p-Index From 2021 - 2026
9.118
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Publikasi Pendidikan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN CHEMICA Jurnal Teknik Kimia Jurnal Teknologi Pangan Jurnal Teknik Kimia Eksergi: Chemical Engineering Journal Majalah Ilmiah MOMENTUM E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Chimica Acta Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE) Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Jurnal Teknik Kimia Jurnal Metalurgi dan Material Indonesia RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi Jurnal Inovasi Teknik Kimia Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Abdi Insani JURNAL FLYWHEEL Nusantara Science and Technology Proceedings International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Biomedical and Mechanical Engineering Journal Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Maddana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Journal Of Chemical Process Engineering Journal Serambi Engineering (JSE) JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development RADIAL: Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi tentang Implementasi Ilmu Teknik Mesin pada Dunia Biomedik di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Turen Malang Lestari, Wahyu Dwi; Edahwati, Luluk; Sari, Tria Puspa; Adyono, Ndaru
abdimesin Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i1.33

Abstract

Ilmu teknik mesin menjadi sebuah keilmuan yang berkontribusi besar dalam kecanggihan teknologi, diantaranya yaitu adanya keilmuan terkait komposit, mekratonika, nanoteknologi, manufaktur, biomekatronik dan yang sedang mendapat sorotan saat ini adalah tentang alat-alat medis. Aplikasi ilmu teknik mesin pada dunia biomedik disosialisasikan di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Turen Malang oleh program studi teknik mesin melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Materi sosialisasi disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan pada siswa dan guru-guru di SMK Turen Malang terutama di Jurusan Teknik Pemesinan.
Teknik Pengolahan Sereh (cymbopogon citratus) pada PKK RW IV Perumahan Kosagrha, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya Suprihatin; Edahwati, Luluk; Puspitawati, Ika Nawang Puspitawati
abdimesin Vol. 2 No. 1 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v2i1.37

Abstract

Teknologi pengolahan tanaman obat di Indonesia saat ini sangat pesat kemajuannya. Salah satunya memberdayakan dan memberikan ketrampilan kepada masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang inovatif dan kreatif sehingga dapat menunjang perekonomian keluarga. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dikemas dalam bentuk penyuluhan pembuatan sabun herbal dengan memanfaatkan tanaman sereh yang banyak terdapat diperkarangan warga. Proses pembuatan sabun herbal inipun menggunakan bahan-bahan tambahan alami seperti minyak kelapa. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan sabun herbal alami ini diharapkan dapat menambah wawasan ataupun pengetahuan mengenai bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan juga mendorong agar dapat berwirausaha dari hasil produk pembuatan sabun herbal serai.
Energi Alternatif (Biogas) Pengganti Bahan Bakar Minyak Pada Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Pamekasan Jawa Timur Karaman, Novel; Edahwati, Luluk; Adyono, Ndaru; Sari, Tria Puspa; Issafira, Radissa Dzaky; Faizin, Ahmad Khairul; Saputro, Wiliandi
abdimesin Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v2i2.37

Abstract

Teknologi biogas dari kotoran sapi merupakan salah satu alternatif sumber energi pengganti bahan bakar minyak pada masyarakat pedesaan sekaligus mengatasi masalah limbah organik di pedesaan sebagai sumber energi alternatif biogas. Biogas merupakan hasil proses pembusukan limbah organik secara anaerobic menjadi energi yang berfungsi sebagai pengganti bahan bakar minyak. Masyarakat desa Pancong Kecamatan Waru Timur di kabupaten Pamekasan sebagian besar mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Khususnya petani/peternak di desa Pancong memiliki 2-3 sapi dan tidak menyadari bahwa kotoran sapi dapat menjadi bahan bakar alternatif (biogas). Metode menggunakan penyuluhan/pelatihan tentang pembuatan dan instalasi biogas sederhana, serta pendampingan dalam memproduksi biogas. Pelatihan diikuti oleh peternak/petani dan dilakukan di lokasi peternak desa Pancong kecamatan Waru Timur kabupaten Pamekasan. Perolehan produksi biogas dari kotoran sapi menghasilkan biogas yang terbentuk dialirkan ke penampung gas plastik. Gas terbentuk setelah diisi campuran kotoran sapi dan air (1:1), dan tercapai pada hari ke-6. Selanjutnya gas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Setelah berproduksi perlu pengisian setiap hari. Biogas dapat digunakan untuk memasak sebagai kebutuhan sehari-hari dan produk samping (slurry) dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik dan pakan ikan.
Pelatihan Olahan Tepung Komposit dari Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) Sutiyono; Nandini, Atika; Edahwati, Luluk
abdimesin Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i1.38

Abstract

Asam jawa merupakan salah satu komoditas pertanian yang sampai saat ini masih dianggap kurang memiliki nilai ekonomis. Pada umumnya, di daerah Jawa Timur asam jawa banyak dimanfaatkan sebagai bumbu sayur dan sebagai obat herbal.Sedangkan, biji asam jawa tidak dimanfaatkan dan hanya dianggap sebagai sampah biasa. Padahal dalam setiap bagian asam jawa memiliki kandungan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Biji asam jawa dapat digunakan sebagai alternatifbahan pangan yang mengandung berbagai vitamin. Biji asam jawa dapat digunakan menjadi bahan dasar pada pembuatan makanan yang terbuat dari tepung. Selain itu, proses pembuatan tepung komposit dari biji asam jawa sangat mudah dan tidakmemerlukan waktu yang lama.
A Teknologi Pembuatan Pembersih Lantai Sereh untuk Menambah Kesejahteraan Kelompok Tani Kosagrha Lestari Surabaya Suprihatin; Susilowati, Titi; Muljani, Srie; Edahwati, Luluk; Sutiyono, Sutiyono
abdimesin Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i2.53

Abstract

Pemanfaatan tanaman sereh wangi untuk dijadikan sebagai pembersih lantai organik sereh ramah lingkungan. Pembersih lantai sangat diperlukan dalam rumah tangga yang berfungsi menghilangkan bau tak sedap serta untuk membunuh bakteri yang menempel dilantai. Minyak Atsiri sereh wangi mempunyai bau yang menyegarkan dan juga sebagai antimikroba untuk membunuh bakteri. Pengabdian Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan pembersih lantai organik sereh yang hasilnya bisa diterapkan untuk rumah tangga sendiri juga bisa berpeluang untuk berwirausaha sehingga akan menambah pendapatan keluarga
Edukasi pemanfaatan air gunung dan pengolahannya untuk kebutuhan rumah tangga di Desa Jajar Kabupaten Trenggalek Lestari, Wahyu Dwi; Edahwati, Luluk; Saputro, Wiliandi
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air untuk kebutuhan sehari-hari menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Penggunaan air baku yang kotor dan keruh akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan hingga kematian. Namun hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya kualitas air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, serta sanitasi. Desa Jajar, Kecamatan Gandusari merupakan sebuah daerah di Kabupaten Trenggalek yang memiliki kondisi geografis berupa perbukitan dan bebatuan. Masyarakat Tani Gunung di Desa Jajar masih memanfaatkan air gunung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, di mana ketika dalam kondisi musim penghujan air tersebut akan menjadi keruh karena bercampur dengan tanah. Melihat kondisi tersebut, sangat diperlukan edukasi bagi masyarakat terkait pengolahannya, sehingga mereka bisa mendapatkan akses air bersih. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami memiliki tujuan yaitu melakukan edukasi terkait pemanfaatan air gunung dan pengolahannya bagi masyarakat di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Metode pelaksanaan yang kami lakukan yaitu melalui focus group discussion, edukasi melalui modul pembelajaran, serta pembuatan alat pengolah air bersih. Berdasarkan hasil kegiatan, pemahaman pentingnya air bersih bagi masyarakat Tani Gunung di Desa Jajar semakin meningkat serta timbulnya kesadaran masyarakat untuk mengolah air bersih ditunjukkan melalui pembuatan alat pengolah air bersih dengan sistem filtrasi. Kegiatan ini memberikan hasil positif bagi peningkatan perilaku pola hidup sehat di masyarakat.
Uji Karakteristik Magnesium Fosfat dari Pelarutan Mineral Dolomit dengan Asam Fosfat Dewangga, Bayu S.; Setyanugraha, Moch. Alief; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.802

Abstract

Magnesium fosfat (Mg3(PO4)2) adalah senyawa organik yang terbentuk dari garam magnesium yang berasal dari asam fosfat (H3PO4) dengan kata lain, unsur magnesium yang melapisi antara anion fosfat. Selain itu magnesium fosfat saat ini dibutuhkan oleh industri, khususnya pada bidang material maju dan biologis. Namun hal yang menjadi kebutuhan saat ini adalah mahalnya harga bahan dasar yang mengharuskan impor. Mineral dolomit tersebar melimpah di Indonesia, dengan kandungan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) di dalamnya, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan dasar alternatif sintesis magnesium fosfat. Tahapan-tahapan dalam pembuatan magnesium fosfat adalah kalsinasi, pelarutan mineral dolomit dengan asam fosfat menggunakan metode extraction-aeration, dan proses terakhirnya adalah kristalisasi. Variabel penelitian menggunakan variasi konsentrasi asam fosfat (H3PO4) yaitu 8N dan 10N serta laju alir udara 1, 2, dan 3 L/menit. Hasil yang dipaparkan adalah mengenai karakteristik magnesium fosfat yang diperoleh menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorensence) dan SEM-EDX (Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive X-Ray). Dari hasil tersebut dapat dijadikan sebagai acuan karakteristik dari magnesium fosfat yang diperoleh dari sintesis mineral dolomit.
Recovery Fosfat Pada Hasil Ekstraksi Dolomit Sebagai Mineral Struvite Dengan Metode Aerasi Falah, Ra Niyatul; Fauziah, Maria Rizky; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.803

Abstract

Sisa cadangan fosfat yang dapat diakses dari mineral fosfat diperkirakan akan habis dalam 50 tahun, jika pertumbuhan permintaan pupuk tetap 3% per tahun. Mengurangi penggunaan fosfat secara berlebihan, akan membantu cadangan fosfat bertahan lebih lama. Adapun alternatif untuk menghemat cadangan fosfat adalah dengan recovery fosfat, yang memiliki keuntungan tambahan untuk meminimalkan eutrofikasi. Struvite merupakan recovery mineral fosfat yang optimal dan berfungsi sebagai pupuk lepas lambat. Pembuatan struvite pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan hasil ekstraksi dolomit (Mg3(PO4)2) dan Amonium Hidroksida (NH4OH). Digunakan variasi rasio MAP sebesar 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1 dan 3:1:1. Melakukan penambahan Natrium Hidroksida (NaOH) guna mendapatkan pH yang bervariasi yaitu 7, 8, 9, 10 dan 11. Pada recovery fosfat digunakan metode aerasi, dengan laju alir udara sebesar 1 liter per menit. Aerasi dibutuhkan untuk proses pengadukan pada larutan. Penelitian ini menggunakan pengujian yaitu uji X-ray Fluorescence (XRF), sehingga diperoleh kandungan mineral fosfat ter tinggi dalam pembentukan struvite. Recovery fosfat tertinggi diperoleh pada rasio MAP sebesar 2,5 : 1 : 1 dengan pH yaitu 9. Hasil recovery fosfat yang diperoleh sebesar 84,3% , dan menurut SNI 02-3776-2005 kandungan P pada pupuk struvite yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki tingkat mutu yang baik.
Sintesis dan Karakteristik Struvite dengan Proses Bubble Saru, Maria Vindri Vincensia; Zevi, Mutiya; Edahwati, Luluk
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 1 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i1.804

Abstract

Hasil reaksi antara magnesium, amonium, fosfat yang berbentuk kristal berwarna putih disebut struvite (MgNH4PO4.6H2O). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik struvite dengan proses bubble, dan mengetahui rasio molar, serta pH yang terbaik untuk pembentukan struvite. Variabel peubah rasio molar menggunakan variasi rasio Magnesium Ammonium Phosphate MAP 1:1:1, 1,5:1:1, 2:1:1, 2,5:1:1, dan 3:1:1. Pembentukan struvite dilakukan menggunakan proses bubble yang berfungsi sebagai pengaduk, dengan laju aliran udara sebesar 1 L/Menit. Pembentukan mineral struvite dipengaruhi oleh pH yang akan berpengaruh pada kelarutan, sehingga digunakan variabel peubah sebesar 7, 8, 9, 10, dan 11 untuk menentukan kondisi terbaik pembentukan struvite. Hasil analisa penelitian diperoleh kondisi terbaik pembentukan struvite untuk kandungan magnesium dalam kondisi pH 9 menggunakan rasio molar 1:1:1 diperoleh sebesar 10%. Kandungan unsur fosfat pembentukan struvite diperoleh kondisi terbaik dalam pH 9 dan rasio molar 3:1:1 sebesar 69,5%. Hal tersebut terjadi karena pada pH 7-8 pembentukan struvite belum optimal, dan pada pH 10 mulai menurun karena meningkatnya impurities. Struvite yang terbentuk memiliki karateristik berbentuk batang dan ujung runcing, permukaannya rata, dengan kandungan unsur Mg sebesar 10% dan kandungan fosfat sebesar 69,5%.
Magnesium Addition Study in Phosphate Recovery from Struvite Mineral Formation Luluk Edahwati; Sutiyono; A. Khanifah; Lusy Larasati A; Indah N. F.
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3604

Abstract

An excessive concentration of phosphate in aquatic ecosystems can lead to various problems, such as the proliferation of algae, a phenomenon known as eutrophication. Eutrophication can disrupt the natural flow of water and harm aquatic life. To prevent these issues, it is essential to recover excess phosphate from the water. Phosphate is an essential element for plant growth, playing a vital role in various physiological processes. It accelerates root development, aids in the synthesis of proteins and minerals, promotes flowering and supports overall plant fertilization. The process of phosphate recovery typically involves specific conditions. Moreover, it can serve as a reserve for maintaining phosphate availability in the environment. The extraction of phosphates from water is carried out under specific conditions. This process involves maintaining a temperature of 30°C, with an aeration rate between 0.5 to 1 liter per minute. The pH of the treatment should be maintained within the range of 8 to 10. The molar ratio of Magnesium Ammonium Phosphate (MAP) can vary, with options like 1:1:1, 2:1:1, and 3:1:1. In the context of these parameters, the research findings indicate that the highest phosphate yield was achieved under specific conditions. The optimal conditions for phosphate recovery were a pH level of 8 and a molar ratio of MAP at 2:1:1, resulting in an impressive phosphate yield of 82,19%. These findings emphasize the importance of carefully managing phosphate levels in aquatic ecosystems while also highlighting the potential for efficient phosphate recovery processes to mitigate environmental issues related to excess phosphate concentrations.
Co-Authors A. Khanifah Achmad Fanani Adeniah Setiabudi Adiman, Thareq Muhammad Fathan Agung F. Kulianto Ahmad Khairul Faizin Ahmad Khairun Faizin Alya Keisha Intan Chayrunisya Andini, Atika Anggriawan, Rizqi Rendri Aninda Ikaputri Anisah D. Ramadhani Anisah Nurul Izzah Aprilianty, Syasmitha Lucky Ardiza, R.Muhammad Rizky Atika Andini Ayu Fakhira Yuliananda Bayu Sastra Dewangga Caecilia Pujiastuti Chaterine Oktavia Anggaraeni Devi Diyah Ayu Prameswari Dewangga, Bayu S. Dewi Maya Maharani Dian Nuraini Dita Prariesta DWI LESTARI, WAHYU Dyah Siswanti Dyah Suci Perwitasari Edahwati, Wahyu Dwi Lestari Erwan Adi Saputro Faizin, Ahmad Khairul Falah, Ra Niyatul Fatkhurrohman Fatkhurrohman Fauziah Hilda Alvira Fauziah Hilda Alvira Fauziah, Maria Rizky Ferdi Kurniawan Feriyanto, Ahmad Fransisca Adya Zahiroh Gobel, Fendy Faizal Harya, Gyska Indah Herdiana Septiani Herdiana Septiani Ika Nawang Puspitawati Ikaputri, Aninda Indah N. F. Indah Nur Fauziyah Issafira, Radissa Dzaky Jayan Sentanuhady Joanne Rizma Pramitha Kalimatus S Kartika Pratiwi Kurniawan, Ferdi L.Urip Widodo, Yohandrik Novel Karaman Lusy Larasati A Lusy Larasati A M Danny Pratama Lamura Maria Rizky Fauziah Maria Vindri Vincensia Saru Moch Miftakhurrohman Mochammad Alief Setyanugraha Moh Nur Fuadzi Mohammad Rafli Alif Wahyudi Mr. Sutiyono Muhammad Ikhsan Muhammad Taqiyyuddin Munandar, Siswanto Musyaroh, Musyaroh Mutiya Zevi Nana Dyah Siswati, Anwar Zain and Mohammad Nandini, Atika Nazila Alfi Rahmah Ndaru Adyono Ndaru Adyono Ndaru Adyono Ndaru Adyono, Ndaru Nikmatuz Zahra Nikmatuz Zahra Novel Karaman Novel Karaman Nur Fuadzi, Moh Nur Ikhtiarini Prayoga, Ferdiyan Tri Puspa Sari, Tria Qanitah Nibras Firmaniya Ra Niyatul Falah Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Rahmah, Nazila Alfi Rahmaniar Naulita Hutagalung Reva Edra Nugraha Reyhan Firmansyah Rifaldo Pido Rizaldi, Ryan Rizqa Ruviana Rizqa Ruviana Rizqi Rendri Anggriawan Rizqi Rendri Anggriawan Rizqi Rendri Anggriawan S D Nurherdiana S Sutiyono S, Sutiyono Sari, Tria Puspa Saru, Maria Vindri Vincensia Setyanugraha, Moch. Alief Shinta Soraya Santi Siti Robiatuz Zahrotun Nukhuf Soemargono Soemargono Sri Muljani Sri Redjeki Srie Muljani Srie Muljani SRIE MULJANI Srie Muljani Suhaili Sulaiman, Yusri Risyad Suprihatin Susilowati Susilowati MT Susilowati Susilowati Sutiyono Sutiyono . Sutiyono Sutiyono sutiyono sutiyono Titi Susilowati Tria Puspa Sari Tutuk Harsini Wahyu Dwi Lestari Wahyu Dwi Lestari Wahyu Dwi Lestari Edahwati Wahyudi, Mohammad Rafli Alif Widya Wijayanti Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Willie Prasidha Zevi, Mutiya