Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Dan Problematika Kurikulum 2013 (K-13) Terhadap Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 Risa Putri Wulansari; Clarissa Okta Berliananda; Ervina Astin Ratna Ayu Widiyastuti; Sonya Isrofia Azzahra; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.81 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan problematika kurikulum 2013 terhadap proses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskiptif kualitatif menggunakan kuisioner untuk bahan meneliti dengan responden mengisi kuisioner yang telah disiapkan oleh peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian berupa kuisioner online, yaitu peneliti memberikan pertanyaan secara online kepada guru yang dipilih menjadi responden. Subjek dalam penelitian adalah guru SMA Negeri 2 Madiun yang dipilih secara purposive sampling dan objek dari penelitian ini yaitu implementasi dan problematika kurikulum 2013 terhadap proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan pembelajaran kurikulum 2013 SMA Negeri 2 Madiun pada masa pandemi Covid19 kurang efektif, dikarenakan kurangnya keaktifan siswa dalam memahami materi serta kurangnya jam pelajaran
Persepsi Pendidik Terhadap Kurikulum Pendidikan Yang Berlaku Di SMA Negeri 5 Madiun Risvya Faiz Nabila; Melinia Putri Wardani; Meinanda Putri Zalsabella; Wahyuning Pertiwi; Ruina Nur Fitria; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.393 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pendidik SMA Negeri 5 Madiun terhadap kurikulum pendidikan yang saat ini sedang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatf dengan menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti atau berfokus pada substansi makna dari fenomena tersebut serta mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Dari penelitian ini, subjek penelitian adalah pendidik dari SMA Negeri 5 Madiun. Kemudian, diambil 2 subjek untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini adalah persepsi pendidik terhadap kurikulum yang berlaku saat ini sangat mendukung dan postif. Kurikulum yang diterapkan pemerintah dalam menghadapi pembelajaran dimasa pandemi ini bersifat luwes (fleksibel).
Problematika Implementasi Kurikulum 2013 Pada Saat Pandemi Covid-19 Abdul Luqi Baidhowi; Achmad Ryan Ma'sum Saputra; Akmal Hisyam Mikdadi; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.344 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.129

Abstract

Corona virus atau sering disebut dengan COVID-19, virus mematikan yang tengah melanda berbagai belahan dunia tidak terkecuali di negara Indonesia. COVID-19 Kehadiran pandemik ini mendorong pemerintah Indonesia menetapkan suatu kebijakan dalam upaya pembatasan sosial dengan skala yang besar (social distancing) yang meliputi berbagai kegiatan di bidang sosial, ekonomi, politik termasuk dalam sektor pendidikan. Salah satu dampak dalam pendidikan adalah banyaknya problematika implementasi kurikulum 2013, dampak ini juga dirasakan oleh para pendidik atau guru yang mengajar di SMP Terpadu Wisma Wisnu Madiun, Jawa Timur. kebanyakan problematika implementasi kurikulum 2013 yang di alami oleh para pendidik atau guru di sana adalah taidak maksmalanya pembelajaran yang dikarenakan kurangnya fasilitas pembelajaran dan koneksi internet siswa yang buruk
Dampak Pembelajaran Daring Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Sendang, Kabupaten Ponorogo Pupung Puspita Ningrum; Yohannes Eko Prasetyo; Sindi Ardila Yuliarisma; Febriana Nor Fadhilla; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.216 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v2i1.144

Abstract

Merebaknya wabah pendemi covid-19 di Negara Indonesia telah mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat, baik itu aspek sosial, ekonomi, pariwisata hingga pendidikan. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai langkah pemutusan rantai penyebaran virus covid-19. Pembatasan sosial bersekala besar merupakan kebijakan paling utama yang di berlakukan oleh pemerintah. Diterapkannya Pembatasan sosial berskala besar berpengaruh besar di sektor pendidikan, karena memicu di terapkannya kebijakan baru yakni proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap maya atau dalam jaringan. Kebijakan pembelajaran dalam jaringan ini menimbulkan dampak pada pelaksanaan kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Sendang, Kabupaten Ponorogo. Terdapat banyak keterbatasan dalam proses penerapan kurikulum 2013 dalam masa pendemi. Sehingga menimbulkan pengaruh terhadap keberhasilan dalam penerapanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, pengumpulan data melalui kuesioner yang telah di sebar kepada responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan pembelajaran dalam jaringan terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Sendang, Kabupaten Ponorogo.
Mengulas Filosofi Alas Ketonggo Srigati (Petilasan Prabu Brawijaya V) di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (Kajian Filosofi dan Nilai Budaya) Alwida Ardyanti; Hendrisa Rizqie Romandoni; Uun unzila Mushofiroh; Zahra Aurista Setiono; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.075 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v2i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai nilai simbolik dan filosofis yang ada dalam Alas Ketonggo Srigati sebagai sumber ketahanan dan kelestarian budaya nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti yaitu Alas Ketonggo Srigati yang berada di Kabupaten Ngawi. Subjek pelitian ini adalah juru kunci Alas Ketonggo Srigati. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Alas Ketonggo Srigati memiliki berberapa tempat petilasan Prabu Brawijaya V serta para pengikutnya. Di dalam alas ini Prabu Brawjaya V melakukan pertapaan di Pesanggrahan Agung dan melepaskan baju kebesarannya sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Lawu. (2) Pesanggrahan Agung selain digunakan untuk tempat bertapa juga menyimpan banyak filosofi. (3) Terdapat beberapa ritual yang sering dilakukan di Alas Ketonggo Srigati. Ritual-ritual tersebut memilki tujuan masing-masing. Diharapkan dengan adanya ritual ini ditujukkan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya leluhur. (4) Alas Ketonggo Srigati memiliki sungai yang bernama Kali Tempur yang biasanya digunakan untuk media meditasi.
Efektivitas Media Flip Book dalam Pembelajaran Farm Education dengan Pendekatan STEAM Terhadap Prestasi Ditinjau dari Gender Siswa SLBN Karangrejo Madiun Darmadi Darmadi; Swasti Maharani; Yohannes Eko Prasetyo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat efektifitas media flipbook dalam pembelajaran farm education dengan pendekatan STEAM terhadap prestasi belajar ditinjau dari gender siswa tunagrahitas SLBN Karangrejo Madiun. Metode dalam penelitian ini adalah quasi exsperiment dengan teknik pengambilan sampel jenuh sebanyak 16 siswa. Analisis yang digunakan yakni ANAVA dua jalan dengan sel sama. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. (1) Analisis hipotesis yaitu H0A diterima, maka Tidak terdapat perbedaan keefektifan penggunaan media flip book dan tanpa menggunakan flip book terhadap prestasi belajar siswa, (2) Berdasarkan hasil analisis hipotesis yaitu H0A diterima , maka tidak terdapat perbedaan efektifitas media flip book dan tanpa menggunakan flip book terhadap prestasi belajar siswa laki-laki dan perempuan, dan (3) Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan yaitu H0AB diterima, maka Tidak terdapat interaksi antara media flip book dan tanpa menggunakan flip book terhadap prestasi belajar siswa. Maka dapat disimpulkan pemberlakukan media flipbook dalam pembelajaran farm education dengan pendekatan STEAM tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa SLBN Karangrejo Madiun.
MENGENAL MAKNA SIMBOLIK DAN STRUKTUR PELAKSANAAN DARI TRADISI TEDHAK SITEN DI KELURAHAN BANJAREJO KOTA MADIUN Putri Wibisono; Tri Endarwati; Ayu Sri Wulandari; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10025

Abstract

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki tradisi dan masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Tradisi yang ada di setiap daerah senantiasa harus dipertahankan, dilestarikan, dan dijaga agar tradisi tersebut tidak punah. Salah satu contoh tradisi Islam-Jawa yang hingga saat ini masih populer adalah tradisi Tedhak Siten. Artikel ini bertujuan untuk mengupas filosofi dan makna dari Tedhak Siten, perlengkapan yang dibutuhkan dari Tedhak Siten, makna simbolik yang terkandung dalam susunan acara Tedhak Siten, dan pemenuhan tugas dari mata kuliah Filsafat Ilmu. Artikel ini dibuat dari hasil studi dan observasi di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur. Masyarakat di Kelurahan tersebut dalam menjalankan tradisi Tedhak Siten saat ini, telah memodifikasi dari tradisi yang bersifat tradisional diubah dan dikemas secara lebih modern. Tedhak Siten biasanya dilakukan ketika anak berumur tujuh bulan berdasarkan kalender Jawa dan pertama kali turun atau menginjakkan kaki di tanah. Tedhak Siten memiliki makna tersendiri dalam setiap rangkaian prosesinya. Selain itu, perlengkapan yang digunakan juga mengandung makna simbolik berdasarkan kepercayaan adat Jawa. Tradisi Tedhak Siten merupakan suatu hal baik bagi masyarakat Jawa asli yang kental dengan adat spiritual dan tentunya tidak bertentangan dengan norma-norma agama Islam.
TRADISI BUBAK MANTEN DALAM PERNIKAHAN DI DUKUH BALONG GOBANG DESA KARANGSONO NGAWI Maissy Febiana; Ava Emalia Selviana Putri; Ernova Viorely Purba; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10107

Abstract

Pernikahan merupakan acara istimewa yang banyak ditunggu oleh beberapa orang. Pernikahan tidak sekedar memberi ikatan pada kedua mempelai saja, namun pernikahan juga memberi ikatan pada kedua keluarga mempelai. Acara pernikahan yang meriah biasanya digunakan sebagai tempat untuk menjaga tali silaturami antara sanak saudara, teman, bahkan juga tetangga sekitar rumah. Oleh karena itu, banyak orang mengidam-idamkan acara pernikahan mereka nantinya berjalan lancar dan juga meriah karena bagi mereka acara pernikahan adalah acara yang hanya dilakukan sekali dalam hidup. Dengan demikian, banyak orang yang menggunakan tradisi atau adat dari daerah tertentu sebagai tambahan dari akad dan juga resepsi dalam acara pernikahan mereka, salah satu tradisi yang dilaksanakn ialah bubak manten. Dikarenakan masih jarang orang yang mengetahui tradisi bubak manten sehingga kami termotivasi untuk mengangkat tema ini sebagai tulisan kami. Dalam mengerjakan tulisan ini kami menggunakan metode penelitihan kualitatif yang dilakukan dengan cara melihat secara langsung tradisi tersebut terjadi dan mewancarai beberapa orang yang paham betul dengan tradisi bubak manten serta mewancarai orang yang menyelenggarakan tradisi bubak manten dalam acara pernikahan anak mereka. Dalam penelitian bubak manten merupakan tradisi yang dilakukan kepada tak hanya anak pertama dan terakhir, tetapi tidak boleh dilakukan kepada anak tengah. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur orang tua pengantin, dan juga sebagai tradisi turun-temurun yang mereka percayai jika acara bubak manten dilakukan akan memberikan berkah pada keberlangsungan acara pernikahan tersebut.
MENGENAL UBORAMPE DAN PROSESI TEDHAK SITEN SEBAGAI TRADISI MASYARAKAT JAWA DI DESA MRUWAK KABUPATEN MADIUN Juniva Syahira; Iwanda Pranika Rosti; Dinar Arie Pramesti; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10110

Abstract

Tradisi merupakan adat kebiasaan turun-menurun yang berasal dari masyarakat dan masih dilaksanakan dalam masyarakat dengan cara yang baik dan benar. Tedhak siten yang merupakan tradisi masyarakat Jawa yang merupakan rangkaian dalam peristiwa kelahiran. Pada masyarakat Jawa tradisi tedhak siten untuk upacara rasa syukur keluarga terutama orang tua kepada sang maha pencipta dan anak mampu meraih cita-citanya. Tedhak siten dilakukan saat anak berumur 7 bulan dalam hitungan kalender Jawa atau setara dengan 245 hari, dan pertama kali menginjakkan kaki diatas tanah. Tulisan ini dibuat dari penelitian di Desa Mruwak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur melakukan tradisi tedhak siten dengan baik dan benar. Masyarakat Jawa sekarang banyak melakukan tradisi tedhak siten dengan cara yang lebih praktis dan modern. Hal ini merupakan adat yang sangat baik dalam mayarakat Jawa asli yang masih kental dengan tradisinya. Maka, kita sebagai masyarakat Jawa harus bangga terhadap tradisi yang menjadi warisan turun temurun hingga saat ini. Sebagai penerus bangsa, kita sudah sepatutnya melestarikan adat tersebut dengan baik dan benar agar tidak luntur dalam kehidupan kita dan dapat terus dilestarikan dan dilaksanakan.
PERNIKAHAN ADAT JAWA MENGENAI TRADISI TURUN TEMURUN PECAH TELUR DAN KEMBANG MAYANG DI DAERAH DESA KETAWANG KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN Nur Halifah Rahmawati Sukirno; Della Safera; Aidilla Pratama; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10121

Abstract

Penelitian ini membahas Makna Simbolis dan Nilai Budaya Teks Tradisi Pecah Telur dan Kembang Mayang Pada Prosesi Pernikahan Suku Jawa di Desa Ketawang Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunkan metode Kualitatif. Masalah yang diteliti yaitu apa makna simbolis dari budaya teks tradisi pecah telur dan kembang mayang pada prosesi pernikahan di Desa Ketawang Kecamatan Dolopo dan nilai budaya yang terdapat pada budaya teks tradisi pecah telur pada prosesi pernikahan suku Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna simbolis dan untuk mengetahui nilai budaya teks tradisi pecah telur dan kembang mayang pada prosesi pernikahan suku Jawa di Desa Ketawang Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi/pengamatan, wawancara dengan informan dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu dalam prosesi menginjak telur menggunakan bahan- bahan yang masing-masing memiliki makna seperti telur ayam kampung, kembar mayang, bunga kuburan, debok pisang raja, bunga setaman,bunga seikat, daun pandan, daun sirih, janur dan kelapa muda. Nilai budaya yang terdapat dalam penelitian yaitu nilai budaya menjunjung adat dan pekerti, nilai budaya kepercayaan kepada takdir, dan nilai budaya manusia dengan kerja.
Co-Authors Abdul Luqi Baidhowi Abdul Luqi Baidowi Achmad Ryan Ma'sum Saputra Adinda Putri Fajarsari Adzra Afifaf Mahmuda Adzra Afifah Mahmuda Aidilla Pratama Ainun Fisabilillah Akmal Hisyam Mikdadi Alifah Rizqy Fitriani Alifianing Kusuma Alrohma Nikmawati Triasroza Alwida Ardyanti Andini Idha Anggi Eka Wardani Anggi Puspitasari Anggraeni Diyah Anisa Anggun Setyaningsih Anisa Yunitasari Annisa Nurhidayati Mu'arif Annisa Teguh Ardhya Pramesthi Regita Iriandre Arin Safitri Arum Ariyani Astri Eka Rahmawati Asyifa Ramadhani Atik Aminah Aulia Rahma Ava Emalia Selviana Putri Avellina Miftakus Saadah Awaliyah Fajar Ayu Safitri Ayu Sri Wulandari Bima Adi Megantara Cicilia Novi Primiani Clariesa Alit Maharani Clarissa Okta Berliananda Dania Februana Dany Febriana Della Safera Devina Cholistarisa Dhea Putri Mujiastutik Didi Permadi Jaya Saputra Dinar Arie Pramesti Dinda Nursetiya Putri Dwi Amartani Suryaningputri Dwi Nabila Azahra Dwi Nataliasari Elma Velia Yuniarti Elzra Melasevix Endah Widiyowati Ernova Viorely Purba Ervina Astin Ratna Ayu Widiyastuti Ervinda Ika Nur Aysah Farahdila Damayanti Febri Listianadewi Febriana Nor Fadhilla Fitria Rizqi Y Haidar Ali Asnawi Hani'atul Mukharomah Hani’atul Mukharomah Harischa Isrothul Jannah Hendrisa Rizqie Romandoni Heni Yunita Wardani Hernin Diah Iin Musriyani Ika Hidayatul Masynuah Ilham Arya Bima Inani Mahmudah Indah Okta Widyawati Indra Puji Astuti Intan Diyah Pratiwi Iwanda Pranika Rosti Jam Jalani Nur Alami Juniar Retno Anggarini Juniva Syahira Karima Candra Sari Kevin Dedrick Budiarto Khoirotun Nisa Khusnul Siti Aliffia Kurnia Sekarsari Laura Ikhsa Andriani Leinze Rizqi Q.A. Lina Cahyawati Linggar Riski Palupi Lis Yanthi Nurhayati Lusi Tania Maiata Devi Ariska Maissy Febiana Maylinda Dwi Astuti Meganis Styorini Meinanda Putri Zalsabella Meliana Safitri Melinda Saskia F.S Melinia Putri Wardani Miftakhul Jannah Mila Masruroh Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Afifullah Mutiara Oktavia Mutiara Putri Rengganis Naeti Istiyan Nanang Setiawan Nanik Haryati Naora Tsani Nartini Nartini Nartini Nartini Nur Halifah Rahmawati Sukirno Nurul Janahti Olivia Reza N Parningotan Sinaga Pebriani Rahmawati Pujiati Pupung Puspita Ningrum Putri Nofisari Putri Nur Azizah Putri Wibisono Rahel Elsa Dwi Putri Ratih Mila Rani Regitha Aliffia Munawar Retno Akmalia Reza Emelia Dayanti Riani Purwaningsih Ridho Arianto Nanda Putra Ridho Ariyanto Nanda Putra Ridzo Ayu Safitri Riris Sri Anindya Prima Refinanda Risa Putri Wulansari Risvya Faiz Nabila Roby Andriyansah Rosa Oktaviani Ruina Nur Fitria Rully Devita Sari Sanusi Sanusi Seftiana Mardikasari W Seinditya Arismawati Selfi Kurniawati Shaula Rahma Sholikatul Rahmin Sindi Ardila Yuliarisma Siti Zubaidah Handriani Sonia Laila Sonya Isrofia Azzahra Sri Sasmito Djati Sudarmiani Sudarmiani Supratiwi Nursatamala Swasti Maharani Syafina Putri Nurjanah Syaikhotun Nakhlahul Dzahabiyyah Syari Hanifah Tita Arsfenti Tri Endarwati Tri Nurvita Sari Tyas Utami Uun Unzila Mushofiroh Vara Erni Yuanita Viki Masruroh Viona Adinda Rosalina Wahyuning Pertiwi Wasilatul Murtafi’ah Widya Ambar Serly Widya Norma Ambardi Wikan Tiyasning Ariyanto Yoga Adi Pratama Yohannes Eko Prasetyo Yuliana Nindi Wardani Yuni Wulandari Yusmita Indrastuti Zahra Aurista Setiono Zahra Ramadhani