Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Etnomatematika Kain Tenun Buya Sabe Donggala dan Implikasinya dalam Pembelajaran Matematika Suci Ramadhani; Asdar Asdar; Bernard Bernard
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5077

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada kain tenun buya sabe Donggala dan implikasinya dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengrajin tenun dan ahli budaya yang memahami kain tenun buya sabe Donggala. Subjek penelitian eksplorasi dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan uji coba LKPD melibatkan 23 orang siswa yang dipilih menggunakan totally sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model etnografi Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil eksplorasi kemudian digunakan sebagai dasar perancangan LKPD berbasis etnomatematika yang diujicobakan kepada 23 siswa untuk mengetahui respon siswa dalam penggunaan LKPD. Data respon siswa diperoleh melalui hasil pekerjaan siswa dan angket respon siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kain tenun buya sabe mengandung konsep matematika yang berkaitan dengan segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, persegi, persegi panjang, belah ketupat, dan lingkaran. Selain itu, ditemukan tema budaya berupa keseimbangan dan keharmonisan pada motif belah ketupat, perjuangan pada motif lingkaran, kestabilan dan kekokohan pada motif segitiga, serta ketekunan dan kerja keras yang tercermin dalam motif persegi. Temuan tersebut diintegrasikan ke dalam LKPD melalui aktivitas mengidentifikasi motif, menghubungkan motif dengan konsep matematika, dan menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan motif kain. Hasil uji coba menunjukkan bahwa LKPD etnomatematika membantu memperkuat konsep segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, persegi, persegi panjang, belah ketupat, dan lingkaran melalui konteks budaya lokal. Respon siswa diukur berdasarkan aspek keterbacaan 90%, aspek kemudahan 87%, dan aspek kepraktisan 90%, yang menunjukkan bahwa LKPD etnomatematika kain tenun memperoleh respon siswa dengan kategori sangat positif.
Literature Review: Implementation of a Differentiated Problem-Based Learning Model to Improve Mathematical Literacy Selpiana Selpiana; Alim Bahri Mahmul; Asdar Asdar
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2026): OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jkpm.v5i1.1149

Abstract

Mathematical literacy is an essential competence in mathematics education; however, numerous studies indicate that students’ mathematical literacy in Indonesia remains at a low to moderate level. This study aims to systematically examine the condition and challenges of students’ mathematical literacy in Indonesia, the factors contributing to low mathematical literacy in conventional instruction, the implementation of Problem-Based Learning (PBL) integrated with differentiated instruction as a learning solution, as well as the strengths and limitations of applying differentiated PBL in mathematics learning. This study employed a literature review method by analyzing 21 relevant scientific articles published between 2023 and 2025. Data were analyzed using a qualitative descriptive approach through the classification and synthesis of research findings based on four analytical focuses. The findings reveal that low mathematical literacy is characterized by students’ difficulties in understanding contextual problems, modeling mathematical situations, and interpreting solutions. The main contributing factors include teacher-centered instruction, the dominance of procedural exercises, limited real-world contexts, and the lack of accommodation for students’ diverse characteristics. The implementation of differentiated PBL has been shown to effectively improve mathematical literacy and its supporting skills, although challenges remain in terms of lesson planning, time allocation, teacher readiness, and authentic assessment.