Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata Melalui Community Based Tourism (CBT) di Nagari Painan Selatan Irwan Irwan; Felia Siska; Yenni Melia; Elvawati Elvawati; Yenita Yatim; Neffi Sulkaisi; Nefilinda Nefilinda
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i3.933

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh potensi wisata alam dan budaya yang besar namun belum dikelola secara optimal oleh masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata di Nagari Painan Selatan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendampingan langsung dalam penyusunan rencana pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep CBT, terbentuknya kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta perumusan strategi pengembangan wisata lokal. Kesimpulannya, dengan pendekatan yang tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, pengembangan pariwisata berbasis CBT sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya lokal.
Faktor Kebertahanan Nelayan Tradisional Diva Yolanda; Elvawati; Waza Karia Akbar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4135

Abstract

Abstrak Perubahan mata pencaharian nelayan menjadi penyedia ATV(All Terrain Vehicle) memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi nelayan tradisional. Pekerjaan sebagai penyedia ATV merupakan suatu pekerjaan yang beresiko kerja rendah dibandingkan dengan pekerjaan sebagai nelayan. Meskipun begitu masih banyak nelayan tradisional yang masih bertahan dengan pekerjaan utamanya yaitu sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsi faktor kebertahanan nelayan tradisional setelah masuknya ATV di Pantai Nagari Sasak Kabupaten Pasaman Barat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Penelitian dilakukan di di Pantai Sasak Kecamatan Sasak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskripstif. Penarikan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah informan 15 nelayan Tradisional. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kebertahanan nelayan tradisional adalah karena adanya keterbatasan modal, baik secara finansial maupun keterbatasan kepemilikan lahan, selain itu adanya keterbatasan pengetahuan dalam marketing, keterbatasan kepemilikan aset dan keterbatasan usia. Kata Kunci: Faktor Kebertahanan, Nelayan Tradisional, Masyarakat Pesisir Abstract The change in fishermen's livelihoods to become ATV (All Terrain Vehicle) providers has an impact on the socio-economic life of traditional fishermen. work as an ATV provider is a low-risk job compared to work as a fisherman. Even so, there are still many people who survive with their main job as fishermen. The purpose of this study was to describe the survival factors for traditional fishermen to enter ATV (All Terrain Vehicle) at Nagari Sasak Beach, West Pasaman Regency. The theory used in this study is the theory of social action proposed by Max Weber. The research was conducted in Sasak Beach, Sasak District. This study uses qualitative research methods with descriptive research type. Withdrawal of informants is done by purposive sampling technique, with the informants are people who still survive as fishermen. The data collection method in this study begins with observation, in-depth interviews, and document studies. Data analysis was carried out in several stages, namely, data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the factors causing the survival of traditional fishermen were limited capital, both financially and limited land ownership, in addition to limited knowledge in marketing, both from asset ownership and age limitations. Keywords: Survival Factors, Traditional Fishermen, Coastal Communities
Adaptation Strategies for Sustaining the Economic Livelihood of Single-Parent Female Agricultural Labor in Nagari Koto Salak, Dharmasraya Rara Aprilia Pramudita; Firdaus Firdaus; Elvawati Elvawati
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i1.10274

Abstract

This study examines the adaptation strategies of single-parent female farm labor in Nagari Koto Salak, Dharmasraya Regency, who face multiple social and economic challenges. With unstable incomes below the regional minimum wage, they are solely responsible for household needs, including daily consumption and children’s education, while constrained by low education levels, limited access to resources, and minimal social support. Using John W. Bennett’s (1976) framework of adaptation strategies—behavioral, tactical, and process—this research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and document analysis, involving eight main informants and eight supporting informants selected through purposive sampling. The findings reveal three key strategies: reducing consumption (behavioral), utilizing household resources, seasonal savings groups (arisan), income diversification, and borrowing (tactical), as well as participation in social groups such as dasawisma, religious study groups, and farmer groups (process). These strategies highlight the resilience and adaptive capacity of women in sustaining family livelihoods under vulnerable conditions.