Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPONEN KIMIA KAYU MANGIUM PADA BEBERAPA MACAM UMUR ASAL RiAU Gustan Pari; Saepuloh Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.17.3.140-148

Abstract

Tulisan ini mengemukakan hasil analisis komponen kimia kayu dari kayu mangium pada beberapa macam umur. Analisis yang dilakukan meliputi penetapan kadar holoselulosa, selulosa, lignin, pentosan, abu, silika, kelarutan dalam air dingin, air panas, NaOH 1 % dan kelarutan dalam ethanol benzena.Hasil analisis memperlihatkan bahwa kadar holoselulosa berkisar antara 72,94-79,01%, selulosa 47,26-50,06%, lignin 20,99-27,06%, pentosan 15,89-17,45%, abu 0,26-0,88 %, silika 0,14-0,34 %. Kelarutan dalam air dingin 3,00-4,17%, air panas 6,02-9,26 %, Na0H 1 % 19,90-21,00% dan kelarutan dalam alkohol benzena berkisar antara 4,50-6,48%.Berdasarkan alas hasil analisis komponen kimia terutama dari kadar selulosa, lignin dan pentosan maka kayu mangium (Acacia mangium Willd) dengan umur 6 tahun, sangat baik untuk dibuat sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas.
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA MINYAK BIJI SAGA LAUT (ADENANTHERA PAVONINA) Gustan Pari; M Syachri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.6.380-383

Abstract

The  result  of  a study   on some  physical  and chemical  properties  of saga laut seed oil prepared  using pressing  method is presented   in this  report.The  result  shows   that  the  average  value  of  moisture   content,'  boiling  point,  specific  gravity,  iodine  number,   acid number   and saponification    value  respectively   are 0,137  percent,   166, 7 degrees celcius,  0,939,   31.04,   10,33  and  166, 72. Properties  of saga laut  seed  oil appear  to  be close  to  tengkawang  oil.
KEMUNGKINAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT KAYU Acacia mangium Willd UNTUK PEMURNIAN MINYAK KELAPA SAWIT Gustan Pari; Tjutju Nurhayati; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.1.40-53

Abstract

Dalam tulisan ini akan dikemukakan hasil penelitian tentang pembuatan arang aktif dari kulit kayu Acacia mangium Willd. dengan cara aktivasi uap kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas arang aktif dari kulit kayu Acacia mangium dengan pemakaian bahan pengaktif NH4HCO3 dosis rendah untuk penjemihan minyak kelapa sawit.Sebelum dibuat arang aktif, terlebih dahulu bahan baku dibuat arang pada suhu 500ºC selama 5 jam di dalam retor, selanjutnya arang yang dihasilkan dibuat arang aktif yang dilakukan dalam retor yang terbuat dari baja tahan karat dengan alat pemanas listrik pada suhu 900ºC. Apabila telah mencapai suhu tersebut dilakukan proses aktivasi dengan mengalirkan uap larutan NH4HCO3 selama 60 menit pada taraf konsentrasi 0,0; 0,25; 0,50 dan 0, 75%. Arang aktif yang dihasilkan di uji cobakan untuk menjemihkan minyak kelapa sawit dengan dosis masing-masing 1,0; 2,0; 3,0 dan 4,0 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif kulit kayu Acacia mangium yang terbaik adalah arang aktif yang dibuat pada konsentrasi 0,25 % yang menghasilkan rendemen 29,34%, kadar air 14,49%, kadar abu 14,33%, kadar zat terbang 18,32%, kadar karbon 67,35%, daya serap terhadap benzena 23,37%, metilin biru 136,10 mg/g dan daya serap terhadap yodium sebesar 866,23%.Kualitas minyak goreng setelah dimurnikan dengan arang aktif yang dibuat pada konsentrasi NH4HCO3 0,25% menjadi lebih baik yang ditunjukkan dengan berkurangnya kandungan asam lemak bebas menjadi 0,12%, bilangan peroksida 0,47 mg/100g, bilangan iod 10,31 g/100g, kadar zat menguap 0,12% dan kadar kotoran 1,73%.
SIFAT EKSTRAK KULIT ACACIA DECURRENS SEBAGAI INSEKTISIDA (Antitermitic Properties from: Acacia decuerena ,Bark ExtractilHIB) Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.8.1.17-19

Abstract

creening triala were cond.ucted  to determine.  t~, antitermitic properties. of methanol:dieth.yl ether:ethyl acetate (M:D:E) and acetone:diethylether:ethyl   acetate (A:Dfg)   tannin extract obtained from Acaciadeeurrens bark. The eoa- centration for eaolt>treatmentare 0,10 and'0,14  g/ml, and Cryptotennes  cynocephalus Light termite were uaed to evaluate antiter:miticproperties.TM rault  ahowa that complete termite mortality occured on methanol:diethyt ether:ethyl acetate. Nearly Complete mortality occurred on acetone:diethyl:ethyl  ether:ethyl acetate and the filtrat from each  soluent is also still toxic.i
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA EKSTRAK TANIN Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.6.8.482 - 492

Abstract

The  result  of  study on  some  physical and  chemical  properties of  tannin  ex tractiues prepared by  using  extraction method   is presented in  this  report. Treatment  conditions for  tannin  extractive   were  respectively   fineness  of  40 and  60 mesh,  extraction  temperature   were: 60°C,  80°C,  100°C  ahd raw material species  for this experiment  were Pinus merkusii, Rhizopora apiculata  and Acacia  decurrens.The result  shows that the yield of  tannin  extroctives ranges from 0,52­22,75%,  tannin  content: 2,99­70,76%, moisture content: 0,0022­25,58%, solubility in cold water:   0,096­3,50%  and  tannin  content  of  residure  ranges from 0,19­3,75%.
HASIL DESTILASI KERING 9 JENIS KAYU DARI MALUKU UTARA Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1996.14.10.462-466

Abstract

Dalam tulisan ini dikemukakan hasil destilasi kering 9 jenis  kayu  dari Maluku Utara dengan menggunakan retor listrik.Hasilnya memperlihatkan bahwa rendemen arang berkisar antara 26,00 - 32,98%, ter 5,73 -  10,40 %, cairan destilat 48,20 - 103,97 %, berat jenis kayu 0,39 - 0,89, nilai kalor kayu dan arang 4.095 -  4.277 cal/g dan arang 6.837 – 7.078 cal/g, kadar air 2,75 - 4,03, kadar abu 0,84 - 2, 77, kadar zat terbang 18,75 - 25,76 % dan kadar karbon terikat 69,52 - 15,73 %. Berdasarkan kadar zat terbang dan kadar karbon terikat, maka 9 jenis kayu dari Maluku Utara kecuali kayu Parinari corymbosa dan kayu Dracontomelon cukup baik untuk bahan peleburan logam  dan sebagai bahan baku untuk arang aktif.
ISOLASI LIGNIN DARI LINDI IUTAM (The Isolation of Lignin from Black Liquor) Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.8.1.25-30

Abstract

At  the present  investigation two  lignins taere prepared for  the comparison of physicochemical properties. One represent«a lignin o'f)tained by evapomtion and the other represents a lignin isolated by pr­ecipitation.For each treatment, the, lignin products was refluxed  by ethanol, hot  water and unrefluxed.The result shows that the yield of lignin mnges from 21,98­38,21  percent, ash content from 29,31­51.,83 percent, silica content from 15,40­27,71   percent moisture content from 3,19­8,09,   methoxyl  content from 0,91­2,64  percent, pH from  4,01­5,09   phenol content from 2,14­7,52   percent, surface area from 29,0­42,0   m1/gr, lignin content from 67,11­80,16  percent and equivalent weight rangesfrom 2512,54­5277,  78.
PEMBUATAN KOMPOS DAN ARANG KOMPOS DARI SERASAH DAN KULIT KAYU TUSAM Sri Komarayati; Gusmailina Gusmailina; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2002.20.3.231-242

Abstract

this investigation deals with manufacturing of compost and charcoal compost. The raw materials in this manufacture were foliage litters and bark of tusam (Pinus mcrkusii Jungh et de Vries) trees growing in West Java. Particular bio-activators, called as Orgadec and EM;. were used to stimulate the decomposition of those materials. This investigation lasts for about three months. The results revealed that the quality of several of the resulting charcoal composts comply with the related standards, with respect to among others : P = 1.12 - 1.24 percent; K = 1.47-1. 62 percent; Mg= 0.67-1.05 percent; moisture content 55.81-56.21 percent: pH 6.8-7.2; and C/N ratio 18,89-20./0. When compared to other compost, the charcoal compost revealed better qualities, since charcoal was added to it lo improve the properties of soil, i.e. increasing the pH and storing more water.
BEBERAPA SIFAT FISIS DAN KIMIA BRIKET ARANG DARI LIMBAH ARANG AKTIF Gustan Pari; Djeni Hendra; Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.7.2.61 - 67

Abstract

The result of  a study on briqueting charcoal from activated charcoal residue,  prepared  by using the hydraulic  press process is presented  in this paper. The residue :  was subjected to two different treatments, namely unwashed  and  washed with  water.  Following   the  treatment, each residue  material  was mixed  with  starch adhesive, using four different concentrations:  0 percent, 1 percent, 2 percent  and 3 percent,  consecutively.The  respons  evaluated from the  briquetted charcoal are the  moisture content, ash content, volatile matter, fixed carbon, density, crushing strength and calorific value. The result shows  that  moisture  content ranges from  3,36 - 5,56 percent, ash content  from  8,06  - 12,78 percent, volatile matter from  23,56 - 41,28 percent, fixed carbon from  45,9 - 68,38  percent, density from 0,6471-0,7985 gr/cm, crushing strength from 0,79 - 6,33 kg/cm and  the  calorific values ranged from 5243,25  -  6378,84  cal/gr.
KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU TANAMAN DARI JAWA BARAT Gustan Pari; Han Roliadi; Dadang Setiawan; Saepuloh Saepuloh
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.2.89-101

Abstract

Tulisan ini mengemukakan hasil analisis komponen kimia 10 jenis kayu yang berasal dari hutan tanaman di Jawa Barat. Jenis kayu tersebut adalah ki sereh (Cinnamomum parthenoxylon Meissu), suren (Toona sureni Merr), ki bawang (Melia excelsa Jack.), pulai kongo (Alstonia kongoensis), tusam (Pinus merkusii Jungth), sengon buto (Entorolobium cyclo), kapur (Dryobalanops aromatica), salamander (Grevillia robusta A.cunn), mahoni (Switenia macrophylla King) dan ki lemo (Litsea cubeba Pers).Analisis yang dilakukan mencakup penetapan kadar holoselulosa, lignin, pentosan, abu, kelarutan dalam air dingin, air panas, alkohol benzena dan kelarutan dalam NaOH 1%. Analisis ini merupakan dasar untuk menetapkan kegunaan kayu tersebut terutama sebagai bahan baku pulp kertas.Hasil analisis memperlihatkan bahwa kadar holoselulosa berkisar antara 64,6 - 69,9%, lignin antara 26,0 - 30,9%, pentosan antara 15,6 - 18%, abu antara 0,2 - 0,9%, silika antara 0,1 - 0,5%. Kelarutan dalam air dingin antara 2,4 - 6,3%, air panas antara 3,0 - 7,3%, alkohol benzena antara 1,5 -5,75% dan kelarutan dalam NaOH 1% antara 9,1 - 20,7%.Semua jenis kayu yang diteliti mengandung kadar holoselulosa yang tinggi lebih dari 65% yaitu kayu ki sereh, suren, ki bawang, tusam, sengon buto, kapur, salamander, mahoni dan ki lemo, kecuali kayu pulai kongo yaitu 64,6%. Kadar lignin dan abu semua jenis kayu yang diteliti termasuk ke dalam kelas sedang, karena kadarnya ada di antara 18 - 33% untuk kadar lignin dan ada di antara 0,2 - 6,0% untuk kadar abu. Kadar pentosan semua jenis kayu yang diteliti termasuk kelas rendah karena kadarnya kurang dari 21%. Sedangkan kadar zat ekstraktifnya terutama kelarutan dalam alkohol benzena yang termasuk kelas sedang antara 2 - 4% adalah kayu suren, ki bawang, tusam dan ki lemo, dan yang termasuk ke dalam kelas tinggi lebih dari 4% yaitu kayu ki sereh dan pulai kongo, sedangkan yang termasuk kelas rendah kurang dari 2% yaitu kayu sengon buto, kapur, salamander dan mahoni.Berdasarkan atas nilai skor dan hasil uji BNJ (Beda nyata jujur) komponen kimia 10 jenis kayu asal Jawa Barat (Tabel 3) ternyata hanya kayu ki sereh dan pulai kongo yang tidak cocok untuk bahan baku pulp kertas, sedangkan ke delapan jenis kayu lainnya yang terdiri dari kayu  suren, ki bawang,  tusam, sengon buto, kapur, salamander mahoni dan kayu ki lemo cukup baik untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp untuk kertas dengan menggunakan proses kimia, dan semikimia.