Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengobatan Tradisional Penyakit Herpes (Dompo) pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai Anggi Ratulangi; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.614

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kepercayaan masyarakat Suku Jawa terkait pengobatan tradisional penyakit herpes (dompo) di Desa Pon dengan cara pengobatan menggunakan metode penyemburan yang hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri dengan persyaratan khusus yang masih dilakukan sampai saat ini. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan medote etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat kepercayaan masyarakat Suku Jawa terkait pengobatan tradisional penyakit dompo dan tatacara pengobatannya. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai pengetahuan masyarakat jawa terkait pengobatan dompo didapat secara turun temurun. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa masyarakat suku Jawa masih menggunakan metode pengobatan tradisional yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.
Eksistensi Lubuk Larangan Untuk Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus Lubuk Larangan Desa Parmompang Aisyah Aminda; Nuriza Dora
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.617

Abstract

Masyarakat desa Parmompang menjaga nilai-nilai budaya lokal yang telah mereka terima dari nenek moyang mereka namun mereka juga memasukkan unsur-unsur atau kegiatankegiatan.Kearifan lokal merupakan pengetahuan yang eksplisit yang muncul dari periode panjang yang berevolusi bersama – sama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama – sama. Penelitian ini akan membahas tentang kearifan lokal yaitu peranan lubuk larangan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dalam perspektif hukum ekonomi islam. Sebagai hasil dari penilitian ini bahwa masyarakat di Desa Parmompang memiliki kebiasaan membuka lubuk larangan pada setiap lebaran atau hari besar agama. Penghasilan dari lubuk larangan akan dipergunakan sebagian untuk kas desa Parmompang sebagai salah satu program desa untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Secara sederhana, pengelolaan lingkungan merupakan pengelolaan sumber daya alam berkaitan dengan bagaimana cara mengelola sumber daya alam dan cara masyarakat berinteraksi dengan lingkungan nya dengan menyatukan perencanaan, pengelolaan air dan konservasi berupa Lubuk Larangan.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Sungai Parmompang. Metode Deskriptif kualitatif, yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan secara faktual dan akurat mengenai fakta – fakta dan gejala yang ada di lokasi penelitian, Eksperimen , yaitu melakukan survei, pengambilan data dan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan data kuisioner atau wawancara langsung dengan responden. Sedangkan data sekunder meliputi inventarisasi kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat di kawasan lubuk larangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk – bentuk kearifan lokal masyarakatDesa Parmompang, dalam upaya mengelola lubuk larangan, lubuk larangan Desa Parmompang  terdiri dari : Merencanakan pembentukan lubuk larangan melalui musyawarah dalam upaya menyelamatkan lingkungan perairan sungai,terbentuknya aturan – aturan dan sanksi bagi lubuk larangan dan aturan – aturan saja tidak ada sanksi bagi lubuk larangan ,masyarakat Desa Parmompang mempunyai kepercayaan bahwa yang mengambil ikan dilubuk larangan akan meninggal,dapat mengubah prilaku masyarakat kearah yang lebih posistif dari aspek ekologi dan sosial , seperti : mengunakan alat panen yang ramah lingkungan seperti lukah, jala, jaring dll, melarang menangkap ikan di sepanjang lubuk larangan, Memelihara dan memanfaatkan lubuk sebagai tempat berkembangbiaknya ikan – ikan.