Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Masyarakat Edukasi Ibu Hamil dan konseling Antenatal Care Terpadu di Wilayah Kecamatan Karimunjawa Nikmatul Khayati; Reina Dhamanik; Machmudah Machmudah; Sri Rejeki; Pawestri Pawestri
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v3i1.12428

Abstract

Pelayanan kesehatan selama kehamilan merupakan hal penting bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Upaya pelayanan tersebut merupakan pencegahan terhadap kondisi buruk yang dapat terjadi pada ibu hamil. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kesehatan baik untuk ibu dan janin adalah dengan Antenatal Care. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dalam Rencana Strategi Dinas Kesehatan 2017-2022 (Renstra Dinkes) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara terkait kesehatan ibu dan anak yaitu masih belum optimalnya pelayanan kesehatan ibu hamil K4 dan masih ditemukannya ibu hamil KEK yang diakibatkan salah satunya belum semua ibu hamil mendapatkan pelayanan KIA sesuai standar. Terkait dengan beberapa alasan tersebut maka dilakukan progam pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan konseling Antenatal Care Terpadu (ANC) untuk ibu hamil. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ibu hamil antusias dan meningkat pengetahuan dengan adanya pemeriksaan ANC Terpadu dan pemberian edukasi konseling mengenai kehamilan terutama yang b eresiko. Dengan adanya kegiatan konseling ANC Terpadu meningkatkan taraf kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi dalam kehamilan, semakin banyak ibu hamil yang sadar akan pentingnya pemeriksaan ANC Terpadu akan meningkatkan kepedulian ibu terhadap kehamilannya. 
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pembentukan Pos Bimbingan Dan Pelayanan Kelompok Kader Sebaya Sri Rejeki; Warsono Warsono; Nikmatul Khayati; Eni Hidayati
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v2i2.11293

Abstract

Berdasarkan data hasil survei pada remaja Kabupaten Kendal tahun 2019 diperoleh 52 % remaja merokok, menonton gambar porno 95 %, 16 % remaja miras dan narkoba serta 7 % pergaulan bebas/ sex pra nikah dan lain-lain. Banyaknya remaja menganggur dan sering bergerombol dengan teman sebaya. Hal ini sangat memprihatinkan. Sudah banyak pihak yang berupaya untuk menangani permasalahan remaja, namun penangananya tidak secara komprehensif bersifat fragmented dan parsial. Sehingga penanganan tersebut tidak optimal.Permasalahan remaja yang disebutkan di atas berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi, dan seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Meski Puskesmas sebagai tempat Klinik Reproduksi Remaja (Klinik Peduli Remaja) sudah dicanangkan pemerintah, namun akses remaja terhadap tempat layanan tersebut sangatlah rendah. Beberapa data mengungkapkan bahwa setting ruangan, pola pelayanan, pola pakaian yang serba putih, terbatasnya jam buka, dan nilai-nilai normatif tenaga provider yang tidak gaul menjadi penyebab utama enggannya remaja datang ke tempat pelayanan tersebut.Dengan demikian remaja sangat membutuhkan adanya edukasi dan pendampingan remaja yang berfungsi memberikan informasi kesehatan khususnya kesehatan reproduksi dan segala permaslahanya,  deteksi sederhana masalah kesehatan. Selain itu juga dibutuhan tenaga (kader) yang siap meberikan konsultasi yang mudah di jangkau dan selalu siap yang dapat diambil dari kalangan remaja itu sendiri (Kader Sebaya) yang dapat berperan sebagai konselor sebaya dalam dalam penyelesaian masalah-masalah yang berdampak pada kesehatan reproduksi.
Cegah Stunting Berbasis Teknologi, Keluarga, Dan Masyarakat Much Nurkharistna Al Jihad; Ernawati Ernawati; Heryanto Adi Nugroho; Edy Soesanto; Siti Aisah; Sri Rejeki; Dewi Setyawati; Novitasari Novitasari
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v1i2.8683

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19 membuat target pencapaian penurunan angka stunting menjadi melambat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengkajian, pertemuan bersama warga, refreshing kader posyandu balita, sosialisasi program cegah stunting ners melalui handphone warga, pendampingan keluarga, serta pelaksanaan posyandu balita. Evaluasi program adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan stunting, kader posyandu dapat mengingat kembali serta melakukan tugas pada kegiatan posyandu balita. Adanya kendala tidak semua warga memiliki handphone android sehingga pelaksanaan masih ada yang dilakukan secara langsung.
Penguatan dan pemberdayaan kader sebaya reproduksi sehat remaja sekolah di wilayah Puskesmas Kendal 1 Kabupaten Kendal Sri Rejeki; Machmudah Machmudah; Nikmatul Khayati; Khoiriyah Khoiriyah; Dera Alfiyanti
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v1i2.9207

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh remaja terjadi pada area kesehatan reproduksi. Masalah tersebut adalah rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Sudah banyak pihak yang berupaya untuk menangani permasalahan remaja, namun penanganannya tidak secara komprehensif dan bersifat terfragmentasi juga persial. Sehingga penanganan tersebut tidak optimal. Kegiatan pengabdian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan remaja tentang reproduksi yang sehat bagi remaja.Kegiatan yang dilakukan meliputi pengkajian, seminar kesehatan reproduksi remaja, rekrutmen dan pelatihan kader kesehatan remaja, pembentukan posbindu reemaja, pembinaan posbindu remaja, serta melakukan kerjasama lintas sektor terkait pelaksanaan posbindu remaja Evaluasi program terselenggaranya seminar kesehatan yang dihadiri 100 remaja,
Implementasi Endorphin Massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimeter III Ayu Chamalia Rohma; Sri Rejeki
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i1.11669

Abstract

Perubahan fisik pada ibu hamil trimester III menimbulkan masalah nyeri punggung. Nyeri punggung yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan nyeri yang mengakibatkan susah beraktifitas, gangguan tidur, dan lain sebagainya. Nyeri punggung dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi salah satunya yaitu pemberian terapi endorphin massage. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Asuhan Keperawatan ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung. Studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Instrument yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur skala nyeri yaitu skala 0 berarti tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, 7-10 nyeri berat dan SOP Endorphin massage dimulai dari pijatan atau sentuhan ringan dengan jari-jari dimulai dari lengan atas sampai bawah selama 5 menit, dan dilanjutkan pijatan dari leher turun sampai lumbal dengan arah kebawah atau V terbalik dilakukan selama 20 menit. Pijatan dilakukan 1x dalam waktu 30 menit. Hasil observasi setelah diberikan terapi didapatkan hasil ada penurunan skala nyeri pada pasien dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Keberhasilan ini disebabkan oleh rangsangan di permukaan kulit menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf besar yang dapat memblokir reseptor nyeri sehingga pesan nyeri tidak sampai atau diterima oleh otak menyebabkan perubahan persepsi nyeri.  
Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Pasangan Usia Subur Dalam Pemilihan Jenis Kontrasepsi Keluarga Berencana di Desa Kumpulrejo Kaliwungu Kendal Sri Rejeki; Rozikhan Rozikhan
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 1 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v1i1.1515

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk dalam mengatasi pertumbuhan penduduk dengan tujuan mengatur kehamilan. Ada beberapa macam jenis kontrasepsi dalam menkjalankan Keluarga Berencana. Namun seringkali pasangan usia subur masih bingung dalam menentukan jenis kontrasepsi tersebut. Sehingga seringkali muncul permasalahan dalam pemilihan jenis kontrasepsi yang tepat untuk pasangan usia subur. Untuk dapat membantu pasangan usia subur meilih jenis kontrasepsi perlu diselenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pada pelayanan kesehatan reproduksi khususnya dalam pemilihan jenis alat kontrasepsi serta penguatan pemahaman yang berkaitan dengan pentingya kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan sehingga pasangan memahami dan dapat memilih jenis kontrasepsi yang tepat untuk diri dan pasangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan Kesehatan reptroduksi pasangan dan menjaga keharmonisan rumah tangga yang dibinanya. Dalam rangka mendukung pelayanan dan peningkatan pemahaman masyarakat tentangkesehatan reproduksi, maka diadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Hak-hak Reproduksi pada Pasangan Usia Subur dalam pelayanan Keluarga Berencana, di Desa Kumpulrejo Kaliwungu Kendal. Sebanyak 41 pasangan usia subur mengikuti kegiatan ini yang dilaksanakan dalan 2 kali pertemuan dalam 2 pekan.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MANAGEMEN PENATALAKSANAAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PIJAT OKSITOSIN, PIJAT ENDORPIN DAN NUTRISI IBU HAMIL Pawestri Pawestri; Anita Rachmawati; Nurjanah Chaerani Simatupang; Selly Aprilia; Sri Rejeki; Reina Dhamanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v5i2.12730

Abstract

Dukungan dari lingkungan salah satunya peran dari kader kesehatan yang ada di wilayah akan meningkatkan keberhassilan ASI Eksklufif. Peranan kadar dalam mendukung peningkatan kesehatan bagi ibu menyusui sangatlah penting dalam hal pendampingan serta peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI Eklusif dan bagaimana penanganan tentang masalah Menyusui. Tujuan: ini  ingin memberdayakan  kader dalam mendukung kesuksesan pemberian ASI Eksklusif. Metode yang digunakan pendidikan kesehatan dan pelatihan tentang managemen Penatalaksaaan ASI Eksklusif pada kader. Sasaran  Pengabdian Masyarakat ini adalah Kader Posyandu dan BKB Balita Sehat Desa Dadapan RW 2 Sendangmulyo. Peningkatan pengetahuan kader dengan Pendidikan dan pelatihan tentang ASi eksklusif, nutrisi ibu menyusui, dan pealtihan pijat oksitosin dan pijat endhorphin. Hasil: Umur rata-rata responden 42 tahun (+ ), usia tertinggi 50 tahun dan terendah 31 tahun . Rata-rata pendidikan responden Sekolah menengah Atas (SMA) (60%), responden berpendidikan sarjana 3 (12%). Rata-rata  menjadi kader 4 tahun. Rata-rata pengetahuan kader tentang asi eksklusif, pijat oksitosin, pinat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui sebelum pelatihan 2,2 (+1,242) kategori cukup, Rata-rata pengetahuan kader tentang Asi eksklusif, pijat oksitosin, pinat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui setelah pelatihan 3,43 (+1,006) kategori baik. Pengetahuan dan ketrampilan Kader Kesehatan meningkat setelah dilakukan pelatihan managemen penatalaksanaan ASI Eksklusif dengan pijat oksitosin, pijat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui dengan tingkat signifikansi < 0.05 tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan managemen penatalaksanaan ASI Eksklusif dengan pijat oksitosin, pijat endhorphin dan nutrisi ibu menyusui terhadap pengetahuan Kader Kesehatan (p value 0.000).
PENGARUH JENIS INTERVENSI DISTRAKSI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA ANAK: STUDI LITERATUR Nike Budiarti Indah Fajarwati; Sri Rejeki; Amin Samiasih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v12i2.1584

Abstract

ABSTRAK Nyeri adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan sering kali dialami oleh anak-anak dalam berbagai konteks, termasuk selama perawatan medis. Intervensi distraksi telah digunakan sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri pada anak-anak. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menyelidiki pengaruh jenis intervensi distraksi terhadap penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti PubMed, Google Scholar, dan PsycINFO. Kata kunci yang digunakan meliputi "distraction intervention", "pain intensity", "children", dan "pain management". Studi yang ditemukan harus memenuhi kriteria inklusi yaitu melibatkan anak-anak sebagai subjek penelitian, menguji efek jenis intervensi distraksi terhadap intensitas nyeri, dan memiliki data yang relevan untuk diekstraksi. Dari studi literatur yang telah dianalisis, beberapa jenis intervensi distraksi yang telah diteliti meliputi musik, permainan video, cerita bergambar, bercerita, dan mainan. Studi-studi tersebut melaporkan hasil yang bervariasi dalam pengaruh intervensi distraksi terhadap penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik dan permainan video dapat mengurangi intensitas nyeri pada anak-anak selama prosedur medis, sementara studi lain menemukan bahwa cerita bergambar, bercerita, dan mainan juga memiliki efek yang positif. Kesimpulan: Dari studi literatur yang ada, terdapat bukti bahwa jenis intervensi distraksi dapat mempengaruhi penurunan intensitas nyeri pada anak-anak. Namun, hasil-hasil yang ditemukan tidak konsisten antara studi-studi yang dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih terkontrol dan sampel yang lebih besar untuk mengklarifikasi pengaruh masing-masing jenis intervensi distraksi. Pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas jenis intervensi distraksi ini dapat membantu dalam pengembangan strategi yang lebih efektif dalam manajemen nyeri pada anak-anak. Kata Kunci: "pain in children", "pediatric pain", "pain assessment", "pain management", "non-pharmacological interventions", dan "pain relief"
Implementasi Endorphin Massage terhadap Penurunan Skala Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Ayu Chamalia Rohma; Sri Rejeki
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i2.12841

Abstract

Perubahan fisik pada ibu hamil trimester III menimbulkan masalah nyeri punggung. Nyeri punggung yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan nyeri yang mengakibatkan susah beraktifitas, gangguan tidur, dan lain sebagainya. Nyeri punggung dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi salah satunya yaitu pemberian terapi endorphin massage. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Asuhan Keperawatan ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung. Studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Instrument yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur skala nyeri yaitu skala 0 berarti tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, 7-10 nyeri berat dan SOP Endorphin massage dimulai dari pijatan atau sentuhan ringan dengan jari-jari dimulai dari lengan atas sampai bawah selama 5 menit, dan dilanjutkan pijatan dari leher turun sampai lumbal dengan arah kebawah atau V terbalik dilakukan selama 20 menit. Pijatan dilakukan 1x dalam waktu 30 menit. Hasil observasi setelah diberikan terapi didapatkan hasil ada penurunan skala nyeri pada pasien dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Keberhasilan ini disebabkan oleh rangsangan di permukaan kulit menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf besar yang dapat memblokir reseptor nyeri sehingga pesan nyeri tidak sampai atau diterima oleh otak menyebabkan perubahan persepsi nyeri. 
Revitalisasi POS Kesehatan Remaja dan Pemberdayaan Kader Sebaya Remaja Sehat Reproduksi di Desa Kumpulrejo Kaliwungu Kendal Sri Rejeki; Warsono Warsono
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v3i2.13830

Abstract

Masalah perilaku remaja di Kabupaten Kendal pada tahun 2019, seperti merokok (52%), menonton gambar porno (95%), dan konsumsi miras serta narkoba (16%), menciptakan kekhawatiran. Penanganannya yang fragmented dan parsial, serta tingginya tingkat pengangguran remaja yang bergerombol dengan teman sebaya, membuat kondisi semakin memprihatinkan. Meskipun Puskesmas telah ditetapkan sebagai tempat Klinik Reproduksi Remaja, rendahnya akses disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola pelayanan yang tidak ramah terhadap remaja. Pentingnya memberikan informasi, layanan, dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadi penekanan utama. Akses terhadap informasi yang benar dan jujur perlu diperluas, dan peran kader sebaya dari kalangan remaja dianggap kunci dalam memberikan edukasi, deteksi masalah kesehatan, dan konsultasi. Solusi ini dianggap efektif karena meningkatkan pengetahuan remaja dan efisien karena lebih dapat diterima, murah, dan mudah dijangkau. Revitalisasi POS Kesehatan Remaja dengan dukungan tokoh masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesehatan reproduksi remaja secara holistik dan mengurangi perilaku berisiko. 
Co-Authors Absori Achmad Solichan Achmad Zulfa Juniarto Adita Kusfaningrum Agustin Dwi Saputri Amin Husni Amin Samiasih Anis Nur Fatimah Anita Rachmawati Ariawan Soejonoes Aric Vranada Arief Yanto ARIEF YANTO Asmi Asmi Ayu Chamalia Rohma Ayu Chamalia Rohma Bahriati Khasanah Denis Mulanita Pratiwi Denis Mulanita Pratiwi Dera Alfiyanti Desi Sandra Fatmawati Dewi Setyawati Dwi Nur Rahmantika Puji Safitri Dwi Susilawati Dwi Tristiningdyah Edita Pusparatri Edy Soesanto Elis Hartati Elli Yus Setyaningrum Eni Hidayati Eni Hidayati Erma Pungki Ayu Nikhmah Ermayati Ermayati Ernawati Ernawati Fitri Nuroini Fitriani Nur Damayanti Gadhis Yunita Sari Haris Afandi Hendrik Hidayatullah Heryanto Adi Nugroho Ika Riftiya Fitriyani Istioningsih Istioningsih Kelik Wardiono Khoiriyah Khoiriyah Lusyana Nurhidayati Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Machmudah Manoppo, Inggerid Agnes Maryati Mardjuky Maudy Yolanda Much Nurkharistna Al Jihad Muhammad Ali Muhammad Riza Setiawan Naswa Aliya Salsabilla Nike Budiarti Indah Fajarwati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Nikmatul Khayati Ninin Irani Novitasari Novitasari Nur Kalsum Mulsin Nurjanah Chaerani Simatupang Pawestri, Pawestri Priyo Sasmito Rahayu Astuti RANIDA ARSI Reina Dhamanik Reza Fahma Islami Rizka Febrianti Roni Sianturi Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Rozikhan Salsa Putri Kusumah Sarah Ulliya Sari Sudarmiati Satriya Pranata Selly Aprilia Siti Aisah Soenarjo Soenarjo Sri Adriani Steffy Putri Amanda Syafika Putri Alya Tri Hartati TRI HARTITI Tri Hartiti Tri Wahyu Novianti Vivi Yosafianti Pohan Wahyu Wahyu Wahyu Wahyu Wardah Tri Fauziyyah Warsono Warsono Yuni Puji Widiastuti Yuni Retno Santi Yunie Armiyati Yunie Armiyati4 Armiyati