Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI MASA PENDEMIC COVID 19 PADA GURU TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN MADIUN: IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI MASA PENDEMIC COVID 19 Astri Eka Rahmawati; Siti Zubaidah Handriani; Anisa Anggun Setyaningsih; Ervinda Ika Nur Aysah; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Desember Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i2.3216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 pada Guru tingkat sekolah menengah atas. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu metode penelitian yang menuntut pengunaan banyak angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data yang telah didapat serta penampilan hasilnya. Pada penelitian ini media atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan menggunakan angket dan responden mengisi angket tersebut. Didalam angket tersebut mencakup beberapa pertanyaan secara tertulis untuk para guru pengajar di Sekolah Menengah Pertama yang dituju. Subjek dalam penelitian ini adalah para guru SMP di Kabupaten Madiun dan objek penelitian ini adalah implementasi guru SMP di Kabupaten Madiun terhadap kurikulum 2013 yang telah diterapkan di sekolah SMP. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa
MENGENAL SEJARAH DAN FILOSOFI SENI PERTUNJUKAN KEBUDAYAAN REOG PONOROGO “THE CULTURE OF JAVA” TARUNA ADHINANTA DI UNIVERSITAS PGRI MADIUN Ainun Fisabilillah; Darmadi Darmadi; Anisa Yunitasari; Mutiara Putri Rengganis; Reza Emelia Dayanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.4658

Abstract

Negara Indonesia terkenal sebagai negara dengan kesenian dan kebudayaannya yang beraneka ragam sehingga bangsa ini memiliki daya tarik tersendiri juga memiliki nilai yang tinggi terhadap seni dan budaya, karena keanekaragamannya maka seni dan budaya menjadi ciri khas dan identitas bangsa. Salah satu kesenian dan kebudayaan yang terkenal di Indonesia adalah reog. Reog adalah salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Tmur bagian barat laut dan ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Reog merupakan salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal - hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Reog merupakan identitas dan roh masyarakat Ponorogo. Secara terminologi kata Reog dan Ponorogo merupakan dua kata yang sulit untuk dipisahkan, ketika orang menyebut kota Ponorogo, maka dalam benak atau ingatannya adalah kesenian reog yang indah. Melekatnya kata Reog dan Ponorogo tidak bisa terlepas dari citra Reog Ponorogo yang sudah dikenal di Nusantara dan Mancanegara.
MENGGALI SEJARAH MONUMEN KRESEK SEBAGAI SAKSI PERISTIWA G-30S-PKI DI MADIUN BERDASARKAN RISET SEJARAH DI LINGKUNGAN SEKITAR Alifah Rizqy Fitriani; Ilham Arya Bima; Naeti Istiyan; Putri Nofisari; Regitha Aliffia Munawar; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.4757

Abstract

Pada masa revolusi Kemerdekaan Indonesia menghadapi beberapa tantangan. Moumen Kresek di Madiun menjadi daerah saksi kekejaman PKI pada tahun 1948. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui latar belakang pendirian Monumen Kresek di Desa Kresek, Kecamatan wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur; (2) Fungsi serta nilai-nilai sejarah yang terdapat pada Monumen Kresek; (3) Hubungan Monumen Kresek dengan peristiwa G-30S-PKI di Madiun. Dalam penilitian ini, data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pendirian Monumen Kresek di Madiun yaitu peristiwa G-30S-PKI; fungsi dari Monumen Kresek yaitu (a) fungsi rekreatif; (b) fungsi edukatif; (c) fungsi inspiratif; dan Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu : (a) patriotisme; (b) pendidikan; (c) keindahan; (d) persatuan dan kesatuan. (3) Hubungan Monumen Kresek dengan peristiwa G-30S-PKI yaitu untuk mengingat aksi pembantaian PKI di Madiun. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : selalu mengingat pahlawan yang telah gugur dalam peristiwa pemberontakan PKI di Madiun terutama pada anak muda.
SEJARAH DAN FILOSOFI REOG PONOROGO VERSI BANTARANGIN Andini Idha; Atik Aminah; Hernin Diah; Sonia Laila; Yusmita Indrastuti; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.4888

Abstract

Reog ponorogo adalah sebuah kesenian yang berasal dari daerah Ponorogo, JawaTimur. Kesenian ini banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan kesenian lainnya. Di samping itu, Reog Ponorogo juga memiliki nilai-nilai luhur kehidupan orang-orang Jawa. Meski demikian, tidak banyak masyarakat yang mengetahui tentang sejarah dan makna-makna di balik simbol-simbol dalam Reog Ponorogo. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggali sejarah dan filosofi Reog Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada ahli bidang kebudayaan Jawa, khususnya tentang Reog Ponorogo. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan sejarah dan filosofi Reog Ponorogo dalam versi Bantarangin.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X di SMKN 5 Kota Madiun Yoga Adi Pratama; Sanusi Sanusi; Darmadi Darmadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.62 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5825

Abstract

Matematika merupakan mata palajaran umum. Selain itu penerapan matematika juga sebagai alat bantu dalam memecahkan masalah kehidupan masyarakat. Di SMK Negeri 5 Kota Madiun prestasi belajar siswa khususnya kelas X tergolong rendah, terlihat dari nilai ulangan harian yang berada dibawah nilai KKM yaitu 77. Sedangkan siswa yang nilainya melebihi KKM masih jauh dari harapan. Disaat guru menjelaskan siswa kurang memperhatikan, cenderung pasif dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif yang memberikan kebebasan berpendapat, berfikir,dan belajar dengan cara berkelompok dengan siswa lainnya, lebih efektif dan siswa belajar bertanggng jawab kepada anggotanya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together. Tujuan dari penelitian adalah (1) Untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X di SMK N 5 Kota Madiun.(2) Untuk mengetahui seberapa besar efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X di SMK N 5 Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK N 5 Kota Madiun. Sampel penelitian adalah siswa kelas X OTP 3 kelas eksperimen dan X OTP 1 kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data (1) Studi dokumenter (2) Tes. Teknik analisis data yaitu uji t-test. Hasil penelitian menunjukan (1) Model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) efektif terhadap peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas X di SMK N 5 Kota Madiun dengan (2,017) > (1,672). (2) besarnya efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X di SMK N 5 Kota Madiun adalah sebesar , pada tabel interprestasi Cohen’s adalah 69% (tergolong sedang). Kata kunci: efektivitas model pembelajaran, pembelajaran model kooperatif, Number head Together, prestasi belajar
PENGARUH PENERAPAN K-13 TERHADAP SISTEM PEMBELAJARAN SD/MI DI KAB. MADIUN PADA MASA PANDEMI Fitria Rizqi Y; Ridzo Ayu Safitri; Hani’atul Mukharomah; Meliana Safitri; Darmadi Darmadi
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v2i1.144

Abstract

The curriculum is very important in educational management. Currently,  most  schools in Indonesia have implemented the 2013 curriculum as their basic reference. Yet, with a pandemic like this, the implementation of the 2013 curriculum has experienced problems for both teachers and students. Distant learning makes the student center method found in the 2013 curriculum more difficult to implement optimally. In addition, some problems were also felt by teachers, students, and even parents. The purpose of this study is to determine the application of K-13 during the current pandemic, to find out what obstacles faced by SD/MI during the pandemic, and to find out the learning system applied during the pandemic. This study used a qualitative method, namely semi structure interview with teachers/education personnels in several elementary schools in Madiun Regency, especially in South Madiun.
Analysis of Student Mistooks in Solving the Geometry Transformation Matter for Class IX SMPN 1 Geger Reviewed From The Stage of Polya Theory Ridho Ariyanto Nanda Putra; Sanusi Sanusi; Darmadi Darmadi
Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Vol 3 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Wisnuwardhana University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/jelmar.v3i1.76

Abstract

Mathematics is considered a difficult subject because the concepts studied are not well understood, so that in solving math problems students often make mistakes. This study aims to analyze mistooks and factors causing mistooks made by class IX students of SMPN 1 Geger in terms of the stages of Polya's theory. This type of research is qualitative research. Data collection techniques used in the form of written tests and interviews. The research subjects used were 4 students of class IXB who were identified as making mistakes in solving problems in terms of the stages of Polya's theory. Data analysis techniques in this study used data reduction, data presentation, data verification and conclusions. The results of this study indicate that the mistooks made by the four subjects were (1) at the stage of understanding the problem students did not write down information about the questions. (2) at the stage of preparing the plan the students did not write the completion plan and the students could not determine the formula to be used. (3) at the stage of implementing the plan the students did not write down the completion steps or incorrectly applied the formula according to what was asked in the question. (4) at the re-checking stage, students do not re-check their answers or re-check but not systematically. The factors causing these mistooks are (a) students cannot understand the questions, (b) poor time management of students, (c) students' habits in solving problems.
Pelatihan Pembuatan Herbarium Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Sekolah Dasar Di Desa Pajaran Kabupaten Madiun Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Darmadi Darmadi; Sudarmiani Sudarmiani; Sanusi Sanusi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10520

Abstract

Background: Literasi merupakan hal mendasar yang harus dimiliki peserta didik agar dapat menghadapi tantangan di era globalisasi. Budaya literasi ini perlu di terapkan sejak dini di berbagai lingkungan baik itu keluraga, masyarakat maupun di sekolah. Salah satu literasi yang dapat dikembangkan di level sekolah khususnya sekolah dasar adalah literasi sains. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan dan kemampuan literasi saina peserta didik di SDN Pajaran Kabupaten Madiun.melalui pelatihan pembuatan herbarium. Metode: Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah SDN pajaran, kabupaten Madiun. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pembelajaran dan evaluasi program. Hasil: Pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan dengan pelatihan pembuatan herbarium di SDN Pajaran Kabupaten Madiun merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi sains peserta didik. Adapun temuan-temuan yang diperoleh antara lain peningkatan keaktifan, motivasi, sikap peduli lingkungan, literasi sains, pengalaman pembuatan project dalam model PJBL. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pelatihan pembuatan herbarium dapat meningkatkan literasi sains peserta didik di SDN Pajaran Kabupaten Madiun. Motivasi belajar IPA meningkat 40%, Sikap peduli lingkungan meningkat 20% serta kemampuan literasi sains meningkat 35%.
Analisis Penerapan Asessmen Kompetensi Minimum (Akm) Terhadap Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kabupaten Magetan Zahra Ramadhani; Olivia Reza N; Didi Permadi Jaya Saputra; Muhammad Yusuf Afifullah; Darmadi Darmadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.863 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.62

Abstract

Pendidikan ataupun kurikulum saat pandemi seperti ini memang memiliki beberapa kendala salah satunya dalam hal penyelenggaraan Ujian Nasional. Kebijakan Kemendikbud dalam meluncurkan kurikulum baru sebagai pengganti Ujian Nasional yaitu AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang nantinya lebih berorientasi pada kemampuan dan kompetensi siswa maupun sekolah yang dilakukan secara bertahap. Asesmen Kompetensi Minimum menjadi penilaian atau pengukuran kompetensi secara mendasar secara literasi dan numerik yang mencakup evaluasi input,proses dan hasil yang bertujuan untuk meningkatkan dan memetakan kualitas pembelajaran, pengajaran dan layanan Pendidikan di masyarakat . Tujuan analisis ini untuk mengetahui sejauh mana kurikulum ini berjalan dengan sukses, dan sebagai evaluasi untuk guru ataupun siswa dalam mengembangkan asesmen kompetensi minimum kedepannya. Analisis ini menggunakan metode kuantitatif.
Implementasi Kurikulum 2013 pada Masa Pandemi COVID-19 Darmadi Darmadi; Kurnia Sekarsari; Miftakhul Jannah; Aulia Rahma; Melinda Saskia F.S
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.984 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.89

Abstract

Virus COVID-19 sangat berdampak di semua bidang, salah satunya bidang pendidikan. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini, pemerintah menerapkan kebijakan semua pembelajaran dilakukan jarak jauh/daring. Sebelum pandemi COVID-19 ini beberapa pihak sekolah menggunakan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini membuktikan bahwa kurikulum tersebut kurang sesuai dengan keadaan saat ini. Hal itu menjadikan pemerintah memiliki peran penting untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengeluarkannya kurikulum darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 pada saat pandemi COVID-19 yang lebih rincinya meliputi proses pembelajaran, kelebihan dan kekurangan penerapan Kurikulum 2013, efektifkah pembelajaran Kurikulum 2013 dilakukan saat pandemi, dan persiapan guru untuk pembelajaran selanjutnya di masa pandemi. Penelitian ini dilakukan melalui angket google form. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran Kurikulum 2013 yang dilakukan saat pandemi ternyata tidak efektif karena sangat memberatkan guru, siswa, dan orang tua. Untuk kelebihannya yaitu siswa dituntut untuk aktif, adanya penilaian dari semua aspek, standar penilaian berbasis kompetensi, dan munculnya pendidikan karakter, sedangkan kekurangannya adalah banyak guru yang belum siap, penguasaan teknologi dan informasi masih terbatas, dan kesusahan sinyal. Persiapan guru untuk pembelajaran selanjutnya di masa pandemi adalah guru dituntut untuk kreatif dan inovatif agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif meskipun pembelajaran dilakukan secara daring
Co-Authors Abdul Luqi Baidhowi Abdul Luqi Baidowi Achmad Ryan Ma'sum Saputra Adinda Putri Fajarsari Adzra Afifaf Mahmuda Adzra Afifah Mahmuda Aidilla Pratama Ainun Fisabilillah Akmal Hisyam Mikdadi Alifah Rizqy Fitriani Alifianing Kusuma Alrohma Nikmawati Triasroza Alwida Ardyanti Andini Idha Anggi Eka Wardani Anggi Puspitasari Anggraeni Diyah Anisa Anggun Setyaningsih Anisa Yunitasari Annisa Nurhidayati Mu'arif Annisa Teguh Ardhya Pramesthi Regita Iriandre Arin Safitri Arum Ariyani Astri Eka Rahmawati Asyifa Ramadhani Atik Aminah Aulia Rahma Ava Emalia Selviana Putri Avellina Miftakus Saadah Awaliyah Fajar Ayu Safitri Ayu Sri Wulandari Bima Adi Megantara Cicilia Novi Primiani Clariesa Alit Maharani Clarissa Okta Berliananda Dania Februana Dany Febriana Della Safera Devina Cholistarisa Dhea Putri Mujiastutik Didi Permadi Jaya Saputra Dinar Arie Pramesti Dinda Nursetiya Putri Dwi Amartani Suryaningputri Dwi Nabila Azahra Dwi Nataliasari Elma Velia Yuniarti Elzra Melasevix Endah Widiyowati Ernova Viorely Purba Ervina Astin Ratna Ayu Widiyastuti Ervinda Ika Nur Aysah Farahdila Damayanti Febri Listianadewi Febriana Nor Fadhilla Fitria Rizqi Y Haidar Ali Asnawi Hani'atul Mukharomah Hani’atul Mukharomah Harischa Isrothul Jannah Hendrisa Rizqie Romandoni Heni Yunita Wardani Hernin Diah Iin Musriyani Ika Hidayatul Masynuah Ilham Arya Bima Inani Mahmudah Indah Okta Widyawati Indra Puji Astuti Intan Diyah Pratiwi Iwanda Pranika Rosti Jam Jalani Nur Alami Juniar Retno Anggarini Juniva Syahira Karima Candra Sari Kevin Dedrick Budiarto Khoirotun Nisa Khusnul Siti Aliffia Kurnia Sekarsari Laura Ikhsa Andriani Leinze Rizqi Q.A. Lina Cahyawati Linggar Riski Palupi Lis Yanthi Nurhayati Lusi Tania Maiata Devi Ariska Maissy Febiana Maylinda Dwi Astuti Meganis Styorini Meinanda Putri Zalsabella Meliana Safitri Melinda Saskia F.S Melinia Putri Wardani Miftakhul Jannah Mila Masruroh Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Afifullah Mutiara Oktavia Mutiara Putri Rengganis Naeti Istiyan Nanang Setiawan Nanik Haryati Naora Tsani Nartini Nartini Nartini Nartini Nur Halifah Rahmawati Sukirno Nurul Janahti Olivia Reza N Parningotan Sinaga Pebriani Rahmawati Pujiati Pupung Puspita Ningrum Putri Nofisari Putri Nur Azizah Putri Wibisono Rahel Elsa Dwi Putri Ratih Mila Rani Regitha Aliffia Munawar Retno Akmalia Reza Emelia Dayanti Riani Purwaningsih Ridho Arianto Nanda Putra Ridho Ariyanto Nanda Putra Ridzo Ayu Safitri Riris Sri Anindya Prima Refinanda Risa Putri Wulansari Risvya Faiz Nabila Roby Andriyansah Rosa Oktaviani Ruina Nur Fitria Rully Devita Sari Sanusi Sanusi Seftiana Mardikasari W Seinditya Arismawati Selfi Kurniawati Shaula Rahma Sholikatul Rahmin Sindi Ardila Yuliarisma Siti Zubaidah Handriani Sonia Laila Sonya Isrofia Azzahra Sri Sasmito Djati Sudarmiani Sudarmiani Supratiwi Nursatamala Swasti Maharani Syafina Putri Nurjanah Syaikhotun Nakhlahul Dzahabiyyah Syari Hanifah Tita Arsfenti Tri Endarwati Tri Nurvita Sari Tyas Utami Uun Unzila Mushofiroh Vara Erni Yuanita Viki Masruroh Viona Adinda Rosalina Wahyuning Pertiwi Wasilatul Murtafi’ah Widya Ambar Serly Widya Norma Ambardi Wikan Tiyasning Ariyanto Yoga Adi Pratama Yohannes Eko Prasetyo Yuliana Nindi Wardani Yuni Wulandari Yusmita Indrastuti Zahra Aurista Setiono Zahra Ramadhani