Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi budidaya anggrek lokal berbasis konservasi untuk mahasiswa pertanian dan kehutanan Nurul Hidayati; Sari Marlina; Rita Rahmaniati; Pienyani Rosawanti; Mariati Mariati; Kamaliah Kamaliah; Djoko Eko Hadi Susilo; Fahruddin Arfianto; Hariyadi Hariyadi; Siti Rahmah; Hengki Agustino; Mahdiani Mahdiani; Afifah Kiki Dwi Wulandari; M. Iqbal Hidayat; Jefri Yandi; Sugiharto Sugiharto; Herman Herman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33485

Abstract

Abstrak Anggrek lokal Indonesia bernilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun populasinya terancam akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi. Inovasi budidaya berbasis konservasi diperlukan untuk menjaga kelestarian sekaligus mendukung pemanfaatan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa pertanian dan kehutanan dibekali keterampilan praktis konservasi sehingga mampu menjadi agen pelestarian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam budidaya anggrek lokal berbasis konservasi. Program ini difokuskan pada tiga aspek utama: pembuatan etalase anggrek lokal dari hutan, , repotting anggrek, serta identifikasi dan teknik budidaya anggrek. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya konservasi anggrek lokal, teknik budidaya yang tepat, serta potensi pengembangan anggrek sebagai komoditas bernilai ekonomi dan ekologi. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati anggrek lokal dan pemberdayaan mahasiswa sebagai agen konservasi dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Kata kunci: anggrek lokal;  budidaya; konservasi. AbstractThis community service activity aims to increase the knowledge and skills of Agriculture and Forestry students at the University of Muhammadiyah Palangkaraya in the conservation-based cultivation of local orchids. This program focuses on three main aspects: creating a showcase of local orchids from the  forests , practicing orchid repotting, and identifying orchid species and their cultivation techniques. The implementation methods include counseling, demonstrations, and hands-on practice that actively involve students. The results of the activity show an increase in students' understanding of the importance of local orchid conservation, proper cultivation techniques, and the potential for developing orchids as a commodity with economic and ecological value. It is hoped that this activity can contribute to the preservation of local orchid biodiversity and empower students as agents of conservation and sustainable agricultural development. Keywords:  conservation; cultivation; local orchids.
Senyawa Bioaktif pada Daun Lemba (Curculigo racemosa Ridl.) Rosawanti, Pienyani; Arfianto, Fahruddin
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.286

Abstract

Salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Kalimantan Tengah adalah tumbuhan lemba salah satunya dari jenis Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae. Selama ini masyarakat menggunakan tumbuhan lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae) sebagai bahan untuk penyembiuhan penyakit, dan belum ada penelitian terkait kandungan dari tumbuhan lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif daun lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae). Metode penelitian yang dilakukan adalah identifikasi sampel seluruh bagian tanaman di Laboratorium Karakterisasi Botani di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kandungan bioaktif daun lemba yang diuji berupa tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid. Hasil pengujian senyawa bioaktif secara kualitatif menunjukkan senyawa bioaktif yang terkandung pada daun lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae) adalah senyawa tanin, saponin, flavonoid dan kalkon,. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar uji lanjut mengenai identifikasi kandungan senyawa bioaktif secara kuantitatif dan uji efektivitas ekstrak daun.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN KIAMBANG SEBAGAI KOMPOS Pienyani Rosawanti; Djoko Eko Hadi Susilo; Saijo Saijo; Fahruni Fahruni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.456-462

Abstract

Kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan kiambang menjadi kompos sebagai pupuk organik. Tujuan kegiatan ini adalah melatih mitra untuk memanfaatkan kiambang yang selama ini dianggap sebagai gulma air menjadi produk yang bermanfaat yaitu kompos. Kegiatan pengabdian dilaksanakan bermitra dengan kelompok tani “Palangka Raya Bertani” di Kelurahan Tumbang Tahai Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktek, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mendapatkan pengetahuan baru dalam membuat kiambang menjadi kompos, dapat menghemat biaya pembelian pupuk untuk kegiatan pertanian dan memiliki peluang usaha kompos.
Application of Empty Fruit Bunches of Oil Palm and Indigofera zollingeriana for Conservation of Oil Palm Plantation Saijo Saijo; Sudradjat Sudradjat; Sudirman Yahya; Yayat Hidayat; Pienyani Rosawanti
PLANTA TROPIKA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v10i2.15467

Abstract

Oil palm empty fruit bunches are materials used as organic fertilizers that can be applied to oil palm plantations, thereby reducing the use of inorganic fertilizers. Indigofera zollingeriana is an appropriate alternative as an interplant because of its high branch and leaf development. Functions as a ground cover and a supplier of carbon stocks naturally plays a role in water and soil conservation. This study aims to determine the effect of oil palm empty fruit bunches and I. zollingeriana on land improvement to support oil palm growth and production. Variables observed included changes in soil water content, soil microorganism activity, and carbon stock. The results showed that the soil planted with I. zollingeriana and given the empty fruit bunches of oil palm had a higher soil moisture content. The highest soil carbon stock, oil palm carbon stock, and vegetation carbon stock were 81.6 t ha-1, 36.60 t ha-1, and 1.89 t ha-1, respectively. The population and activity of microorganisms varies. The highest total microorganisms were treated with I. zollingeriana and oil palm EFB 105 (10⁵CFU g-1), while the lowest was 60 (10⁵CFU g-1). Planting I. zollingeriana and providing oil palm empty fruit bunches increased groundwater reserves by 36.71%.
Penerapan Teknis Budidaya oleh Petani pada Produksi Alpukat di Lahan Gambut : Studi Kasus di Desa Tahai Jaya dan Kereng Bengkirai Evi Faridawaty; Pienyani Rosawanti; Suparno Suparno; Untung Darung; Susi Kresnatita
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 13 No. 1 (2026): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v13i1.12509

Abstract

Budidaya alpukat pada lahan gambut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas hortikultura, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut yang umumnya memiliki tingkat kemasaman tinggi, ketersediaan unsur hara rendah, dan kondisi pengairan yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani pada lahan gambut, mengetahui produksi alpukat yang dihasilkan, serta menjelaskan hubungan antara penerapan teknis budidaya dan produksi alpukat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tahai Jaya dan Desa Kereng Bengkirai dengan menggunakan metode survei melalui wawancara dan observasi terhadap petani alpukat. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, penerapan teknis budidaya, dan produksi alpukat, serta menganalisis hubungan dengan korelasi Spearman antara aspek teknis budidaya dan produksi alpukat. Hasil penelitian bahwa penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani meliputi persiapan media tanam, pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan sistem drainase. Produksi alpukat lahan gambut berkisar antara 20 hingga 100 kilogram per pohon per tahun. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa ketebalan gambut, luas lahan dan pemupukan, serta varietas bibit terdapat hubungan dengan produksi alpukat. Hubungan terkuat pada varietas bibit terhadap produksi alpukat pada lahan gambut. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas bibit menjadi faktor penting dalam produksi alpukat pada lahan gambut.
Perlakuan Pupuk Kandang Ayam dan Jenis Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau di Tanah Berpasir Cindy Cinora; Pienyani Rosawanti; Nurul Hidayati
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol. 15 No. 2 2025 Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v15i2.304

Abstract

Abstrak: Kacang hijau merupakan salah satu tanaman pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena kandungan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi kedua faktor perlakuan, pemberian pupuk kandang ayam dan pemberian jenis biochar serta perlakuan mandirinya terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau di tanah berpasir. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu bulan Oktober 2024 sampai Februari 2025 di Kebun Penelitian dan Percobaan (KP2) Kampus III Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) beralamat di Jalan Ir.Soekarno No.1, Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dosis. Faktor I : pemberian pupuk kandang ayam (A) dengan 3 taraf yaitu A1 = 10 t ha-1 , A2 = 20 t ha-1 , A3 = 30 t ha-1. Faktor II pemberian jenis biochar (B) dengan 3 taraf yaitu: B0 = Kontrol (tanpa biochar), B1 = Biochar Tandan Kosong (106 g/polibag), B2 = Biochar Sekam Padi (106 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan jenis biochar berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman umur 56 HST, Perlakuan pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap tinggi tanaman kacang hijau umur 14 HST, jumlah polong per tanaman umur 79 HST dan indeks panen dan perlakuan jenis biochar berpengaruh terhadap terhadap jumlah daun umur 28 HST dan jumlah polong per tanaman umur 56 HST. Kata Kunci: biochar, kacang hijau, pupuk kandang ayam, tanah berpasir Abstract: Green beans are one of the food crops needed by the Indonesian people because of their protein content. This study aims to determine the effect of the interaction of the two treatment factors, the provision of chicken manure and the provision of biochar types and their independent treatments on the growth and yield of green beans in sandy soil. The study was conducted for 4 months, namely October 2024 to February 2025 at the Research and Experimental Garden (KP2) Campus III, Muhammadiyah University of Palangkaraya (UMPR) located at Jalan Ir. Soekarno No. 1, Menteng, Jekan Raya District, Palangka Raya City. The study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 dose treatment factors. Factor I: provision of chicken manure (A) with 3 levels, namely A1 = 10 t ha-1, A2 = 20 t ha-1, A3 = 30 t ha-1. Factor II is the provision of biochar type (B) with 3 levels, namely: B0 = Control (without biochar), B1 = Empty Bunch Biochar (106 g/polybag), B2 = Rice Husk Biochar (106 g/polybag). The results showed that the interaction of chicken manure treatment and biochar type affected the number of pods per plant aged 56 HST, Chicken manure treatment affected the height of green bean plants aged 14 HST, the number of pods per plant aged 79 HST and the harvest index and Biochar type treatment affected the number of leaves aged 28 HST and the number of pods per plant aged 56 HST.
Pengomposan Sederhana Limbah Organik Pertanian Muh. Azhari; Fahruddin Arfianto; Pienyani Rosawanti; Hariyadi; Utin Winarni
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i2.3965

Abstract

The generation of organic waste resulting from human activities to meet needs continues to rise alongside population growth. This is directly proportional to the rising cost of living—encompassing primary, secondary, and tertiary needs alike. Activities aimed at meeting needs that generate organic waste as a by-product must be properly managed; doing so helps the environment by reducing pollutants that could otherwise degrade environmental quality, given that the environment has a finite capacity to break down the organic waste produced by humans, communities, and other living organisms—such as that originating from the agricultural sector. Organic waste from the agricultural sector includes vegetable scraps, fruit waste, and other forms of organic biomass. Recognizing this potential, students from Universitas Muhammadiyah Palangka Raya have engaged in processing organic waste through simple composting methods; this approach makes the processing of agricultural organic waste straightforward and offers the potential for repurposing the material, particularly within the agricultural sector. The steps involved in the activity include the collection of agricultural organic waste; preparation and shredding; pre-treatment via heating the organic material; enzyme application; the addition of microorganisms (fermentation); and finally, product harvesting and drying. Thus, simple composting of agricultural organic waste can serve as an alternative for protecting the environment against primary and secondary agricultural waste pollution—specifically biomass, leachate, and greenhouse gas emissions, as well as the degradation of environmental aesthetics.
Senyawa Bioaktif pada Daun Lemba (Curculigo racemosa Ridl.) Pienyani Rosawanti; Fahruddin Arfianto
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.286

Abstract

Salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Kalimantan Tengah adalah tumbuhan lemba salah satunya dari jenis Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae. Selama ini masyarakat menggunakan tumbuhan lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae) sebagai bahan untuk penyembiuhan penyakit, dan belum ada penelitian terkait kandungan dari tumbuhan lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif daun lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae). Metode penelitian yang dilakukan adalah identifikasi sampel seluruh bagian tanaman di Laboratorium Karakterisasi Botani di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kandungan bioaktif daun lemba yang diuji berupa tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid. Hasil pengujian senyawa bioaktif secara kualitatif menunjukkan senyawa bioaktif yang terkandung pada daun lemba (Curculigo racemosa Ridl. Hypoxidaceae) adalah senyawa tanin, saponin, flavonoid dan kalkon,. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar uji lanjut mengenai identifikasi kandungan senyawa bioaktif secara kuantitatif dan uji efektivitas ekstrak daun.
Pengaruh Jenis Varietas dan Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel di Tanah Berpasir Akbar Makkulau; Pienyani Rosawanti; Hariyadi; Muh. Azhari
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v4i2.476

Abstract

The purpose of this study is to analyze and test the influence of carrot varieties, Biochar types and treatment interactions on the growth and yield of carrots in sandy soils. This study used a factorial Group Random Design (RAK) consisting of two treatment factors as many as 3 (three) groups. Treatment factor I is a type of carrot variety (W) consisting of 2 levels, namely New Kuroda; Brastagi and Treatment Factor II are types of biochar (B) which consist of 5 levels, namely control; palm oil blank farm; oil palm shell; rice husk; nyamplung bark grouped into 3. The results of the study showed that the variety had a very real effect on plant height, wet crown weight and harvest index and had a real effect on the number of leaves, the diameter of the base of the bulbs, and the fresh weight of the bulbs. The treatment of the type of biochar has a real effect on the height of the plant and the number of leaves. The treatment interaction had no significant effect on the observation of plant height, number of leaves, diameter of the base of the bulbs, bulb length, fresh weight of the bulbs, wet weight of the crown, sweetness level and harvest index. Effective treatment in biochar carrot plant research that shows that it is effective is used rice husks and nyamplung peels.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Jenis Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleraceae var. Botytis L.) di Tanah Berpasir Isa Wahyuni; Pienyani Rosawanti; Hariyadi; Muh. Azhari
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brassica oleraceae var. Botytis L. is a type of vegetable plant in the cabbage family that originates from Europe. This research aims to test and analyze the response of cauliflower to chicken manure and types of biochar. The study was conducted from October 2024 to January 2025 at the experimental garden and research of Campus III UMPR, Jl. Ir Soekarno No.I, Palangka Raya City, Central Kalimantan. This study used a randomized design consisting of two factors, where the first factor was three levels of chicken manure with three treatment doses of 10, 20, and 30 tons per hectare, while the second treatment was the type of biochar with control, rice husk, and empty palm oil bunches. The research shows that the treatment of chicken manure fertilizer affects the height of plants at 35 DAP, the fresh weight of flowers, and the circumference of flowers. The efficient dose for observations of plant height and fresh weight of flowers is 20 ton/ha, while for flower circumference it is 30 ton/ha. The treatment of biochar type has a significant effect on the observation of the height of plants at 35 DAP.