Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Massive Open Online Courses (MOOCs) pada Materi Pengelasan agus suyetno
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v2i2p141-152

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan dituntut agar selalu bergerak seiring perkembangan teknologi global. Moodle merupakan salah satu jenis LMS (Learning Management System) yang memungkinkan komunikasi dua arah antara pendidik dan peserta didik. Matakuliah yang akan diimplementasikan dalam pengembangan inovasi sistem pembelajaran adalah matakuliah Pengelasan. Model yang digunakan dalam pengembangan MOOC pada matakuliah Pengelasan adalah model ADDIE. Tahapan dalam pengembangan model ADDIE yaitu (1) Analisis, (2) Desain/perencanaan, (3) Pengembangan, (4) Implementasi eksekusi, dan (5) Evaluasi/umpan balik. Model pengembangan ADDIE disusun secara terprogram dengan urutan-urutan kegiatan yang sistematis dalam upaya pemecahan masalah belajar yang berkaitan dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. MOOC Pengelasan merupakan pengembangan dari Moodle yang disediakan oleh hosting UM, sehingga MOOC pengelasan diinstall pada domain http://mooc.um.ac.id/. MOOC Pengelasan memuat beberapa fitur dan dapat diakses oleh peserta didik, pendidik dan masyarakat umum. Fitur yang dapat diakses antara lain: (1) Rekaman aktivitas; (2) Daftar kompetensi; (3) Materi terdiri dari berbagai jenis media; (4) Forum diskusi; (5) Evaluasi dan analisis. MOOC Pengelasan yang dikembangkan terbukti dapat menunjang kegiatan praktikum, hal tersebut dapat dilihat dari angket yang disebar kepada mahasiswa. Berdasarkan angket yang disebar didapatkan hasil bahwa MOOC yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang tinggi dengan persentase 83,22%. Dengan tingkat kelayakan tersebut, maka MOOC Pengelasan yang dikembangkan dianggap layak untuk digunakan dalam praktikum Pengelasan dan memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Berdasarkan angket yang disebar didapatkan hasil bahwa MOOC yang dikembangkan memiliki kemudahan penggunaan yang tinggi dengan persentase 84,40%. Dengan tingkat kemudahan tersebut, maka MOOC Pengelasan yang dikembangkan dianggap layak untuk digunakan dalam penunjang praktikum dan mudah untuk digunakan. Kata kunci: Moodle, MOOC, Pengelasan, Media Pembelajaran
Rancang Bangun Concurrent Relay Tester untuk Menunjang Pengelolaan Bahan Khusus di Laboratorium Mekatronika Bambang Adi Wahyudi; Duwi Leksono Edy; Agus Suyetno
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v4i2p71-83

Abstract

Concurrent Relay Rester merupakan alat yang dirancang dan dibangun berdasarkan kebutuhan alat bantu dalam kegiatan pengelolaan bahan khusus di laboratorium Mekatronika. Untuk merealisaikan pembuatan alat ini, terlebih dahulu dilakukan tahapan perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Selanjutnya dilakukan penyediaan alat dan bahan yang relevan untuk membangun hasil rancangan menjadi alat jadi yang siap dioperasikan. Perangkat keras Concurrent Relay Rester berhasil dibangun dari sebuah mikrokontroler arduino mega 2560 sebagai pemroses data, 3 push button switch sebagai input, LCD Display sebagai penampil hasil pemeriksaan kontak relay (normally close dan normally open), dan 4 seven segment display sebagai penampil tegangan hasil pemeriksaan coil relay.  Logika sistem kerja alat disusun dengan membuat sketch program menggunakan aplikasi arduino ide versi 1.8.13. Concurrent Relay Tester yang dibangun memiliki fitur 3 tombol test selector untuk memilih jenis test (pengujian) relay yang akan dilakukan. Adapun jenis pengujian relay yang dapat dilakukan adalah Normally close Contact Test, Normally open Contact Test, dan Coil Test. Relay tester ini mampu untuk melakukan pengujian/ pemeriksaan 4 buah relay MY4N secara simultan (concurrent). Hasil pengujian 4 buah relay langsung ditampilkan dalam LCD Display dan seven segment display.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Usaha Kecil dan Menengah di Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Agus Suyetno; Djoko Kustono; Andika Bagus Nur
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational safety and health is very often ignored by small-scale industry players, either because (1) lack of knowledge about the causes of work accidents and (2) because of limited capital to obtain adequate work safety facilities. They think that these two things are problems that cannot be solved. To anticipate this incident, it is necessary to make efforts to prevent work accidents that can overcome the two problems mentioned above. Implementation of the theory of Occupational Safety and Health to prevent accidents at work is the best solution. The formulation of the problem: (1) is there a change in safety behavior towards workers after Occupational Safety and Health training (2) is there a change in K3 knowledge of workers after Occupational Safety and Health training, (3) Is there an effect of age on safe behavior towards workers after training Occupational Safety and Health (4) Is there an effect of age on the knowledge of K3 for workers after the Occupational Health and Safety training? The research method is Quasi Experimental. The number of samples is 31 workers. The results of the study were that there was no change in safety behavior towards workers after Occupational Safety and Health training, (2) There was a change in K3 knowledge of workers after Occupational Safety and Health training (3) There was no effect of age on safe behavior towards workers after Occupational Safety and Health training. and (4) There is an effect of age on the knowledge of K3 for workers after the Occupational Health and Safety training. Suggestion: it is necessary to do more research with a longer time.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN CREATIVE THINGKING DAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMK Nadia Ayu Kumalasari; Marsono Marsono; Agus Suyetno
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jptm.v22i1.43097

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan creative thingking dan motivasi belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas x teknik pemesinan SMK Turen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan, lembar observasi, pengisian soal tes creative thingking dan penyebaran kuesioner motivasi belajar. Pengumpulan data tersebut digunakan untuk mendapatkan data yang relevan dengan permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan creative thingking dan motivasi belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan alternatif oleh peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.Kata kunci: kooperatif tipe jigsaw, creative thingking, motivasi belajar
Pelatihan Manajemen Bengkel Bidang Teknologi dan Rekayasa Bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Canda Bhirawa Pare Kabupaten Kediri Yoto Yoto; Marsono Marsono; Agus Suyetno; Putri Ardista Nursisda Mawangi; Djoko Kustono
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 1 No 2 (2023): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v1i2.65

Abstract

A workshop at a vocational school is vulnerable to the danger of accidents, especially at technology and engineering vocational schools, therefore the workshop must be managed by professional teachers who have adequate workshop management skills. Therefore, training for vocational school teachers regarding workshop management is very necessary to prevent work accidents for students during activities in the workshop. Training is currently being carried out among 41 productive teachers in the field of technology and engineering at SMK Canda Bhirawa Pare, Kediri. The training was carried out by the LP2M Community Service Team, State University of Malang. Workshop management training is carried out using theoretical and practical material. The training results show that the average competency score for the pre-test is 68.07; post-test score 90.64. So there was an increase in competency from before training compared to after training by 22.57.
Pelatihan Pemanfaatan Mesin Pencacah Pakan Ternak (Choper) untuk Meningkatkan Efektifitas Pakan Sapi bagi Kelompok Tani “Loh-Jinawi’ di Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Yoto Yoto; Marsono Marsono; Agus Suyetno; Putri Ardista Nursisda Mawangi
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 1 No 2 (2023): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v1i2.66

Abstract

Enumeration of feed in large quantities requires a relatively long enumeration time so that the fulfillment of feed requirements for livestock in large quantities is not optimal. In addition to the enumeration process, problems that often arise are the result of less refined feed enumeration because large quantities of feed enumeration still use manual methods or human power. Assistance and training Training for chopping livestock (Chopper) provides benefits to make it easier for farmers to produce good animal feed so that they can improve and accelerate livestock growth. The presence of Chopper in the "Loh-Jinawi" farmer group also has an impact: it saves the energy of farmers to find fodder, saves time in finding feed, feed waste becomes very small because the feed can be eaten by livestock cleanly, and livestock health is guaranteed because of the feed dishes to be better.
Pengembangan Modul Pembelajaran Inventor Berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL) Pada Mata Pelajaran Teknik Gambar Manufaktur di SMK Negeri 1 Singosari Afif Fakhoor Rohman; Widiyanti Widiyanti; Agus Suyetno
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v6i1p19-28

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serta peningkatan kompetensi siswa pada mata pelajaran TGM dengan pengembangan modul Inventor berbasis Contextual Teaching And Learning (CTL) terhadap siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Singosari. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan, 1) hasil validasi ahli media 96.70%, validasi materi 96.70%, kelompok kecil 88.33%, kelompok besar 89.38%, sehingga layak dikembangkan. Serta dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa diperolehnya nilai pada kelompok thitung > tTabel 6.000 > 2.776, dan kelompok besar thitung > tTabel = 12.880 > 2.05. 2) nilai rata-rata hasil belajar siswa di atas KKM sebesar 96.66% yang dapat meningkatkan kompetensi siswa. Kata kunci:. Pengembangan Bahan Ajar, Modul Inventor, Contextual Teaching And Learning
Implementasi Health Belief Model Pada Pekerja Industri Tempe dan Pandai Besi di Desa Sumberpasir Djoko Kustono; Andika Bagus Nur; Agus Suyetno
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan kerja sering diabaikan oleh para pelaku industri rakyat, baik karena kurang pengetahuanya tentang sebab kecelakaan kerja maupun karena keterbatasan modal untuk mendapatkan fasilitas keselamatan kerja yang memadai. Mereka menganggap kedua hal tersebut adalah masalah yang tidak dapat diselesaikan, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja yang bisa mengatasi dua masalah tersebut di atas. Implementasi dari teori Health Belief Model (HBM) untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja merupakan solusi terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah ada perubahan perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (2) apakah ada perubahan pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (3) Apakah ada pengaruh umur terhadap perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (4) Apakah ada pengaruh umur terhadap pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan menggunakan sampel sebanyak 31 pekerja. Hasil dari penelitian adalah (1) Tidak ada perubahan perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (2) Ada perubahan pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (3) Tidak ada pengaruh umur terhadap perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM dan (4) Ada pengaruh umur terhadap pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM.Kata kunci— health belief model, kecelakaan kerja, industri rakyat
PERBANDINGAN KEKERASAN HEAT AFFECTED ZONE (HAZ) PADA BAJA ST 42 TERHADAP VARIASI KONDISI ELEKTRODA PENGELASAN SHIELDED METAL ARCH WELDING (SMAW) Rusli Ismail; Agus Suyetno
JoVI:JOURNAL of VOCATIONAL INSTRUCTION Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55754/jov.v2i2.59880

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan variasi kondisi elektroda terhadap tingkat kekerasan hasil las SMAW pada sambungan kampuh V baja ST 42. Data diperoleh dari pengukuran langsung pada objek yang diteliti dan telah diberi perlakuan pengelasan, kemudian diukur dengan alat uji kekerasan rockwell, selanjutnya di analisis dengan pengamatan dan pengujian langsung terhadap objek kemudian dihitung presentase nilai perbedaannya. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: Kekerasan HAZ yang dimiliki pelat baja ST 42 sambungan kampuh V setelah dilas menggunakan proses las SMAW dengan variasi kondisi elektroda  yaitu nilai kekerasan HAZ yang paling optimal pada kondisi elektroda baru dibuka dari segelnya dengan nilai kekerasan HAZ sebesar 38.0 HRB. Perbandingan variasi kondisi elektroda terhadap tingkat kekerasan HAZ hasil las SMAW pada sambungan kampuh V baja ST 42 yaitu dapat dikategorikan bahwa memiliki perbandingan yang signifikan.
Development of interactive media sheet metal design modeling based on software Autodesk Inventor Professional 2023 Adi Pangestu, Deni Kusuma; Widiyanti, Widiyanti; Suyetno, Agus; Puspitasari, Poppy
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v11i3.72805

Abstract

This research and development aims to produce learning media products presented interactively and practically based on Autodesk Inventor Professional 2023 student version software and analyze the feasibility level of learning media for CAD Manufacturing Drawing Techniques subjects to improve competence in the field of machining techniques at  Vocational High School 1 Kediri. The type of research used is research and development (R&D) using the Borg and Gall model, It involved 6 students for the small-scale testing and 32 students for the large-scale testing. Based on the data obtained and descriptive analysis, among others, the results of media expert validation were 98.44%, material expert validation was 89.28%, small-scale trials were 92.08%, and operational trial results were 91.09%. These results indicate that the interactive learning media product sheet metal design modeling meets the criteria very well and can be utilized as a learning tool.