Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHA DAN PROFITABILITAS PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN PADA BERBAGAI PERUSAHAAN INTI DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Kusuma, Alvian Prabandy; Setiawan, Hery; Ekowati, Titik
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.587 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbedaan harga kontrak setiap perusahaan inti diduga mempengaruhi pendapatan dan profitabilitas para peternak plasma ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis 1) Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler; 2) Profitabilitas, feed conversion ratio (FCR), dan feed cost per gain (FC/G); serta 3) Perbandingan nilai pendapatan, profitabilitas, feed conversion ratio, dan feed cost per gain. Metode penelitian ini adalah metode studi kasus. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode sensus. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan uji F (serentak) dan One Way Anova menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pendapatan dinyatakan berbeda dikarenakan adanya perbedaan dari harga bibit, pakan, vitamin, obat, dan kimia (VOK), bonus prestasi, dan bonus harga pasar; 2). Profitabilitas dinyatakan menguntungkan kecuali PT. Mustika (4,50%) karena persentase profitabilitas di atas persentase suku bunga deposito Bank BRI sebesar 6,25%; 3). Para peternak plasma dari perusahaan inti PT. Mustika memiliki FCR tertinggi, yaitu 1,79, PT. Malindo memiliki FC/G tertinggi, yaitu 11.747,41, dan PT. Ganesa memiliki FCR dan FC/G yang terendah, 1,76 dan 11.431,94; dan 4). Hasil uji hipotesis menyatakan ada perbedaan antara pendapatan, profitabilitas, FCR, dan FC/G pada tingkat signifikansi α = 0,05 dan para peternak plasma dari PT. CIS mempunyai pendapatan yang paling baik serta PT. Ganesa mempunyai profitabilitas, FCR, dan FC/G yang paling baik.Kata kunci : ayam broiler; biaya produksi; penerimaan; pendapatan; profitabilitas ABSTRACTThe price difference of each company's core contract is expected to affect revenues and profitability of broiler breeders plasma. This study aims to identify and analyze 1) Production costs, revenues, and operating revenues broiler farm partnership; 2) Profitability, feed conversion ratio (FCR), and feed cost per gain (FC/G); and 3) Comparison of revenues, profitability, feed conversion ratio, and feed cost per gain. This research method was the case study method. Determination of the sample was performed using census method. The data collection consists of primary and secondary data. Data were analyzed with the test F (simultaneous) and One Way ANOVA using SPSS 16 for windows. The results showed that 1). Income expressed differently because of differences in the price of seed, feed, vitamins, drugs, and chemicals (VOK), performance bonuses, and bonus market price; 2) The profitability expressed profitable except PT. Mustika (4.50%) because percentage of profitability over the percentage of BRI deposit rate of 6.25 %; 3) Plasma farmers of the core companies of PT. Mustika has the highest FCR, PT. Malindo has FC/G high, and PT. Ganesha has the FCR and FC/G the lowest; and 4). The results of testing the hypothesis stating no difference between revenue, profitability, FCR, and FC/G at a significance level α = 0.05 and plasma farmers of PT. CIS has the most revenue as well as PT. Ganesha has profitability, FCR, and FC/G is best.Key words : broiler’s; production costs; revenue; income; profitability
ANALISIS SWOT USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN WONOGIRI Hernowo, Nonot; Ekowati, Titik; Mardiningsih, Dyah
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.643 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2012 di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada peternak rakyat di Kabupaten Wonogiri dan bertujuan untuk mengetahui manajemen usaha peternak sapi potong dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri. Diharapkan dengan penelitian ini dapat dihasilkan sebuah rekomendasi untuk pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri, sebagai sentra sapi potong yang siap bersaing dengan Kabupaten lain di Jawa Tengah, dan sebagai salah satu pendukung untuk merealisasikan program ”Swasembada Daging” yang selalu mengalami penundaan. Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu dari 5 daerah selain Kabupaten Boyolali, Grobogan, Blora, Rembang, yang berpotensi untuk pengembangan sapi potong rakyat di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan model analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% peternak penggemukan sapi potong menggunakan teknologi tradisonal, 44% menggunakan semi intensif dan 2% menerapkan teknologi intensif. Tatalaksana pemeliharaan ternak sapi potong meliputi bakalan yang banyak dipengaruhi oleh pejantan unggul, pakan dari sisa hasil industri, pertanian, perkebunan yang melimpah. Perkandangan sebanyak 54% peternak telah menerapkan kandang permanen, 32% semi permanen dan 14% kandang tradisional. Vaksinasi jarang dilakukan para peternak, dan hanya memanggil mantri ternak apabila ternak mengalami sakit. Penjualan ternak sebanyak 16% memilih menjual sendiri ke pasar dan 84% menjual sapi kepada belantik. Penerimaan yang diterima rata-rata Rp. 46.790.000,00/6 bulan, pendapatan rata-rata dalam usaha penggemukan sapi potong Rp.4.602.721,90/6 bulan. Analisis SWOT nilai kekuatan dan peluang lebih besar dari nilai kelemahan dan ancaman. Nilai kekuatan dan peluang berturut-turut yaitu 1,92 dan 1,91. Nilai kelemahan dan amcaman berturut-turut yaitu 0,64 dan 0,70, dengan menempatkan strategi pertumbuhan stabilitas sebagai strategi yang mendukung pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri.Kata kunci : Peternakan rakyat; pengembangan; sapi potong; SWOTABSTACTThis research was carried out in February 2011 in Wonogiri Regency. This research was carried out on people's breeder in Wonogiri Regency and aims to know the management efforts of ranchers beef cattle and analyze strengths, weaknesses, opportunities and threats attempt to beef cattle in Wonogiri Regency. This research is expected to be produced with a recommendation for the development of beef cattle in Wonogiri Regency, as the center of beef cattle who are ready to compete with other districts in Central Java, and as one of the supporters for the realization of program self-supporting meat which is always delayed. Wonogiri Regency is one of the five regions in addition to Boyolali, Grobogan, Rembang,and Blora Regency, potentially for the development of beef cattle in the province of Central Java. This research uses the methods of survey and analysis model used is descriptive qualitative analysis using SWOT analysis. The results showed that 54% of the fattening beef cattle ranchers use traditional technology, 44% use intensive spring and 2% applying intensive technology. Corporate governance include beef cattle livestock keeping going that much influenced by the superior Stud, the feed from the rest of the industry, agriculture, plantations are abundant. cage as much as 54% of breeders have implemented permanent enclosure semi permanent, 32% and 14% traditional enclosures. Farmers rarely performed vaccinations, and only call the mantri cattle when animals experience pain. Livestock sales by as much as 16% of the vote to sell themselves to the market and 84% sell cows to Orion. Acceptance is received an average of Rp. 46.790.000 per person/6 months, average income in fattening beef cattle Rp. 4.602.721,90/6 months. SWOT analysis strengths and values the opportunity is greater than the value of weaknesses and threats. The value of the strengths and opportunities in a row i.e. 1.92 lbs and 1.91. The value of weaknesses and threats a row i.e. 0.64 0.70 and, by putting stability growth strategy as a strategy in support of development of beef cattle in Wonogiri Regency.Keywords: farming people; development; beef cattle; SWOT
Co-Authors - Respikasari - Respikasari, - Afif Setyadi AGUS PRIYANTO Agus Setiadi Alivia Fazricha Muzamil Putri Aliya, Probo Abdu Naja Anita Proborini Annisa Maulina Wardhani Aryanti, Wulan Ayuningtyas, Rizqi Ragil Baharsyah, Rifky Bambang Mulyanto S. Bambang Mulyanto Setiawan Bambang Mulyatno Setiawan Bambang Setiawan Debby Diandra Dhian Saraswati Diah Intan Kusumo Dewi Diyah Tri Lestari Djoko Sumarjono Dyah Mardiningsih Dyah Prastiwi, Wahyu Edy Prasetyo Eka Triyana Fadlila, Tsania Noor Fariastuti, Mefi Fariastuti Fathiya, Kansha Fatmah, Nur Maulinda Gadis Midori Ernanda Pudjiono Hery Setiawan, Hery Hery Setiyawan Hillary, Janne Ipandi Istiyani, Yuniar Janne Hillary Ken Ratri Khofiatun Nida Komalawati Kurnia, Septy Alif Kustopo Budiraharjo Kusuma, Alvian Prabandy Lea Miftahuddin Manurung, Putri Beata Marpaung, Desi Wulandari Migie Handayani Muhammad Ghozi Al Ghifari Mukson Mukson Mukson Naufal Fadhil Heriawan Nida, Khofiatun Noki Rachmat Fadli Nonot Hernowo Nugraha, Fadhil Adi Nurfadillah, Suryani Nurita Elviyanti Ningsih Nzamurambaho, Felicien Oktafiani, Vika Tri Purnomo, Brillianti Sekar Ayu Raihan, Muhammad Retno Widjajanti Roessali, Wiludjeng Rohmaniyah, Nila Nur Rosinta, Maela Santy Paulla Dewi Satriyo Adhy Selawati, Dita Siswanto Imam Santoso Siwi Gayatri Sudiyono Marzuki Sumarsono Sumarsono Sumarsono Suryani Nurfadillah Syahrindra, Affan Veithzal Rivai Zainal Viancca, Ucha Svetlulli Virginaura, Fionni Athaya Wahyu Dyah Prastiwi WIDOWATI widowati widowati Wiwik Lestari Wulan Sumekar Yunita, Ema