Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERBASIS PROYEK DAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK KELAS IX SMP Nuraini Detia Putri; Herman Budiyono; Irma Suryani
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 1 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process cannot be seperated from learning tools, namely tools that assist learning that contain lesson plans and describe in detail the skills students will acquire. The research aims to provide appropriate and effective learning tools for project-based short story writing and higher order thinking. The work employes the development research, which refers to the ADDIE model. The subjects of this study were Indonesian language teachers and students of SMPN Satu Atap 4 Tungkal Ulu. The results showed that the development of learning materials for project-based short story writing and higher-level thinking was declared valid, practical with an average score of 84.58%. The use of project-based short story writing learning tools and higher-order thinking is declared effective for improving student learning outcomes.
LANDASAN DAN ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM Bradley Setyadi; Irma Suryani; Resty Framadita
Daiwi Widya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v9i2.1152

Abstract

AbstractCurriculum development requires strong foundations, which are based on the results of in-depth thoughts and research and are in line with the challenges of the times because the curriculum must have a foundation thus it can stand upright. These foundations are the foundations for the curriculum as its home, therefore it can provide comfort and convenience for students to study and make it a useful product for themselves, their religion, society and country. Each managed curriculum must be able to be developed and perfected to suit the rate of development of science and technology and the developing society. This paper applied a method in the form of theoretical studies regarding the principles and foundations of curriculum development. These theories were summarized and the threads were sought thus a discussion of the principles and foundations of curriculum development can be put forward.Keywords: Curriculum Development, Curriculum Principles, Curriculum Foundation
Analisis Struktural Gurindam 12: Kajian Filologi Warni Warni; Irma Suryani; Rengki Afria; Aldha Kusuma Wardhani
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.597 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian dalam jurnal ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin yang terdapat di dalam naskah kuno Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Pada umumnya, gurindam biasanya dipakai dan digunakan untuk mengungkapkan suatu kebenaran atau juga bisa untuk menyampaikan suatu nasihat. Adapun jenis pendekatan yang digunakan dalam jurnal ini yaitu berupa pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara dengan menghimpun dan menganalisis seluruh dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik, yang mana dokumen yang dimaksud yaitu naskah kuno Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Dokumen yang sudah diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan struktur fisik dan struktur batin serta dipadukan sehingga menjadi satu hasil kajian yang sistematis dan utuh. Dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian struktur fisik dan struktur batin dari naskah kuno Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji yaitu (1) tipografi menggunakan huruf besar dengan tanda baca yang lengkap, dan seluruh baitnya menjorok ke kiri, (2) menggunakan gaya bahasa perbandingan yaitu personafikasi dan metafora, (3) berisi diksi yang bermakna konotatif, (4) terdapat citraan yang paling sering ditemukan di dalamnya yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, dan citraan gerak, (5) rimanya berdasarkan letak kata-kata dalam baris yang terdiri atas rima akhir, (6) Gurindam Dua Belas berisi 12 bait dan 161 baris, (7) mengambil tema tentang kehidupan dan agama, (8) nilai rasa yang sengaja diciptakan oleh penyair dalam Gurindam Dua Belas yaitu perasaan damai sekaligus sedikit mencekam, (9) nada pada Gurindam Dua Belas terdengar cukup menggurui, dan (10) Gurindam Dua Belas berisikan amanat tentang mengenal diri sendiri, dunia, dan Allah dengan sebaik mungkin. Abstrack The research in this journal was carried out with the aim of describing the physical structure and inner structure contained in the ancient manuscripts of Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. In general, gurindam is usually used to express a truth or it can also convey a piece of advice. The type of approach used in this journal is in the form of a qualitative approach with a descriptive method which is carried out by collecting and analyzing all documents, both written documents, pictures, and electronic documents, which are the ancient manuscripts of the Gurindam Dua Belas by Raja Ali Haji. The documents that have been obtained are then analyzed based on the physical structure and mental structure and combined so that they become one result of a systematic and complete study. It can be concluded that the results of the research on the physical structure and inner structure of the ancient manuscripts of Raja Ali Haji's Gurindam Dua Belas are (1) typography using capital letters with complete punctuation, and all stanzas indented to the left, (2) using a comparative language style, namely personification and metaphor, (3) contains diction with connotative meaning, (4) there are images that are most often found in it, namely visual images, auditory images, and motion images, (5) the rhyme is based on the location of the words in a line consisting of rhymes. the end, (6) Gurindam Dua Belas contains 12 stanzas and 161 lines, (7) takes the theme of life and religion, (8) the sense of value that is deliberately created by the poet in Gurindam Dua Belas, which is a feeling of peace and a little gripping, (9) the tone of Gurindam Dua Belas sounds quite patronizing, and (10) Gurindam Dua Belas contains a message about knowing oneself, the world, and God as best as possible.
MORALITAS DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI Muhammad Dewa Zulkhi; Iirfansyah Irfansyah; Agus Setyonegoro; Irma Suryani
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i4.2736

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan wujud nilai moral tokoh utama dan bentuk penyampaian nilai moral dalam novel Ranah 3 Warna. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan menggunakan metode struktural. Data penelitian adalah kalimat atau paragraf terkait wujud nilai moral dan cara penyampaiannya. Sumber datanya adalah novel Ranah 3 Warna. Teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat dengan instrumen penulis sendiri sebagai peneliti.Teknik analisis data dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Di dalam novel Ranah 3 Warna wujud  nilai-nilai moral yang ditemukan adalah sebagai berikut. Aspek hubungan manusia dengan orang lain seperti sikap (suka membantu,  kerja sama, tanggung jawab, kedisiplinan, kejujuran, percaya diri, memberi semangat kepada orang lain, setia kawan, musyawarah, persahabatan, bersyukur, pantang menyerah, kerja keras, rasa tanggung jawab, empati, rendah hati, menghargai, kekompakan, memanfaatkan waktu luang, berbagi rezeki, dan mendamaikan hati).. Berdasarkan hasil analisis novel dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di dalam novel Ranah 3 Warna terdapat nilai-nilai moral yang mencakup kepribadian tokoh utama yaitu Alif antara lain seperti (Tekad kuat, Pantang menyerah, Bersungguh-sungguh, Bersabar, Ikhlas, Rasa syukur, Semangat kerja keras, Rasa Tanggung Jawab, Rendah hati,  Penyayang, Menghargai Negara, Tangguh, Cerdas, mandiri dan Berprasangka baik/Husnuzon). Bentuk penyampaian moral dalam novel Ranah 3 Warna bersifat langsung dan tak langsung.
LANDASAN DAN ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM Bradley Setiyadi; Irma Suryani; Resty Framadita
Daiwi Widya Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v9i2.1184

Abstract

AbstractCurriculum development requires strong foundations, which are based on the results of in-depth thoughts and research and are in line with the challenges of the times because the curriculum must have a foundation thus it can stand upright. These foundations are the foundations for the curriculum as its home, therefore it can provide comfort and convenience for students to study and make it a useful product for themselves, their religion, society and country. Each managed curriculum must be able to be developed and perfected to suit the rate of development of science and technology and the developing society. This paper applied a method in the form of theoretical studies regarding the principles and foundations of curriculum development. These theories were summarized and the threads were sought thus a discussion of the principles and foundations of curriculum development can be put forward.Keywords: Curriculum Development, Curriculum Principles, Curriculum Foundation
Analisis Struktur Fisik dan Batin Pada Puisi “Membenci Tuhan Dan Aliran Pedang” Karya Gus Ubab Nurdiana Simbolon; Irma Suryani; Julisah Izar
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 3 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v1i3.21234

Abstract

Abstrak Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra yang terdiri atas rangkaian kata dan mengandung Makna. Oleh karena itu, untuk memahami puisi perlu adanya kajian mendalam. Tujuan Dari penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana struktur fisik dan batin yang terdapat dalam puisi ”Membenci tuhan dan aliran pedang” karya Gus Ubab. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur batin yang terdapat pada puisi tersebut. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah membaca puisi, mengalisis struktur fisik dan batin puisi dan memberikan kesimpulan. Hasil dariAnalisis puisi memuat tema percintaan dan kehidupan yang memiliki suasana tegang,benci, dan menderita.  Abstract Poetry is a type of literary work that consists of a series of words and contains meaning. Therefore, to understand the poetry, It needs in-depth study. The purpose of this research is to describe how the physical and mental structures contained in the poem "Membenci Tuhan and Aliran Pedang "by Gus Ubab. The method in this study is a structural approach that aims to identify and describe the inner structure contained in the poem. The data analysis technique in this research is reading poetry, analyzing the physical and mental structure of the poem and giving conclusions. The results of the analysis of poetry contain themes of love and life which have an atmosphere of tension, hatred, and suffering.
Struktur Cerita Rakyat Kunun Puti Bensu Model Vladimir Propp Pebwike Sari; Irma Suryani; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 1 No. 3 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v1i3.23274

Abstract

Abstract This study aims to describe the functions of actors in 3 versions of the Kunun Puti Bensu folklore. The approach used in analyzing the functions of actors is based on the structure theory of Vladimir Propp's folklore which contains 31 functions of actors. The research results obtained in analyzing the functions of the perpetrators of the 3 versions of the Kunun Puti Bensu folklore based on the folklore structure theory of Vladimir Propp's model were the discovery of 20 of the 31 functions of the actors, including (β) a family member leaving the house, (γ) a prohibition uttered to the main character, (δ)Prohibition is broken, (ε)The robber tries to spy, (ζ)The robber receives a report about his enemy, (ŋ)The robber tries to deceive his prey in order to own it or possess his possessions, (θ)The prey is deceived and unknowingly helps his enemies, (А)The robber causes trouble for a family, (а) A family feels deprived and wants to have something, (Β)An accident or shortage is announced, the main character is asked or ordered, he is allowed to go or sent, (C )The seeker agrees or decides to take revenge, (↑)The main character leaves the house, (F)The main character gets a powerful agent, (G)U character first delivered, given directions to the destination or object sought, (J)The main character is injured, (I)The robber is defeated, (K)The initial accident or shortage is resolved, (↓)The main character goes home, (Rs)The main character is saved, (W) The main character gets married and ascends the throne.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi pelaku yang terdapat pada 3 versi cerita rakyat Kunun Puti Bensu. Adapun pendekan yang digunakan dalam menganalisis fungsi pelaku adalah berdasarkan teori struktur cerita rakyat Vladimir Propp yang memuat 31 fungsi pelaku. Hasil penelitian yang diperoleh dalam menganalisis fungsi pelaku terhadap 3 versi cerita rakyat Kunun Puti Bensu berdasarkan teori struktur cerita rakyat model Vladimir Propp adalah ditemukannya sebanyak 20 fungsi pelaku dari 31 fungsi pelaku antara lain (β)Seorang anggota keluarga meninggalkan rumah, (γ)Suatu larangan diucapkan kepada tokoh utama, (δ)Larangan dilanggar, (ε)Perampok mencoba untuk memata-matai, (ζ)Perampok menerima laporan tentang musuhnya, (ŋ)Perampok mencoba memperdaya mangsanya dengan tujuan untuk memilikinya atau memiliki kepunyaannya, (θ)Mangsanya terpedaya dan tanpa disadari membantu musuhnya, (А)Perampok menyebabkan kesusahan seorang keluarga, (а) Seorang keluarga merasa kekurangan dan ingin memiliki sesuatu, (Β)Kecelakaan atau kekurangan diumumkan, tokoh utama diminta atau diperintahkan, ia dibenarkan pergi atau di utuskan, (C)Pencari setuju atau memutuskan untuk membalas dendam, (↑)Tokoh utama meninggalkan rumah, (F)Tokoh utama memperoleh agen sakti, (G)Tokoh utama diantar, diberi petunjuk menuju ke tempat tujuan atau objek yang dicari, (J)Tokoh utama terluka, (I)Perampok dikalahkan, (K)Kecelakaan atau kekurangan awal diatasi, (↓)Tokoh utama pulang, (Rs)Tokoh utama diselamatkan, (W)Tokoh utama menikah dan menaiki tahta.
Struktur, Makna, dan Fungsi Mantra Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Kumun Mudik dan Desa Kumun Hilir, Kec. Kumun Debai, Kota Sungai Penuh Fitriyanti Fitriyanti; Irma Suryani; Dwi Rahariyoso
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i1.23289

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur, makna, dan fungsi mantra pengobatan tradisional Desa Kumun Mudik dan Kumun Hilir Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang menjadi data dalam penelitian yaitu, mantra pengobatan, mantra tawo capo, mantra dipanah setan/kuping sakit, mantra luka bakar, mantra sakit perut, mantra kena racun, mantra penawar racun, tawa mantra semua penyakit, tawar terkena angin duduk, dan sakit gigi. Sumber data dukun atau orang yang mengerti mantra.Sebanyak dua informan yaitu, Mamok Yani dan Mamok HamdaniHasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mantra pengobatan tradisional di Desa Kumun Mudik dan Desa Kumun Hilir menemukan sembilan mantra dan masing-masing terdapat struktur, makna, dan fungsi mantra yaitu, ditemukan struktur irama (datar atau lembut) yang ditemukan irama sama,  rima (asonansi, aliterasi, sempurna, tak sempurna akhir, awal, horizontal dan rima vertikal), terdapat 10 bait dan 57 larik, serta ditemukan sembilan diksi. Selanjutnya, makna yang ditemukan di dalam mantra pengobatan tradisional masyarakat Kumun Mudik dan Kumun Hilir yaitu, makna denotasi dan makna konotasi. Fungsi mantra pengobatan tidak hanya untuk pengobatan melainkan digunakan untuk penangkal tubuh, acara rumah atau syukuran rumah yang mau ditempatkan, dan untuk pawang hujan, pembacaan mantra dapat memberikan rasa aman di lingkungan yang memungkinkan timbulnya marabahaya, pembacaan mantra dapat dipercaya mengusir roh jahat yang sering mengganggu kehidupan manusia. Abstract This study aims to describe the structure, meaning, and function of traditional healing mantras in Kumun Mudik and Kumun Hilir villages, Kumun Debai district, Sungai Penuh City. The research approach is descriptive qualitative. The objects of research that become the data in the study are healing spells, tawo capo spells, devil arrow arrow spells/painful ears, burns spells, stomach pain spells, poisoned spells, antidote spells, laughter X spells for all diseases, bargaining with the wind sitting, and XX toothache. Data sources are shamans or people who understand mantras. A total of two informants, namely, Mamok Yani and Mamok Hamdani The results in this study indicate that traditional healing spells in Kumun Mudik Village and Kumun Hilir Village found nine mantras and each of them has the structure, meaning, and function of the mantra, namely, rhythm structure (flat or soft) found the same rhythm, rhyme (assonance) , alliteration, perfect, incomplete ending, beginning, horizontal and vertical rhyme), there are 10 stanzas and 57 lines, and nine dictions are found. Furthermore, the meanings found in the traditional healing mantras of the Kumun Mudik and Kumun Hilir communities are denotative meaning and connotative meaning. The function of healing spells is not only for treatment but is used for antidote to the body, house events or house celebrations that are to be placed, and for rain handlers, chanting mantras can provide a sense of security in an environment that allows for distress. human life.
Minat Siswa terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Andri Rustandi; Urip Sulistio; Irma Suryani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4749

Abstract

Perkembangan IPTEK yang cepat di masyarakat mewajibkan pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan baru di bidang keahlian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang sarana daan prasarana, baik itupun faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini ialah melihat bagaimana minat belajarysiswa serta faktor-faktor  apa yang mempengaruhiydalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP 25 Merangin. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yang berlandaskan filsafat postpositivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP Negeri Merangin sudahymemiliki kriteria minat belajar bahasa Indonesia berdasarkan Indikator MinatyBelajar. Dari hasil observasi siswa sangat senang mengikutiypembelajaran di kelas, kemudian siswa juga memperhatikan penjelasan yang disampaikanuoleh guru di kelas, sebagian besar siswautidak tertarik untuk mempelajariymata pelajaran Bahasa Indonesia karena materinya terlalu sulit dimengerti. Dari hasil penelitian ini dapatudisimpulkan bahwa dorongan pendidik dapat merangsang minat siswa dengan memberikan strategi dan metode yang menarik dalam kegiatan mengajar dan harus selalu memberikan motivasi dan semangat kepada setiap siswa khususnya pada mata pelajaranyBahasa Indonesia.
Minat Siswa terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Andri Rustandi; Urip Sulistio; Irma Suryani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4749

Abstract

Perkembangan IPTEK yang cepat di masyarakat mewajibkan pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan baru di bidang keahlian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurang sarana daan prasarana, baik itupun faktor internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini ialah melihat bagaimana minat belajarysiswa serta faktor-faktor  apa yang mempengaruhiydalam Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP 25 Merangin. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif yang berlandaskan filsafat postpositivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP Negeri Merangin sudahymemiliki kriteria minat belajar bahasa Indonesia berdasarkan Indikator MinatyBelajar. Dari hasil observasi siswa sangat senang mengikutiypembelajaran di kelas, kemudian siswa juga memperhatikan penjelasan yang disampaikanuoleh guru di kelas, sebagian besar siswautidak tertarik untuk mempelajariymata pelajaran Bahasa Indonesia karena materinya terlalu sulit dimengerti. Dari hasil penelitian ini dapatudisimpulkan bahwa dorongan pendidik dapat merangsang minat siswa dengan memberikan strategi dan metode yang menarik dalam kegiatan mengajar dan harus selalu memberikan motivasi dan semangat kepada setiap siswa khususnya pada mata pelajaranyBahasa Indonesia.