Claim Missing Document
Check
Articles

MITOS - MITOS KEHIDUPAN SEBAGAI CIRI KHAS PADA MASYARAKAT JAWA KHUSUSNYA BERADA DI DESA MANISREJO, KECAMATAN TAMAN, KOTA MADIUN Dwi Amartani Suryaningputri; Dwi Nabila Azahra; Syafina Putri Nurjanah; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10157

Abstract

Mitos merupakan salah-satu kepercayaan yang di ikuti dan memiliki kaitan yang sangat erat dengan budaya masyarakat jawa khususnya Kota Madiun, karena budaya jawa selalu mengangkat mitos dalam ritual-ritual yang dilaksanakan. Jenis mitos yang ada di Kota Madiun sangat banyak ragamnya, contohnya : Kerokan Bisa Menyembuhkan Masuk Angin, Menyapu Tidak Bersih Nanti Suaminya Brewokan, Burung Gagak Menandakan Ada Yang Meninggal, Anak Gadis Makan Di Depan Pintu, Keluar Saat Magrib, Bangun Siang Rejeki Dipatok Ayam. Itu merupakan suatu tradisi yang muncul dari dulu hingga sekarang yang masih di percaya oleh masyarakat jawa khususnya masyarakat Kota Madiun, terutama di Desa Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah mitos dan untuk mengkaji kebenaran dari mitos yang dimunculkan tersebut. Artikel ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bertempat di Desa Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif secara lisan maupun tulisan tentang orang-orang dan perilaku yang diamati. Dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa Mitos yang ada di masyarakat adalah suatu kepercayaan masyarakat sekitar, kepercayaan terhadap mitos-mitos tersebut berasal dari sesepuh mereka yang dahulu, hingga sekarang masih terus bertahan dan menjadi suatu kepercayaan masyarakat sekitar.
BUDAYA BROKOHAN KELAHIRAN BAYI DI DESA JATIREJO, KECAMATAN WONOASRI, KABUPATEN MADIUN Riani Purwaningsih; Rahel Elsa Dwi Putri; Alrohma Nikmawati Triasroza; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10206

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah (a) Bagaimanakah deskripsi upacara upacara brokohan kelahiran bayi di Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. (b) Bagaimanakah deskripsi makna dan fungsi upacara upacara brokohan kelahiran bayi di Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. (c) Bagaimanakah pandangan rasionalisme tentang upacara brokohan kelahiran bayi di Desa Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan arketipal, antropologi budaya dan antropologi sastra. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian kualitatif, penelitian yang tidak menggunakan angka sebagai data. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini berupa data kata-kata atau tindakan orang yang diwawancarai atau diamati. Sumber data utama adalah catatan hasil wawancara dan observasi dengan narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi aspek simbolisme yaitu bentuk atau lambang, makna, dan fungsi, serta pandangan rasionalisme dari budaya brokohan kelahiran bayi. Masyarakat Jawa menganggap budaya brokohan kelahiran bayi, sebagai ritual yang patut diperhatikan secara khusus. Karena pada hakikatnya, tradisi ini adalah memohon keselamatan kepada Allah SWT agar anak yang telah dilahirkan sehat, selamat, dan selalu mendapatkan rezeki yang lancar
TRADISI TINGKEBAN (SYUKURAN TUJUH BULANAN IBU HAMIL) PADA MASYARAKAT JAWA KHUSUSNYA BERADA DI DESA BAJULAN, KECAMATAN SARADAN, KABUPATEN MADIUN Devina Cholistarisa; Tyas Utami; Naora Tsani; Leinze Rizqi Q.A.; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10222

Abstract

Tradisi tingkeban adalah upacara adat Jawa dalam rangka 7 bulanan bayi dalam kandungan atau upacara 7 bulanan kehamilan. Tingkeban merupakan upacara terakhir sebelum kelahiran, yang digunakan untuk mendoakan ibu dan calon bayi agar selamat dan lahir normal. Nama "mitoni", yang berasal dari kata "pitu", atau "tujuh", adalah nama lain dari tradisi tingkeban. Upacara adat yang dilakukan untuk menghormati tujuh bulan kehamilan inilah yang dimaksud dengan mitoni. Dalam budaya Jawa, tingkeban atau mitoni adalah kebiasaan lama yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Upacara tingkeban ini konon sudah ada sejak zaman Kerajaan Kediri di bawah kekuasaan Raja Jayabaya. Dalam tata cara pelaksanaan upacara adat tingkepan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu, membuat rujak; siraman calon ibu; memasukkan telur ayam kampung; berganti nyamping sebanyak tujuh kali; pemutusan lawe atau janur kuning; membelah kelapa gading; selamatan; hidangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang disediakan dalam upacara tingkepan
MENGENAL UPACARA ADAT ISTIADAT KEMATIAN: MANGONGKAL HOLI DAN NYEWU TRADISI TURUN-TEMURUN DAERAH MEDAN DAN JAWA Tri Nurvita Sari; Laura Ikhsa Andriani; Parningotan Sinaga; Darmadi Darmadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5 Nomor 2 Desember Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i2.10284

Abstract

Indonesia sangat luas dengan wilayahnya, seperti yang kita ketahui ada banyak pulau dan juga termasuk ada suku-suku di pedalaman sana. Sehingga memiliki berbagai kearifan lokal yang sangat banyak yaitu dari banyaknya tradisi-tradisi di berbagai daerah, misalnya saja yaitu di daerah Medan tepatnya ada di Provinsi Sumatra ini memiliki hampir mempunyai kesamaan tradisi di daerah Jawa. Biasanya untuk masyarakat Medan yang memeluk keyakinan agama Kristen Katholik di setiap 5 tahun setelah ada salah satu keluarga atau kerabat yang meninggal akan diadakan tradisi “Mangongkal Holi” yaitu memindahkan tulang-belulang ketempat yang lebih layak (tinggi) yang berarti mendekatkan arwah itu kepada penciptanya, tradisi ini hampir sama yang ada di daerah Jawa, tetapi tradisi yang ada di daerah Jawa ini biasanya dilakukan untuk masyarakat yang memeluk agama Islam. Dengan adanya perkembangan zaman sudah banyak masyarakat setempat di daerah jawa yang beragama Islam tidak melakukan tradisi yang bernama “Selametan Nyewu”. Tujuan diadakan selametan tersebut untuk mendo’akan orang yang telah pergi dari dunia ini, agar di kehidupan yang baru lebih di dekatkan pada sang tuhan, dan di percaya juga mampu meringankan dosa-dosa semasa hidup di dunia.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS DISKURSUS MULTI REPRESENTASI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Meinanda Putri Zalsabella; Swasti Maharani; Darmadi Darmadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.8229

Abstract

Bahan ajar yang digunakan di SMPN 02 Wungu masih bersifat konvensional. Pada proses pembelajaran matematika peserta didik hanya memahami materi melalui buku dan penjelasan dari guru sehingga tidak ada timbal balik komunikasi. Selama proses pembelajaran peserta didik terlihat tidak antusias. Belum banyak materi yang menggunakan LKPD sebagai bahan ajar. Agar peserta didik mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, antusias dan kemapuan berpikir abstrak dalam pembelajaran, peneliti mengembangkan E-LKPD dengan model pembelajaran Diskursus Multi Representasi menggunakan website interaktif Live Worksheets untuk materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode pengembangan atau sering disebut RnD (Research and Development). Penelitian pengembangan ini memakai model pengembangan ADDIE. Kevalidan bahan ajar E-LKPD berbasis Diskursus Multi Representasi (DMR) adalah valid. Pada penelitian yang telah dilaksanakan E-LKPD memperoleh persentase kevalidan sebesar 82,5%. Angket respon peserta didik memperoleh persentase kevalidan sebesar 87,78%. Kepraktisan bahan ajar E-LKPD berbasis Diskursus Multi Representasi (DMR) termasuk kedalam kategori sangat praktis ditinjau dari hasil angket respon peserta didik SMPN 02 Wungu yang menunjukkan 85,42 % pada uji coba terbatas dan 86,88% pada uji lapangan. Sehingga bahan ajar E-LKPD berbasis Diskursus Multi Representasi (DMR) layak untuk digunakan dan diterapkan serta dapat membantu proses kegiatan pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir abstrak peserta didik.
ANALISIS MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI SOAL YANG DIBERIKAN GURU Darmadi Darmadi; Sanusi Sanusi; Muhammad Rifai; Nartini Nartini
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2023): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v1i3.73

Abstract

Minat dapat mempengaruhi prestasi atau hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis minat belajar matematika siswa ditinjau dari permasalahan yang diberikan oleh guru. Penelitian kualitatif dilakukan pada subjek penelitian yaitu siswa kelas 5 salah satu sekolah dasar di Kota Madiun. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu dengan untuk konfirmasi atas jawaban subjek. Analisis data dilakukan secara interpretasi, interaktif, kategorisasi sampai diperoleh kesimpulan. Tidak sedikit soal yang digunakan guru dalam tes tidak benar pada kasus ini soal bentuk pilihan ganda, yaitu jawaban yang seharusnya tidak ada pada alternatif jawaban yang diberikan karena kurangnya informasi, kurangnya ketelitian perhitungan, atau kurangnya lengkap soal. Siswa menggunakan kreativitasnya untuk menyelesaikan soal yang tidak benar dengan menggunakan cara yang biasa atau cara seharusnya, menggunakan cara yang melanggar aturan meskipun menyadari bahwa hal itu melanggar aturan pada matematika, karena percaya diri siswa hilang, siswa mencoba melihat penyelesaian temannya meskipun mengetahui bahwa hal itu melanggar aturan ujian, mungkin secara tidak sengaja, siswa mengganggu teman lainnya dalam menyelesaikan soal. Soal tes yang tidak benar dapat menurunkan minat belajar matematika siswa yang ditunjukan dengan ungkapan bahwa matematika itu sulit, mulai tidak suka belajar matematika, menjadi tidak pernah bertanya meskipun tidak paham dan nilai matematikanya kurang.
Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Talking Stick pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Madiun Tahun Pelajaran 2023/2024 Lusi Tania; Darmadi Darmadi; Sri Sasmito Djati
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6026

Abstract

Through this research, we aim to evaluate the effectiveness and impact of implementing the Talking Stick Learning model on the learning outcomes of class VII students. This type of research is Classroom Action Research (PTK) using qualitative and quantitative analysis. Classroom Action Research is a research method carried out by teachers in the classroom as part of their role as educators. This research was carried out at SMPN 3 Madiun City, Mangunharjo District, Madiun City in class VII. The data collection technique in this research is through observation sheets and posttest test questions. This research uses Kurt Lewin's cycle model which is carried out in two cycles. The data analysis used is qualitative and quantitative data analysis. The qualitative analysis used is the Miles and Hubberman model which includes: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification data. Based on the results of research regarding improving learning outcomes for class VII students using the Talking Stick Learning model at SMPN 3 Madiun, Kec. Mangunharjo can conclude that there has been an increase in learning outcomes obtained by elementary school students. This is proven by the results of the percentage of completeness scores in the pre-cycle of only 18.75%, where the percentage of completeness is because the teacher has not implemented the Talking Stick Learning model. Then, after the teacher implemented the model and media, there was an increase in learning outcomes, namely in cycle I with a completion percentage of 75.00%. And in cycle II there was an increase again with a percentage of 87.50%. From the results carried out, it is known that the Talking Stick Learning model has an impact on student learning outcomes at SMPN 3 Madiun.
Pemanfaatan IT pada Mata Kuliah Desain Thinking untuk Menghasilkan Media Pembelajaran yang Inovatif Darmadi Darmadi; Sanusi Sanusi; Nanik Haryati
Computing and Education Technology Journal Vol 4, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Pendidikan Komputer FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/cetj.v4i1.12171

Abstract

Pengaruh kemajuan IT dan perubahan zaman menuntut banyak perubahan di bidang pendidikan dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi pemanfaatan IT selama pembelajaran desain thinking dengan alasannya. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif-deskriptif sederhana. Subjek penelitian adalah mahasiswa PPG dalam jabatan Universitas PGRI Madiun angkatan 1 dan 2 tahun 2024 yang berjumlah total 55 mahasiswa. Data diperoleh menggunakan observasi dan wawancara semi terstruktur. Triangulasi metode dan waktu digunakan untuk memvalidasi data. Analisis data dilakukan pada data yang valid sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai hasil penelitian. Selain pemanfaatan LMS dalam pembelajaran, mahasiswa memfaatakan IT dalam pemebalajran desaign thinking. Pemanfaatan IT dilakukan mahasiswa pada tahap idea dan prototype. Pada tahap empati, define, dan tes mahasiswa tidak memanfaatkan IT. Pada tahap empati, mahasiswa tidak memanfaatkan IT karena wawancara yang dilakukan tidak mendalam. Pada tahap define, mahasiswa tidak memanfaatkan IT karena pembelajaran dilakukan sedara luring. Pada tahap idea, mahasiswa memanfaatkan IT untuk mendapatkan kebaruan dari idenya melalui youtube, buku elektronik, atau artikel-jurnal. Pada tahap prototype, beberapa mahasiswa mengembangkan media berbasis IT. Pada tahap tes, mahasiswa tidak memanfaatkan IT karena terlalu fokus ke perbaikan prototype yang dikembangkan.
Analisis Kesalahan Konsep dalam Penyelesaian Soal Pembagian Siswa Sekolah Dasar Anggraeni Diyah; Ervinda Ika Nur Aysah; Febriana Nor Fadhilla; Widya Ambar Serly; Darmadi Darmadi
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v1i2.100

Abstract

Pemahaman konsep matematis menjadi dasar bagi siswa untuk memahami serta menyelesaikan permasalahan matematika, khususnya dalam operasi hitung. Hal ini dikarenakan, operasi hitung merupakan dasar yang harus dikuasai oleh siswa pada jenjang sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep yang dipahami siswa sekolah dasar mengenai operasi pembagian, serta mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam memahami konsep pembagian pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa dari SDN Bangunsari 02, SDN Bangunsari 03, dan SDN Krandegan yang terdiri dari 2 siswa kelas III, dan 4 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat butir soal pembagian yang terdiri dari pembagian satuan dengan satuan, satuan dengan puluhan, serta puluhan dengan puluhan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan dalam deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa siswa sekolah dasar yang kurang memahami konsep pembagian, tetapi terdapat juga beberapa siswa yang sudah memahami konsep pembagian. Hal ini disebabkan oleh pemahaman siswa yang berbeda-beda terhadap konsep pembagian.
Pelatihan Pembuatan Herbarium Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Sekolah Dasar Di Desa Pajaran Kabupaten Madiun Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Darmadi Darmadi; Sudarmiani Sudarmiani; Sanusi Sanusi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i3.10520

Abstract

Background: Literasi merupakan hal mendasar yang harus dimiliki peserta didik agar dapat menghadapi tantangan di era globalisasi. Budaya literasi ini perlu di terapkan sejak dini di berbagai lingkungan baik itu keluraga, masyarakat maupun di sekolah. Salah satu literasi yang dapat dikembangkan di level sekolah khususnya sekolah dasar adalah literasi sains. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan dan kemampuan literasi saina peserta didik di SDN Pajaran Kabupaten Madiun.melalui pelatihan pembuatan herbarium. Metode: Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah SDN pajaran, kabupaten Madiun. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pembelajaran dan evaluasi program. Hasil: Pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan dengan pelatihan pembuatan herbarium di SDN Pajaran Kabupaten Madiun merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi sains peserta didik. Adapun temuan-temuan yang diperoleh antara lain peningkatan keaktifan, motivasi, sikap peduli lingkungan, literasi sains, pengalaman pembuatan project dalam model PJBL. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pelatihan pembuatan herbarium dapat meningkatkan literasi sains peserta didik di SDN Pajaran Kabupaten Madiun. Motivasi belajar IPA meningkat 40%, Sikap peduli lingkungan meningkat 20% serta kemampuan literasi sains meningkat 35%.
Co-Authors Abdul Luqi Baidhowi Abdul Luqi Baidowi Achmad Ryan Ma'sum Saputra Adinda Putri Fajarsari Adzra Afifaf Mahmuda Adzra Afifah Mahmuda Aidilla Pratama Ainun Fisabilillah Akmal Hisyam Mikdadi Alifah Rizqy Fitriani Alifianing Kusuma Alrohma Nikmawati Triasroza Alwida Ardyanti Andini Idha Anggi Eka Wardani Anggi Puspitasari Anggraeni Diyah Anisa Anggun Setyaningsih Anisa Yunitasari Annisa Nurhidayati Mu'arif Annisa Teguh Ardhya Pramesthi Regita Iriandre Arin Safitri Arum Ariyani Astri Eka Rahmawati Asyifa Ramadhani Atik Aminah Aulia Rahma Ava Emalia Selviana Putri Avellina Miftakus Saadah Awaliyah Fajar Ayu Safitri Ayu Sri Wulandari Bima Adi Megantara Cicilia Novi Primiani Clariesa Alit Maharani Clarissa Okta Berliananda Dania Februana Dany Febriana Della Safera Devina Cholistarisa Dhea Putri Mujiastutik Didi Permadi Jaya Saputra Dinar Arie Pramesti Dinda Nursetiya Putri Dwi Amartani Suryaningputri Dwi Nabila Azahra Dwi Nataliasari Elma Velia Yuniarti Elzra Melasevix Endah Widiyowati Ernova Viorely Purba Ervina Astin Ratna Ayu Widiyastuti Ervinda Ika Nur Aysah Farahdila Damayanti Febri Listianadewi Febriana Nor Fadhilla Fitria Rizqi Y Haidar Ali Asnawi Hani'atul Mukharomah Hani’atul Mukharomah Harischa Isrothul Jannah Hendrisa Rizqie Romandoni Heni Yunita Wardani Hernin Diah Iin Musriyani Ika Hidayatul Masynuah Ilham Arya Bima Inani Mahmudah Indah Okta Widyawati Indra Puji Astuti Intan Diyah Pratiwi Iwanda Pranika Rosti Jam Jalani Nur Alami Juniar Retno Anggarini Juniva Syahira Karima Candra Sari Kevin Dedrick Budiarto Khoirotun Nisa Khusnul Siti Aliffia Kurnia Sekarsari Laura Ikhsa Andriani Leinze Rizqi Q.A. Lina Cahyawati Linggar Riski Palupi Lis Yanthi Nurhayati Lusi Tania Maiata Devi Ariska Maissy Febiana Maylinda Dwi Astuti Meganis Styorini Meinanda Putri Zalsabella Meliana Safitri Melinda Saskia F.S Melinia Putri Wardani Miftakhul Jannah Mila Masruroh Muhammad Rifai Muhammad Yusuf Afifullah Mutiara Oktavia Mutiara Putri Rengganis Naeti Istiyan Nanang Setiawan Nanik Haryati Naora Tsani Nartini Nartini Nartini Nartini Nur Halifah Rahmawati Sukirno Nurul Janahti Olivia Reza N Parningotan Sinaga Pebriani Rahmawati Pujiati Pupung Puspita Ningrum Putri Nofisari Putri Nur Azizah Putri Wibisono Rahel Elsa Dwi Putri Ratih Mila Rani Regitha Aliffia Munawar Retno Akmalia Reza Emelia Dayanti Riani Purwaningsih Ridho Arianto Nanda Putra Ridho Ariyanto Nanda Putra Ridzo Ayu Safitri Riris Sri Anindya Prima Refinanda Risa Putri Wulansari Risvya Faiz Nabila Roby Andriyansah Rosa Oktaviani Ruina Nur Fitria Rully Devita Sari Sanusi Sanusi Seftiana Mardikasari W Seinditya Arismawati Selfi Kurniawati Shaula Rahma Sholikatul Rahmin Sindi Ardila Yuliarisma Siti Zubaidah Handriani Sonia Laila Sonya Isrofia Azzahra Sri Sasmito Djati Sudarmiani Sudarmiani Supratiwi Nursatamala Swasti Maharani Syafina Putri Nurjanah Syaikhotun Nakhlahul Dzahabiyyah Syari Hanifah Tita Arsfenti Tri Endarwati Tri Nurvita Sari Tyas Utami Uun Unzila Mushofiroh Vara Erni Yuanita Viki Masruroh Viona Adinda Rosalina Wahyuning Pertiwi Wasilatul Murtafi’ah Widya Ambar Serly Widya Norma Ambardi Wikan Tiyasning Ariyanto Yoga Adi Pratama Yohannes Eko Prasetyo Yuliana Nindi Wardani Yuni Wulandari Yusmita Indrastuti Zahra Aurista Setiono Zahra Ramadhani