Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Membangun Strategi Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar: Analisis Faktor Penghambat Berbasis Interpretative Structural Modeling (ISM) Sriayu Sarmila; Andi Nuddin; Nurlinda Nurlinda; Usman Usman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4598

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak sekolah dasar dan berkaitan dengan perilaku higiene, sanitasi lingkungan, keamanan pangan, serta efektivitas edukasi kesehatan. Kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan edukasi pencegahan diare memerlukan identifikasi faktor prioritas sebagai dasar penyusunan strategi intervensi. Penelitian ini bertujuan menentukan faktor penghambat prioritas dalam edukasi pencegahan diare pada anak sekolah dasar di Kabupaten Tana Toraja menggunakan pendekatan Interpretative Structural Modeling (ISM). Identifikasi faktor dilakukan melalui kajian literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi pakar. Sebanyak 12 sub-elemen faktor penghambat dianalisis menggunakan Structural Self-Interaction Matrix (SSIM), Reachability Matrix, serta analisis Driver Power–Dependence.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor berada pada kuadran Independent dengan rata-rata driver power tertinggi (0,86) dan dependence terendah (0,45), yaitu rendahnya frekuensi edukasi kesehatan di sekolah, tingginya konsumsi jajanan tidak higienis oleh anak, serta rendahnya higiene dan sanitasi pedagang jajanan. Lima faktor berada pada kuadran Linkage dengan rata-rata driver power 0,81 dan dependence 0,61, meliputi lemahnya pengawasan konsumsi jajanan anak, penggunaan jamban yang tidak memenuhi standar sanitasi, rendahnya praktik pencucian buah dan sayuran, rendahnya penerapan PHBS di rumah tangga, serta rendahnya dukungan keluarga dalam penyediaan sarana cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penghambat utama berkaitan dengan edukasi kesehatan sekolah dan keamanan pangan jajanan. Oleh karena itu, strategi pencegahan diare perlu difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan, pembinaan pedagang jajanan, pengawasan konsumsi jajanan anak, serta peningkatan praktik PHBS dan sanitasi keluarga.
Kerentanan Kesehatan Masyarakat Pesisir terhadap Penumpukan Sampah: Analisis Etnografi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan Nuralfirah Nuralfirah; Andi Nuddin; Rahmi Amir; Haniarti Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4603

Abstract

Wilayah pesisir merupakan ruang hidup strategis bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, tetapi menghadapi tekanan lingkungan berupa penumpukan sampah yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Di wilayah pesisir Kota Parepare, khususnya Lakessi, Cempae, dan Soreang, penumpukan sampah dapat memicu berkembangnya vektor penyakit serta meningkatkan risiko diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan gangguan kesehatan berbasis lingkungan lainnya. Kerentanan kesehatan masyarakat tidak hanya dipengaruhi kondisi lingkungan fisik, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial-budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, perilaku masyarakat, serta kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pesisir akibat penumpukan sampah dengan memahami aspek sosial, budaya, ekonomi, pengetahuan lokal, relasi masyarakat dengan lingkungan, dan kebijakan pengelolaan sampah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Informan dipilih secara purposive sebanyak empat orang, terdiri atas petugas Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat pesisir. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah dan program kesehatan lingkungan yang responsif terhadap kondisi masyarakat pesisir