p-Index From 2021 - 2026
7.808
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efisiensi Saluran Irigasi Pada Kejuron Slorok, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang, Jawa Timur Hakim, Muhammad Naufal; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.127

Abstract

Daerah Irigasi Molek adalah daerah irigasi dengan menggunakan sistem irigasi teknis dan berguna untuk menghantarkan air dari Bendung Blobo ke lahan sawah milik warga sekitar. Air yang mengalir di daerah irigasi Molek ternyata berpotensi tidak mengalir dengan efisien sesuai dengan perencanaan yang ada. Hal tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa penyebab seperti evaporasi, rembesan, dan pencurian air secara illegal. Pada studi ini, penulis ingin mengetahui tentang bagaimana kondisi eksisting, nilai efisiensi pengaliran yang ada pada bangunan dan saluran yang ada pada saluran Primer dan Sekunder Kejuron Slorok dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2015, serta analisis debit inflow dan outflow. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai kinerja irigasi pada saluran primer dan sekunder sebesar 87,375% dan 87,668%. Lalu, nilai efisiensi pada saluran primer yaitu 89,758% dan saluran sekunder 91,587%. Nilai kinerja irigasi kedua saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Akan tetapi, nilai efisiensi saluran Primer masih belum memenuhi ketentuan, meskipun pada saluran Sekunder telah memenuhi ketentuan yang ada pada Kriteria Perencanaan Irigasi 03.
Analisis Efisiensi Saluran Irigasi pada Kejuron Talangagung, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang Brafianto, Alvito; Budi Prayogo, Tri; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.129

Abstract

Daerah Irigasi Molek, Malang, Jawa Timur merupakan jaringan irigasi teknis dimana jaringan irigasi teknis sendiri dilengkapi bangunan sadap yang permanen, bangunan sadap serta bangunan bagi yang mampu mengatur dan mengukur. Air yang dialirkan dari hulu ke hilir berpotensi berubah, hal ini bisa saja disebabkan oleh kehilangan air yang disebabkan kerusakan pada bangunan maupun saluran serta pengambilan air secara ilegal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah Saluran Primer serta Saluran Sekunder F dan G memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dengan metode analisis debit inflow dan outflow. Serta mengetahui kinerja irigasi ketiga saluran tersebut dengan melakukan penilaian bangunan dan saluran menggunakan Permen PUPR No.12/PRT/M/2015. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa efisiensi dan kinerja Saluran Primer sebesar 89,76% dan 86,71%. Sedangkan efisiensi serta kinerja saluran Sekunder F adalah 91,57% dan 87,83% serta nilai efisiensi dan kinerja pada saluran Sekunder G sebesar 90,36% dan 88,25%. Hanya efisiensi Saluran Primer yang belum memenuhi ketentuan Kriteria Perencanaan Irigasi 03. Disamping itu kinerja irigasi ketiga saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada Permen PUPR No.12/PRT/M/2015.
PENILAIAN TINGKAT KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN MENGGUNAKAN METODE SINTACS DI KECAMATAN MEGALUH KABUPATEN JOMBANG Susrama, Fadlil Adya; Siswoyo, Hari; Sayekti, Rini Wahyu
EnviroScienteae Vol 20, No 4 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 4, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i4.20062

Abstract

An area of 1,853 ha (65.2%) of land in Megaluh District is used for rice fields. Pesticides and inorganic fertilizers are widely used as plant fertilizers in Megaluh District, where excessive use in rice fields can pollute the groundwater below. This research is aimed at identifying spatially the possibility of groundwater pollution using the hydrogeological approach of the SINTACS method. The SINTACS method has five scenarios that produce different weights for each parameter that can cause groundwater vulnerability. The data used in the SINTACS method are groundwater depth, infiltration rate, unsaturated zone, soil texture, aquifer media, hydraulic conductivity and topography. This research uses variations in the depth of the groundwater level to determine the trend in the level of groundwater vulnerability in Megaluh District during the rainy season and dry season with a severe impact scenario as an approach to environmental conditions in Megaluh District. The results of the analysis show that the level of groundwater vulnerability in Megaluh District is in the range of 143.6 (rather high) – 198 (high). The percentage of rice field area which reached 65.2% resulted in a rather high level of vulnerability of 42.35% and a high level of vulnerability of 57.65%.
Assessment of the Level of Groundwater Vulnerability to Pollution Using the DRASTIC Methodin Jogoroto District, Jombang Regency Alfaridzi, Em Rafif Sultan; Siswoyo, Hari; Sayekti, Rini Wahyu
Journal of Educational Engineering and Environment Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Educational Engineering and Environment
Publisher : Fakultas Teknik Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jeee.v3i2.4689

Abstract

There are more than 70 small tofu factories in the Jogoroto District, which generate a large amount of liquid waste from tofu processing that has not been treated optimally. This certainly creates a potential for the waste to contaminate groundwater in the Jogoroto District. The assessment of groundwater vulnerability to contamination can be conducted using the DRASTIC method, which involves 7 parameters.In this study, there are 24 dug well points spread across the entire Jogoroto District, which were monitored periodically over a 5-month period, from July 2023 to November 2023. Based on the resulting groundwater vulnerability distribution map, laboratory tests on groundwater quality were carried out, using parameters from the Minister of Health Regulation No. 2 of 2023 concerning clean water and the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 on effluent quality standards.The study found that the DRASTIC index value during the research period ranged from 140 to 212, with three levels of vulnerability: moderate, high, and very high. The high vulnerability level dominated the study area. However, based on the validation results, it was found that the groundwater quality in the Jogoroto District, Jombang Regency, is not contaminated.
Pemetaan Tingkat Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode SINTACS di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Andini, Rika Septian; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.366

Abstract

Kecamatan Gudo memanfaatkan air tanah yang diambil langsung melalui sumur gali untuk memenuhi kebutuhan domestik, irigasi, ataupun indutsri. Aktivitas dari masyarakat ini dapat berpotensi menjadi polutan yang berdampak pada pencemaran air tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini dilakukan pada 25 sumur gali yang berada di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang selama 5 bulan, yaitu bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilitian ini menggunakan metode SINTACS dengan 7 parameter hidrogeologi, yaitu S—Soggiacenza (Kedalaman Muka Air Tanah), I—Infiltrazione Efficace (Laju Pengisian Kembali), N—Non-saturo (Kondisi Zona Tak Jenuh), T—Tipologia Della Copertura (Tekstur Tanah), A—Acquifero (Media Akuifer), C—Conducibilità Idraulica Dell’Acquifero (Konduktivitas Hidraulik), S—Superficie Topografika (Kemiringan Lereng). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks berkisar antara 137,5–194,00 dengan tingkat kerentanan sedang, agak tinggi, dan tinggi. Pemetaan sebaran tingkat kerentanan air tanah didominasi oleh tingkat kerentanan agak tinggi dengan presentase luas sebesar 91,11%–98,08% dari total luas wilayah penelitian.
Interaction Pattern of Groundwater and Surface Water of Beji River in Malang Regency Fatikasari, Cindi; Siswoyo, Hari; Irawan , Dasapta Erwin
Journal of Educational Engineering and Environment Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Educational Engineering and Environment
Publisher : Fakultas Teknik Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jeee.v3i2.5034

Abstract

Activities in the Beji River area such as bathing, washing, toilets, industry, and agriculture greatly affect the declinein the quality of the river's. Poor river surface water quality will affect the quality of groundwater in the area around the river.Groundwater and river surface water have a close relationship with each other, especially in areas around riverbanks. Therefore,this study was conducted to identify the interaction between ground air and river surface air at the research location. Based onthe description of the flow pattern identified as a whole, the type of interaction at the research location is in the form of gainstream. The relationship between the two causes similar characteristics as evidenced by the occurrence of similar patterns in thetime series analysis. These similarity characteristics are divided into 2 clusters, namely cluster 1 is influenced by pH and airtemperature while cluster 2 is influenced by TDS and DHL water with correlation values ranging from -0.074 to 0.972. Based onthe PCA analysis, the eigenvalue values obtained range from 1.042 to 1.482 with a cumulative contribution of variables of 79.58%.The hydrochemistry of air in groundwater and river surface water also shows that there are similarities in the chemical propertiesof air, namely that it has non-dominant types of cations and anions.
PENILAIAN KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRASTIC DI DAERAH LEPASAN CEKUNGAN AIR TANAH JAKARTA Salsabila, Sumaya; Siswoyo, Hari; Setiawan, Taat; Abdillah, Faizal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.496

Abstract

ABSTRAKPesatnya pertumbuhan penduduk di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta meningkatkan produksi limbah rumah tangga dan industri, yang dapat mencemari airtanah dan mengancam ketersediaan air bersih. Studi ini memiliki tujuan untuk memberi penilaian kerentanan airtanah terhadap pencemaran. Penilaian kerentanan airtanah dapat diketahui melalui penggunaan metode DRASTIC. Metode DRASTIC mencakup 7 parameter, yakni kedalaman muka air tanah (D), curah hujan (R), media akuifer (A), tekstur tanah (S), topografi (T), pengaruh zona tak jenuh (I), serta konduktivitas hidraulik (C). Berdasarkan hasil analisis dari 28 lokasi titik sumur di daerah lepasan CAT Jakarta, nilai DRASTIC berkisar antara 97–149. Hasil ini diklasifikasikan menjadi dua tingkat kerentanan: rendah sebesar 25,93% dan sedang sebesar 74,07%. Faktor utama yang mempengaruhi kerentanan adalah kedalaman muka airtanah yang dangkal (rata-rata 5–10 m) dan zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi. Kedalaman muka air tanah yang dangkal mempermudah polutan mencapai lapisan jenuh, sementara zona tak jenuh dengan permeabilitas tinggi memiliki kemampuan filtrasi yang rendah, sehingga meningkatkan risiko pencemaran. Studi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kerentanan sedang berisiko tinggi terhadap pencemaran, sehingga diperlukan pengelolaan yang ketat dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan air tanah guna menjaga keberlanjutan sumber daya air.Kata kunci: air tanah, CAT Jakarta, DRASTIC, kerentanan, pencemaranABSTRACTThe rapid population growth in the Jakarta Groundwater Basin (CAT) has led to an increase in household and industrial waste production, which may contaminate groundwater and threaten clean water availability. This study aims to assess groundwater vulnerability to pollution. Groundwater vulnerability assessment can be conducted using the DRASTIC method, which consists of seven parameters: Depth to Water Table (D), Recharge (R), Aquifer Media (A), Soil Texture (S), Topography (T), Impact of the Vadose Zone (I), and Hydraulic Conductivity (C). Based on an analysis of 28 well locations in groundwater basin release areas in Jakarta, DRASTIC index values range from 97 to 149. These values are classified into two vulnerability levels: low (25.93%) and moderate (74.07%). The primary factors influencing vulnerability are the shallow water table depth (averaging 5–10 meters) and the vadose zone with high permeability. The shallow water table facilitates the migration of pollutants to the saturated zone, while the high-permeability vadose zone has a low filtration capacity, thereby increasing contamination risks. This study indicates that areas with moderate vulnerability are at high risk of contamination, highlighting the need for strict management in spatial planning and groundwater resource management to ensure water resource sustainability.Keywords: CAT Jakarta, DRASTIC, groundwater, pollution, vulnerability
Desain Jaringan Irigasi dan Penentuan Pola Pemberian Air pada Daerah Oncoran SDJB 982 Kabupaten Jombang Oktafian, Jovan Neriza; Siswoyo, Hari; Saputra, Anggara Wiyono Wit
EXTRAPOLASI Vol 22 No 01 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v22i01.12946

Abstract

Air tanah merupakan sumber air yang stabil dan tetap tersedia selama musim kemarau, keberadaan air tanah dapat berperan penting khususnya dalam irigasi. Lahan pertanian yang ada di Desa Bawangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang selama musim kemarau selalu mengalami kekeringan, sehingga masalah yang dialami petani mendapatkan respon dari pemerintah setempat sehingga direalisasikannya sumur bor dengan debit 20 liter/detik. Tujuan studi ini adalah untuk mendesain jaringan irigasi air tanah dan menentukan pola pemberian air irigasi pada daerah oncoran SDJB 982. Studi ini meliputi mendesain jaringan irigasi air tanah dan perencanaan pola operasi pemberian air irigasi. Desain jaringan irigasi air tanah seluas 18,50 ha berbentuk sistem saluran cabang terbuka dengan meliputi beberapa komponen: 1 rumah pompa, 7 titik outlet, 2 buah air valve dan 1 buah riser pipe. Kondisi hidrolik pipa yang direncanakan telah memenuhi syarat spesifikasi jaringan perpipaan. Jadwal operasi pompa dilakukan maksimal selama 18 jam/hari dengan sistem bergiliran dan digunakan saat musim kemarau.
Penentuan Zona Interface pada Daerah Intrusi Air Laut di Kawasan Pantai Lovina Luh Natasya Karini Putri; Siswoyo, Hari; Andawayanti, Ussy
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i1.11086

Abstract

Intrusi air laut merupakan peristiwa masuknya air laut atau asin ke dalam air tanah. Salah satu kawasan yang terdampak peristiwa tersebut adalah Pantai Lovina. Hal ini disebabkan salah satunya oleh pengambilan air tanah yang berlebihan. Salah satu akibat atau dampak dari peristiwa ini ialah penurunan muka tanah, air sumur menjadi payau, bahkan dapat menimbulkan sink hole, untuk itu diperlukan penelitian mengenai perbatasan antara air tanah dana air asin untuk mengetahui sejauh mana wilayah yang terdampak intrusi air laut dan kedalaman batas antara air asin dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona interface di kawasan Pantai Lovina dengan hukum Ghyben-Herzberg. Berdasarkan hasil survei pada 14 sumur di sepanjang garis Pantai Lovina dihasilkan zona interface berkedalaman sekitar 20 m – 166 m dan jarak terdekat daerah terintrusi air laut dari garis pantai adalah sekitar 49,4 m sedangkan yang terjauh sekitar 117,5 m dengan Lokasi rata-rata di daerah barat Pantai Lovina. Terdapat intrusi air laut pada garis Pantai Lovina terutama pada bagian barat.
Penilaian Tingkat Kerentanan Air Tanah Terhadap Pencemaran dengan Metode Simple Vertical Vulnerability (SVV) Di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo Kabupaten Jombang Ma'arif, Mohammad Syaifuddin; Siswoyo, Hari; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3591

Abstract

Bandar Kedung Mulyo District is an area at risk of groundwater pollution due to agricultural activities involving pesticide use and improper disposal of domestic waste. Preventive measures are necessary to protect groundwater from contaminants. One approach is to assess groundwater vulnerability using the SVV Method. This research aims to evaluate the SVV index as an assessment of groundwater vulnerability derived from parameters such as the thickness of the unsaturated zone, percolation value, and the type of material in the saturated zone. The research results indicate variations in groundwater vulnerability levels, with SVV index values ranging from 11.55 to 47.89 over the five-month study period. There are three classifications of groundwater vulnerability levels: medium (35-65) and high (24-35) with an area percentage of 9 – 10% each. Very high vulnerability (≤ 24) dominates with a percentage of 81 – 82% of the area. The percentage of areas with very high vulnerability decreased, while areas with medium and high vulnerability increased each month. This is due to the decreasing depth of groundwater each month.
Co-Authors A'mal, Bayhaki Izatul Adristi Nur Camila Agripina, I Gusti Ayu Widi Ahmad Firman Nur Rachman Alfaridzi, Em Rafif Sultan Amalia Aprilliani Saiful Ambar Wulan Hasti Pertiwi Amik, Arra Misrokhis Andini, Rika Septian Andre P. Hendrawan Andre Primantyo Hendrawan Anggara W. WS Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara WWS Arianti, Natalia Deassy Arief, Amalia Mardhatillah Asprilian, Gio Fonseca Aulia Shinta Balqis Aulia Zam Zam Firdaus Azhar, Rifqi Fajar Bayhaki Izatul A'mal Bernadine, Eva Brafianto, Alvito Budi Prayogo, Tri Dasapta Erwin Irawan Dasapta Erwin Irawan Dasapta Erwin Irawan, Dasapta Erwin Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dyah Laksmi Wahyusetyaningtyas Emma Yuliani Eri Widayanti Ery Suhartanto Faizal Abdillah Faizal Abdillah Fatikasari, Cindi Hakim, Muhammad Naufal Handini, Maya Harganto, Satrio Hisbulloh, Robiq I Gusti Ayu Widi Agripina Inayah, Luthfi Irawan , Dasapta Erwin Jadfan Sidqi Fidari Joko Kurniawan Khabib, Muhammad Lukman Kurniawan, Joko Kusuma, Fajar S.H. Limantara, Lily M. Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri M. Bisri M. Taufiq Ma'arif, Mohammad Syaifuddin Maarif, Fandi Ahmad Manuaba, Ida Ayu Umadewi Seruti Miftakhul Huda Moch Sasmito Djati Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muchni Marlikan Mukhlis Arief Irvandi Nafi'a, Futicha Elma Dina NEPRIYANA, Elfita Ni Luh Putri Prabandari Nisa, Reyza Kusvahrun Novela Laurenz Desy Hermalia Nuramalia, Rafika Oktafian, Jovan Neriza Permata, Veronika Yulia Pitojo Tri Juwono Prabandari, Ni Luh Putri pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Adit B Pratama, Rizki Ramadhani Putri, Anthea Alviona Rahayu, Kurnia Yuliyanti Rahmah Dara Lufira Reza Adiva Pratama Rini Wahyu Sayekti Rini Wahyu Sayekti Riyanto Haribowo Rizky, Ardi Ainnur Roisa Tri Amini Runi Asmaranto Salsabila, Sumaya Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas Santosa, Rizky Ramadhani Anwar Sari, Chudiana Mega Saves, Faradlillah Sudiarti, Sri Utami SUMIYATI SUMIYATI Sumiyati Sumiyati Susrama, Fadlil Adya Suyitno Suyitno Swandani, Monique Adriana Taat Setiawan Taat Setiawan, Taat Tri Budi Prayogo, Tri Budi Ussy Andawayanti Vanadani Pranantya Very Dermawan Wahyu Nafier A. Widandi Soetopo Yuniar, Frida Rani Yuwono, Hari