Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Kooperatif TGT Dengan Berbantuan Google Sites “PINTER” Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar IPS: Penelitian Gita Nur Indah Sari; Syamsul Bachri; Esthi Wahyu Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.3107

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran koopertaif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan berbantuan Google Sites “PINTER” dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas IX-8 SMP Negeri 6 Malang dengan jumlah peserta didik sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi. Instrumen angket terdiri atas 10 butir pernyataan denga skala penilaian Ya, Kadang-kadang, dan Tidak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, mayoritas peserta didik berada pada kategori kurang termotivasi dan tidak termotivasi. Setelah tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan ke kategori cukup termotivasi. Pada siklus II, jumlah peserta didik yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi meningkat secara signifikan. Peningkatan ini juga sejalan dengan peningkatan pada hasil belajar peserta didik, di mana pada siklus II, rata-rata nilai peserta didik meningkat dan lebih banyak peserta didik yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Dengan demikian, model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan berbantuan Google Sites “PINTER” terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi pembelajaran digital (Google Sites) yang interaktif dan kolaboratif dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Mengoptimalkan Keaktifan Peserta Didik dengan Menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Blooket di SMPN 6 Malang Ervira Mayasari; Syamsul Bachri; Esthi Wahyu Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.3111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas IX dalam mata pelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media interaktif Blooket. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Pada siklus I, keaktifan belajar siswa mencapai 69% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Peningkatan ini mencakup aspek visual, lisan, dan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT yang didukung Blooket dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, kompetitif, dan partisipatif. Dengan media berbasis permainan, siswa lebih antusias, aktif berdiskusi, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran berbasis kolaborasi dan teknologi ini layak diterapkan sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
THE POTENTIAL OF GRAJAGAN BEACH GEOSITE AS A GEOEDUCATION IN PHYSICAL GEOGRAPHY Diky Al Khalidy; Syamsul Bachri; Sumarmi Sumarmi; Sugeng Utaya; Alfyananda Kurnia Putra
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i1.26902

Abstract

Abstrak: Geoeducation merupakan salah satu program Geopark Ijen dalam mencapai tujuan di bidang pendidikan, dengan melakukan kunjungan ke geosite secara langsung. Pantai Grajagan merupakan salah satu geosite yang dapat menjadi sumber belajar kontekstual, karena menunjukkan singkapan batuan lava basaltik berstruktur vesikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Geosite Pantai Grajagan untuk melakukan geoeducation dalam pembelajaran Geografi fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi lapangan secara langsung sebagai data primer, dan studi pustaka sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menjelaskan potensi Geosite Pantai Grajagan sebagai laboratorium alam untuk memfasilitasi pembelajaran Geografi fisik. Hasil penelitian menunjukkan Geosite Pantai Grajagan memiliki objek yang dapat dikaji sesuai dengan capaian pembelajaran pada materi litosfer. Kajian ini meliputi sejarah geologi regional, proses pembentukan batuan di Geosite Pantai Grajagan, kondisi geologi dan geomorfologi, serta karakterstik batuan, aktivitas manusia, dan kekuatan dan tantangan geoeducation dalam pembelajaran Geografi fisik. Namun, terdapat berbagai tantangan pelaksanaan geoeducation di Geosite Pantai Grajagan, yaitu aksesibilitas, keterbatasan fasilitas edukasi, serta kurangnya integrasi objek kajian dengan capaian pembelajaran pada kurikulum.Abstract:  Geoeducation is one of the Geopark Ijen programs in achieving goals in the field of education, by visiting the geosite directly. Grajagan Beach is one of the geosites that can be a contextual learning resource, because it shows outcrops of vesicular-structured basaltic lava rocks. This research aims to analyze the potential of Grajagan Beach Geosite to conduct geoeducation in physical Geography learning. This research uses a descriptive qualitative approach with direct field observation method as primary data, and literature study as secondary data. Data analysis was done descriptively to explain the potential of Grajagan Beach Geosite as a natural laboratory to facilitate physical Geography learning. The results showed that Grajagan Beach Geosite has objects that can be studied in accordance with the learning outcomes on lithosphere material. This study includes regional geological history, rock formation processes at Grajagan Beach Geosite, geological and geomorphological conditions, as well as rock characteristics, human activities, and the strengths and challenges of geoeducation in physical Geography learning. However, there are various challenges to the implementation of geoeducation at Grajagan Beach Geosite, namely accessibility, limited educational facilities, and lack of integration of study objects with learning outcomes in the curriculum.
GIS Network Analysis for Volcanic Evacuation Modeling and Geography Education Frameworks Naufal Muhammad Hanif; Syamsul Bachri
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 3 No. 2 (2026): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v3i2.108

Abstract

This study models optimized evacuation routes for the Kelud Volcano eruption in Blitar Regency using Geographic Information System (GIS) Network Analysis, specifically employing Closest Facility and Service Area algorithms. Utilizing disaster-prone area (KRB) maps, road network shapefiles, and evacuation post locations, the spatial simulation was parameterized based on the 2014 Kelud eruption. The model establishes a standardized empirical baseline by assuming a constant evacuation velocity of 40 km/h to estimate travel times, while acknowledging the limitations of dynamic traffic congestion during emergencies. The analysis produced two primary spatial outputs: optimal trajectories to the nearest temporary and final shelters, and comprehensive shelter accessibility isochrones. Quantitative findings indicate that evacuation distances to final shelters range from 866.4 meters (1-minute travel time) to 16,720.9 meters (25-minute travel time). While the resulting maps offer a vital spatial framework to enhance local disaster preparedness, the reliance on 2001-era road network data underscores a critical limitation. Therefore, updating regional infrastructure geospatial data is strongly recommended before integrating these models into formal disaster risk management policies to effectively minimize potential casualties and material losses.
Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik melalui LMS Moodle pada Materi Dasar-Dasar Pemetaan Rendra Arjita; I Komang Astina; Syamsul Bachri; Tuti Mutia
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.1025

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan literasi numerasi peserta didik di kelas X.4 SMA Negeri Pesanggaran tahun pelajaran 2022/2023 melalui pemanfaatan LMS berbasis Moodle pada materi dasar-dasar pemetaan mata pelajaran Geografi. Penelitian ini diselenggarakan untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan litarasi numerasi peserta didik yang dilaksanakan dalam beberapa siklus. Jumlah peserta didik yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X.4 dengan jumlah 35 peserta didik. Penelitian ini silakukan pada setiap siklus dengan langkah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes sesuai dengan indikator kemampuan literasi numerasi serta observasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran oleh observer. Dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik melalui pemanfaatan LMS berbasis Moodle. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik kategori tinggi pada sebelum siklus dan siklus I sejumlah 1 (3%) peserta didik. Setelah diberlakukan tindakan, berdasarkan hasil observasi dan refleksi pada siklus II meningkat menjadi 19 (54%) peserta didik. Dengan demikian peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik di kelas X.4 dapat disimpulkan telah memenuhi indikator keberhasilan pada siklus II, sehingga penelitian tidak perlu dilakjutkan ke siklus III.
ANALISIS UNTUK MENENTUKAN METODE INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SEJARAH KELAS 9 SMPN 2 MALANG Santya Ulfah; Santya Ulfah; Syamsul Bachri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i5.2024.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru menerapkan metode yang tepat dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa pengamatan studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data deskriptif yang diperoleh dari pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan pengamatan dilapangan selama bulan Februari hingga Maret 2024. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa metode guru dalam mengajar sangat mempengaruhi minat belajar peserta didik. Apabila minat peserta didik meningkat, maka hasil belajarnya pun akan baik dan begitu juga sebaliknya. Oleh sebab itu, sebaiknya guru ketika akan melakukan kegiatan mengajar di kelas alangkah baiknya menggunakan berbagai metode yang bervariatif yang didukung dengan media kreatif yang interaktif seperti teka-teki silang, make a match, dan cerdas cermat, sebagai media penyampaian materi kepada siswa. Dengan begitu, guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dan juga siswa lebih terdorong dan antusias ketika belajar sejarah di kelas.
The Effect of the Guided Inquiry Learning Model on Spatial Thinking Skills and Problem Solving Abilities of Geography Education Students at Tadulako University Zaenudin Ali; Syamsul Bachri; Didik Taryana
PAEDAGOGIA Vol 29, No 1 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i1.114684

Abstract

The Guided Inquiry Learning Model emphasizes students’ active engagement in constructing knowledge through a systematic investigation process with instructor support. This study aimed to examine the effect of the Guided Inquiry learning model on the spatial thinking skills and problem solving abilities of Geography Education students in the Geographic Information Systems (GIS) course at the Geography Education Study Program, Tadulako University. The study employed a quasi-experimental design with a pretest posttest control group. Two groups were involved: an experimental group taught using the Guided Inquiry model and a control group taught using conventional instruction. Spatial thinking skills and problem-solving abilities were measured using essay tests that had been validated for reliability and validity. Data were analyzed through normality and homogeneity tests, followed by an Independent Samples t-test using SPSS 25. The results indicated that the experimental group achieved higher posttest mean scores in both spatial thinking skills and problem solving abilities compared to the control group. Statistical analysis showed a significant difference in posttest spatial thinking scores between the experimental and control groups (p < 0.05), as well as a significant difference in problem-solving ability scores (p < 0.05). Furthermore, normalized gain analysis indicated that the experimental group achieved moderate to high gains in both variables, while the control group demonstrated low to moderate gains. These results suggest that the Guided Inquiry learning model is more effective than conventional instruction in improving spatial thinking skills and problem-solving abilities in the Geographic Information Systems course.
GIS Network Analysis for Volcanic Evacuation Modeling and Geography Education Frameworks Naufal Muhammad Hanif; Syamsul Bachri
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 3 No. 2 (2026): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v3i2.108

Abstract

This study models optimized evacuation routes for the Kelud Volcano eruption in Blitar Regency using Geographic Information System (GIS) Network Analysis, specifically employing Closest Facility and Service Area algorithms. Utilizing disaster-prone area (KRB) maps, road network shapefiles, and evacuation post locations, the spatial simulation was parameterized based on the 2014 Kelud eruption. The model establishes a standardized empirical baseline by assuming a constant evacuation velocity of 40 km/h to estimate travel times, while acknowledging the limitations of dynamic traffic congestion during emergencies. The analysis produced two primary spatial outputs: optimal trajectories to the nearest temporary and final shelters, and comprehensive shelter accessibility isochrones. Quantitative findings indicate that evacuation distances to final shelters range from 866.4 meters (1-minute travel time) to 16,720.9 meters (25-minute travel time). While the resulting maps offer a vital spatial framework to enhance local disaster preparedness, the reliance on 2001-era road network data underscores a critical limitation. Therefore, updating regional infrastructure geospatial data is strongly recommended before integrating these models into formal disaster risk management policies to effectively minimize potential casualties and material losses.
Meningkatkan Pengetahuan Kebencanaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Snake Board Edu-Game Syamsul Bachri; Tabita May Hidiyah; A.Riyan Rahman Hakiki; Nanda Regita Cahyaning Putri; Mellinia Regina Heni Prastiwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v9i2.10605

Abstract

Disaster education is essential to implement from an early age. However, there are still limitations in its implementation, such as the lack of models and media that support disaster education. This community service program aims to enhance the disaster knowledge and awareness of students at Jambewangi 3 Elementary School through the use of interactive learning media, specifically the Snake Board Edu-Game. The program involves the development and application of an educational game designed to teach students about various types of natural disasters, such as earthquakes, floods, and volcanic eruptions, as well as mitigation steps and responses. During the activities, students are encouraged to actively participate in game sessions that combine educational and interactive elements, promoting enjoyable and effective learning. The results of the program show an increase in students' knowledge about disasters. Additionally, students demonstrated high enthusiasm and improved ability to identify appropriate steps to deal with emergency situations. The program was also well-received by teachers and students, who see the potential of the Snake Board Edu-Game as an innovative learning tool that can be integrated into the school curriculum, particularly in disaster education.
Transformasi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah Dasar melalui Virtual Disaster Simulation: Upaya Penguatan Literasi Bencana Syamsul Bachri; Tabita May Hidiyah; A. Riyan Rahman Hakiki; Nanda Regita Cahyaning Putri; Mellinia Regina Heni Prastiwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12212

Abstract

Early disaster literacy is essential in fostering preparedness among elementary school students, particularly in disaster-prone areas such as the vicinity of Mount Raung. However, disaster education in schools is often limited to conventional approaches that fail to fully engage young learners. This community service program aimed to enhance students’ knowledge and preparedness at SDN 3 Jambewangi through an educational initiative based on Virtual disaster simulation. The program was implemented in three main phases: preparation, implementation, and evaluation. During the implementation phase, students received basic disaster knowledge and participated in virtual simulations using Virtual Reality (VR) technology that depicted interactive disaster scenarios. The results demonstrated significant improvements in students’ understanding of disaster concepts, active engagement during simulation sessions, and their ability to articulate mitigation procedures independently. In addition, the project included the installation of evacuation routes and assembly points within the school environment as a form of infrastructure support. Overall, this program successfully provided an immersive and contextual learning experience, while strengthening the school’s preparedness system in facing potential natural disasters.
Co-Authors A. Riyan Rahman Hakiki A.Riyan Rahman Hakiki Achmad Taher Afif Ari Wibowo Agung Suprianto Akhmad Amri Adillah Akhmad Amri adillah Alfyananda Kurnia Putra Alif Erfika Nurjanah Alif Erfika Nurjanah Amanda Widyawardana Anggun Faradila Sandi Ardyanto Tanjung Aries Dwi Wahyu Rahmadana Arif Ahmad Widianto Bagus Setiabudi Wiwoho Batchuluun Yembuu Budi Handoyo Budijanto Denny Setia Purnama Denny Setia Purnama Desy Triana Dewi Harizah Desy Triana Dewi Harizah Diah Wijayanti Didik Taryana Diky Al Khalidy Dodik Prasetyo Prasetyo Egi Nursari Billah Ervira Mayasari Esthi Wahyu Utami Esthi Wahyu Utami Falik Wardana Farizki Dwitri Nurdiansyah Farizki Dwitri Nurdiansyah Fiqih Ainal Farah Furqan Ishak Aksa Gita Nur Indah Sari Hadi Soekamto Haidar Maulana Huang Zimo I Komang Astina Ifa Alfani Khoiriyah Jaduk Arief Susetyo Kresno Sastro Bangun Utomo Kresno Sastro Bangun Utomo Kristanti Lathifah Dewi Humairo Lela Wahyu Ning Tyas Lela Wahyu Ning Tyas Listyo Yudha Irawan Masruroh, Heni Mellinia Regina Heni Prastiwi Mellinia Regina Prastiwi Mohammad Naufal Fathoni Mohammad Naufal Fathoni Muhammad Al dilwan Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo Muhammad Muhajir Nanda Regita Cahyaning Putri Nanda Regita Putri Nanda Regita Putri Naufal Muhammad Hanif Nevy Farista Aristin Nur Isroatul Khusna Nurjannah Nurjannah Partini Partini Purwanto - - Puspita Indra Wardhani Q. Vanti Dian Rachmad Wirawan Rahmadiani Rahmadiani Rahmat Wirawan Rajendra Prasad Shrestha Rendra Arjita Sahrina, Alfi Santya Ulfah Santya Ulfah Sharina Osman Siti Nurin Nuzulah Sugeng Utaya Sumarmi tabita may hidiyah Tasya Khairunisa Tuti Mutia Yulius Eka Aldianto Yulius Eka Aldianto Yuswanti Ariani Wirahayu Zaenudin Ali