Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EFEK ANTIDIABETES HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata LINN.) PADA MENCIT DIABETES DENGAN INDUKSI ALOKSAN Sutjiatmo, Afifah B.; Sukandar, Elin Yulinah; Ratnawati, Yulia; Kusmaningati, Suswini; Wulandari, Asri; Narvikasari, Suci
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antidiabetic effects of water extract of ciplukan (Physalis angulata L.) herbs has been done with the test method of alloxan diabetes induction. Water extract was fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water.The results showed that ciplukan water extract dose of 10 mg/kgbw and the water fraction dose of  4.84 mg/kgbw have similar effect with glibenclamide dose of  0.65 mg/kgbw. The phytochemical screening showed that ciplukan water extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, steroids and triterpenoids, monoterpenoids and sesquiterpenoids. ABSTRAK Telah dilakukan uji efek antidiabetes ekstrak air herba Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan metode uji diabetes induksi  aloksan. Selanjutnya ekstrak air difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji membuktikan bahwa ekstrak air herba ciplukan dosis 10 mg/kgbb dan fraksi air 4,84 mg/kgbb mempunyai efek antidiabetes yang sama dengan pembanding glibenklamid dosis 0,65mg/kgbb. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak air herba ciplukan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, steroid dan triterpenoid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid.
Ekstrak Daun Binahong Mencegah Kenaikan Kolesterol Darah pada Tikus yang Diberi Pakan Lemak Tinggi Rahman, Asep Abdul; Kurniati, Neng Fisheri; Sukandar, Elin Yulinah
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) v. Steenis) leaves empirically have been used to lower cholesterol levels. In this study, preventive activity of ethanol extracts will be tested on the animals fed with a high-cholesterol chow. Hypercholesterolemic animal model established by orally administering high-cholesterol chow, pure cholesterol, cholic acid, and propiltiourasil. The test animals were divided into 5 groups, including the positive control group, ethanol extract of binahong leaves at doses of 50 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, and 200 mg/kg bw; and simvastatin at dose of 36 mg/kg bw. Extract was given at the same time as hypercholesterol induction. Lipid profiles were measured at the time before the induction, 15 days and 29 days after induction. Index of atherogenic was also calculated. The results showed that level of cholesterol and LDL of extract binahong at dose of 50 mg/kg (109.17±26.60 mg/dL and 55.78±23.92 mg/dL, respectively) had significant difference compared to a positive control group (p < 0.05). Furthermore, binahong extract at dose of 50 mg/kg bb had the lowest atherogenic index (0,68±0,27) and aorta thickening (150.60±41.72 μm) compared to other extracts at day 15 of induction. In conclusion, extract binahong at dose of 50 mg/kg bw rat gives the best effect to prevent the increase of cholesterol and LDL level on wistar male rats fed with a high-cholesterol chow.
PROFIL AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) VARIETAS GENJAH SALAK SEBAGAI PENGGANTI MINUMAN ISOTONIK Syafriani, Rini; Sukandar, Elin Yulinah; Apriantono, Tommy; Sigit, Joseph Iskendiarso
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.664 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2016.1.1.2

Abstract

Telah diuji profil dari air kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai pengganti minuman isotonik melalui uji diuretik, kadar natrium dan kalium dalam urin tikus jantan. Uji diuretik dilakukan pada tikus dengan pembanding minumanisotonik dan furosemida dengan menggunakan metode Lipschitz. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok yang diberi 5 mL/kg bb air kelapa genjah salak, kelompok yang diberi5 mL/kg bb minuman isotonik, dan kelompok furosemida dengan dosis 25 mg/kg bb. Pada proses pengujian, setiap tikus diberi larutan NaCl 0,9% sebagai loading dose secara oral dengan dosis 50 mL/kg bb. Pengamatan yang dilakukan meliputi pencatatan volume urin yang diekskresikan setiap 60 menit selama 5 jam dan 24 jam, kemudian dihitung volume rata-rata urin kumulatifnya. Parameter lain yang diamati adalah kadar natrium dan kalium di dalam urin. Hasil menunjukkan volume urin kumulatif kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kelompok kontrol negatif dengan volume urin kelompok air kelapa genjah salak lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar natrium dalam urin kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kontrol negatif dengan kadar natrium lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar kalium dalam urin semua kelompok tidak berbeda bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air kelapa genjah salak dosis 5 mL/kg bb mempunyai efek diuretik dan efek saluretik dan dapat digunakan sebagai pengganti minuman isotonik.
PENGARUH AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) VARIETAS GENJAH SALAK DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP PERUBAHAN AMPLITUDO JANTUNG TIKUS INDUKSI HIPERTENSI Syafriani, Rini; Sukandar, Elin Yulinah; Apriantono, Tommy; Sigit, Joseph Iskendiarso
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.298 KB) | DOI: 10.5614/jskk.2016.1.2.2

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh dari air kelapa (Cocos nucifera L) dan minuman isotonik terhadap perubahan amplitudo pada tikus yang diinduksi hipertensi. Tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok aquades, kelompok air kelapa, kelompok minuman isotonik, dan kelompok obat. Tikus diinduksi hipertensi dengan pemberian NaCl selama 14 hari, kemudian diterapi dengan pemberian bahan uji pada masing-masing kelompok selama 14 hari tanpa menghentikan induksi. Amplitudo jantung diukur sebelum induksi (h0), awal terapi (h14), dan akhir terapi (h28) dengan menggunakan alat tail cuff. Ketika diinduksi hipertensi, amplitudo jantung tikus semua kelompok mengalami peningkatan. Ketika tikus kelompok air kelapa diterapi dengan air kelapa dan tikus kelompok minuman isotonik diterapi dengan minuman isotonik, amplitudo memperlihatkan penurunan. Kelompok minuman isotonik memperlihatkan penurunan amplitudo yang signifikan (p=0,02) dibandingkan kelompok air kelapa dan obat. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa genjah salak dapat menurunkan amplitudo tetapi minuman isotonik paling mendekati optimum atau paling baik dalam menurunkan amplitudo pada kondisi hipertensi dibandingkan dengan air kelapa (Cocos nucifera L.).
Ekstrak Daun Binahong Mencegah Kenaikan Kolesterol Darah pada Tikus yang Diberi Pakan Lemak Tinggi Rahman, Asep Abdul; Kurniati, Neng Fisheri; Sukandar, Elin Yulinah
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.021 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i2.516

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) v. Steenis) leaves empirically have been used to lower cholesterol levels. In this study, preventive activity of ethanol extracts will be tested on the animals fed with a high-cholesterol chow. Hypercholesterolemic animal model established by orally administering high-cholesterol chow, pure cholesterol, cholic acid, and propiltiourasil. The test animals were divided into 5 groups, including the positive control group, ethanol extract of binahong leaves at doses of 50 mg/kg bw, 100 mg/kg bw, and 200 mg/kg bw; and simvastatin at dose of 36 mg/kg bw. Extract was given at the same time as hypercholesterol induction. Lipid profiles were measured at the time before the induction, 15 days and 29 days after induction. Index of atherogenic was also calculated. The results showed that level of cholesterol and LDL of extract binahong at dose of 50 mg/kg (109.17±26.60 mg/dL and 55.78±23.92 mg/dL, respectively) had significant difference compared to a positive control group (p < 0.05). Furthermore, binahong extract at dose of 50 mg/kg bb had the lowest atherogenic index (0,68±0,27) and aorta thickening (150.60±41.72 μm) compared to other extracts at day 15 of induction. In conclusion, extract binahong at dose of 50 mg/kg bw rat gives the best effect to prevent the increase of cholesterol and LDL level on wistar male rats fed with a high-cholesterol chow.
EFEK ANTIDIABETES HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata LINN.) PADA MENCIT DIABETES DENGAN INDUKSI ALOKSAN Sutjiatmo, Afifah B.; Sukandar, Elin Yulinah; Ratnawati, Yulia; Kusmaningati, Suswini; Wulandari, Asri; Narvikasari, Suci
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i4.52

Abstract

Antidiabetic effects of water extract of ciplukan (Physalis angulata L.) herbs has been done with the test method of alloxan diabetes induction. Water extract was fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water.The results showed that ciplukan water extract dose of 10 mg/kgbw and the water fraction dose of  4.84 mg/kgbw have similar effect with glibenclamide dose of  0.65 mg/kgbw. The phytochemical screening showed that ciplukan water extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, steroids and triterpenoids, monoterpenoids and sesquiterpenoids. ABSTRAK Telah dilakukan uji efek antidiabetes ekstrak air herba Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan metode uji diabetes induksi  aloksan. Selanjutnya ekstrak air difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji membuktikan bahwa ekstrak air herba ciplukan dosis 10 mg/kgbb dan fraksi air 4,84 mg/kgbb mempunyai efek antidiabetes yang sama dengan pembanding glibenklamid dosis 0,65mg/kgbb. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak air herba ciplukan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, steroid dan triterpenoid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BEBERAPA TUMBUHAN TERHADAP MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS GALUR SENSITIF DAN RESISTEN Garmana, Afrillia Nuryanti; Sukandar, Elin Yulinah; Fidrianny, Irda
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol 36, No 3 & 4 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti aktivitas ekstrak etanol batang bratawali (Tinospora tuberculata Beumee), ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.), dan ekstrak etanol rimpang temu putih (Curcuma zedoaria (Berg.)) terhadap Mycobacterium tuberculosis galur sensitif (H37Rv) dan resisten (HE dan SR). Ekstrak diuji pada konsentrasi 10, 20, 50, dan 100 ?g/mL media dengan metode pengenceran agar. Bakteri diinokulasikan pada media yang mengandung larutan ekstrak atau obat pembanding kemudian diinkubasi pada 37°C lalu diamati setiap minggu mulai minggu keempat sampai minggu kedelapan. Dari keempat ekstrak yang diuji, hanya ekstrak etanol rimpang kencur yang dapat menghambat pertumbuhan M. tuberculosis galur HE dan SR pada konsentrasi 100 ?g/mL media.Kata kunci : aktivitas antituberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, Tinospora tuberculata Beumee, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg.)
EFEK PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL HERBA CIPLUKAN (PHYSALIS ANGULATA L) SEBAGAI SUPLEMEN TERAPI PADA RHEUMATOID ARTRITIS Vikasari, Suci Nar; Sujiatmo, Afifah Bambang; Sukandar, Elin Yulinah; Wahyuningsih, Sri; Solihah, Puspa Sari Dewi; Suryani, Suryani; Aisyah, Salmanda; Kuatrina, Kuatrina; Astuti, Niken Juni; Siftiani, Nindy Dwi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v11i2.667

Abstract

Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease characterized with chronic joint inflammation. Chronic inflammation leads to liver function abnormality. Previous study showed that Physalis angulata L. had antiinflammatory, hepatoprotector, and immunosupressan effect. This research aims was to evaluate the effect of ethanol extract of P.angulata as adjuvant on liver function of RA animals model. Animals was induced with 0.1 mL complete freund adjuvant (CFA) intraplantar. The dose of P.angulata extract was 50 mg/kg bw po. The extract was given for 10 days as adjuvant of 0.1125 mg/kg bw methotrexate. Evaluation of liver function consisted of measurement of aminotransferase (AST and ALT), alanine phosphatase (ALP), organ index, and histology. The result showed that CFA could increase the level of AST and ALP and decrease the level of ALT and organ index of control group. The extract of P.angulata as adjuvant of methotrexate could decrease the level of AST and ALP and increase the level of ALT and organ index compare to control group, but could not reach its normal value. Histology showed that the extract also could improve liver regeneration. The extract of P.angulata at dose of 50 mg/kg bw used as adjuvant could improve liver function of RA animals model. 
Efek Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) dan Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Sensitivitas Insulin pada Tikus Galur Wistar Sovia, Evi; Sukandar, Elin Yulinah; Sigit, Joseph I.; N. Sasongko, Lucy Dewi
Majalah Kedokteran Bandung Vol 43, No 4
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kunyit dan bawang putih telah diketahui mempunyai efek antidiabetik, tetapi mekanisme kerjanya belum diketahui. Penelitian ini mengamati efek tiga ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan bawang putih (Allium sativum L.), yaitu ekstrak heksan, etil asetat, dan etanol terhadap kadar glukosa darah dengan tes toleransi glukosa. Selanjutnya, ekstrak yang paling efektif dan komponen aktifnya (kurkuminoid dan S-metil sistein) diuji dengan tes toleransi insulin. Empat puluh ekor tikus galur Wistar dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok yang hanya diberi emulsi tinggi lemak (kontrol), dan sisanya selain diberi emulsi tinggi lemak juga masing-masing diberi ekstrak kunyit dengan dosis 50 mg/kgBB, ekstrak bawang putih dengan dosis 50 mg/kgBB, kurkuminoid dengan dosis 25 mg/kgBB, S-metil sistein dengan dosis 25 mg/kgBB, kombinasi ekstrak kunyitbawang putih dengan dosis masing-masing 25 mg/kgBB, dan kombinasi kurkuminoid-S-metil sistein dengan dosis masing-masing 12,5 mg/kgBB selama 10 hari. Resistensi insulin dievaluasi dengan tes toleransi insulin.Penelitian dilakukan pada bulan Agustus–Oktober 2010 di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) InstitutTeknologi Bandung (ITB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KTTI (konstanta tes toleransi insulin) hewankelompok ekstrak bawang putih (7,2±0,84), kurkuminoid (7,14±0,74), dan kombinasi kurkuminoid-S-metil sistein(7,46±0,64) secara bermakna (p<0,05) lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (3,2±1,92).Simpulan, ekstrak bawang putih, kurkuminoid, dan kombinasi kurkuminoid-S-metil sistein meningkatkan sensitivitas insulin. [MKB. 2011;43(4):153–9].Kata kunci: Ekstrak bawang putih, ekstrak kunyit, tes sensitivitas insulin Effect of Turmeric Extract (Curcuma longa L.) and Garlic Extract (Allium sativum L.) on Insulin SensitivityStudies have shown the antidiabetic effect of turmeric and garlic. However their mechanism of action remain unknown. In this study, we investigated the effect of three turmeric (Curcuma longa L.) and garlic extracts (Allium sativum L.), that are, hexane, ethyl acetate and ethanol extract on blood glucose levels with glucose tolerance test. Furthermore the most effective extracts and its active compound (curcuminoid and S-methyl cysteine) tested with insulin tolerance test. Forty Wistar rats were divided into 8 groups that was normal group, group that treated with a high fat emulsion (control group) and remaining groups were treated with a high fat emulsion and turmeric extract 50 mg/kgBW, garlic extract 50 mg/kgBW, curcuminoid 25 mg/kgBW, S-methyl cysteine 25 mg/kgBW, turmeric-garlic extract combination each 25 mg/kgBW and curcuminoid-S-methyl cysteine combination each 12,5 mg/kgBW for 10 days. Insulin resistance was evaluated by insulin tolerance test. This study conducted from August–October 2010 at Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB). Results of this study showed that insulin tolerance test constanta (KITT) were bigger in animals that treated with garlic extract (7.2±0.84), curcuminoid (7.14±0.74) and combination of curcuminoid-S-methyl cysteine (7.46±0.64) compared with positive control group (3.2±1.92). In conclusions garlic extract, curcuminoid and combination of curcuminoid and S-methyl cysteine improve insulin sensitivity. [MKB. 2011;43(4):153–9]Key words: Garlic extract, insulin sensitivity test, turmeric extract DOI: http://dx.doi.org/10.15395/mkb.v43n4.62
Combination Effect of Cecendet (Physalisangulata L.) Extract and Methylprednisolone in Reducing Inflammation and Improving Renal Functions in Pristane-induced Lupus Rat Models Sheba, Shiane Hanako; Setiani, Nur Asni; Sutjiatmo, Afifah B.; Vikasari, Suci Nar; Sukandar, Elin Yulinah
Majalah Kedokteran Bandung Vol 51, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v51n1.1599

Abstract

Cecendet (Physalis angulata L.) is a herbal plant commonly used for traditional remedies in Indonesia to prevent inflammation in rheumatic disease. Several studies have determined that cecendet has an immunosuppressant activity towards pristane-induced lupus animal model. A preliminary study has proven that its use is safe in animals based on acute and sub-chronic toxicity tests. In management of lupus, methylprednisolone is used for primary immunosuppressant agent. This study aimed to investigate the effect of cecendet ethanolic extract in combination with methylprednisolone on inflammation, urinalysis, and serum creatinine level of rats as pristane-induced lupus animal models. This study was conducted at the Pharmacology Laboratory of Pharmacy Faculty of Jenderal Ahmad Yani University in January 2016. Four groups of female rats were used i.e. normal group, control group, 62.5 mg/kg body weight (BW) cecendet ethanolic extract group, and group receiving 62.5 mg/kg bw cecendet ethanolic extract combined with 0.36 mg/kg body weight methylprednisolone for six weeks, followed by thirty days of 0.5 mL pristine-induced. Examinations on anti-inflammation effect, urinalysis, and serum creatinine level  were performed in week 3 and 6 during the intervention. The results showed that the administration of cecendet ethanolic extract alone and in combination with methylprednisolone could inhibit inflammation and reduce proteinuria and serum creatinine level when compared to the control group.Key words: Anti-inflammation, cecendet, creatinine, methylprednisolone, Physalis angulata L. Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Cecendet (Physalisangulata L.) dan Metilprednisolon terhadap Penurunan Radang dan Perbaikan Fungsi Ginjal Pada Model Tikus Lupus yang Diinduksi PristanaTanaman cecendet (Physalis angulata L.) sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia, antara lain sebagai antiradang untuk mengobati reumatik. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa cecendet memiliki aktivitas imunosupresan pada hewan model lupus yang diinduksi pristana dan aman berdasar s ata uji toksisitas akut dan subkronis. Pada penanganan lupus, metilprednisolon digunakan sebagai obat utama imunosupresan. Penelitian ini bertujuan menguji khasiat ekstrak etanol herba cecendet dalam penggunaan tunggal dan kombinasi dengan metilprednisolon terhadap radang, urinalisis, dan kadar kreatinin serum pada tikus yang diinduksi pristana sebagai model hewan lupus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Ahmad Yani pada bulan Januari 2016.  Tikus betina sebagai hewan uji dibagi menjadi 4 grup, yaitu: grup normal, grupkontrol, grup diberi sediaan ekstrak etanol herba cecendet 62,5 mg/kg BB tunggal, dan grup hewan uji diberi sediaan ekstrak etanol herba cecendet 62,5 mg/kg BB kombinasi dengan metilprednisolon 0,36 mg/kg BB selama enam minggu, setelah tiga puluh hari diinduksi 0,5mL pristana. Tiga dan enam minggu setelah pemberian sediaan uji, dilakukan uji efek antiradang, pemeriksaan urin, dan pengukuran kadar kreatinin serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba cecendet tunggal maupun sebagai komplemen dengan metilprednisolon selama enam minggu memperlihatkan pengaruh penghambatan pembentukan radang, menurunkan proteinuria dan menurunkan kadar kreatinin serum jika dibanding dengan kelompok kontrol.Kata kunci: Anti-radang, Cecendet, kreatinin, metilprednisolon, Physalis angulata L.
Co-Authors . Endarti . Patonah Afifah B. Sutjiatmo Afifah Bambang Sutjiatmo, Afifah Bambang Afrillia Nuryanti Garmana Afrillia Nuryanti Garmana Agung Yuwono Aisyah, Salmanda Ame Suciati Setiawan Anam, M. Khairul Ardiansyah, Muhamad Asep Abdul Rahman Asep Gana Suganda Asep Gana Suganda Asri Wulandari Astuti, Niken Juni Attifah Zahra Shafira Atun Qowiyyah Cahyono, Nur Sidik Candra candra Christanti, Yohanna Daryono Hadi Tjahjono Dwi Lestari Evi Sovia Faizal Hermanto Goeswin Agoes Hartini, Sri Hernandi, Baso Hikmat Permana Hubbi Nashrullah Muhammad I Ketut Adnyana Irawan, Wira Irda Fidrianny Irianti Bahana Maulida Reyaan Iwang Soediro Joseph I. Sigit Joseph Iskendiarso Sigit Joseph Iskendiarso Sigit Komar Ruslan Wirasutisna Kosasih Padmawinata Kuatrina, Kuatrina Kusmaningati, Suswini Kusmaningati, Suswini L Broto S Kardono Leni Herliani Afrianti Lucy Dewi N. Sasongko Marianne Marianne Maulita Cut Nuria Muhamad Insanu Muna Anom Fitri Narvikasari, Suci Neng Fisheri Kurniati Neng Fisheri Kurniati Nova Suliska Primal Sudjana Puput Ayu Perdana, Puput Ayu Putra , Erwin Ekadharma Putri, Mareta Ananda Raras Adinindya Putri Redya Hernawati, Redya Rini Syafriani Rini Syafriani Ririn Sinaga, Ririn Rizkita, Putri Rosnani Nasution RR. Ella Evrita Hestiandari Setiani, Nur Asni Setiawan, Finna Sheba, Shiane Hanako Siftiani, Nindy Dwi Siti Nur Aeni, Siti Nur Slamet Ibrahim - Soediro Soetarno Solihah, Puspa Sari Dewi Suci Nar Vikasari, Suci Nar Suganda, Asep Gana Sujiatmo, Afifah Bambang Sukrasno Sukrasno Sumartin, Yunita Sumintir, Sumintir Suryani Suryani Sylvia Sylvia Teti Indrawati Tommy Apriantono Vanessa Claudia Wiharja Vidya Finanda Yani Mulyani Yeyet Cahyati Sumirtapura Yulia Ratnawati, Yulia Yuliet Yuliet