Enoh
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Implementasi Program Pendidikan Islam pada Kelompok Anak Jalanan “Rumah Pelangi Indonesia” di Kota Bandung Salma Nadila; Nan Rahminawati; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.793 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v1i1.52

Abstract

Abstract. Parents have been given responsibility to educate, maintain, and love their kids as a form of obedience to Allah Ta'ala. In fact, the existence of street children has currently been a real child rights that can not be fulfilled by his parents. Basic rights on children include protection, educational rights, compassion rights, and social welfare rights for all the people of Indoensia who have been the basis of the state. Rumah Pelangi is a social community of street education in the end of being a place for students to provide basic education, especially Islamic religious education, to street children on Terimnal Leuwi Panjang and Caringin market, Bandung City. The approach has used in this research is qualitative approach with descriptive data analysis. Interviews, observations, and documentation become a technique used in data collection into supporting in this study. The results show that several important points, including: 1) Planning of the Islamic education program carried out by the Rumah Pelangi consists of hiring through open recruitment and personal recruitment, then a method planning and learning approach adapted to street children, the preparation of curriculum consisting of academic and non-learning curriculum. 2) Islamic religious education programs that are carried out consist of teaching and learning activities, creative, and tahsin. 3) Evaluation/assessment used by the Rumah Pelangi is assessment of the authentic which allows volunteers to be able to judge everything on street children, whether that's a process and results with various instruments of assessment. Abstrak. Orang tua diberikan tanggung jawab untuk mendidik, menjaga, dan menyayangi anaknya sebagai bentuk ketaannya kepada Allah Ta’ala. Faktanya, keberadaan anak jalanan saat ini telah menjadi realita hak-hak anak yang tidak dapat terpenuhi oleh orangtuanya. Hak-hak dasar pada anak diantaranya adalah hak perlindungan, hak pendidikan, hak kasih sayang, serta hak kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia yang selama ini menjadi dasar negara. Rumah Pelangi merupakan komunitas sosial pendidikan anak jalanan yang pada akhirnya menjadi wadah bagi para pelajar untuk memberikan pendidikan dasar, khususnya pendidikan agama Islam, kepada anak-anak jalanan di Terimnal Leuwi Panjang dan Pasar Caringin, Kota Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi menjadi teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menjadi penunjang dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan beberapa poin penting, diantaranya yaitu : 1) Perencanaan program pendidikan islam yang dilakukan oleh Rumah Pelangi ini terdiri dari perekrutan relawan melalui open recruitment dan perekrutan secara personal, kemudian perencanaan metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi anak jalanan, penyusunan kurikulum yang terdiri dari kurikulum akademik dan non akademik. 2) Program pendidikan Islam yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan belajar mengajar, sabtu kreatif, dan tahsin. 3) Evaluasi/penilaian yang digunakan oleh Rumah Pelangi yaitu penilaian autentik yang memungkinkan relawan dapat menilai segala sesuatu pada diri anak jalanan, baik itu proses maupun hasil dengan berbagai instrumen penilaian
The Research Analisis terhadap Manajemen Program Organisasi Pemuda Persatuan Islam Cabang Margaasih Fatchur Rizka Zubaidi; Enoh; Alhamuddin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.195 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.533

Abstract

Abstract. Indonesian society that is experiencing a multidimensional crisis requires positive and innovative changes (Basit, 2009: 2) For this reason, youth need to get a place and attention from various elements of society. In overcoming social problems in society, especially with regard to youth development problems, it is not only the responsibility of individuals, but social problems are the responsibility of all components of society. PERSIS youth organization is one of the non-formal educational institutions in the community that has an important role in providing guidance to the surrounding youth. PERSIS is an alternative as a forum for youth to carry out various positive activities such as being creative, developing talent through the organization as well, they get an Islamic environment and can develop creativity and can convey moral messages to the community and youth through religious activities or social activities carried out in the community. community environment. PERSIS organization one of the goals of this organization is to strengthen the identity of PERSIS youth as the successor of the da'wah struggle to form a superior Muslim personality, provide a forum to accommodate aspirations and foster intellectuality for the development of Islamic thought and foster ukhuwah Islamiyah. To achieve this goal the PERSIS youth organization has successfully held various youth development programs such as: Da'wah, Education, Social, Economics, Sports and the Arts. Abstrak. Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional membutuhkan adanya perubahan-perubahan yang positif dan inovatif (Basit, 2009:2) Untuk itulah, pemuda perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat. dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat terlebih berkenaan dengan permasalahan pembinaan pemuda tidak hanya menjadi tanggungjawab perorangan saja, tetapi permasalahan sosial menjadi tangungjawab seluruh komponen masyarakat. Organisasi pemuda PERSIS merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di masyarakat yang memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada pemuda disekitarnya. PERSIS merupakan salah satu alternatif sebagai wadah pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas positif seperti berkreasi, mengembangkan bakat melalui organisasi tersebut juga, mereka memperoleh lingkungan yang Islami serta dapat mengembangkan kreativitas dan bisa menyampaikan pesan moral kepada masyarakat dan pemuda melalui kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sosial yang dilakukan di lingkungan masyarakat. organisasi PERSIS salah satu tujuan organisasi ini adalah mengokohkan identitas pemuda PERSIS sebagai penerus perjuangan dakwah membentuk pribadi muslim yang unggul, menyediakan wadah untuk menampung aspirasi dan membina intelektualitas bagi perkembangan pemikiran Islam dan membina ukhuwah Islamiyah. Untuk mencapai tujuan tersebut organisasi pemuda PERSIS telah berhasil mengadakan berbagai program pembinaan pemuda seperti : Dakwah, Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Olahraga dan Kesenian.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 43-44 tentang Tugas Rasul sebagai “Ahlu Dzikri” terhadap Peran Guru sebagai Sumber Pengetahuan Ade Nandar; Enoh; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.039 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2416

Abstract

Abstract. The prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was opposed by the idolaters. Thus, Allah SWT sent down the letter an-Nahl verse 43-44. Allah commanded the uninved to ask the Dzikri, and it was revealed to the prophet Muhammad adz-Dzikr to explain to the people what has been revealed to them so that they may think. This research uses descriptive-analytical methods of collection techniques, namely literature (library research) by studying in depth various interpretations, books and articles related to the subject matter of the research. The implication contained in the Qur'an Surah An-Nahl verses 43-44 is (1) A teacher must become ahlu dzikri, mastering the knowledge to be taught to his learners. (2) A teacher must understand the main duties, functions and roles of the teacher because the teacher not only teaches in the classroom but assumes the responsibility to educate, guide, foster, direct, train, assess, evaluate learners. (3) Allah's Apostle is a good role model for a teacher in carrying out the duties, functions and roles of teachers. Because the duty of the teacher is the same as the duty of the Prophet (peace be upon him) to his people. (4) A good teacher is one who can read and understand the meaning of the Qur'an. (5) The teacher is a source of knowledge for learners both in his words, deeds, and decrees so that it becomes the benchmark of learners in learning therefore a teacher must really understand the teacher's code of ethics. Abstrak. Kerasulan nabi Muhammad SAW ditentang oleh kaum musyrikin. Maka Allah SWT menurunkan surat an-Nahl ayat 43-44. Allah memerintahkan kepada orang yang tidak berpengatahuan agar bertanya kepada Ahli Dzikri, dan diturunkan kepada nabi Muhammad adz-Dzikr untuk menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian.Implikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 43-44 adalah (1) Seorang guru harus menjadi ahlu dzikri, menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. (2) Seorang guru harus memahami tugas pokok, fungsi dan peran guru karena guru bukan hanya mengajar di kelas akan tetapi memikul tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, membina, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik. (3) Rasullah SAW adalah panutan yang baik bagi seorang guru dalam menjalankan tugas, fungsi dan peran guru. Karena tugas guru sama seperti tugas Rasulullah SAW terhadap umatnya. (4) Seorang guru yang baik adalah yang dapat membaca dan memahami makna Al-Qur’an. (5) Guru adalah sumber pengetahuan bagi peserta didik baik dalam perkataannya, perbuatannya, maupun ketetapannya sehingga menjadi patokan peserta didik dalam belajar maka dari itu seorang guru harus benar-benar memahami kode etik guru.
Motivasi Belajar Siswa terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi Siti Nurazizah; Enoh; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.324 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2419

Abstract

Abstract. Islamic religious education is very important for students because, in the process of self-development and growth, students need guidance, direction, and teaching of Islamic education. In this way, students' learning motivation must be applied and improved in this subject, because in carrying out learning activities, participants must be based on having learning motivation. Therefore, to increase learning motivation, it is necessary to know and understand the factors that influence students' learning motivation to achieve the expected learning objectives. Learning motivation will move someone to do learning activities. However, entering the era of the Covid-19 pandemic the learning process was carried out boldly after the impact of the students. Based on these conditions, researchers are interested in being able to explain "Student's Learning Motivation on Islamic Studies Subjects at SDN Mandalawangi." The purpose of this study was to determine, describe, and analyze the factors that influence the learning motivation of fifth-grade students on Islamic Studies subjects at SDN Mandalawangi. The method used in this research is descriptive method with an approach and the type of research is case research. The research was conducted at SDN Mandalawangi. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The population and sample of this study were religious teachers and 5 fifth-grade students at SDN Mandalawangi. The results of this study are the factors that influence the learning motivation of fifth-grade students towards Islamic Studies subjects at SDN Mandalawangi, namely the intrinsic motivation of students in learning, extrinsic motivation of students in learning, student goals or aspirations, learning abilities, student conditions, environmental conditions, dynamic elements in learning, and teacher efforts in learning. Abstrak. Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi peserta didik, karena dalam proses perkembangan serta pertumbuhan diri, peserta didik sangat memerlukan bimbingan, pengarahan, dan pengajaran pendidikan Islam. Dengan begitu motivasi belajar peserta didik harus diterapkan dan ditingkatkan pada mata pelajaran ini. Namun setelah masuk era pandemi Covid-19 dan proses pembelajaran dilakukan secara daring ini menimbulkan dampak kepada peserta didik. Maka dari itu untuk meningkatkan motivasi belajar tersebut harus mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik sehingga tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai. Berdasarkan kondisi tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti mengenai “Motivasi Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik kelas V terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yaitu penelitian kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru agama, dan peserta didik kelas V SDN Mandalawangi. Hasil penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik kelas V terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Mandalawangi yaitu motivasi intrinsik peserta didik dalam belajar, motivasi ekstrinsik peserta didik dalam belajar, cita-cita atau aspirasi siswa, kemampuan belajar, kondisi siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam belajar, dan upaya guru dalam pembelajaran.
Implikasi Pendidikan Al-Qur’an Surat Al-Ahzab Ayat 59 tentang Kewajiban Muslimah Menutup Aurat dalam Adab Berbusana Nadhifah Rahma Aisyah Hamdani; Enoh Nuroni; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.632 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3376

Abstract

Abstract. Islam already ordered to the women in QS Al-Ahzab verse 59 to stretched out her hijab all over the body so that his private parts are covered and protected from the disturbance of the wicked. Hijab has the meaning as long Muslim clothing or commonly referred to as syar'i clothing. Al-Ahzab verse 59, knowing the Islamic review about covering the genitals, and to determine the educational effects of QS Al-Ahzab verse 59 about dressing manners. By reading and evaluating numerous interpretation books and other research-related sources, this study employs a procedure known as a literature study strategy. The findings of the research on QS Al-Ahzab verse 59 are: 1) Muslim women are required to cover their body parts. 2) Muslim women extend their hijab throughout their bodies in accordance with the Shari'a. 3) Muslim women who have not hijab yet are encouraged to immediately use the hijab. Therefore, educators direct students to stretch out their headscarves all over their bodies and wear syar'i clothing within the framework in dressing manners. Abstrak. Islam telah memerintahkan umatnya para wanita, dalam QS Al-Ahzab ayat 59 untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya agar aurat tertutup dan terhindar dari gangguan orang-orang fasik. Jilbab memiliki arti sebagai busana muslim yang panjang atau biasa disebut juga sebagai pakaian yang syar’i. Adapun tujuan penelitian ini merupakan buat mengetahui makna QS Al-Ahzab ayat 59 berdasarkan mufassir, untuk mengetahui esensi tafsir QS. Al-Ahzab Ayat 59, mengetahui tinjauan islam tentang menutup aurat, dan buat mengetahui implikasi pendidikan dari QS Al-Ahzab ayat 59 tentang adab berbusana. Adapun penelitian ini menggunakan metode berupa teknik study literature menggunakan mempelajari serta analisis dari beberapa buku tafsir serta asal lainnya yg berhubungan dengan penelitian. akibat asal penelitian QS Al-Ahzab ayat 59 artinya : 1) Wanita muslimah wajib menutupi auratnya. 2) Seorang wanita Muslim membentangkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya sesuai dengan Syariah. 3) wanita muslimah yang belum berjilbab dianjurkan untuk segera menggunakan jilbab. Karena itu, para pendidik mengarahkan para peserta didik untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh dan menggunakan pakaian yang syar’i; dalam kerangka pembinaan adab berbusana.
Studi Komparasi Metode Iqro’ dan Metode Jibril dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Santri di Masjid Jami Al-Azhar Kelurahan Pajajaran Bandung Rudanem; Enoh Nuroni
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.086 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3695

Abstract

Abstract. The data in the field obtained information about the existence of students who were old enough to be able to read the Qur'an and there were two methods used by teaching teachers, namely the Iqro method and the Jibril method. This study aims: (1) To find out how the ability to read the Qur'an using the Iqro' method and the Jibril method at the Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung (2) To find out how the differences in the ability to read the Qur'an use the Iqro method ' and the method of Jibril on Santri at Jami Al-Azhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. The approach used in this study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The results of this study are: (1) The ability to read the Qur'an of students using the Iqro' method obtained the highest score of 82.26 and the lowest score of 72.22. The average value of the Iqro' pretest method is 68.00 and the Iqro' post-test value is 77.31 with a good category. The ability to read the Qur'an of students using the Jibril method obtained the highest score of 79.69 and the lowest score of 71.52 with the average pretest score of Jibril's method 67.17 and the post-test score of Jibril's method 74.93 in good category. (2) Based on the results of the Wilcoxon test, the Iqro method and the Jibril method, the Asymp value is obtained. Sig. (-2 tailed) of 0.000 <0.05 and the results of the Mann Whitney test obtained the Asymp value. Sig. (-2 tailed) 0.023 <0.05 so that the hypothesis is accepted, it can be concluded that there are differences in the ability of students to read the Qur'an using the Iqro' method and those using the Jibril method. When viewed from the average value of the Iqro '29.08 method, it is greater than the average value of the Jibril method of 19.92. So it can be concluded that the Iqro' method is more effective than the Jibril method in improving the ability to read the Qur'an in students at the Jami Alazhar Mosque, Pajajaran Village, Bandung. Abstrak. Data dilapangan diperoleh informasi adanya santri yang lama untuk bisa membaca Al-Qur’an dan adanya dua metode yang digunakan oleh guru mengajar, yaitu metode Iqro’ dan Metode Jibril. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung (2) Untuk mengetahui bagaimana perbedaan kemampuan membaca AlQur’an menggunakan metode Iqro’ dan metode Jibril Pada Santri di Masjid Jami Al-azhar Kelurahan Pajajaran Bandung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Iqro’ diperoleh nilai tertinggi 82,26 dan nilai terendah 72,22. Dengan nilai rata-rata pretest metode Iqro’ yaitu 68,00 dan nilai postes metode Iqro’ yaitu 77,31 dengan kategori baik. Kemampuan membaca Al-Qur’an santri yang menggunakan metode Jibril diperoleh nilai tertinggi 79,69 dan nilai terendah 71,52 dengan nilai rata-rata pretest metode Jibril yaitu 67,17 dan nilai postes metode Jibril yaitu 74,93 dengan kategori baik. (2) Berdasarkan dari hasil Uji Wilcoxon metode Iqro’ dan metode Jibril diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp. Sig. (-2 tailed) 0,023 < 0,05 sehingga hipoteis diterima, dapat disimpulakn bahwa terdapat perbedaan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an yang menggunakan metode Iqro’ dan yang menggunakan metode Jibril. Jika dilihat dari nilai rata-rata metode Iqro’ 29,08 lebih besar dari nilai rata-rata metode Jibril 19,92. Maka dapat disimpulakn bahwa metode Iqro’ lebih efektif dibandingkan metode Jibril dalam meningkatkan kemampuan memebaca Al-Qur’an pada santri di Masjid Jami Alazhar Kelurahan Pajajaran Bandung.
Hubungan antara Menyimak Santri dengan Pencapaian Prestasi Belajar dalam Kegiatan Ta’lim pada Kelas Ulya di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung Kusnata Wijaya; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.359 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3854

Abstract

Abstract. Learning activities are the most basic activities in the whole teaching process in schools and other institutions. The success or failure of learning depends on the learning process, the lessons experienced by students, and how the teacher applies learning methods. Listening skills are an important factor for the success of students in learning. This study aims to determine the level of listening skills, learning achievement, and the relationship between listening skills and learning achievement of Ulya class students in ta'lim activities at Miftahul Khoir Islamic Boarding School Bandung. Listening skills according to Logan and Loban (2008: 63) are an activity which is a process consisting of listening, understanding, interpreting, evaluating, and responding. This is in line with the learning process of Bloom's revised taxonomy which consists of remembering, understanding, applying, analyzing, evaluating, and creating. Listening activities include hearing, seeing and accompanied by efforts to understand what is heard and seen. How beautiful is God's commandment to us to glorify and respect one another by listening to everything that other people say especially about things that are good for us. Learning, especially the skills of students in terms of listening, is required to respect each other by listening, not being noisy when learning takes place, always paying close attention and listening carefully to things conveyed by the speaker or teacher so that we get grace and useful knowledge. The method used in this research is correlation. According to Arikunto, correlation research is research conducted to determine the level of relationship between two or more variables, without making changes or manipulations to existing data. This study uses the type of causal correlation because one variable affects the other variables. Listening skill (X) is the independent variable, while learning achievement (Y) is the dependent variable (the dependent variable). Abstrak. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling mendasar dalam keseluruhan proses pengajaran di sekolah maupun lembaga yang lainnya. Keberhasilan atau kegagalan belajar tergantung pada proses pembelajaran, pelajaran dialami oleh peserta didik, dan bagaimana guru menerapkan metode pembelajaran. Menyimak merupakan faktor penting bagi keberhasilan peserta didik dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat menyimak, prestasi belajar, dan hubungan antara menyimak dengan pencapaian prestasi belajar santri kelas Ulya pada kegiatan ta’lim di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Bandung. Menyimak menurut Logan dan Loban (2008: 63) adalah suatu kegiatan yang merupakan proses yang terdiri dari mendengarkan, memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan menanggapi. Hal tersebut selaras dengan proses pembelajaran taksonomi bloom revisi yang terdiri dari proses mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Kegiatan menyimak mencakup mendengar, melihat dan disertai usaha untuk memahami apa yang didengar dan dilihat. Begitu indahnya perintah Allah kepada kita agar memuliakan dan menghargai satu sama lain dengan menyimak segala hal yang orang lain sampaikan apalagi mengenai hal yang baik kepada kita. Pembelajaran khususnya peserta didik dalam hal menyimak dituntut untuk saling menghargai dengan cara mendengarkan, tidak berisik saat pembelajaran berlangsung, selalu memperhatikan dengan cermat dan menyimak dengan baik hal-hal yang disampaikan oleh pembicara atau guru agar kita mendapatkan rahmat dan ilmu yang bermanfaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Menurut Arikunto penelitian korelasi merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan atau manipulasi terhadap data yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan jenis korelasi sebab akibat karena variabel satu berpengaruh terhadap variabel yang lain. Menyimak (X) sebagai variabel bebas, sedangan prestasi belajar (Y) sebagai variabel dependen (variabel terikat).
Nilai-Nilai Pendidikan QS. An-Nahl Ayat 90 tentang Anjuran untuk Melakukan Akhlakul Karimah Rini Mustika Putri; Enoh; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.887 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3868

Abstract

Abstract. How important is moral education for humans, because moral education is education about the basics of morals and the virtues of temperament, traits that must be possessed and made a habit by children from the time of analysis until they reach maturity. become someone who is ready to sail the ocean of life. This study aims to determine the thoughts of commentators, essences, education experts and educational values regarding the content of Q.S An-Nahl verse 90. Judging from the type of data the research approach used is a qualitative approach, this study is library research. The data of this study were obtained from the translation of the Qur'an and several commentators. The technique used in this study used a book survey technique and this study used the method of content analysis. The results of this study reveal that there are three things that must be owned by all mankind, namely fairness, ihsan and doing good to relatives and three things that must be shunned by mankind, namely vile, munkar and al-baghy, all of this for the smooth running of life that lies ahead. earth, because it is a sense of obedience to Allah SWT and asking for help only from Allah Ta'ala and praying to Him by mentioning his names, because Allah SWT knows everything that his creatures do. Allah SWT commands his servants to do three things, namely justice, ihsan and doing good and stay away from three things, namely vile, evil and al-baghy. Akhlakul Karimah is a good and commendable character, which is a rule or norm that regulates the relationship between human beings and God and the universe. As humans, we should always take lessons from what Allah has taught all of his servants. Abstrak. Betapa pentingnya pendidikan akhlak bagi manusia, karena pendidikan akhlak adalah pendidikan mengenai dasar-dasar akhlak dan keutamaan perangai, tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa analisa sampai ia menjadi seseorang yang siap mengarungi lautan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemikiran para mufassir, esensi, ahli pendidikan dan nilai-nilai pendidikan mengenai kandungan Q.S An-Nahl ayat 90. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research), data penelitian ini diperoleh dari Al-Qur’an terjemahan dan beberapa mufassir, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik book survey dan penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tiga perkara yang harus di miliki semua umat manusia yaitu adil, ihsan dan berbuat baik kepada kerabat serta tiga perkara yang harus dijauhi umat manusia yaitu keji, munkar dan al-baghy, semua ini demi kelancaran kehidupan yang ada di muka bumi, karena itu adalah rasa taat kepada Allah Swt serta meminta pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala dan berdoa kepada-Nya dengan menyebut asma-asmanya, karena sesungguhnya Allah Swt maha mengetahui segala sesuatu yang dilakukan makhluknya. Allah Swt memerintahkan kepada hambanya untuk menjalankan tiga perkara yaitu adil, ihsan dan berbuat baik serta menjauhi tiga perkara yaitu keji, munkar dan al-baghy. Akhlakul Karimah adalah Akhlak yang baik dan terpuji yaitu suatu aturan atau norma yang mengatur hubungan antar sesama manusia dengan tuhan dan alam semesta. Sebagai manusia hendaknya selalu mengambil pelajaran atas apa yang telah Allah beri pengajaran kepada seluruh hambanya.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S Al-A’raf Ayat 179 tentang Pentingnya Optimalisasi Peran Hati, Akal, Penglihatan dan Pendengaran dalam Menghindari Perilaku Lalai (Ghaflah) Rizani Adawiyah; Enoh; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3892

Abstract

Abstract. Negligent behavior is a behavior that is wrong with all existing potential and energy. Of course, such an attitude does not provide any benefit, instead it harms and destroys. The Qur'an emphasizes the corruption of this tendency and calls it negligence. Many people neglect Allah commands, even stay away from Allah, worship is not on time, and many sunnah practices are abandoned. This problem shows that humans are deceived by the life of the world. A lot of time is spent on worldly affairs, but for the affairs of the hereafter only time is left and sometimes it is still considered negligent. The aims of this study were to: (1) To identify the content of Q.S. Al-A'raf verse 179 according to the opinion of the commentators. (2) To pull the essence of Q.S Al-A'raf verse 179. (3) To identify ghaflah according to experts. (4) To pull educational values contained in Q.S. Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight, and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah). This study uses a descriptive qualitative analysis method, this type of research uses a literature study and the data collection technique uses a documentation review technique by searching for or investigating matters related to the object of research. The results of the study of educational values from Q.S Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah) are as follows: (1) Humans are required to cultivate a fear of Allah swt. (2) Humans are required to be serious in utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing and to grow gratitude for the potentials that Allah has given. (3) Humans are required to maintain human values by utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing proportionally in order to avoid animal traits. (4) Humans are required to keep asking for Allah protection to avoid laziness and negligence. Abstrak. Perilaku lalai merupakan suatu perilaku yang salah terhadap segenap potensi dan energi yang ada. Tentunya sikap lalai sama sekali tidak memberikan manfaat, tetapi akan membahayakan dan membinasakan. Al-Qur’an menegaskan rusaknya kecenderungan seperti ini dan menamakannya sebagai kelalaian. Banyak orang-orang yang melalaikan perintah Allah, bahkan menjauh dari Allah, ibadah tidak tepat waktu, dan amalan sunnah pun banyak yang ditinggalkan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa manusia terperdaya dengan kehidupan dunia. Banyak waktu yang dihabiskan untuk urusan dunia, namun untuk urusan akhirat hanya waktu sisa dan terkadang masih dinilai lalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengidentifikasi isi kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 179 menurut pendapat para mufassir. (2) Untuk menarik esensi dari Q.S Al-A’raf ayat 179. (3) Untuk mengidentifikasi ghaflah menurut para ahli. (4) Untuk menarik nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan, dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik telaah dokumentasi dengan mencari atau menyelidiki hal-hal terkait objek penelitian. Hasil penelitian dari Nilai-nilai pendidikan dari Q.S Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah) adalah sebagai berikut: (1) Manusia diharuskan untuk menumbuhkan rasa takut akan siksaan Allah Swt. (2) Manusia dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran serta menumbuhkan rasa syukur atas potensi-potensi yang telah Allah berikan. (3) Manusia diharuskan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dengan memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran secara proporsional agar terhindar dari sifat-sifat binatang. (4) Manusia diharuskan untuk tetap meminta perlindungan Allah Swt. agar dihindarkan dari kemalasan dan kelalaian.
Analisis Program Sekolah Mengaji di SDN Panggilingan 01 Bandung Teriana Nopianti; Enoh; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.24 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4455

Abstract

Abstract. Considering that currently in general school-age children, especially at SDN Calling 01, which is more precisely grade 5, have not been able to read the Qur'an well, while reciting the Koran is very important and useful for people who study it, so as not to lose the child's love -children to the Qur'an and keep inflaming the holy verses of the Qur'an. This study aims to: 1.) Find out how the planning of the Koran school activity program is implemented at SDN Callingan 01 2.) the process of implementing the Koran program at SDN Callingan 01 3.) Knowing the supporting and inhibiting factors in implementing the Koranic school program at SDN Callingan 01. Based on the results of the analysis, it is shown that before implementing the school program, the school and the teacher of the Koran held a maximum learning plan. So from the results that the researchers got, regarding the study program at SDN Callingan 01 the learning indicators were able to be followed by students well so that learning scores could be achieved and categorized as complete. Abstrak. Mengingat saat ini pada umumnya anak-anak usia Sekolah terutama di SDN Panggilingan 01 yang lebih tepatnya kelas 5 belum mampu untuk membaca Al- Qur’an dengan baik, sedangkan mengaji itu sangat penting dan bermanfaat bagi orang yang mempelajarinya, agar tidak hilangnya rasa cinta anak-anak terhadap Al-Qur’an dan tetap menggelorakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Penelitian ini yang bertujuan untuk :1.) Mengetahui bagaimana perecanaan program kegiatan Sekolah mengaji yang diterapkan di SDN Panggilingan 01 2.) proses pelaksanaan program mengaji di SDN Panggilingan 01 3.) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum melaksanakan program Sekolah mengaji pihak Sekolah dan guru mengaji mengadakan perencanaan pembelajaran yang maksimal. Maka dari hasil yang peneliti dapat, mengenai program Sekolah mengaji di SDN Panggilingan 01 indikator pembelajaran mampu diikuti siswa-siswi dengan baik sehingga dapat tercapainya nilai pembelajaran dan dikategorikan tuntas.