Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing Galactomannan Recovery from Coconut Meat: Impact of Autoclaving Pretreatment in a High-Shear Compartment Reactor System Arief Rakhman Affandi; Sinta Dewi; Iffah Muflihati; Rini Umiyati
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.1381-1389

Abstract

Galactomannan in coconut meat is tightly bound within its fiber matrix, limiting extraction efficiency. Autoclave pretreatment, combining heat, pressure, and moisture, can loosen this structure and improve galactomannan release. This study examined the effects of autoclaving temperature (100°C–130°C) and water addition (0–45%) on the physical and chemical properties of grated coconut prior to extraction. This study examined the effect of autoclaving temperature on the physicochemical properties and extraction yield of galactomannan. Four pretreatment temperatures were evaluated: 100, 110, 120, and 130 °C. The 100°C treatment produced the highest yield (8.45%), swelling power (8.67%), color values (L* = 53.44, a* = 5.48, b* = 9.09), and reducing sugar content (18.03%). Statistical analysis confirmed that autoclaving temperature significantly influenced extraction yield. Overall, 100°C was identified as the optimal pretreatment condition for enhancing galactomannan extraction from coconut meat.
Physical and Chemical Modification of Okara Flour and Its Effect on Chicken Nugget Isyqi Aulia Rohmah; Iffah Muflihati; Rizky Muliani Dwi Ujianti; Arief Rakhman Affandi
Indonesian Food and Nutrition Progress Vol 23, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Association of Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ifnp.99525

Abstract

Okara is a by-product of soybean processing that remains underutilized. Okara flour requires physical and chemical modifications to improve its characteristics before it can be used in chicken nuggets. This study aims to determine the effect of physical and chemical modifications on the functional properties of okara flour and to determine the type and percentage of okara flour substitution on the characteristics of chicken nuggets. This research used okara flour treated with various modifications (autoclaving, cooling, acid hydrolysis, and a combination of acid hydrolysis and autoclaving-cooling) and applied it to a chicken nugget formulation at 5% and 10% flour substitution levels. Flour analysis results showed that autoclaving-cooling modification tended to improve emulsion stability and oil absorption. Acid hydrolysis modification and combination tended to increase flour emulsion stability but decreased oil absorption. The results of chicken nugget analysis showed that physical and chemical modification affected the proximate nutritional value. The type of flour modification tends to increase the emulsion stability of chicken nuggets but reduces water absorption. The best method, according to this study, is chicken nuggets, using a combination of methods, such as okara flour. 
Characterization of Nutmeg Mace Extract (Myristica fragrans Houtt.) Obtained Using Green Solvents and Its Antioxidant and Antifungal Potential Wicaksono, Dani Satrio; Nurdyansyah, Fafa; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 14 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agroindustrial and Biosystem Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2026.014.03.6

Abstract

Food contamination by Aspergillus flavus is a serious concern because this fungus can produce toxic aflatoxins. Nutmeg mace (Myristica fragrans Houtt.) contains bioactive compounds with potential antifungal properties. This study investigated the effects of three green solvents—glycerol (VG), propylene glycol (PG), and polyethylene glycol 400 (PEG-400)—and two extraction methods, maceration and infusion, on phytochemical content, antioxidant activity, and antifungal activity against A. flavus. PEG-400 extracts showed the strongest antifungal activity, with inhibition zones of 15.41–19.84 mm, moderate antioxidant activity, and consistently strong phytochemical responses. PG produced the highest DPPH radical-scavenging activity (63.09%) and moderate antifungal effects. VG showed the weakest antioxidant and antifungal activities. Infusion generally produced greater biological activity than maceration. These results confirm that solvent type and extraction method significantly influence extract performance and support green extraction approaches for developing functional, environmentally friendly natural antifungal products.
Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurlaili, Enny Purwati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25254

Abstract

Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol.
Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan Adhim, M. Fauzul; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25257

Abstract

Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.
Karakteristik Fisikokimia Mi Instan Bebas Gluten Berbasis Labu Kuning (Curcubita maxima) Chapib Jamaludin; Iffah Muflihati; Arief Rakhman Affandi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 3 No 1 (2025) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v3i1.7800

Abstract

Pumpkin is an abundant agricultural commodity that has not been utilised to its full potential. People's consumption patterns that are moving towards gluten-free processed foods are an opportunity for the development of processed pumpkin products. Instant noodles are one of the processed products that are in demand by the public. This study aims to determine the physicochemical characteristics of gluten-free pumpkin instant noodles. Gluten-free pumpkin instant noodles were tested proximate, colour and texture. This research used experimental method with 1 type of instant noodle formulation. The results of this study showed that gluten-free pumpkin instant noodles contained protein content of 4.87% protein, 4.09% water content, 19.47% fat content, 4.03% ash content, and 67.32% carbohydrate content. Texture analysis included hardness, stickiness and tackiness with values of 13.42 N, 0.03 mJ, and 4.62 N, respectively. Colour values showed a brightness of 53.29 with the colour of the noodles tending to brown.
Formulasi Crackers Sehat Berbasis Tepung Gembili dan Tepung Tempe Sebagai Camilan Yanthy Niam Imana; Amelia; Azriel Daffa Muhammad; Iffah Mufflihati; Arief Rakhman Affandi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 3 No 2 (2025) Desember: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v3i2.8273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memicu pengaruh variasi perbandingan antara tepung gembili ( Dioscorea esculenta ) dan tepung tempe terhadap karakterisitik fisikokimia dan organoleptik pada kerupuk. Pemilihan tepung gembili karena kandungan karbohidrat kompleksnya yang tinggi, sedangkan pemilihan tepung tempe karena sumber protein dan kandungan seratnya. Formulasi dipilih dengan empat variasi perbandingan tempung gembili dan tepung tempe yaitu: 1:1, 5:3, 3:2, dan 7:1. Parameter yang dianalisis meliputi warna (L*, a*, b*), tekstur (kekerasan), serat kasar, protein, dan uji sensori yang meliputi rasa, warna, aroma, tekstur, kenampakan, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung gembili dan tepung tempe sebagai bahan utama kerupuk dapat meningkatkan serat kasar, dan protein kerupuk. Penambahan tepung gembili pada crackes juga menurunkan peningkatan kekerasan (hardness) crackes, sedangkan penambahan tepung tempe akan mengurangi kekerasan pada crackes. Penambahan tepung gembili dan tepung tempe pada crackes menghasilkan nilai L* dan a* yang tidak berbeda nyata, tetapi pada nilai b* menghasilkan hasil yang berbeda nyata. Penambahan tepung gembili dan tepung tempe pada kerupuk tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, dan kenampakan. Tetapi berpengaruh pada rasa, tekstur, dan retakan secara keseluruhan. Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan produk kerupuk fungsional dengan bahan baku lokal yang bergizi dan dapat diterima oleh konsumen. kata kunci: crackers, gembili, tempe, fisikokimia, organoleptik.
Pengaruh Suhu Pemanggangan dan Substitusi Tepung Kacang Hijau Terhadap Karakteristik Fisikokimia Rice Crackers Zahwa Mailul A'roof; Mayla Dewinta Putri Harjono; Septa Yufi Kurniawan; Esa Alisianti Al Rachman; Erlina Dwi Novianti; Arief Rakhman Affandi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 4 No 1 (2026) Juni : Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v4i1.10019

Abstract

Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dengan jarak antar baris 1 spasi; ditulis dalam satu paragraf tidak lebih dari 250 kata yang memuat secara singkat dan dan jelas mengenai latar belakang, tujuan, ruang lingkup penelitian, metode yang digunakan, ringkasan hasil penelitian dan kesimpulan.
Co-Authors Adhim, M. Fauzul Amelia Anggarini, Dola Mareta Anggraeni, Cerly Nurlita Anggun Desiana Sofa Annajah, Abdillah Fathan Generus aprillia, anis Ary Susatyo Nugroho Avelia, Variska Azriel Daffa Muhammad Bambang Supriyadi Chapib Jamaludin Chapib Jamaludin Desi Sekar Utami Dewi Wulandari Dina Ariani, Dina Drifanda, Valdyan Eddy KemenadyKemenady Endang Is Retnowati Enny Purwati Nurlaili Erlina Dwi Novianti Erwin Setiawan, Erwin Esa Alisianti Al Rachman Eva Elysa Oktaviya Eva Elysa Oktaviys Fafa Nurdyansyah Fafa Nurdyansyah fafa nurdyansyah, fafa Ferdiansyah, M. Khoiron Ferdiansyah, Moh Khoiron Ferdiansyah, Mokhamad Khoiron Fitriyana, Vicha Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari Iffah Mufflihati Iffah Muflihati Iffah Muflihati, Iffah Ismiyati Isyqi Aulia Rohmah Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur Lestari, Ayu Wiji M. Khoiron Ferdiansyah Maftukin Huda Maftukin Huda Maftukin Hudah Maghfiroh, Jami'atul Maolana, Fedo Alta Marcella Berliana Purnama Mariska, Nurul Putri Mayla Dewinta Putri Harjono Moh Khoiron Ferdiansyah Mughofar, Dzatul Kahfi Mulidavi Mutya Rochmah Nofitasari, Shindi Nova Ellya Widiyati Nur Aksin Nur Khikmah, Nur Nurazizah, Desi Nuri Andarwulan Nurul Putri Mariska Oktaria, Taskiya Sindy Prabowo, Azis Purwiyatno Hariyadi Ratih Lido Prameswari Relita Indar Hapsari Ria Choriatul Nur Ria Noviar Triana Ria Noviar Triana Rizki Bhakti Pertiwi Rizky Muliani Dwi Ujianti Rosalina Ginting Sari Suhendriani Septa Yufi Kurniawan Sinta Dewi Sofa, Anggun Desiana Susanti, Alifah Dwi Tala Desicha Amalia Mukmina Ujianti, Rizky Muliani Dwi Umar Hafidz Asyari Hasbullah Umar Hafidz Asyari Hasbullah Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah Umiyati, Rini Wicaksono, Dani Satrio Wincy Wincy Yanthy Niam Imana Zahra Fidela Zahwa Mailul A'roof