Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Promosi Objek Wisata Melalui Media Sosial dan Website Bagi Gen-Z di MAN 2 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Baidawi, Ahmad; Dewi, Ratna; Efendi, Dori; Pasaribu, Ian; Novianti, Novianti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v7i1.1107

Abstract

Kegiatan pendampingan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan media digital, khususnya media sosial dan website, dalam mempromosikan potensi wisata lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas siswa MAN 2 Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam memanfaatkan media sosial dan website sebagai sarana promosi objek wisata lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan teknis pembuatan konten digital, strategi pemasaran melalui media sosial, serta pengelolaan website promosi wisata. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan promosi objek wisata di MAN 2 Tanjung Jabung Barat melalui media sosial dan website. Seperti yang kita ketahui media sosial merupakan salah satu cara atau strategi yang baik untuk melakukan promosi objek wisata, hal itu dikarenakan banyak dari generasi Z menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Blog. Hasil analisis dan pengamatan tim pengabdian menunjukkan jika media sosial merupakan sarana informasi dan promosi yang sangat sesuai untuk wisatawan generasi Z di bidang pariwisata dan Instagram, Facebook dan Twitter merupakan pilihan yang utama. Luaran dari pengabdian ini berupa berita online, terbitnya artikel pada juranal Nasional, Pembuatan Video Pengabidan dan Presenter pada Seminar Nasional.
Pembangunan Politik Jambi dibawah Kepemimpinan Fachrori Umar Ratna Dewi; Dori Efendi; Ahmad Baidawi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 5 No. 2 (2020): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah terjadinya gerakan reformasi 1998 yang berhasil menjatuhkan Soeharto. perubahan mendasar terjadi di Indonesia yaitu pemerintahan menuju pada sistem pemerintahan yang demokrasi. Melalui sistem yang demokratis inilah Pemilihan Umum bisa dilaksanakan secara terbuka, jujur dan adil dan terbentuknya aturan pemilihan kepala daerah secara langsung. Begitu juga yang terjadi di provinsi Jambi. Pemilihan kepala daerah secara langsung di Provinsi Jambi telah diselengarakan sejak tahun 2005 dan terpilihnya Zulkifli Nurdin sebagai gubernur pertama dalam pemilukada. Pada tahun 2010, terpilih Hasan Basri Agus dan 2016, terpilih Zumi Zola Zulkifli sebagai gubernur ketiga dalam pemilukada. Akan tetapi jabatan Zumi Zola tidak bertahan lama hanya sampai 2018 karena tersandung kasus korupsi ketok palu. Posisinya sebagai gubernur digantikan oleh wakil beliau yaitu Fahrori Umar. Permasalahan dari penelitian ini adalah Apakah dibawah kepemimpinan Fahrori Umar terjadi pembangunan politik? dan bagaimana bentuk pembangunan politik di bawah kepemimpinan Fahrori Umar? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sumber data dalam peneletian ini adalah data primer dan data sekunder dan melakukan penentuan informan dengan membuat tabel matrix informan. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dengan informan yang sudah dipilih dan mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pembangunan politik dinawah kepemimpinan fachrori umar belum membawa kepada kemajuan politik di Provinsi Jambi. Faktor yang mempengaruhi dikarenakan terjadinya resisi kepemimpinan.
Kebijakan Pemerintah Provinsi Jambi Terhadap Transportasi Angkutan Batu Bara Citra Darminto; Hapsa; Ahmad Baidawi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kebijakan pemerintah Provinsi Jambi terhadap pengaturan transportasi batu bara. Seperti yang kita ketahui bahwa Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi di Sumatra yang memiliki sumber daya alam batu bara yang cukup besar. Data terakhir menyebutkan, cadangan batu bara di Provinsi Jambi diperkirakan mencapai 1,9 miliar ton. Pemerintah Provinsi Jambi mengharapkan pengangkutan batu bara memiliki jalan khusus sehingga tidak mengganggu jalan masyarakat umum. Akan tetapi, minimnya prasarana transportasi menjadi kendala pengangkutan batubara ke pelabuhan muat yang mengakibatkan kemacetan di jalan umum. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan dan menjelaskan hasil penelitian dalam bentuk tulisan. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik studi pustaka, observasi dan penelusuran beberapa data secara online. Adapun hasil temuan yang penulis dapatkan adalah Pemerintah Provinsi Jambi sudah mengeluarkan kebijakan terkait jalan khusus bagi transportasi batu bara. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah provinsi jambi bersama beberapa pihak yang memiliki perusahaan batu bara di daerah wilayah provinsi jambi berdiskusi dan bersepakat untuk merencanakan pembangunan jalur khusus bagi transportasi batu bara seperti membangun jalan khusus bagi transportasi batu bara serta memanfaatkan jalur transportasi sungai, yaitu sungai batanghari. Pada tingkat implementasinya kebijakan ini belum berjalan efektif hal itu didasarkan beberapa hal seperti minimnya anggaran, pengawasan serta kurangnya dorongan dari pihak perusahaan batu bara.
Urgensi Pemahaman Masyarakat Sipil tentang Radikalisme di Sumatera Selatan Sanny Nofrima; Isabella Isabella; Ahmad Baidawi; Herdin Arie Saputra
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.700

Abstract

Radicalism is an important element of social movements advocating for individuals or groups seeking ideological emancipation, fostering critical perspectives, and striving for change directly linked to broader adversaries and goals. Vulnerability to radicalism exists at varying intensities, rendering individuals or groups susceptible to radicalization. This research examines a significant issue of potential radicalism identified in previous studies, which appears to surpass society's understanding. The study aims to investigate several dimensions, including understanding, attitudes, and actions with the potential for radicalization. A quantitative method involving face-to-face interview techniques was utilized. The research sample consisted of 400 stratified random samples, which were selected based on characteristics such as gender, marital status, age, occupation, and religion, using the Slovin formula: n = N / (1 + (N x e²)) with a sampling error of 5%, and three hypotheses concerning attitude, understanding, and action. This research also employs a Scopus-based mapping of radicalism, analyzing the network in detail. The findings of the research show that attitude, understanding, and action have a direct impact on radicalism. Additional findings reveal that attitudes exert the greatest influence on the potential for radicalism, followed by understanding and actions. When viewpoints become extreme, inflexible, or intolerant, attitudes can reveal a person's propensity toward a particular ideology or societal issue. By encouraging the avoidance of possible radicalism and supporting improved decision-making in society, healthy social interactions can raise awareness of the hazards of radicalism. The interaction between attitudes, understanding, actions, and the potential for radicalism is a dynamic process that progressively leads to radical involvement within a specific context.