Claim Missing Document
Check
Articles

Performance Assessment of Agrotourism Oriented Irrigation Systems in Subak Sembung, Denpasar City Agripina, I Gusti Ayu Widi; Siswoyo, Hari; Sumiyati, Sumiyati
BERKALA SAINSTEK Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v11i2.36887

Abstract

Subak Sembung has a wide coverage area of 103 ha of rice fields with a total length of 5.1 km of tertiary irrigation canals. The Subak Sembung area has experienced land conversion of 14 ha which has had an impact on the performance of the subak system. The strategy that can be implemented to maintain the sustainability of the subak system is to develop agrotourism. Based on the survey results at the study area, there are several problems that have the potential to disrupt the performance of the irrigation system, including damage to irrigation structures and leakage of irrigation canals, and a lack of support for subak development towards agrotourism. The aim of this study was to assess the condition and performance of an agrotourism-oriented irrigation system in Subak Sembung. This research was conducted using field survey and interview methods. Field surveys were carried out with the aim of determining the conditions of agrotourism-oriented irrigation systems. Interviews were conducted to assess the performance of an agrotourism oriented irrigation system using the subak assessment form based on the Tri Hita Karana developed by the Udayana University Subak Unit and the agro-tourism form. Based on the research that has been done, it can be stated that the condition of the agrotourism oriented irrigation system in Subak Sembung is good. This is shown based on the functioning of irrigation network assets and non-irrigation networks. The performance of agrotourism oriented irrigation systems in Subak Sembung is in the range of 3.66 - 5.00 in the good category.
Penilaian Tingkat Kerentanan Intrinsik Air Tanah terhadap Pencemaran dengan Menggunakan Metode SINTACS di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang Arianti, Natalia Deassy; Siswoyo, Hari; Bisri, Mohammad
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v7i2p81-89

Abstract

Air tanah merupakan semua air yang menempati rongga-rongga di dalam batuan dalam kondisi jenuh dengan pergerakan yang lambat dan waktu tinggal yang lama sehingga akan lama untuk pulih jika sudah tercemar. Kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran sangat berkaitan dengan kondisi fisik batuan, tanah, dan hidrogeologinya yang secara alami dapat menjadi pelindung bagi air tanah terhadap pencemaran. Sebagian besar penduduk di wilayah Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan domestik. Aktivitas domestik maupun pertanian di wilayah setempat berpotensi mencemari air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai tingkat kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran, untuk selanjutnya dilakukan penyusunan peta zonasinya. Sejumlah 23 contoh sumur gali milik penduduk diamati, diukur, dan dianalisis dengan mempertimbangkan aspek spasial dan temporal selama 5 bulan mulai bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilaian tingkat kerentanan air tanah dilakukan dengan menggunakan Metode SINTACS berdasarkan tujuh parameter yaitu kedalaman muka air tanah (S), infiltrasi (I), zona aerasi (N), tekstur tanah (T), media akuifer (A), konduktivitas batuan (C), dan kemiringan lereng (S). Berdasarkan hasil penelitian dapat disusun peta zonasi kerentanan intrinsik air tanah terhadap pencemaran, dimana untuk peta bulan Juli 2023 hingga bulan September 2023 lokasi penelitian terbagi menjadi 4 zona kerentanan (sedang, agak tinggi, tinggi, sangat tinggi), sedangkan untuk bulan Oktober 2023 dan November 2023 terbagi menjadi 3 zona kerentanan (sedang, agak tinggi, dan tinggi). Peta zonasi tingkat kerentanan dapat digunakan oleh pemerintah sebagai acuan dalam pembuatan keputusan terkait kebijakan pengelolaan sumber daya air tanah untuk mencegah pencemaran air tanah.
Analisis Efisiensi Saluran Irigasi Pada Kejuron Slorok, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang, Jawa Timur Hakim, Muhammad Naufal; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.127

Abstract

Daerah Irigasi Molek adalah daerah irigasi dengan menggunakan sistem irigasi teknis dan berguna untuk menghantarkan air dari Bendung Blobo ke lahan sawah milik warga sekitar. Air yang mengalir di daerah irigasi Molek ternyata berpotensi tidak mengalir dengan efisien sesuai dengan perencanaan yang ada. Hal tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa penyebab seperti evaporasi, rembesan, dan pencurian air secara illegal. Pada studi ini, penulis ingin mengetahui tentang bagaimana kondisi eksisting, nilai efisiensi pengaliran yang ada pada bangunan dan saluran yang ada pada saluran Primer dan Sekunder Kejuron Slorok dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2015, serta analisis debit inflow dan outflow. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai kinerja irigasi pada saluran primer dan sekunder sebesar 87,375% dan 87,668%. Lalu, nilai efisiensi pada saluran primer yaitu 89,758% dan saluran sekunder 91,587%. Nilai kinerja irigasi kedua saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Akan tetapi, nilai efisiensi saluran Primer masih belum memenuhi ketentuan, meskipun pada saluran Sekunder telah memenuhi ketentuan yang ada pada Kriteria Perencanaan Irigasi 03.
Analisis Efisiensi Saluran Irigasi pada Kejuron Talangagung, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang Brafianto, Alvito; Budi Prayogo, Tri; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.129

Abstract

Daerah Irigasi Molek, Malang, Jawa Timur merupakan jaringan irigasi teknis dimana jaringan irigasi teknis sendiri dilengkapi bangunan sadap yang permanen, bangunan sadap serta bangunan bagi yang mampu mengatur dan mengukur. Air yang dialirkan dari hulu ke hilir berpotensi berubah, hal ini bisa saja disebabkan oleh kehilangan air yang disebabkan kerusakan pada bangunan maupun saluran serta pengambilan air secara ilegal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah Saluran Primer serta Saluran Sekunder F dan G memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dengan metode analisis debit inflow dan outflow. Serta mengetahui kinerja irigasi ketiga saluran tersebut dengan melakukan penilaian bangunan dan saluran menggunakan Permen PUPR No.12/PRT/M/2015. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa efisiensi dan kinerja Saluran Primer sebesar 89,76% dan 86,71%. Sedangkan efisiensi serta kinerja saluran Sekunder F adalah 91,57% dan 87,83% serta nilai efisiensi dan kinerja pada saluran Sekunder G sebesar 90,36% dan 88,25%. Hanya efisiensi Saluran Primer yang belum memenuhi ketentuan Kriteria Perencanaan Irigasi 03. Disamping itu kinerja irigasi ketiga saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada Permen PUPR No.12/PRT/M/2015.
PENILAIAN TINGKAT KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN MENGGUNAKAN METODE SINTACS DI KECAMATAN MEGALUH KABUPATEN JOMBANG Susrama, Fadlil Adya; Siswoyo, Hari; Sayekti, Rini Wahyu
EnviroScienteae Vol 20, No 4 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 4, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i4.20062

Abstract

An area of 1,853 ha (65.2%) of land in Megaluh District is used for rice fields. Pesticides and inorganic fertilizers are widely used as plant fertilizers in Megaluh District, where excessive use in rice fields can pollute the groundwater below. This research is aimed at identifying spatially the possibility of groundwater pollution using the hydrogeological approach of the SINTACS method. The SINTACS method has five scenarios that produce different weights for each parameter that can cause groundwater vulnerability. The data used in the SINTACS method are groundwater depth, infiltration rate, unsaturated zone, soil texture, aquifer media, hydraulic conductivity and topography. This research uses variations in the depth of the groundwater level to determine the trend in the level of groundwater vulnerability in Megaluh District during the rainy season and dry season with a severe impact scenario as an approach to environmental conditions in Megaluh District. The results of the analysis show that the level of groundwater vulnerability in Megaluh District is in the range of 143.6 (rather high) – 198 (high). The percentage of rice field area which reached 65.2% resulted in a rather high level of vulnerability of 42.35% and a high level of vulnerability of 57.65%.
Assessment of the Level of Groundwater Vulnerability to Pollution Using the DRASTIC Methodin Jogoroto District, Jombang Regency Alfaridzi, Em Rafif Sultan; Siswoyo, Hari; Sayekti, Rini Wahyu
Journal of Educational Engineering and Environment Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Educational Engineering and Environment
Publisher : Fakultas Teknik Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jeee.v3i2.4689

Abstract

There are more than 70 small tofu factories in the Jogoroto District, which generate a large amount of liquid waste from tofu processing that has not been treated optimally. This certainly creates a potential for the waste to contaminate groundwater in the Jogoroto District. The assessment of groundwater vulnerability to contamination can be conducted using the DRASTIC method, which involves 7 parameters.In this study, there are 24 dug well points spread across the entire Jogoroto District, which were monitored periodically over a 5-month period, from July 2023 to November 2023. Based on the resulting groundwater vulnerability distribution map, laboratory tests on groundwater quality were carried out, using parameters from the Minister of Health Regulation No. 2 of 2023 concerning clean water and the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 on effluent quality standards.The study found that the DRASTIC index value during the research period ranged from 140 to 212, with three levels of vulnerability: moderate, high, and very high. The high vulnerability level dominated the study area. However, based on the validation results, it was found that the groundwater quality in the Jogoroto District, Jombang Regency, is not contaminated.
Pemetaan Tingkat Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode SINTACS di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Andini, Rika Septian; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.366

Abstract

Kecamatan Gudo memanfaatkan air tanah yang diambil langsung melalui sumur gali untuk memenuhi kebutuhan domestik, irigasi, ataupun indutsri. Aktivitas dari masyarakat ini dapat berpotensi menjadi polutan yang berdampak pada pencemaran air tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini dilakukan pada 25 sumur gali yang berada di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang selama 5 bulan, yaitu bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilitian ini menggunakan metode SINTACS dengan 7 parameter hidrogeologi, yaitu S—Soggiacenza (Kedalaman Muka Air Tanah), I—Infiltrazione Efficace (Laju Pengisian Kembali), N—Non-saturo (Kondisi Zona Tak Jenuh), T—Tipologia Della Copertura (Tekstur Tanah), A—Acquifero (Media Akuifer), C—Conducibilità Idraulica Dell’Acquifero (Konduktivitas Hidraulik), S—Superficie Topografika (Kemiringan Lereng). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks berkisar antara 137,5–194,00 dengan tingkat kerentanan sedang, agak tinggi, dan tinggi. Pemetaan sebaran tingkat kerentanan air tanah didominasi oleh tingkat kerentanan agak tinggi dengan presentase luas sebesar 91,11%–98,08% dari total luas wilayah penelitian.
Interaction Pattern of Groundwater and Surface Water of Beji River in Malang Regency Fatikasari, Cindi; Siswoyo, Hari; Irawan , Dasapta Erwin
Journal of Educational Engineering and Environment Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Educational Engineering and Environment
Publisher : Fakultas Teknik Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jeee.v3i2.5034

Abstract

Activities in the Beji River area such as bathing, washing, toilets, industry, and agriculture greatly affect the declinein the quality of the river's. Poor river surface water quality will affect the quality of groundwater in the area around the river.Groundwater and river surface water have a close relationship with each other, especially in areas around riverbanks. Therefore,this study was conducted to identify the interaction between ground air and river surface air at the research location. Based onthe description of the flow pattern identified as a whole, the type of interaction at the research location is in the form of gainstream. The relationship between the two causes similar characteristics as evidenced by the occurrence of similar patterns in thetime series analysis. These similarity characteristics are divided into 2 clusters, namely cluster 1 is influenced by pH and airtemperature while cluster 2 is influenced by TDS and DHL water with correlation values ranging from -0.074 to 0.972. Based onthe PCA analysis, the eigenvalue values obtained range from 1.042 to 1.482 with a cumulative contribution of variables of 79.58%.The hydrochemistry of air in groundwater and river surface water also shows that there are similarities in the chemical propertiesof air, namely that it has non-dominant types of cations and anions.
Pemetaan Pola Aliran Air Tanah di Sekitar Kali Sumpil Kota Malang Irvandi, Mukhlis Arief; Siswoyo, Hari; Irawan, Dasapta Erwin
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.717

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan pola aliran air tanah di sekitar Kali Sumpil di wilayah Kota Malang. Lokasi penelitian ini adalah di segmen Kali Sumpil sepanjang 5,6 km yang mengalir mulai dari Kecamatan Lowokwaru hingga ke pertemuan antara Kali Sumpil dan Kali Sari di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pola aliran air tanah di lokasi penelitian dipetakan berdasarkan elevasi muka air tanah yang diukur dari 43 lokasi sumur gali milik warga yang tersebar di sepanjang aliran Kali Sumpil tersebut. Elevasi muka air tanah pada sumur gali warga di lokasi penelitian berkisar antara +493,88 m dpl di bagian hulu hingga +436,70 m dpl di bagian hilir. Elevasi muka air tanah tertinggi berada pada sumur gali SG-26 yang berada di sebelah kanan aliran bagian hulu Kali Sumpil, sedangkan elevasi muka air tanah terendah berada pada sumur gali SG-25 di sebelah kiri aliran bagian hilir Kali Sumpil. Secara umum, aliran air tanah di lokasi penelitian mengalir dari arah Barat Laut menuju ke arah Tenggara bersesuaian dengan arah aliran Kali Sumpil. Hubungan antara air tanah dan air permukaan adalah air tanah mengisi air permukaan Kali Sumpil.
Desain dan Analisis Hidraulik Jaringan Irigasi Air Tanah pada Daerah Oncoran SDJB 981 di Kabupaten Jombang Hermalia, Novela Laurenz Desy; Siswoyo, Hari; Saputra, Anggara Wiyono Wit
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 9 No. 2 (2025): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/512qfg48

Abstract

Lahan sawah di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang merupakan sawah tadah hujan yang pada saat musim kemarau mengalami kesulitan air irigasi. Instansi terkait membangun sumur produksi SDJB 981 dengan kapasitas debit air sebesar 20 liter/detik dan kedalaman 116 meter yang digunakan untuk memasok air irigasi pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mendesain jaringan irigasi air tanah pada daerah oncoran sumur produksi SDJB 981 dan menganalisis secara hidraulik desain tersebut. Studi yang dilakukan meliputi desain jaringan irigasi air tanah pada daerah oncoran sumur produksi SDJB 981 dan analisis hidraulik desain jaringan tersebut. Desain jaringan irigasi air tanah mengairi lahan sawah seluas 18,90 ha dan menggunakan sistem saluran bercabang terbuka dengan pipa PVC berdiameter 6 inch dengan total panjang pipa 1.051,20 meter yang dilengkapi dengan komponen yang meliputi: 1 buah rumah pompa, 7 titik outlet tipe hidran sederhana, 2 buah air valve, 1 buah riser pipe, serta 1 bangunan alat ukur Thompson. Analisis hidraulik desain jaringan irigasi air tanah dilakukan dengan menggunakan program EPANET 2.2 dengan hasil kecepatan aliran air tertinggi terjadi pada pipa P-1 sebesar 1,48 m/detik. Headloss tertinggi pada pipa P-1 sebesar 13,47 m/km. Tekanan tertinggi terjadi pada junction J-TO6 sebesar 11,83 meter air. Dari hasil analisis tersebut maka jaringan perpipaan telah memenuhi syarat dan dapat mengalirkan air irigasi ke petak sawah layanan.
Co-Authors A'mal, Bayhaki Izatul Adristi Nur Camila Agripina, I Gusti Ayu Widi Ahmad Firman Nur Rachman Alfaridzi, Em Rafif Sultan Amik, Arra Misrokhis Andini, Rika Septian Andre P. Hendrawan Andre Primantyo Hendrawan Anggara W. WS Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Anggara WWS Arianti, Natalia Deassy Arief, Amalia Mardhatillah Asprilian, Gio Fonseca Aulia Shinta Balqis Azhar, Rifqi Fajar Bernadine, Eva Brafianto, Alvito Budi Prayogo, Tri Dasapta Erwin Irawan Dasapta Erwin Irawan, Dasapta Erwin Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dyah Laksmi Wahyusetyaningtyas Emma Yuliani Eri Widayanti Faizal Abdillah Faizal Abdillah Fatikasari, Cindi Hakim, Muhammad Naufal Handini, Maya Harganto, Satrio Hermalia, Novela Laurenz Desy Hisbulloh, Robiq I Gusti Ayu Widi Agripina Irawan , Dasapta Erwin Irvandi, Mukhlis Arief Jadfan Sidqi Fidari Joko Kurniawan Khabib, Muhammad Lukman Kurniawan, Joko Kusuma, Fajar S.H. Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri Luthfi Inayah M. Bisri M. Taufiq Ma'arif, Mohammad Syaifuddin Maarif, Fandi Ahmad Manuaba, Ida Ayu Umadewi Seruti Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muchni Marlikan Mukhlis Arief Irvandi Nafi'a, Futicha Elma Dina NEPRIYANA, Elfita Ni Luh Putri Prabandari Nisa, Reyza Kusvahrun Nuramalia, Rafika Oktafian, Jovan Neriza Permata, Veronika Yulia Pitojo Tri Juwono Prabandari, Ni Luh Putri pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Adit B Putri, Anthea Alviona Rahayu, Kurnia Yuliyanti Reza Adiva Pratama Rini Wahyu Sayekti Riyanto Haribowo Roisa Tri Amini Runi Asmaranto Salsabila, Sumaya Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas Sari, Chudiana Mega Sumiyati Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Susrama, Fadlil Adya Suyitno Suyitno Swandani, Monique Adriana Taat Setiawan Taat Setiawan, Taat Tri Budi Prayogo, Tri Budi Ussy Andawayanti Vanadani Pranantya Very Dermawan Wahyu Nafier A. Widandi Soetopo Yuniar, Frida Rani