Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerapan Program Gen Aktif (Generasi Anti Kekerasan, Narkoba, dan Zat Adiktif Lainnya) pada Pelajar Kota Ternate Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; M. Nasir Tamalene
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v10i1.130

Abstract

Kota Ternate adalah pusat pelajar di Provinsi Maluku Utara. Beberapa kasus kekerasan dan pengedaran narkoba di Kota Ternate sangat meresahkan pihak orangtua dan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pihak sekolah dan pelajar dalam mencegah kekerasan dan penyebaran anrkoba dengan mengintegrasikan suatu model pengabdian GEN AKTIF dalam ekstrakurikuler. Dua sekolah model digunakan sebagai mitra yakni SMP IT Albina Ternate dan SMA Nurul Hasan Kota ternate. Pelaksanaan IbM dimulai dengan kegiatan sosialisasi Anti Narkoba berupa Olimpiade Anti Narkoba untuk pelajar SMA Sekota Ternate. Tahapan kedua ialah pendempingan mengenai GEN AKTIF dan penyuluhan anti narkoba, anti kekerasan dan anti aids. Pendampingan mengambil waktu selama empat bulan yang dilaksanakan disekolah masing-masing. Selanjutnya evaluasi oleh tim pengabdi. Semua rangkaian usulan tersebut dapat dilakukan dengan program IbM pelajar Kota Ternate dalam GEN AKTIF (Generasi anti kekerasan, narkoba dan zat adiktif). Rangkaian program melibatkan siswa secara langsung dalam mengelola kegiatan dan pembentukan model komunitas sekolah bernuansa anti kekerasan dan narkoba dikalangan pelajar. Akhir program, tim mendapatkan perubahan pengetahuan peserta baik dari SMP maupun SMA tentang narkoba, aids dan kekerasan, yakni : pengetahuan peserta SMA rata-rata meningkat dari 30% menjadi 67%; peserta SMP meningkat dari 22% menjadi 61% pada tes akhir. Respon peserta juga menyatakan bahwa 100% peserta senang dengan kegiatan ini, dan 93% peserta mendapat pengalalan baru dan bermanfaat bagi masa depan.
Local knowledge and community behavior in the exploitation of parrots in surrounding area of aketajawe lolobata national park M Nasir Tamalene; Said Hasan; K Kartika
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.824 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n1.24-33

Abstract

Parrots include in birds of Aves class and Psittaciformes order. In Indonesia, parrots in known by their local species names such as Nuri (true parrot), Kakatua (Cockatoo), and Perkici (Loriini). Parrots can be found almost in all type of habitat in Halmahera Island, Maluku Utara Province, from mangrove forest to tropical rainforest in lowlands and highlands in Halmahera Island. The research aims to describe community activities in the exploitation of parrots around the Aketajawe Lolobata National Park, Halmahera Island. The study uses the ex-post facto method with the questionnaire as the instrument to interview the communities consist of the catcher, seller, and owner of parrots. Research result data is analyzed descriptively and presented in the form of tables and charts. The result shows that there are five kinds of parrots that are caught, sold, and raised by the communities of Gitaraja, Bale, Koli, and Kosa Village. The exploited birds are Kasturi Ternate (Lorius garrulus) Nuri Kalung Ungu (Eos scuamata), Nuri Bayan (Eclectus roratus), Kakatua Putih (Cacatua alba) and Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita). The number of parrots being caught during 2013-2016 is 327, 320 are sold, and 213 are raised. The highest percentage of parrot catching and selling is 21% in 2013, and the lowest is 2% in 2016-2018. The highest percentage of raising is 8% in 2015, and the lowest is 3% in 2018. Kasturi Ternate (Lorius garrulus) is the species with the highest rate of exploitation.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU OBI DALAM PENGELOLAAN LAHAN PERKEBUNAN UNTUK PENYUSUNAN POSTER BERBASIS RISET PEMBELAJARAN GEOGRAFI (STUDI KASUS DESA PASIR PUTIH, KECAMATAN OBI UTARA) Alwi Hasan; Nasir Tamalene; Kusrini Kusrini
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Pasir Putih Kecamatan Obi Utara dalam Pengelolaan Lahan Perkebunan yang meliputi Pembukaan Lahan, Penebangan, Pembakaran, Penanaman, Jenis Tanaman yang di usahakan, Pola Tanam dan Upaya Konservasi serta mendeskripsikan hasil validasi poster berbasis riset pemebelajaran geografi. Jenis penelitian mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi dengan studi kasus bersifat ekploratif deskriptif melalui penggalian informan kunci (key informan), sedangkan untuk penyusunan poster menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dengan menguji keevektifan produk. Penentuan informan dilakukan dengan metode sampling proporsive untuk mendapatkan data dari hasil wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang akurat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengecu pada pengetahuan lokal responden dalam pemanfaatan sumber daya, dan untuk menganalis validasi poster menggunakan angket dan skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa kearifan diperoleh secara turun temurun yang meliputi: Lencu Alo adalah penentuan hari dan bulan yang baik sebelum dimulainya pengelolaan Lahan, Pihamba-hamba adalah nilai gotong-royong dalam proses penebangan, bauru adalah proses penebangan dengan memotong kayu berukuran kecil, pidudaha adalah proses penebangan kayu berukuran besar, dan pirangkai adalah proses pembersihan lahandengan cara memotong ranting ranting kayu yang belum terbakar untuk di bakar kembali. Adapun Jenis tanaman yang di usakakan adalah Kelapa dan singkong. Terdapat pola tanam yang digunakan masyarakat yaitu pola tanam polikultur yang memiliki. Pola tanam polikultur sendiri terdapat dua jenis pola yang digunakan yaitu pola bergiliran dan pola tanam bersisipan. Uapaya konservasi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu menanam tanaman tahunan seperti kelapa. Validasi Poster menunjukan rata-rata penilaian yang dihasikan dari validasi produk yaitu, validasi ahli materi mendapatkan persentase 7,5% dengan kategori “Layak”, validasi ahli media mendapatkan persentase 102% dengan kategori “Sangat Layak”.
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK PERBAIKAN DAN PENINGKATAN AKTIVITAS SERTA HASIL BELA Sarti Nurlete; Muhammad Nasir Tamalene; Kusrini Kusrini
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.2019

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang rendah disebabkan oleh sikap siswa yangtidak memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitianini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menerapkan modelpembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-2 SmpNegeri 5 Kota Ternate pada materi mobilitas sosial dan pluralitas masyarakat indonesia. Jenispenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adapun subjekpenelitian adalah siswa kelas VIII-2 dengan jumlah siswa 30 dengan instrumen yangdigunakan adalah soal tes, lembar observasi guru dan siswa. Berdasarkan analisis data, dapatdisimpulkan bahwa menerapkan model pembelajaran problem solving dapat meningkatkanhasil belajar siswaa pada materi mobilitas sosial dan pluralitas masyarakat indonesia. Hal inidapat ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 18% pada siklus I danmeningkat menjadi 92% pada siklus II. Selain itu aktivitas siswa dapat dilihat pada saatproses belajar mengajar berlangsung yang diamati oleh observer dimana, hasil diperoleh dariskor total yang didapat. Sama seperti halnya pada aktivitas guru juga dapat dilihat pada saatproses belajar mengajar berlangsung yang diamati oleh observer dimana, hasil diperoleh dariskor total yang didapat. Penerapan model pembelajaran problem solving juga dapatmeningkatkan ketuntasan belajar siswa, yaitu dimana dari 30 siswa 5 siswa yang tuntas padasiklus I (18%) dan meningkat menjadi 22 siswa (92%) pada sisklus II dari jumlah siswa 30orang. Kata Kunci : Problem Solving , Aktivitas dan Hasil Belajar, SMPN 5 Kota Ternate
Investigasi Pengetahuan Dasar Tentang Bahaya Sampah Plastik pada Siswa Sekolah Dasar di Pulau Maitara, Maluku Utara Bahtiar Bahtiar; Yusmar Yusuf; M. Nasir Tamalene; Mesrawaty Sabar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 20 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.456 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7232670

Abstract

Maitara Island is a small island with an area of ​​206 hectares, located between the islands of Tidore and Ternate islands, and to the west of the island of Halmahera in North Maluku, Indonesia. The behavior of throwing garbage in any place, especially on the shores of beaches, rivers, and ditches is a concern for the degradation of coastal ecosystems (mangrove forests, seagrasses and coral reefs). The tendency of people's behavior to throw plastic waste in any place is influenced by the low level of public knowledge about the negative impact of plastic waste. Elementary schools (SD) are one of the largest producers of plastic waste in addition to markets, shops, offices and households. Basic knowledge of elementary school students (as future generations in the region) about the negative impact of plastic waste is important to investigate. It is also important to see the extent to which elementary schools function as educational institutions that impart non-curricular knowledge that is beneficial to students. The results showed that the basic knowledge of elementary school students on the island of Maitara about the dangers of plastic waste was categorized as sufficient. Based on the assessment of individual knowledge, there are still 34.62% of students with basic knowledge about the dangers of plastic waste are categorized as lacking. Students do not have sufficient knowledge about the properties of plastic waste (score 33.33) and the dangers of microplastics (score 55.13), but have good knowledge about the impact of waste and plastic waste (macroplastic) on human health (score 76.92). Students' knowledge about the negative impact of plastic waste on damage to aquatic ecosystems and decreasing soil productivity is in the sufficient category (scores 71.15 and 58.33, respectively). Cognitive domains related to the nature of plastic waste, the negative impact of plastic waste on decreasing soil productivity, damage to aquatic ecosystems, and the dangers of microplastics still need to be developed among elementary school students on Maitara Island.
PENERAPAN MODEL PBL MELALUI PENDEKATAN STEM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 7 HALMAHERA SELATAN Aludin Hi. Sabtu; Sundari Sundari; M. Nasir Tamalene
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i2.5229

Abstract

Fakta di lapangan menunjukan bahwa hasil belajar biologi pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Halmahera Selatan tergolong rendah. Hal ini karena kurangnya guru dalam model dan pendekatan serta media atau sumber belajar yang tepat. PBL dengan STEM merupakan model dan pendekatan pembelajaran kontekstual yaitu siswa membangun pengetahuan berbasisi pada kondisi dilingkungan sekitarnya. Tujuannya untuk mengetahui penerapan PBL melalui pendekatan STEM dalam pembelajaran Biologi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Halmahera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mengikuti tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Analisi data penelitian dilakukan dengan cara analisia kuantitatif terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan PBL melalui STEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 7 Halmahera Selatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan yaitu prasiklus yaitu siswa yang memperoleh ketuntasan belajar 17 orang atau 47.22% dan belum tuntas belajar 19 orang siswa atau 52.78%. Siklus I mengalami peningkatan yaitu siswa yang tuntas 23 orang dengan persentase 63.89% dan belum tuntas 13 orang atau 36.11%. Siklus II meningkat menjadi 34 orang atau 94.44 % telah tuntas dan 2 orang atau 5.56 % tidak tuntas belajar. Nilai rata-rata pembelajaran biologi adalah 80.55.
New Record of Diversity and Distribution Pattern of Local Butterfly in Ternate Island Abdu Mas'ud; Wawan Hariswan; Sundari Sundari; M. Nasir Tamalene
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4354

Abstract

Ternate is one of the spots in the Walacea expedition. Ternate Island has unique characteristics in the diversity of flora and fauna. So far, information on local butterfly diversity has not been reported. The purpose of this study is to update the latest information on the diversity and distribution pattern of local butterfly species on the island of Ternate for conservation efforts. An exploratory descriptive research using survey method has been conducted at the research location on the island of Central Ternate. The results of the study found 88 individuals consisting of 15 types of local butterflies from 5 families, namely; 1) family Papilionidae as many as 2 species including Pachliopta polyphontes, Papilio sataspes; 2) the Nymphalidae family as many as 9 species including Euploea tulliolus, Danaus genutia, Mycalesis perseus caesonia, Paratica Aspasia-aspasia, Limenitis helena, Yoma sabina, Vindula dejone dorokusana, Ideopsis similis, Cyrestis acilia latifascia; 3) family Pieridae as many as 2 types Pieris brassicae, Eurema sari sodalis); 4) 1 species of Lycaenidae family (Arhopala major) and 5) 1 species of Callidulidae family (Callidula evander). The local butterfly diversity index value on the island of Central Ternate is H'= 2.33 categorized as low diversity. Furthermore, the analysis of the distribution pattern is 17.6 or S2 > x̄, categorized as group distribution.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN INTEGRASI MODEL Think Pair Share DAN PETA KONSEP BEPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA TERNATE Nurlina Djuma; Ade Haerullah; M. Nasir Tamalene
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i2.5184

Abstract

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi guru biologi di sekolah mengah atas yaitu siswa kurang aktif dalam belajar secara mandiri dan berkelompok sehingga berpengaruh pada hasil belajar koginitifnya. Integrasi antara model TPS dengan peta konsep sangat diperlukan untuk mempermudah dalam pemahaman konsep biologi. Tujuan penelitian ini yaitu menguji pengaruh model Think Pair Share (TPS) terintegrasi peta konsep terhadap  kemampuan kognitif siswa menengah atas. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental,sampel penelitian adalah siswa yang aktif sekolah pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 41 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kemampuan kognitif menggunakan soal tes pemahaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai siginfikan model belajar sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 (p0,05), dengan demikian model Pembelajaran kooperatif TPS berbantuan Peta konsep berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif siswa mengenah atas.
Ethnobotany of robusta coffee (coffea canephora pierre ex a. froehner) as a spiced coffee drink of the indigenous people of bale village on halmahera island M. Nasir Tamalene Tamalene; Bahtiar Bahtiar; Suparman Suparman; Slamet Hariyadi
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 16 No 2 (2023): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.28006

Abstract

A study on inherited local knowledge of spiced coffee ethnobotany in processing coffee by the people of Bale Village is necessary to depict the sub-system coffee processing. Bale Village is situated on Halmahera Island. It is one of the villages in the Oba Sub-district, Tidore Kepulauan Regency. The village is known as a producer of coffee bean and coffee powder. This study on local knowledge is an initiative to acquire information on spiced coffee. The research design is a survey design to investigate and document the knowledge of the utilization of spice plants in coffee drinks as a traditional beverage of people in Bale Village. Data are analyzed in a qualitative-thematic manner to describe respondents’ ethnobotanical knowledge and are independent of the researcher’s assessment. The research results indicate that spiced coffee made by the villagers uses six spice plants, namely clove (Syzygium aromaticum (L.), red ginger (Zingiber officinale Roscoe.), cinnamon (Cinnamomum verum J. Presl.), kara benguk (Mucuna pruriens (L.) DC.), nutmeg (Myristica fragrans Houtt.), and pandan (Pandanus amaryllifoliusRoxb.). Stages in the making of spiced coffee with the 5M method include: 1) determine the composition of spiced coffee, 2) grind spiced coffee beans into powder, 3) prepare water, 4) stir the spiced coffee and 5) enjoy the spiced coffee
Pelatihan Guru IPA MTs Swasta di Kecamatan Ternate Selatan dalam Menerapkan Praktikum Keragaman Genetika Makhluk Hidup Ade Haerullah; Suparman Suparman; Aswal Salewangeng; Bahtiar Bahtiar; Mufti Ali; M Nasir Tamalene
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.257

Abstract

Praktikum keragaman genetik makhluk hidup sangat penting bagi siswa MTs tetapi keterampilan guru-guru MTs swasta di Kecamatan Ternate Selatan masih kurang dalam berpraktikum dan jarang mendapatkan workshop sejenis. Pengabdian yang dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan bagi guru IPA MTs swasta se-Kecamatan Ternate Selatan dalam melaksanakan praktikum keragaman genetik makhluk hidup dengan menggunakan objek tumbuhan sekitar sekolah. Metode yang digunakan ialah pelatihan dan pendampingan mulai dari merencanakan dan pemilihan sampel tumbuhan, menentukan karakter, menghitung persamaan, hingga mendesain dendrogram secara manual dan menggunakan software PAST 4.1. Dua belas guru yang mengikuti pelatihan menunjukan keterampilan membuat dendogram dengan nilai rata-rata 81. Pelatihan praktikum keragaman genetika sangat penting karena dapat membantu para guru MTs dalam menerapkan praktikum di MTs Kota Ternate.