p-Index From 2021 - 2026
7.808
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode DRASTIC untuk Penilaian Tingkat Kerentanan Air Tanah di Kecamatan Perak Kabupaten Jombang Handini, Maya; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 38 No. 1 (2024): PENA MARET 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v38i1.4159

Abstract

The water source used for daily needs by community in Perak District, Jombang Regency is groundwater. The groundwater in this location has the potential for contamination by domestic waste, so preventive measures are needed to assess the level of groundwater vulnerability. The aim of this research is to assess the level of groundwater vulnerability to pollution and map its distribution. This research was conducted at 25 dug well points in Perak District from July to November 2023. water level (D), rainfall (R), aquifer media (A), soil texture (S), slope (T), unsaturated zone (I), and conductivity. hydraulics (C). Based on the research results, it was found that the DRASTIC index value during the research period ranged from 127 – 167 with medium and high vulnerability. The distribution of groundwater vulnerability levels in the research location is dominated by medium vulnerability with an area between 60 – 72.41%.
PEMETAAN TINGKAT KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN BERDASARKAN METODE SVV DI KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG Sari, Chudiana Mega; Siswoyo, Hari; Sholichin, Moh.
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v8i2.4835

Abstract

Air tanah digunakan sebagai salah satu sumber persediaan air di Kecamatan Peterongan beresiko terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas industri dan air lindi dari pembuangan sampah sembarangan. Untuk meminimalisir tingkat resiko tersebut, dilakukan penelitian tingkat kerentanan air tanah berdasarkan hasil pengamatan di lokasi penelitian. Analisis kerentanan bertujuan untuk mengetahui persebaran tingkat bahaya kerentanan air tanah terhadap pencemaran yang menentukan efektifitas perlindungan lapisan batuan. Metode analisis tingkat kerentanan air tanah yang digunakan adalah metode Simple Vertical Vulnerability (SVV) yang terdiri dari 3 parameter yaitu ketebalan zona tidak jenuh air (Z), perkolasi atau imbuhan tanah (Wu), dan tipe material zona tidak jenuh air (La). Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang dengan 22 titik sumur gali selama 5 bulan dari bulan Juli 2023 sampai bulan November 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 kelas tingkat kerentanan air tanah yaitu tingkat kerentanan air tanah sedang dengan luasan terbesar pada bulan November (11,94%), tingkat kerentanan air tanah tinggi dengan luasan terbesar pada bulan Oktober (72,11%), dan tingkat kerentanan air tanah sangat tinggi dengan luasan terbesar pada bulan Agustus (27,62%). Persebaran tingkat kerentanan air tanah didominasi oleh tingkat kerentanan air tanah tinggi dari total luas Kecamatan Peterongan.
SIFAT KIMIA AIR TANAH DAN AIR PERMUKAAN DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI JILU Yuniar, Frida Rani; Siswoyo, Hari; Irawan, Dasapta Erwin
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2629

Abstract

Pola interaksi air tanah dengan air permukaan di Sungai Jilu adalah air tanah mengalir masuk ke sungai. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa air tanah dan air permukaan memiliki sifat kimia yang identik. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sifat kimia air tanah dari sumur gali milik penduduk dan air permukaan dari Sungai Jilu. Lokasi studi ini berada di sepanjang aliran Sungai Jilu yang mengalir di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Pengambilan contoh air dilaksanakan di 9 lokasi yang terdiri atas 3 lokasi sumur gali yang berada di sisi kanan aliran sungai, 3 lokasi sumur gali yang berada di sisi kiri aliran sungai, dan 3 lokasi di badan Sungai Jilu. Sifat kimia air ditentukan dengan menggunakan Model Diagram Trilinier Piper. Berdasarkan model tersebut, dapat diidentifikasikan bahwa sifat kimia air tanah dan air permukaan di sepanjang aliran Sungai Jilu secara umum adalah identik. Baik air tanah maupun air permukaan di lokasi studi secara umum memiliki fasies Ca2++Mg2+–HCO3–.
A Model for the Reduction of Flood Peak Discharge (ΔQp) Due to the Retarding Basin Yuwono, Hari; Limantara, Lily M.; Sholichin, Moh.; Siswoyo, Hari
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 12 (2025): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-12-012

Abstract

This research aims to develop a model for flood peak discharge reduction (ΔQp) through the placement of retarding basins within a watershed system, represented by the area ratio of the controlled watershed (RAk) and the maximum storage capacity of the retarding basin (Vk). The area ratio of the controlled watershed (RAk) is defined as the ratio between the catchment area of the retarding basin and the total watershed area (Ak/A). The methodology involves simulating various retarding basin placements (RAk) and different maximum storage capacities (Vk) for several flood return periods (QT). This study was conducted in the urban agglomeration area of Wonosari, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. The placement and utilization of retarding basins result in varying levels of flood peak discharge reduction (ΔQp) at the downstream control point (Taman Pancuran), depending on the maximum storage capacity of the retarding basin (Vk) and its placement within the watershed (RAk). The resulting empirical equations for flood peak discharge reduction (ΔQp) using the retarding basin method are as follows: ΔQp = 0.105654 − 0.014593 Vk − 0.029251 RAk + 0.011089 QT for Vk values in the range (V1–V4) = 36.4–208.8 × 10³ m³, and ΔQp = 1.374989 − 0.003702 Vk − 0.338381 RAk + 0.004773 QT for Vk values in the range (V4–V200) = 136.2–7039.1 × 10³ m³. An observed anomaly was identified, where ΔQp became positive at small values of Vk and RAk, indicating an increase in peak discharge (Qp).
Decision-Ready Composite Performance Index for Raw Water Supply Systems: PLS-SEM and Generalized Reduced Gradient Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara; Siswoyo, Hari; Sudiarti, Sri Utami; Pratama, Rizki Ramadhani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v23i1.339-350

Abstract

Reliable raw water service depends on asset condition, institutional capability, and watershed context; existing checklists in Indonesia fail to produce a validated, decision-ready performance score.  This study develops a composite performance indicator for raw water infrastructure that incorporates technical (Tk), institutional/non-technical (NT), and environmental (Li) dimensions. Data were collected from 21 schemes in Lombok–Sumbawa, West Nusa Tenggara Province, Indonesia (NTB), with 160 respondents, using field assessments and 1–4 scale questionnaires. Estimated reflective formative partial least squares structural equation modeling was then applied, and GRG calibration was used to minimize deviation from field scores under non-negativity and unit sum constraints for interpretability and portability. All pillars contribute positively and significantly to the composite index, which exhibits high explanatory power (R² = 0.997). The calibrated index is PIRWSS = 0.440 PITk + 0.340 PINT + 0.220 PILi, with SSR ≈ 83.412, RMSE ≈ 0.522, MSE ≈ 5.721, and ≈ 99.70% accuracy relative to field benchmarks. A cross-site analysis shows higher performance in Lombok than in Sumbawa, reflecting hydroclimatic conditions and conveyance configurations. The index provides utilities and regulators with a transparent, reproducible framework for benchmarking and prioritizing operations, maintenance, rehabilitation, and source water protection
Kesesuaian Lahan Potensial untuk Memanfaatkan Sisa Suplesi Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur Santosa, Rizky Ramadhani Anwar; Sayekti, Rini Wahyu; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.03

Abstract

The Semantok Dam was constructed in the Rejoso District of East Java's Nganjuk Regency to keep  stable the water supply in Nganjuk Regency. There is frequently an 1,3 m3/s excess of supplementary water as determined by previous study. The objective of this study is to recalculate the excess of supplementary water based on the most recent hydrological conditions, using the calculation method for intake discharge at the Semantok Dam tower, calculating water irrigation needs, and calculating water loss in the canal, so that the value of excess of supplementary water can be used to develop the potential agricultural land. This research was conducted in the downstream of the Semantok Dam, precisely in 6 (six) Daerah Irigasi (D.I), namely D.I Rejoso, D.I Margomulyo, D.I Jatirejo, D.I Jati, D.I Janeng, and D.I Ngomben to calculate irrigation water needs. According to this study, if the Semantok Dam supplementation of 3.23 m3/s is combined with the predicted residual flow rate of 0.70 m3/s, a potential land area of 813 ha can be cultivated using the Paddy – Paddy – Paddy cropping pattern with a production profit of Rp. 42.119.578.800.Bendungan Semantok dibangun di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur untuk menjaga kestabilan pasokan air di Kabupaten Nganjuk. Permasalahan di lokasi penelitian sering terjadi kelebihan air pelengkap sebesar 1,3 m3/detik seperti yang ditentukan oleh penelitian sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung ulang kelebihan air tampungan berdasarkan kondisi hidrologis terkini, menggunakan metode perhitungan debit intake di menara Bendungan Semantok, menghitung kebutuhan air irigasi, dan menghitung kehilangan air di sungai, sehingga nilainya kelebihan air tambahan dapat digunakan untuk mengembangkan potensi lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan di bagian hilir Bendungan Semantok tepatnya di 6 (enam) Daerah Irigasi (D.I) yaitu D.I Rejoso, D.I Margomulyo, D.I Jatirejo, D.I Jati, D.I Janeng, dan D.I Ngomben untuk menghitung kebutuhan air irigasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa kelebihan air dengan penambahan Bendungan Semantok sebesar 3,23 m3/detik dan debit sisa yang dihitung sebesar 0,70 m3/detik, direncanakan dapat mengembangkan potensi lahan seluas 813 ha dan mendapatkan keuntungan produksi sebesar Rp. 42.119.578.800 jika melakukan pola tanam Padi – Padi – Padi.
Pengaruh Sifat Fisik Tanah terhadap Nilai Konstanta (k) pada Rumus Infiltrasi Horton Rizky, Ardi Ainnur; Harisuseno, Donny; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.02

Abstract

This study tries to scrutinize entanglement the characteristic properties of physical land to constant to the soil. The object is counting the infiltration and the constant to soil described soil conditions based on texture, porosity, moisture content of the soil, and influence and identify the characteristic properties of physical land to constant to the soil. To identify the effects of the physical properties of land and constant approach to soil conducted using multiple linear regression. Research show value the slow infiltration. The constant value to soil based on the results of the analysis shows inferior value. Sand shows the dominant loam and clay. The results of linear regression simple show that the nature of the physical land except for the water level, influence at all on constant to the soil. On linear regression simple between free produced the porosity of variable and sand that most independent. With linear regression and the worship of idols between the porosity of and sand with a constant to soil produce an equation Y = -0,241 + 0,004 X1 + 0,003 X2. The value of R2 = 0,727 and NS = 0,719 means a model that is built quite accurate.Terbatasnya area vegetasi pada suatu kawasan menyebabkan terganggunya proses infiltrasi. Penelitian ini mencoba untuk meneliti keterkaitan karakteristik sifat fisik tanah terhadap konstanta untuk tanah. Tujuannya adalah menghitung besarnya laju infiltrasi dan konstanta untuk tanah, mendeskripsikan kondisi tanah berdasarkan tekstur, porositas, dan kadar air tanah, serta mengidentifikasikan pengaruh karakteristik sifat fisik tanah terhadap konstanta untuk tanah. Untuk melihat pengaruh antara sifat fisik tanah dan konstanta untuk tanah dilakukan menggunakan pendekatan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan nilai laju infiltrasi yang lambat. Nilai konstanta untuk tanah berdasarkan hasil analisis menunjukan nilai rendah. Pasir menunjukan hasil yang dominan dibandingkan lanau dan lempung. Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa sifat fisik tanah kecuali kadar air, mempengaruhi besarnya konstanta untuk tanah. Pada regresi linier sederhana antar variabel bebas dihasilkan porositas dan pasir yang paling independen. Dengan regresi linier berganda antara porositas dan pasir dengan konstanta untuk tanah menghasilkan persamaan Y = -0,241 + 0,004 X1 + 0,003 X2. Nilai R2 = 0,727 dan NS = 0,719 berarti model yang dibangun cukup akurat.
PEMETAAN NILAI INDEKS KUALITAS AIR TANAH UNTUK IRIGASI DI KECAMATAN NEGARA KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI Inayah, Luthfi; Siswoyo, Hari; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.07

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada daerah irigasi yang berada di Kecamatan Negara, yang merupakan daerah dengan tingkat tanah kering cukup tinggi serta merupakan daerah irigasi tadah hujan sehingga kebutuhan air irigasinya akan bergantung pada hujan. Melihat beberapa keadaan tersebut potensi dan peluang akan pemanfaatan air tanah untuk irigasi persawahan begitu sangat dibutuhkan. Beberapa solusi atas permasalahan tersebut dapat diperhitungkan melalui nilai indeks kualitas air tanah (IWQI) serta penentuan terkait kesesuaian kualitas air tanah dengan tanaman dan tanah sehingga peningkatan terhadap kualitas dan kuantitas produksi pertanian meningkat. Selain itu sebaran spasial nilai IWQI juga diperlukan sebagai dasar analisis penentuan zona kesesuaian air tanah dan permeabilitas tanah. Berdasarkan hasil yang dihasilkan dalam penelitian ini, terdapat dua kategori yang dinyatakan nilai IWQI yaitu penggunaan air rendah (LR) berkisar 70,43 – 77,69 seluas 90,45% dari total areal dengan rekomendasi menghindarkan tanaman yang sensitif garam, sedangkan penggunaan air sedang (MR) berkisar 67,48 – 69,58 seluas 9,55% dari total areal yang direkomendasikan tanaman pertanian yang toleran terhadap garam untuk ditanam. Selanjutnya pemetaan spasial dilakukan untuk memperoleh zona wilayah dari hasil nilai IWQI dengan kesesuaian jenis tanaman pertanian dan pemetaan permeabilitas tanah yang dapat diterapkan.
Sustainable groundwater management policy strategy in confined aquifers: A SWOT analysis approach Saves, Faradlillah; Bisri, Mohammad; Siswoyo, Hari; Djati, Moch Sasmito
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9943

Abstract

Groundwater management in confined aquifers in Probolinggo Regency is currently under significant pressure due to industrial growth and the impacts of climate change. This study aimed to formulate adaptive policy strategies by synergizing internal technological strengths and the latest regulatory dynamics. The scope of the experiment included identifying internal and external strategic factors through structured interviews and literature reviews validated by technical stakeholders. The method used was the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis, using the internal factor analysis strategy and external factor analysis strategy matrices to determine the organization's position on the Cartesian diagram. The results of the study showed that internal strengths recorded a total score of 2.4498, while external opportunities recorded a total score of 0.7199. The position analysis places groundwater management in Quadrant I (aggressive) with coordinates (2.3170; 0.5929). The main findings indicated that the organization has a significant competitive advantage through the integration of geospatial data and cutting-edge sensor technology. The formulated strategy includes a transformation towards digital-based management, strengthening science-based conservation through injection technology, and diversifying external funding. This study concludes that implementing aggressive strategies that integrate technological innovation and law enforcement is essential to ensure aquifer sustainability and mitigate the risk of seawater intrusion. The use of this policy roadmap is expected to serve as a guide for local authorities in realizing sustainable groundwater management amid the threat of overexploitation.
Prioritas Peningkatan Kinerja Irigasi di Wilayah Sungai Brantas Bagian Tengah Menggunakan Metode MADM Miftakhul Huda; Rini Wahyu Sayekti; Hari Siswoyo
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i2.791

Abstract

Peningkatan kinerja irigasi dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sebagai implementasi modernisasi irigasi. Namun, peningkatan kinerja irigasi terkendala waktu dan biaya untuk dilakukan dalam satu waktu. Oleh karena itu, diperlukan penentuan prioritas peningkatan kinerja irigasi pada daerah irigasi berdasarkan metode Multiple Attribute Decision Making (MADM). Metode MADM terdapat empat metode, yaitu Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Simple Additive Weighting (SAW), Weighted Product (WP), dan Elimination et Choix Traduisant la Realité (ELECTRE). Daerah irigasi yang akan diteliti adalah D. I. Siman, D. I. Waduk Bening, D. I. Menturus, dan D. I. Padi Pomahan. Berdasarkan empat metode pada Metode MADM, D. I. yang diprioritaskan adalah D. I. Menturus dan D. I. Padi Pomahan. Daerah Irigasi Menturus diprioritaskan karena memiliki dua aspek yang tidak memenuhi syarat, yaitu prasarana fisik dan dokumentasi. Sedangkan, Daerah Irigasi Padi Pomahan memiliki tiga aspek yang perlu dikelola, yaitu prasarana fisik, dokumentasi, dan P3A/GP3A/IP3A. Biaya yang diperlukan untuk mengelola dua aspek di Daerah Irigasi Menturus adalah Rp. 2.710.956.966 dan biaya yang diperlukan untuk mengelola dua aspek di Daerah Irigasi Padi Pomahan adalah Rp. 8.324.532.369.
Co-Authors A'mal, Bayhaki Izatul Adristi Nur Camila Agripina, I Gusti Ayu Widi Ahmad Firman Nur Rachman Alfaridzi, Em Rafif Sultan Amalia Aprilliani Saiful Ambar Wulan Hasti Pertiwi Amik, Arra Misrokhis Andini, Rika Septian Andre P. Hendrawan Andre Primantyo Hendrawan Anggara W. WS Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara WWS Arianti, Natalia Deassy Arief, Amalia Mardhatillah Asprilian, Gio Fonseca Aulia Shinta Balqis Aulia Zam Zam Firdaus Azhar, Rifqi Fajar Bayhaki Izatul A'mal Bernadine, Eva Brafianto, Alvito Budi Prayogo, Tri Dasapta Erwin Irawan Dasapta Erwin Irawan Dasapta Erwin Irawan, Dasapta Erwin Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Dyah Laksmi Wahyusetyaningtyas Emma Yuliani Eri Widayanti Ery Suhartanto Faizal Abdillah Faizal Abdillah Fatikasari, Cindi Hakim, Muhammad Naufal Handini, Maya Harganto, Satrio Hisbulloh, Robiq I Gusti Ayu Widi Agripina Inayah, Luthfi Irawan , Dasapta Erwin Jadfan Sidqi Fidari Joko Kurniawan Khabib, Muhammad Lukman Kurniawan, Joko Kusuma, Fajar S.H. Limantara, Lily M. Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri M. Bisri M. Taufiq Ma'arif, Mohammad Syaifuddin Maarif, Fandi Ahmad Manuaba, Ida Ayu Umadewi Seruti Miftakhul Huda Moch Sasmito Djati Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muchni Marlikan Mukhlis Arief Irvandi Nafi'a, Futicha Elma Dina NEPRIYANA, Elfita Ni Luh Putri Prabandari Nisa, Reyza Kusvahrun Novela Laurenz Desy Hermalia Nuramalia, Rafika Oktafian, Jovan Neriza Permata, Veronika Yulia Pitojo Tri Juwono Prabandari, Ni Luh Putri pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Adit B Pratama, Rizki Ramadhani Putri, Anthea Alviona Rahayu, Kurnia Yuliyanti Rahmah Dara Lufira Reza Adiva Pratama Rini Wahyu Sayekti Rini Wahyu Sayekti Riyanto Haribowo Rizky, Ardi Ainnur Roisa Tri Amini Runi Asmaranto Salsabila, Sumaya Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas Santosa, Rizky Ramadhani Anwar Sari, Chudiana Mega Saves, Faradlillah Sudiarti, Sri Utami SUMIYATI SUMIYATI Sumiyati Sumiyati Susrama, Fadlil Adya Suyitno Suyitno Swandani, Monique Adriana Taat Setiawan Taat Setiawan, Taat Tri Budi Prayogo, Tri Budi Ussy Andawayanti Vanadani Pranantya Very Dermawan Wahyu Nafier A. Widandi Soetopo Yuniar, Frida Rani Yuwono, Hari