Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Date Soy Milk (Delma) on Breast Milk Production in Post Partum at Loa Kulu Health Center’s Work Area in 2023 Arinda Bella Pratiwi Kinasih; Endah Wahyutri; Nursari Abdul Syukur
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 9 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmr.v1i9.6399

Abstract

Globally, stunting has reached 149.2 million. Exclusive breastfeeding can protect children from stunting. Consuming soybeans can increase breast milk production, which contains isoflavone. Moreover, dates are one of the natural galactagogues. The study analyzed the effect of giving soy date milk on breast milk production in postpartum at Loa Kulu Health Center in 2023th. The research method is a quasi-experiment with a pre-post-test control group. Sampling uses purposive sampling. Based on the independent sample t-test used for control and experimental groups, we obtained a Pvalue 0.000 (Pvalue < α) that can be concluded that date soy milk affects breast milk production in postpartum at Loa Kulu Health Care Center in 2023. Isoflavones in soy milk will bind with α-estrogen receptors. Estradiol is the largest regulator for prolactin secretion, which plays a role in breast milk. Dates have a phytoestrogen, which exerts pressure on dopamine while stimulating the secretion of oxytocin and releasing breast milk. Producing date soy milk can be an economical alternative to increase milk production
Model Pemberdayaan Kader untuk Keberlanjutan Intervensi Gizi Wahyutri, Endah; Ratnawati, Ratnawati; Hilda, Hilda; Putri, Rosalin Ariefah; Hairiyah, Saibatul
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.35639

Abstract

Abstract:  This activity aimed to evaluate the effectiveness of a structured cadre empowerment model in enhancing Posyandu cadres' capacity (knowledge, attitude, and practice readiness) for providing supplementary feeding based on local food sources at Mangkupalas Community Health Center, Samarinda City. This participatory empowerment activity involved 55 Posyandu cadres over two months, utilizing training, demonstration, mentoring, and supervision. Evaluation was conducted solely by measuring changes in cadre knowledge and attitude using pre- and post-tests. The program demonstrated significant success in human resource development. The average knowledge score of the cadres increased from 91.6 to 94.0, and the percentage of cadres showing good attitudes increased significantly from 65% to 91%. Conclusion: The cadre empowerment model proved highly effective in improving cadre knowledge and motivation, establishing a strong foundation for the sustained implementation and effectiveness of local food-based PMT programs at the community level.Abstrak: Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pemberdayaan kader terstruktur dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu untuk memberikan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Puskesmas Mangkupalas, Kota Samarinda. Aktivitas pemberdayaan partisipatif ini melibatkan 55 kader Posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, pendampingan, dan supervisi selama dua bulan. Evaluasi dilakukan dengan mengukur perubahan pengetahuan dan sikap kader melalui pre/post-test. Program ini menunjukkan keberhasilan signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 91,6 menjadi 94,0, dan persentase kader dengan sikap baik meningkat dari 65% menjadi 91%. Peningkatan ini memvalidasi efektivitas pelatihan dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal bagi Balita Bermasalah Gizi Ratnawati, Ratnawati; Reski, Sepsina; Wahyutri, Endah; Supriadi, Supriadi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.36257

Abstract

Abstract:  The issue of toddlers experiencing stagnant weight gain at posyandu continues to pose a challenge in preventing malnutrition. One promising intervention is the provision of supplementary feeding made from locally available foods that align with community dietary patterns and nutritional requirements. This community service aims to improve the mother nutrition knowledge and weight gain among toddlers with growth faltering at community health centers. The community engagement activity involved administering supplementary food for 14 consecutive days to eight toddlers with no weight gain, consisting of 12 days of nutrient-dense snacks and 2 days of complete main meals. The supplementary food was distributed by posyandu cadres directly to the children’s homes, accompanied by educational sessions on infant and young child feeding practices. Findings revealed an improvement in mothers’ nutritional knowledge from 88% categorized as good to 100% good, alongside an average increase in toddlers’ body weight from 11.68 kg to 11.91 kg. The implementation of locally based supplementary food demonstrates potential in promoting weight gain among toddlers with stagnant growth and serves as a viable model for sustainable nutrition interventions at the posyandu level.Abstrak: Masalah balita dengan berat badan tidak naik (T) di posyandu masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan gizi kurang. Salah satu intervensi yang efektif adalah pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebiasaan makan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan berat badan balita dengan status tidak naik (T) di posyandu melalui pemberian PMT berbasis pangan lokal. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan selama 14 hari kepada 8 balita yang tidak naik berat badannya (T), terdiri dari 12 hari pemberian kudapan bergizi dan 2 hari pemberian menu makan utama lengkap. Pemberian PMT dilakukan oleh kader posyandu dan diantarkan ke rumah balita disertai dengan edukasi terkait pemberian makan bayi dan anak. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi ibu balita dari 88% baik menjadi 100% baik, peningkatan berat badan balita dari rata-rata 11.68 kg menjadi 11.91 kg. Pemberian PMT berbasis pangan lokal berpotensi meningkatkan berat badan balita dengan status tidak naik (T) dan dapat menjadi model intervensi gizi yang berkelanjutan di tingkat posyandu
Perbedaan Angka Khamir Saliva Perokok Aktif Konvensional dan Elektrik pada Pekerja Tambang Gladys Merrydian S; Sresta Azahra; Tiara Dini Harlita; Endah Wahyutri
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10769

Abstract

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk meningkatkan risiko pertumbuhan jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis oral. Rokok menghasilkan asap konvensional dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida dan logam berat, sedangkan rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan nikotin tanpa proses pembakaran. Perbedaan utama pada komposisi kimia dan mekanisme kerja kedua jenis rokok tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kolonisasi khamir dalam air liur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan angka khamir air liur perokok aktif konvensional dan elektrik pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 50 orang air liur pekerja tambang, terdiri dari 25 orang perokok konvensional dan 25 orang perokok elektrik, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dihitung dalam satuan CFU/ml. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden usia dewasa awal sebanyak 24 (48%), lama pemakaian rokok ≥ 1 tahun berjumlah 42 (84%). Angka khamir positif lebih banyak ditemukan pada perokok konvensional dengan rata-rata koloni sebesar 431,304 CFU/ml, sedangkan pada perokok elektrik hanya sebesar 0,6 CFU/ml. Pertumbuhan khamir lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa awal sebanyak 10 (20%) dan merokok ≥ 1 tahun sebanyak 21 (42%). Hasil Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0.022 (p<0,05) yang terdapat perbedaan signifikan antara perokok konvensional dan elektrik, dengan angka khamir lebih tinggi ditemukan pada perokok konvensional.