Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Riwayat Hipertensi Di Uptd Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2024 Mardiati Barus; Murni Sari Dewi Simanullang; Abjun Roy Manik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6102

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak dialami oleh populasi lanjut usia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan peningkatan signifikan kasus hipertensi dari 54.543 jiwa pada tahun 2021 menjadi 65.904 jiwa pada tahun 2022. Di Provinsi Sumatera Utara, prevalensi lansia berusia ≥75 tahun yang menderita hipertensi mencapai 62,4%. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, infark miokard akut, dan penyakit ginjal. Senam hipertensi sebagai terapi non-farmakologis telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi pembuluh darah, peningkatan asupan oksigen pada otot jantung, serta optimalisasi proses metabolisme tubuh. Namun, intervensi ini belum diterapkan secara optimal di fasilitas pelayanan sosial lanjut usia, khususnya di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai yang belum memiliki program terapi non-farmakologis untuk mengelola hipertensi pada populasi lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan riwayat hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai tahun 2024, dengan fokus mengidentifikasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi serta menganalisis efektivitas senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 27 responden lansia dengan hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi lansia berusia ≥50 tahun dengan hipertensi derajat I-II, tanpa gangguan mobilitas dan gangguan jiwa. Intervensi senam hipertensi dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 4 sesi, durasi 5-10 menit per sesi. Pengukuran tekanan darah menggunakan spygmomanometer analog dan stetoskop yang telah dikalibrasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan penurunan progresif tekanan darah dari intervensi pertama hingga keempat. Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 147 mmHg menjadi 133 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun dari 88 mmHg menjadi 81 mmHg. Distribusi responden mengalami perubahan signifikan dimana 92,6% bergeser dari kategori hipertensi derajat 1 ke pre-hipertensi pasca intervensi. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan nilai ρ = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh bermakna senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa senam hipertensi terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan riwayat hipertensi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi mandiri maupun komplementer dalam penatalaksanaan hipertensi di fasilitas pelayanan sosial lanjut usia.
Gambaran Motivasi Pasien Stroke Dalam Melakukan Fisioterapi Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Murni Sari Dewi Simanullang; Jagentar P. Pane; Fiskia Clarawati Hutajulu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8264

Abstract

Stroke merupakan gangguan serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 10,9% pada tahun 2018, meningkat signifikan dari 7,0% pada tahun 2013. Dampak stroke meliputi kelemahan motorik, kelumpuhan ekstremitas, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan aktivitas kehidupan sehari-hari yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Fisioterapi menjadi intervensi krusial dalam pemulihan pasien stroke untuk meningkatkan kemampuan fungsional, koordinasi, daya tahan, dan kepercayaan diri. Motivasi pasien dalam menjalani fisioterapi sangat menentukan keberhasilan pemulihan, namun data menunjukkan 37,0% pasien memiliki motivasi rendah dengan mayoritas tidak memiliki harapan kesembuhan dan tidak ingin melanjutkan fisioterapi ketika mengalami keluhan. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, survei awal menunjukkan dari 5 responden terdapat 2 orang dengan motivasi rendah karena belum menerima kondisi dan malas melatih fisioterapi di rumah, serta 1 orang merasa bosan karena terlalu lama menderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024 berdasarkan dua dimensi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi dan kepatuhan pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 50 pasien stroke yang menjalani fisioterapi, dengan sampel 45 responden setelah dikurangi 5 responden survei awal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert dan kategorisasi skor tinggi dan rendah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki motivasi tinggi 100% baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Karakteristik demografi menunjukkan rerata usia 65 tahun, mayoritas perempuan 57,8%, rerata lama menderita stroke 30 bulan, dan rerata lama menjalani fisioterapi 13 bulan.
Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercises Terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK Di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2024 Dr. Lilis Novitarum; Murni Sari Dewi Simanullang; Serlyn Gea
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dengan gejala khas sesak napas, batuk, dan produksi dahak. Prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7% dengan kecenderungan peningkatan yang diperburuk oleh faktor risiko seperti kebiasaan merokok dan polusi udara. Data RSUP H Adam Malik Medan menunjukkan peningkatan pasien PPOK dari 283 kasus tahun 2022 menjadi 483 kasus tahun 2023, dan 202 kasus pada enam bulan pertama 2024. Pasien PPOK mengalami penurunan saturasi oksigen hingga 85% yang menyebabkan hipoksemia, gangguan pertukaran gas, hiperinflasi paru, dan penumpukan udara dalam alveolus yang mengganggu kualitas hidup. Pursed lip breathing merupakan teknik pernapasan non-farmakologis dengan menghirup udara melalui hidung dan menghembuskan melalui bibir yang dirapatkan untuk meningkatkan tekanan jalan napas dan mencegah kolaps saluran napas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pursed lip breathing exercises terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUP H Adam Malik Medan tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel sebanyak 10 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasien PPOK composmentis dan saturasi oksigen ≤95%. Intervensi pursed lip breathing diberikan sebanyak 6 kali perlakuan. Pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oxymetry sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan saturasi oksigen meningkat signifikan dari rata-rata 92,70% (SD=1,160) sebelum intervensi menjadi 99,00% (SD=1,054) setelah intervensi dengan peningkatan rata-rata 6,30%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,004 (p<0,05) yang membuktikan adanya perbedaan signifikan. Seluruh responden (100%) yang awalnya berada pada kategori tidak normal (<95%) berhasil mencapai kategori normal (>95%) setelah pemberian intervensi. Kesimpulan penelitian menyimpulkan pursed lip breathing exercises terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen pasien PPOK secara signifikan dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah, aman, efektif untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien PPOK.
Co-Authors Abjun Roy Manik Agustaria Ginting Agustaria Ginting Amnita Anda Yanti Ginting Ance Mey Siallagan Ance Siallagan Andriyani Purba, Dina Angelina Manurung Boris, Jev Br Karo, Mestiana Cellline Ayu Putri, Grace DAWINDA BR. MARBUN derang, imelda Derang, Imelda Dr. Lilis Novitarum Erlina Malau Erni Cahyani Putri Gea Ester Kristina Sitinjak Fiskia Clarawati Hutajulu Friska Br. Sembiring Friska Sri Handayani Ginting Gea, Erni Cahyani Putri Ginting, Amnita Anda Yanti Graicia Agustina Sihombing Gulo, Ayu Selvi Yanti Gultom, Stefi Kristina Helinida Saragih Ice Septriani Saragih Ice Septriani Saragih Imelda Derang Jagentar P Pane Jagentar P. Pane Karo Mestiana Lea Florentina Br Karo MARBUN, GERI GONZALES Mardiati Barus Mardiati Br Barus Maria Pujiastuti Mariska Regina Mestiana Br. Karo Monika Purba Nisa Priyani Panjaitan Novia Kristin Surbakti Novitarum, Lilis Pakpahan, Rotua E. Pakpahan, Rotua Elvina Rante Rupang, Ernita Regina Olivia Simanjuntak Regina, Mariska Rizka Oktavianty Hasugian Rosdiyanti Sinaga Rotua Elvina Pakpahan Rotua, Citra Tiur Rusnitha Br. Munthe Samafriati Sinurat Samfriati Sinurat Samfriati Sinurat Samfriati Sinurat Samfriati Sinurat Saragih, Elselina Saragih, Helinida Selvi Yanti Aissa Putri Gowasa Septriani Saragih, Ice Serlyn Gea Siallagan, Ance Siallagan, Ance M Sigalingging, Vina Yolanda Sari Sijabat, Anita Simbolon, Desy Simbolon, Frans Santo Simorangkir, Lindawati Sinurat, Samfriati Sitanggang, Rosintan Situmorang, Paska Ramawati Sri Martini Sriwarina , Lusia Tampubolon, Lindawati Farida Telaumbanua, Fitriani Tumanggor, Lili Suryani Veronika Damanik Wenny Lestari Manalu Yolanda Sigalingging, Vina Yunika Simanjuntak Zai, Juni Ratna Sari