Claim Missing Document
Check
Articles

Assessment Tools for Post-Stroke Discharge Readiness: A Literature Review Afrizal Nur Kadir; Yurike Septianingrum; Arvino Aprilian; Lono Wijayanti; Umdatus Soleha
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6699

Abstract

Stroke survivors are at high risk of hospital readmission due to recurrent stroke, comorbidities, and inadequate discharge preparation. Readiness for hospital discharge plays a pivotal role in ensuring a safe transition of care and improving post-stroke outcomes. Evaluating patient and caregiver readiness for hospital discharge is essential to reduce the likelihood of readmission and optimize home care outcomes. This review aimed to identify, describe, and evaluate existing tools used to assess discharge readiness in post-stroke patients, and examine their effectiveness in supporting care transitions and preventing hospital readmissions.Methods: A systematic review was conducted in accordance with PRISMA guidelines. Four databases-PubMed, Science Direct, Clinical Key, and Google Scholar—were searched for relevant articles published between 2021 and 2025 using predefined keywords related to stroke, discharge readiness, transition of care, and readmission. After screening 202 initial records, 34 articles were selected for full-text review. Ten studies met the inclusion criteria and were then critically appraised using the Joanna Briggs Institute (JBI) checklist to assess methodological quality and risk of bias. The included studies were synthesized narratively based on study design, assessment tools used, psychometric properties, and their impact on discharge readiness and hospital readmission outcomes. The review identified several validated tools, including the Readiness for Hospital Discharge Scale (RHDS), the Preparedness Assessment for the Transition Home After Stroke (PATH-s), and the Caregiver Contribution to Self-Care Inventory (CC-SC-CII-v2). These tools varied in focus, population, and application context. While some showed strong psychometric properties and predictive power for readmission, others highlighted the need for caregiver inclusion and context-specific adaptation. However, inconsistencies in implementation, limited integration into clinical workflows, and lack of long-term outcome evaluations remain significant barriers. This review enhances understanding of discharge readiness assessment tools in post-stroke care and underscores their value in reducing readmissions and optimizing care transitions.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Mata Rabun Jauh (Myopia) dan Peningkatan Dukungan Keluarga untuk Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Sekolah Siti Damawiyah; Priyo Mukti Pribadi; Lono Wijayanti; Sri Wulandari; Siti Rumania Astika Sari; Dinda Eva Novita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22917

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah khususnya remaja merupakan kelompok masyarakat yang memiliki tingkat aktivitas penggunaan gadget yang tinggi baik dalam hal pembelajaran maupun bermain game. Banyaknya aktivitas penggunaan gadget  menjadikan remaja lebih berisiko tinggi untuk mengalami myopia dan terjadinya peningkatan progresivitas myopia. Fakta fenomena hasil study lapangan di wilayah Kelurahan Kebonsari Surabaya di dapatkan ada beberapa anak usia sekolah yang menggunakan kacamata minus dalam kegiatan sehari-harinya. Berbagai dampak dari miopia diantaranya adalah dampak yang dapat dirasakan secara langsung misalnya terganggunya fokus belajar akibat penglihatan kabur yang dapat disertai dengan gejala pusing kepala sehingga dapat menyebabkan penurunan produktivitas kinerja yang berdampak pada penurunan prestasi . Penurunan tajam penglihatan miopia akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyerap materi pembelajaran, sehingga potensi untuk meningkatkan kecerdasan menjadi berkurang. Selain itu, beberapa dampak lain dari miopia yang merugikan adalah dapat menjadi salah satu risiko meningkatnya penyakit mata katarak, glaukoma, ablasio retina, bahkan kebutaan permanen. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah Kebonsari, Surabaya, yang memiliki karakteristik pemukiman padat dengan tingkat kesadaran kesehatan mata anak- anak yang masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kesehatan mata, mengenali gejala miopia, serta mempromosikan gaya hidup visual yang sehat. Metode  dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi senam mata, pemeriksaan visus sederhana, dan pemberian edukasi visual berbasis media cetak dan digital. Evaluasi dilakukan menggunakan sesi tanya jawab serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan miopia. Beberapa anak terindikasi mengalami gangguan penglihatan dan diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan. Program ini memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif bidang oftalmologi dasar. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, HKI serta bahan penyuluhan yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa di wilayah lain. Kata Kunci: Deteksi Dini, Miopia, Dukungan Keluarga, Gadget.ABSTRACT School-age children, especially teenagers, are a group of people with high levels of gadget use, both for learning and playing games. This high level of gadget use puts teenagers at higher risk for developing myopia and increasing myopia progression. A field study in the Kebonsari Village, Surabaya, found that several school-age children use nearsighted glasses in their daily activities. The various impacts of myopia include those that can be felt directly, such as impaired learning focus due to blurred vision, which can be accompanied by symptoms of dizziness, which can lead to decreased work productivity, which has an impact on decreased achievement. The decrease in myopia's visual acuity will significantly affect a person's ability to absorb learning materials, thus reducing the potential for increasing intelligence. In addition, several other detrimental impacts of myopia include an increased risk of cataracts, glaucoma, retinal detachment, and even permanent blindness. This community service was carried out in the Kebonsari area, Surabaya, which is characterized by dense residential areas with a low level of awareness of children's eye health. This community service activity aims to increase children's knowledge about eye health, recognize the symptoms of myopia, and promote a healthy visual lifestyle. The method was carried out through counseling, eye exercise demonstrations, simple vision tests, and visual education based on print and digital media. Evaluation was conducted through question-and-answer sessions and observations throughout the activity. Results showed an increase in participants' understanding of myopia prevention. Several children were diagnosed with visual impairment and were referred for further examination at a health facility. This program strengthened public awareness of the importance of maintaining eye health from an early age and increased community participation in promotive and preventive efforts in basic ophthalmology. As outputs, this activity produced scientific articles, media articles, activity videos, intellectual property rights (IPR), and education materials that can be replicated in similar activities in other regions. Keywords: Early Detection, Myopia, Family Support, Gadgets.
Implementasi Perawatan Kaki Diabetes Melitus dengan Senam Kaki dan Perawatan Luka di Kelurahan Banyuurip Surabaya Siti Damawiyah; Lono Wijayanti; Ima Nadatien
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23632

Abstract

ABSTRAK Diabetes sering disebut “the great imitator”, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan-lahan, sehingga seseorang tidak menyadari adanya berbagai perubahan dalam dirinya. Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan besar pada penderita diabetes adalah munculnya permasalahan pada kaki, dimana 85% kejadian amputasi pada kaki disebabkan karena komplikasi diabetes melitus. Penyebab munculnya komplikasi pada kaki penderita diabetes melitus merupakan akibat dari polineuropati simetris yang bermanifestasi klinis dengan munculnya penurunan sensasi tekanan pada kulit, getaran dan hilangnya reflek lutut pada penderita. Perawatan kaki pada penderita diabetes melitus perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi lanjutan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus dengan menerapkan senam kaki diabetes dan cara perawatan luka gangren secara benar. Metode pengabdian masyarakat yang dapat diberikan adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan penyakit diabetes mellitus dengan penerapan Diabetes Self Management Education (DSME), memberikan pelatihan tentang cara merawat luka gangrene dan senam kaki diabetes, melakukan pemeriksaan kadar gula darah darah acak/sewaktu. Evaluasi dilakukan menggunakan sesi tanya jawab serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan penderita diabetes melitus dan keluarga setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penatalaksanaan penyakit diabetes melitus yang meliputi penerapan DSME serta perawatan luka gangren dan senam kaki. Pendidikan kesehatan ini sangat penting diberikan untuk menumbuhkan perilaku hidup sehat dan pencegahan kekambuhan penyakit secara dini dalam kehidupan sehari-hari. Diperlukan peran aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus dan penatalaksanaannya. Luaran dalam kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, HKI serta bahan penyuluhan yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa di wilayah lain. Kata Kunci: Perawatan Kaki Diabetes, Senam Kaki, Perawatan Luka ABSTRACT The disease progresses slowly, causing various symptoms. This disease develops gradually, so a person may not be aware of the changes. One major complication for diabetes sufferers is foot problems, with 85% of foot amputations being caused by complications of diabetes mellitus. The cause of foot complications in diabetes mellitus sufferers is symmetrical polyneuropathy, which manifests clinically as decreased sensation of pressure on the skin, vibration, and loss of knee reflexes. Foot care for diabetes mellitus sufferers is essential to prevent further complications. The goal of this community service activity is to increase public knowledge about the management of diabetes mellitus by implementing diabetic foot exercises and proper wound care for gangrene. Community service methods that can be implemented include providing health education on diabetes mellitus management through the implementation of Diabetes Self-Management Education (DSME), providing training on how to care for gangrenous wounds and diabetic foot exercises, and conducting random blood sugar tests. Evaluation was conducted using question- and-answer sessions and observations during the activities.Results showed an increase in the knowledge of diabetes mellitus patients and their families after receiving health education on diabetes mellitus management, which included the implementation of DSME, gangrenous wound care, and foot exercises.This health education is crucial for fostering healthy lifestyles and preventing early disease recurrence in everyday life. The active role of the community and healthcare professionals is needed to increase public knowledge about diabetes mellitus and its management. The outputs of this activity include scientific articles, media articles, activity videos, intellectual property rights (IPR), and educational materials that can be replicated in similar activities in other regions. Keywords: Diabetic Foot Care, Foot Exercises, Wound Care
Education on the Importance of Diet Pattern Settings and Implementation Juice Star Shine for Hypertension Sufferers Siti Damawiyah; Lono Wijayanti; Ima Nadatien
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 May Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i2.8630

Abstract

Hypertension is the number one cause of death in the world every year. Hypertension is now a major problem for all of us, not only in Indonesia but in the world, because hypertension is one of the entry points or risk factors for diseases such as heart disease, kidney failure, diabetes, stroke. The problems that will be addressed in this community service program are increasing public knowledge about the importance of regulating diet and implementing or providing star shine juice for hypertension sufferers in Kebonsari Village, Surabaya. The method used is to gather patients and/or their families then provide health education and conduct blood pressure checks. Education and training use lecture methods, questions and answers and direct demonstrations. A pre- test is conducted before education and training are given. Meanwhile, to determine the increase in respondent knowledge, it can be determined by comparing the results of the post-test with the results of the pre-test. The level of knowledge of hypertension sufferers and their families increased after being given health education on the management of hypertension which includes regulating diet and implementing or giving star shine juice. Sufferers and their families have been able to make star shine juice as a health drink to lower high blood pressure. The outputs of this community service activity are reports that have been published in national journals, online or offline mass media, HAKI, and reports on improving community capabilities.
Co-Authors -, Rusdianingseh Abdul Manan Abidatun Mu’awanah, Nurul Achmad Hidayatullah Afiyah, R. Khairiyatul Afrizal Nur Kadir Agus Wahyudi Akas Yekti Pulih Asih Andi Roesbiantoro Anggun M, Ghady Arie Kusumo Dewi Arvino Aprilian Budhi Setianto Chaiyun Nafiah, Ilmi Damawiyah, Siti Dany Irawan Difran Nobel Bistara Dinda Eva Novita Eka Pratama, Ahmad Yudha Elok Tamarah Eppy Setiyowati Erika Wardani Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati, Yayuk Ervina Yanti Harahap Faridah Umamah Fauziah Rochmah, Ardianti Firdaus Firdaus Ghady Anggun M Hatmanti, Nety Mawarda Hikmah Rosyidah Iis Noventi Imamatul Faizah Imamatul, Faizah Kadir, Afrizal Nur Kamariyah, Nurul Leticia Freitas Babo Lya Marliana Machruf, Awalludin Mawarda Hatmanti, Nety Melina Kussumawati Muhammad Basuni Nadatien, Ima Noventi, Iis Novy Ardiansah Nur Ainiyah Nur Ainiyah Nur Fadlilah Nur Fadlilah, Nur Nurhayati Puspita, Uci Nurjanah, Siti - Nurmalya Kardina, Rizki Nursalam, Nursalam Priyo Mukti Pribadi Puji Astuti Purwanti, Nunik Purwanti, Nunik Rahayu Anggraini Riezky Nugroho Rining Sulistya Rahayu Risti Puji Listari Rohmawati, Riska Rosyidah, Hikmah Rusdianingseh - Sari, Ratna Yunita Septianingrum , Yurike Septianingrum, Yurike Setiawan, Arif Helmi Siti Nur Hasina Siti Nurjanah Siti Rumania Astika Sari Soleha, Umdatus Sri Wulandari Sulistiyawati, Sri Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Taufiq, Isa Umdatus Sholeha Wardani, Erika Martining Wulan Anggraini, Mitha Yanis Kartini Yhusnain, Juliatik Ragil Yuniati, Dyah