Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : selonding

INSTRUMEN TIUP PUIK-PUIK DALAM PERSPEKTIF EKOMUSIKOLOGIS: PEDAGOGIS, ALAM DAN BUDAYA Rahmat Kurniawan
SELONDING Vol 19, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v19i2.10761

Abstract

Instrumen tiup Puik-puik merupakan instrumen tiup kayu dari Sulawesi Selatan suku Bugis-Makassar yang biasanya digunakan dalam ansambel gandrang makassar pada acara tunrung rinci dan juga upacara tradisional. Melalui objek materi ini instrumen pui-puik sangat jarang sekalai dijadikann bahan pembelajaran pedagogik untuk di pelajari dari segi organologi maupun akustika musik. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melakukan penerapan intrumen tiup puik-puik dalam pembelajaran akademis melalui pendekatan ekomusikologis dan juga etnomusikologis. Hasil dari analisis tulisan ini yaitu, ekomusikologi sebagai alat yang dapat digunakan banyak orang dan dapat bermanfaat, menawarkan kepada kita cara untuk menjembatani antara alam dan budaya khususnya dalam bidang musik. Musik berasal juga dari soundscape (bunyi-bunyian dari alam) tentu juga menghubungkan dengan masalah pedagogis yang sebagai wadah lebih besar memahami peran studi lingkungan dan musik dalam konteks pendididikan musik formal. Sarana pembelajaran ini mengajarkan untuk berpikir kritis yang kreatif, karena perlu diingat bahwa krisis lingkungan bukan hanya  krisis sains tetapi juga krisis budaya, sehingga perlu kumpulkan semua sumber daya humanistik dan ilmiah untuk membayangkan, memahami dan menghadapinya. Lingkungan akademis merupakan tempat untuk diskursus dan sebagai tempat memikirkan hal-hal preventif terkait lingkungan kedepan nya melalui musik.Kata kunci: Puik-Puik, Ekomusikologis, Pedagogis
Co-Authors Aan Setiawan Abdu Rohman Zay Damanik Adilman Harefa Aditya Ayuwulanda Agus Susanto Ahmad Auliadi Y Ahmad Ufi Amrullah Ahmad Zulkifli Ainun, Qurrata Akbar Fauzan Aruan Alya Azilah Ardhani Andi Zulfikar Alam Annissa Deffira Ardyn Sari Sinaga Aries Tanno Asraruddin Aura Fajra Ayu Sinta Aprilia Azhar Azhar Bungaini Chindy Akila Cindy Moyna Clara L. A. Dahly Sukmapryandhika Delya Nabilla Umairoh Demi Dama Yanti Desi Elviani Dian Hastari Agustina Dina Khairina Eko Prasojo Elvira Luthan Erdina Tyagita Utami Fardedi Fauzan Gustiandra Fauzan Misra Figo Rahmatullah Fitriyeni Oktaviani Hary Yanto Jailani Hermanto Hermanto I Putu Mahendra Ilmainir, Ilmainir Indri Astuti Maulana Intan Salsabila Iqbal Irvan Malay Jonhar Jonhar Jozua Ferjanus Palandi Juli Agustina H Kamus Kevry Ramdany Kusumasari, Adita Ayu Leni Mardiani Lili Agustina Lukman Munawar Fauzi Mazelfi, Ihsani Mela Rahmah Mismawarni Srima Ningsih Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung Mulfi Hazwi Nadia Khaira Ardi Nadya Putri Nasha Naufal Dwi Febiansyah Nikma Ramadhani Nila Gemala Nurmupidah Nurpiati Nurwijayanti Oktabriana, Giska Puri Pratami Ardina Ningrum Raden Soedradjad Rani Nasution Rifky Fauzi Sabrina Fitria Anwar Samsuddin Satriyo Prasetyo Utomo Silmi Silmi Simbolon, Ryanna Nathania Sitepu, Arif Rahman Hakim Sri Nilam Sari Hapil Sri Riski Wulandari Subari Syafrison Syahidus Syuhada Syahril Ali Tessy Octavia Mukhti Tuta, Gabriell Vannes Sabat Verni Juita Widya Alvina Cerasa Yunita Asni Yurniwati Yurniwati Zaenal Arifin Zubaidah