini dapat diidentifikasi masalah, belum diketahuinya kekuatan tarik antara hasil pengelasan SMAW dengan las MIG. Penelitian ini bertujuan guna mencari perimbangan kekuatan tarik hitungan pengelasan SMAWdan las MIG. Penelitian menggunakan baja karbon rendah ST 37. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dimulai dengan pengelasan spesimen, membuat spesimen uji sesuai standar ASTM E8. Menggunakan pengambilan 19 random spesimen yang terdiri dari 3 spesimen kampuh bevel groove, 3 spesimen kampuh V groove, 3 spesimen kampuh U groove untuk setiap hasil las SMAW dan las MIG, dan 1 spesimen baja karbon rendah ST 37 tanpa perlakuan. Masing-masing spesimen dianalisa setelah dilakukan uji tarik dan mengambil sebuah kesimpulan dengan catatan yang terbesar angkanya itulah yang paling tinggi nilai tegangannya, hasil penelitlan yang dilakukan pada speslmen, membuat dan menguji spesimen menggunakan mesln uji tarlk maka didapatkan pada spesimen Las SMAW kampuh bevel groove nilai rata-rata Titik Luluh 131,66 MPa, V groove163,66 MPa,danU groove188,66 MPa. Pada spesimen Las MIG kampuh bevel groove nilai rata-rata Titik Luluh 158,83 MPa, V groove 182,16MPa, U groove 186,66 MPa. Tegangan luluh hitungan pengelasan baja karbon rendah ST 37 pada pengelasan las SMAW kampuh bevel groove dan V groove lebih rendah dari hasil pengelasan las MIG, tetapi pada las SMAW kampuh U groove lebih tinggi dari pada las MIG.
PENGEMBANGAN PANDUAN PENGGUNAAN MASTERCAM PADA MATA PELAJARAN NC/CNC DAN CAM Rahmad Fariska Putra; Syahril Syahril; Yufrizal A; Andril Arafat
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2541.47 KB) | DOI: 10.24036/vomek.v2i1.86

Abstract

Kurangnya bahan ajar mandiri dalam pembelajaran membuat belum optimalnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan pembelajaran penggunaan Mastercam serta mengetahui kelayakan media panduan dan keefektifan penggunaan media panduan pada mata pelajaran NC/CNC dan CAM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Payakumbuh pada tahun ajaran 2019/2020. Tahap pengembangan panduan penggunaan Mastercam meliputi: Tahap pengukuran kebutuhan dan studi literature, Tahap perencanaan pengembangan produk, tahap pengembangan draft produk dengan mengujikan kepada ahli materi dan ahli media, tahap uji coba, tahap revisi hasil uji coba, tahap uji efektivitas produk dan penyempurnaan produk akhir. Pengumpulan data dengan menggunakan angket (kuesioner) dan soal (pretest-posttest). Teknik analisis data yang dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan membandingkan hasil uji pretest sebelum diterapkan panduan pembelajaran dan posttest setelah diterapkan panduan pembelajaran pada kelas XII TPM 1. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran berupa panduan penggunaan Mastercam untuk mata pelajaran NC/CNC dan CAM. Media panduan pembelajaran secara keseluruhan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri bagi siswa, atas dasar penilaian dari ahli materi, guru mata pelajaran, ahli media, hasil uji coba I dan uji coba II secara keseluruhan mendapatkan nilai rata-rata sebesar 4,42 dengan kriteria sangat baik. Uji efektivitas panduan pembelajaran ini memperoleh nilai rata-rata posttest sebesar 84,167 yang lebih tinggi dari nilai rata-rata pretest yaitu sebesar 57,976. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media panduan penggunaan Mastercam efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGARUH PERSENTASE RESIN DAN KATALIS TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT FIBERGLASS Ravika Milya; Syahril Syahril; Yufrizal A; Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i3.403

Abstract

Komposit berbahan dasar fiberglass banyak ditemui pada produksi kapal. Namun, pemakaian komposit dalam proses produksi kapal belum mempunyai ketetapan mutu yang baik tentang pengaruh antara persentase resin dan hardener yang dipakai, akan tetapi banyaknya pemakaian katalis dan resin mempunyai pengaruh pada kekuatan komposit serat sebagai penguat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan persentase katalis dan resin pada kuat tarik komposit berbahan fiberglass. Metode yang dipakai pada penelitian ini ialah metode eksperimen yang memakai mesin uji tarik serta meragamkan persentase katalis pada campuran resin dari 1% hingga 2,5%. Hasil yang diperoleh pada penelitian yaitu komposit dengan kandungan persntase 1% mempunyai nilai kuat tarik 99,25 N/mm2, elongasi 19,8% dan modulus elastisitas 518,18 N/mm2. Komposit serta kandungan katalis 1% mempunyai skor kuat tarik 108,65 N/mm2, elongasi 15,6% dan modulus elastisitas 11,86 N/mm2. Komposit yang mengandung katalis 2% mempunyai skor kuat tarik 108,31 N/mm2, elongasi 24,2% dan modulus elastisitas 500,52 N/mm2. Komposit dengan kandungan katalis 2,5% mempunyai skor kuat tarik 104,75 N/mm2, elongasi 19,4% dan modulus elastisitas 658,96 N/mm2. Kekuatan tarik komposit fiberglass terjadi kenaikan pada kandungan katalis 1% sampai 1,5% serta terjadi pelemahan pada kandungan katalis 2% sampai dengan kandungan katalis 2,5%. Hasil kuat tarik paling tinggi berada pada komposit dengan capuran kandungan resin 98,5% dan kandungan katalis 1,5%.
PENGARUH PEMBERIAN LABELLING NEGATIF TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA Musytari Rahmat; Budi Syahri; Yufrizal A; Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.422

Abstract

Seringkali banyak ditemukan peserta didik yang diberi lebelling negative oleh guru berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterampilannya. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi peserta didik dalam keberhasilan menjalani pembelajaran. Karena pemberian labelling membuat seorang peserta didik tidak percaya diri. Berdasarkan fenomena yang terjadi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh pemberian lebelling negative ini terhadap minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional yang menerapkan lebelling negative pada peserta didik dan melihat dampaknya terhadap minat belajar seorang siswa. Penelitian dilaksanakan pada 68 orang siswa kelas X Teknik Pemesinan di SMK N 1 Bukitinggi. Analisis data menggunakan metode deskripktif dan analisis regresi. Hasil pengujian diketahui nilai signifikan sebesar 0,037 yang artinya > 0,005. Sehingga diketahui jika Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada dampak signifikans antar variabel pemberian labelling terhadap variabel minat belajar siswa. Dari hasil riset ini disimpulkan bahwasanya ada kontribusi yang signifikan antara pemberian labelling negative pada minat belajar siswa. Seorang anak diberikan label negatif akan membuat anak tersebut dijauhkan dari temannya. Hal ini berdampak terhadap kepercayaan diri siswa. Seseorang yang memperoleh label negatif akan meyakini dirinya sesuai denga lebel negatif yang disematkan kepada dirinya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap minat seseorang terhadap pembelajaran dan berdampak langsung kepada prestasi belajar.
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PERMESINAN BUBUT Zuanda Arief; Nizwardi Jalinus; Yufrizal A; Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.441

Abstract

Pendidikan adalah upaya pelatihan terhadap individu buat membangun pengetahuan, keterampilan juga kreativiats peserta didik. Proses pembelajaran dikelas adalah kunci primer keberhasilan pendidikan, sehingga contoh pembelajaran yang diterapkan sang pendidik sebagai hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Teknik Pemesinan bubut melalui implementasi model project based learning. Pembelajaran yang diterapkan pendidik masih berpusat pada pengajaran yang berdampak pada kreativitas peserta didik turun. Penelitian ini menggunakan model classroom action research. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI TP-2 yang bertotal 14 orang. Penelitian ini dilangsungkan pada bulan Juli-Agustus 2022. Instrumen penelitian memakai lembar observasi kreativitas peserta didik menggunakan indikator keberhasilan kreativitas siswa yang ditetapkan 70% menggunakan kategori baik. Hasil pengamatan siklus 1 menunjukkan rata-rata kreativitas peserta didik 52,4 %, pada siklus 2 rata-rata 77 % kategori baik serta di siklus 3 rata-rata kreativitas peserta didik menjadi 81% menggunakan kategori sangat baik, peningkatan kreativitas peserta didik di setiap siklus terjadi peningkatan yang signifikan. Indikator keberhasilan penelitian telah meningkat pada siklus 2 dan 3 dibuktikan dengan perolehan hasil kreativitas peserta didik sebesar 77% dan 81%. Kesimpulan berasal dari penelitian adalah memakai implementasi model pembelajaran project based learning dalam menaikkan kreativitas peserta didik di pelajaran teknik permesinan bubut.
PENGARUH PARAMETER CETAK 3D PRINTING TERHADAP KEKUATAN BENDING FILAMEN POLYLACTIC ACID Berril Habibil Rizka; Rifelino Rifelino; Mulianti Mulianti; Yufrizal A
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.445

Abstract

Ilmu pengetahuan terus berkembang dari masa ke masa dimana memberikan pengaruh pada berbagai aspek yang ada di dunia Teknologi merupakan salah satu aspek yang berkembang pesat selama beberapa tahun belakang, Percetakan 3 dimensi (3D Printing) merupakan contoh dari teknologi yang berkembang pada saat ini. Mesin 3D print atau biasa yang disebut Additive Layer Manufacturing telah ada sejak tahun 1980-an, pertama kali ditemukan oleh Chuck Hull. Cara kerja mesin 3D print yaitu menumpuk filament cair lapis demi lapis sampai menjadi suatu cetakan yang sesuai dengan desain. Teknologi ini dapat mencetak suatu desain digital menjadi bentuk benda padat tiga dimensi yang dapat dilihat, diraba dan mempunyai volume. Teknologi mesin 3D print memiliki parameter-parameter cetak yang mempengaruhi sifat mekanis dari hasil cetakan. Pada penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan hasil bending strength menggunakan bahan PLA (PolyLactic Acid) dari parameter-parameter pengaturan cetak 3D print yaitu print speed, layer height, infill percentage, nozzle temperature. Spesimen pengujian bending menggunakan standarisasi pengujian ASTM D790. Data hasil pengujian bending kemudian diolah menggunakan metode taguchi dengan matriks Orthogonal Array. Berdasarkan hasil pengujian bending didapatkan nilai bending strength dari setiap nomor eksperimen yang ada kemudian dilakukan pengolahan data yang mendapatkan hasil kombinasi parameter optimum yaitu print speed (V) 80 m/s, layer height (H) 0.3 mm, infill percentage (I) 100% dan nozzle temperature (T) 215.
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PEMESINAN, METODE PENYAYATAN DAN MATERIAL PISAU FRAIS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ALUMINIUM 6061 PADA PROSES END MILLING SURFACES FINISH Rilgy Aulia; Yufrizal A; Zainal Abadi; Delima Yanti Sari
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.456

Abstract

Kekasaran permukaan merupakan faktor penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Penggunaan mesin Milling tidak luput dari proses produksi di industri manufaktur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan Aluminium 6061 pada proses Finishing. Uji Anova lebih tepat untuk menguji pengaruh faktor tersebut. Faktor yang dipertimbangkan yaitu parameter pemesinan seperti Feed Rate 300 mm/menit, 500 mm/menit dan 700 mm/menit, Spindle Speed 2500 rpm, 3000 rpm dan 3500 rpm, Depth of Cut 0,2 mm dan 0,4 mm, Metode Penyayatan Down Cut dan Up Cut dengan 2 variasi material cutter yaitu Hss dan Carbide. Setelah dilakukan pengujian kekasaran permukaan terhadap semua spesimen diperoleh nilai kekasaran permukaan terendah 0,57 μm dikategorikan kelas kekasaran N5 pada penggunaan Feed Rate 300 mm/menit, Spindle Speed 3500 rpm dan Depth of Cut 0,4 mm dengan metode penyayatan Up Cut pada cutter material Carbide dan nilai kekasaran permukaan tertinggi 3,97 μm dikategorikan kelas kekasaran N8 pada penggunaan Feed Rate 700 mm/menit, Spindle Speed 2500 rpm dan Depth of Cut 0,4 mm menggunakan metode penyayatan Up Cut pada cutter material Hss. Setelah dilakukan analisis disimpulkan bahwa faktor dengan penyumbang presentasi terbesar hingga terkecil yaitu Feed Rate di urutan pertama dengan kontribusi faktor 26,52 %, Material Cutter 25,99 %, Spindle Speed 9,26 %, Depth of Cut 7,95 %, Metode Penyayatan 0,42 % dan faktor error 26,52 %. Faktor error ialah faktor yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP AKAN KEGUNAAN DARI APD DALAM PELAKSANAAN K3 DI SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Ahmad Natafian Fauzi; Yufrizal A; Arwizet Arwizet; Sri Rizki Primandari Putri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v4i4.457

Abstract

Keselamatan dan kesehatan dalam bekerja (K3) adalah usaha pada pemberian jaminan keselamatan apabila kita sedang dilokasi pekerjaan. Melalui tujuan dari segala pihak yang mempunyai kaitan terhadap aktifitas kerja/praktek, ini bermakna tidak terdapat seorangpun yang memiliki keingan untuk tidak selamat dan tidak sehat atau terjadi kecelakaan disaat bekerja. sehingga tidak ada kerugian finansial yang disebabkan oleh kecelakaan kerja yang secara langsung mempengaruhi karyawan dan bisnis. Hasil penelitian ini akan membantu kita memahami dampak yang ditimbulkan oleh aplikasi “keselamatan dan kesehatan dalam bekerja” dan ketidakhadirannya, serta hubungan antara sikap dari siswa dan pemahaman mereka tentang subjek tersebut. “Keselamatan dan kesehatan dalam bekerja” mengenai penerapan “keselamatan dan kesehatan dalam bekerja”. Untuk mengetahui apakah faktor sikap dan pengetahuan mengenai urgensi pemakaian alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan kerja (K3) terkait dengan pelaksanaan “keselamatan dan kesehatan dalam bekerja” berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas sudah benar, maka peneliti melaksanakan penelitian dengan judul Hubungan Tingkat dari Pengetahuan dan sikap dari siswa Akan manfaat dari APD akan pengadaan K3 di SMK Negeri 1 Sumatera Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah memperlihatkan dimana terdapat dampak yang signifikan antara tingkat dari pengetahuan akan manfaat APD akan pengadaan K3 di bengkel pemesinan. Hal ini dinyatakan signifikan disebabkan hasil pengujian linieritas berganda dengan besar 0,000 yakni <0,05 dan dari pengujian itu ada 22,2% siswa yang sikapnya yang pada golongan tinggi, namun 68,8% siswa mempunyai sikap yang rendah.