p-Index From 2021 - 2026
6.669
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Profetika AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Al-Hikmah TAHKIM Jurnal Yudisial Nizham Journal of Islamic Studies Refleksi Pembelajaran Inovatif Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia ISLAM NUSANTARA: Journal for the Study of Islamic History and Culture Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Akademika : Jurnal Pemikiran Islam At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Millah: Journal of Religious Studies al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Jurnal Sejarah Peradaban Islam Eduslamic: Jurnal Pendidikan Islam dan Keagamaan El Dusturie: Jurnal Hukum dan Perundang-undangan Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) MASADIR: Jurnal Hukum Islam As-Salam: Journal Islamic Social Sciences And Humanities Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Munazzama Journal of Islamic Management and Pilgrimage SiRad: Pelita Wawasan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Kebijakan Fiskal pada Masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab: Analisis Historis dan Implikasinya dalam Ekonomi Islam Rahma, Atika; Imawan, Dzulkifli Hadi
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol6.iss1.art5

Abstract

[Penelitian ini menganalisis penerapan kebijakan fiskal pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab serta relevansinya dalam ekonomi Islam modern. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana kedua khalifah menerapkan prinsip-prinsip keuangan negara, termasuk pengelolaan pendapatan, distribusi kekayaan, serta mekanisme pengeluaran dalam rangka menyejahterakan umat. Dengan metode penelitian historis dan analisis kebijakan, studi ini menemukan bahwa kebijakan fiskal yang diterapkan berlandaskan pada prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial. Abu Bakar menitikberatkan pada distribusi zakat dan pemberdayaan masyarakat miskin, sedangkan Umar bin Khattab mengembangkan sistem administrasi keuangan yang lebih terstruktur dan memperkenalkan konsep Baitul Mal sebagai institusi fiskal negara. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal di era Khulafaur Rasyidin memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam perspektif Islam. [This study analyzes the implementation of fiscal policy during the caliphates of Abu Bakr and Umar bin Khattab and its relevance to modern Islamic economics. The primary focus of this research is on how these two caliphs applied state financial principles, including revenue management, wealth distribution, and expenditure mechanisms to ensure the welfare of the people. Using historical research methods and policy analysis, this study finds that the fiscal policies implemented were based on the principles of justice, transparency, and social welfare. Abu Bakr emphasized zakat distribution and poverty alleviation, while Umar bin Khattab developed a more structured financial administration system and introduced the concept of Baitul Mal as a state fiscal institution. These findings suggest that the fiscal policies of the Rashidun Caliphs made significant contributions to sustainable economic development from an Islamic perspective.]
Hak Asasi Manusia dalam UU No. 39 Tahun 1999 Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Yusuf Qardhawi Ulum, Ziadil Ulum; Imawan, Dzulkifli Hadi
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 6 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol6.iss2.art10

Abstract

Human rights are a fundamental foundation of human dignity that cannot be abolished and serve as the basis of justice, freedom, and peace. Indonesia affirms this commitment through Law No. 39 of 1999 on Human Rights, which comprehensively regulates civil, political, economic, social, and cultural rights. This study aims to examine the implementation of human rights values within the law from the perspective of Yusuf Qardhawi’s Maqāṣid al-Syarī‘ah. The research employs a qualitative method using library research with historical-normative and socio-juridical approaches. Primary data are derived from Yusuf Qardhawi’s works on the concept of maqāṣid, while secondary data come from relevant academic literature on human rights and applicable legal instruments. The findings indicate that the provisions of Law No. 39 of 1999 are consistent with the core principles of Maqāṣid al-Syarī‘ah, namely the preservation of religion (ḥifẓ al-dīn), life (ḥifẓ al-nafs), intellect (ḥifẓ al-‘aql), lineage (ḥifẓ al-nasl), and property (ḥifẓ al-māl). In addition, Yusuf Qardhawi introduces an additional principle, the preservation of dignity (ḥifẓ al-‘irḍ), which is particularly relevant in modern contexts. An analysis of key articles of the law confirms that the protection of the right to life, freedom of expression, equality before the law, and socio-cultural rights represents the actualization of maqāṣid within the framework of contemporary legal systems. Therefore, Law No. 39 of 1999 can be regarded not only as an instrument fulfilling international human rights standards but also as one that aligns with the framework of maqāṣid al-syarī‘ah in realizing justice, public welfare, and respect for human dignity. [Hak asasi manusia merupakan fondasi fundamental martabat manusia yang tidak dapat dihapuskan serta menjadi dasar keadilan, kebebasan, dan perdamaian. Indonesia menegaskan komitmen tersebut melalui Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang mengatur hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai hak asasi manusia dalam undang-undang tersebut dari perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Yusuf Qardhawi. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan historis-normatif dan yuridis-sosiologis. Data primer diperoleh dari karya-karya Yusuf Qardhawi terkait konsep maqāṣid, sedangkan data sekunder berasal dari literatur akademik mengenai hak asasi manusia serta perangkat hukum nasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substansi Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 selaras dengan prinsip-prinsip utama Maqāṣid al-Syarī‘ah, yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Yusuf Qardhawi menambahkan satu prinsip tambahan, yakni menjaga kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ), yang relevan dalam konteks modern. Analisis terhadap pasal-pasal utama undang-undang menegaskan bahwa perlindungan hak hidup, kebebasan berpendapat, persamaan di hadapan hukum, serta jaminan sosial-budaya merupakan aktualisasi prinsip maqāṣid dalam kerangka hukum kontemporer. Dengan demikian, Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tidak hanya memenuhi standar hak asasi manusia internasional, tetapi juga konsisten dengan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah dalam mewujudkan keadilan, kemaslahatan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.]
Pemikiran Fikih Sosial K.H. Sahal Mahfudh Dalam Manajemen Zakat Untuk Memajukan Ekonomi Ummat Kunari, Kunari; Dzulkifli Hadi Imawan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i2.1091

Abstract

Kajian fikih selama ini cenderung teoritis, sehingga sering terlihat tidak sesuai dengan realitas kehidupan yang praktis. Oleh karena itu, perubahan mindset pada fikih sangat mungkin diperlukan supaya menjadi lebih realistis dan praktis. Hal inilah yang direspon oleh Kiai Sahal Mahfudh dalam mencetuskan fikih diluar daripada biasanya, yaitu fikih sosial. Alasan tersebut yang membuat tulisan ini membahas bagaimana konsep fikih sosial Kiai Sahal Mahfudh dalam manajemen zakat untuk ekonomi umat. Adapun jenis penelitian ini menggunakan methode kualitatif dengan penelitian pustaka, Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kiai Sahal Mahfud telah mengimplementasikan fikih sebagai sarana melaksanakan aksi sosial untuk mencari solusi terhadap problem-problem sosial yang sedang dihadapi oleh masyarakat, misalnya kemiskinan, minimnya kretivitas serta produktivitas ekonomi. Pemikiran Kiai Sahal Mahfudh terhadap manajemen zakat merupakan kehadiran fikih sebagai solusi atas masalah-masalah sosial yang dihadapai umat. Tentunya, pengelolaan zakat yang dibarengi dengan manajemen yang baik, bagi yang ingin usaha diberikan modal usaha, bagi yang ingin bekerja dengan alat akan diberikan alat sesuai dengan keahliannya.
الشيخ محمد نووي البنتني الجاوي المكي وجهوده الدعوية في القرن التاسع عشر الميلادي Imawan, Dzulkifli Hadi
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 1 No 01 (2018): Islam Nusantara Civilizaton
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.105 KB) | DOI: 10.51925/inc.v1i01.9

Abstract

This paper is about to discuss a scholar of Nusantara in Haramain who has a major role in the development of da’wah and intellectuals in the Islamic world in the 19th century ADthe 19th-20th century AD was the golden age of the scholar of Nusantara in Haramain because of the quantity and quality of those who did not exist before or since. But the traces of their da’wah are not widely known by the present generation like Shaykh Muhammad Nawawi al-Bantani. Therefore, thisstudy will discuss the history of one of Nusantara scholar in Haramain, Shaykh Muhammad Nawawi al-Bantani by taking the focus of his study of dakwah and his intellectual contribution in the Islamic world.The study used is a study of literature on the biography of Haramain scholars, especially the literary sources that discussed Shaykh Nawawi al-Bantani. the results of this study suggest that Shaikh Muhammad Nawawi al-Bantani was a great Haramain scholar who came from the archipelago, and he was well known by the Haramain scholars of his time. he has spent his life to preach both verbally (ta’lim), writings (kitabah), and examples (qudwah) by clinging to al-sunnah waal-jamaah’s manhaj in aqidah, Shafi’s school in Sharia and Sunni tasawuf. From the influence of his da’wah, he has given birth to many great scholars and many helpful Islamic repertoire both materially and intellectually.