Strengthening the capacity of chili seed growers in managing environmentally friendly agricultural inputs is a strategic step to support the independence and sustainability of farming enterprises. This activity aimed to empower farmers through training on the production of KoHeA+MF organic fertilizer, made from chicken manure and activated using banana corm MOL (Microorganism Local) as a sustainable fertilization alternative. The training was conducted on August 23, 2025, in collaboration with the Pincuran Tujuah Farmer Group, Jorong Parumpung, Nagari Koto Baru Simalanggang, Payakumbuh District, using methods of extension, demonstration, and hands-on practice. A total of 25 farmers participated in the program. Evaluation results showed an increase in farmers’ average knowledge score from 62.4 (pretest) to 87.6 (posttest), with 92% of participants expressing satisfaction with the content and delivery methods. Farmers also demonstrated improved skills in independently producing and applying organic fertilizers. The use of KoHeA+MF fertilizer proved effective in improving soil fertility and reducing chemical fertilizer use by up to 30% on demonstration plots. This program not only enhanced farmers’ technical capacity but also fostered long-term sustainability through the establishment of an organic farmer learning group as a follow-up initiative. Abstrak Penguatan kapasitas petani penangkar benih cabai dalam pengelolaan input pertanian ramah lingkungan merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha tani. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan petani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik KoHeA+MF berbahan dasar kotoran ayam dengan bioaktivator MOL Bonggol Pisang sebagai alternatif pemupukan berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 bersama Kelompok Tani Pincuran Tujuah, Jorong Parumpung, Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, dengan metode penyuluhan, demonstrasi pembuatan, dan praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 25 orang petani. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan petani dari 62,4 (pretest) menjadi 87,6 (posttest), serta 92% peserta menyatakan puas terhadap materi dan metode pelatihan. Petani juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik secara mandiri. Pemanfaatan pupuk KoHeA+MF terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30% pada lahan demplot. Program ini tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas petani, tetapi juga menumbuhkan komitmen keberlanjutan melalui pembentukan kelompok belajar tani organik sebagai tindak lanjut kegiatan.