Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penambahan Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum)Terhadap Nilai Gizi, Kandungan Fe, dan Vitamin C pada Permen Jelly Elika Mareta Rahim; Reza Fadhilla; Putri Ronitawati; Prita Dhyani Swamilaksita; Harna Harna
JURNAL NUTRISIA Vol 21 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.659 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v21i2.145

Abstract

Latar Belakang: Serai memiliki kandungan zat besi yang berasal dari nabati. Selama ini kandungan gizi pada produk permen jelly yang beredar di pasaran belum optimal, sehingga dibuatlah produk permen jelly dengan penambahan ekstrak serai dan tomat sebagai fortifikasi pangan. Tujuan: Mengetahui kadar proksimat, Fe, dan vitamin C serta daya terima produk permen jelly. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat 4 jenis perlakuan (rasio dalam gram) dengan dua kali pengulangan yaitu, F0 (0 serai : 0 tomat), F1 (75 serai : 25 tomat), F2 (50 serai : 50 tomat), dan F3 (25 serai : 75 tomat) terhadap konsentrasi kandungan ekstrak. Penilaian organoleptik dilakukan menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS). Analisis statistik perbedaan nilai gizi dan daya terima menggunakan One Way Anova dan Duncan. Hasil: Formulasi permen jelly yang paling disukai yaitu formulasi F1 yang memiliki kadar air 52,29%, kadar abu 0,28%, protein 11,76%, lemak 0,02%, karbohidrat 35,65%, serta total kalori 189,68%, dan kandungan zat besi 0,71% mg dan vitamin C 14,1%. Kesimpulan: Penambahan ekstrak serai dan ekstrak tomat meningkatkan kandungan zat besi dan vitamin C produk permen jelly. Secara organoleptik disukai oleh panelis.
Kombinasi Vigna Subterranea, dan Vigna Unguiculata terhadap Sifat Fisik, Sensori dan Nilai Gizi Cokelat sebagai Makanan Jajanan Anak Sekolah Dania Senja Bestari; Dudung Angkasa; Reza Fadhilla; Putri ronitawati
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.05 KB)

Abstract

Usia sekolah merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan anak menuju masa remaja sehingga kebutuhan pemenuhan zat gizi harus tercukupi. Tujuan penelitian untuk mengembangkan cokelat bar yang mencukupi kebutuhan energi dan protein berbahan dasar kacang bogor dan kacang tunggak, serta mengetahui sifat fisik, sensori dan nilai gizi. Desain eksperimen yang dilakukan ialah Rangkaian Acak Lengkap (RAL) F0 (91%:9%), F1 (64%:27%:9%), F2 (55%:36%:9%), F3 (46%:45%:9%). Keempat formulasi dilakukan uji proksimat, omega-3 dan omega-6, dan Total Plate Count di Laboratorium. Tingkat penerimaan dinilai oleh 60 panelis yang terdiri dari 30 panelis semi terlatih yang memberikan penilaian menggunakan skala VAS, dan 10 panelis konsumen anak SD dengan skala likert. Seluruh penilaian parameter pada F3 berada di nilai 6 ke arah disukai, kecuali tekstur (5). Formulasi terbaik menghasilkan energi 455,46 kcal, protein 11,83%, lemak 22.54%, KH 51,32%. Produk Chococang formulasi F3 dapat memenuhi syarat kontribusi PJAS 15-20% perhari.
Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin dengan Penambahan Kacang Tunggak sebagai Sumber Kalsium pada Pembuatan Snack Bar Nadhilah Syarafina; Dudung Angkasa; Reza Fadhilla; Prita Dhyani Swamilaksita
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 2 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.2.2022.1 - 13

Abstract

Fish bone, as a food waste, and cowpea can be a high potential ingredient to develop a healthy snack food. This study aimed to compare and sensory properties of a snack food made from ratio of fish bone and cowpea. This experimental study manipulate fish bone (FB) and cowpea (CW) waste into four formula F0 (control), F1 (90g:20g), F2 (80g:30g). ) and F3 (70g:40g). Proximate and calcium analysis was carried out in an accredited laboratory, while the sensory analysis was evaluated by semi-trained and consumer panelists. One Way-Anova test with Post Hoc test was performedto answer research question. There is significant difference among all formulas (p<0.05) in the parameters of color, aroma, texture and taste. The snack bar F3 was the most preferred by the panelists. This formulation contains 12.06% protein and 5572 mg calcium and can be claimed as a calcium source snack. The greater the concentration of patin bone meal, the higher the calcium content of the snack bar. The hedonic test showed that increase in the concentration of patinbone meal had an effect on the texture, aroma and taste of the resulting snack bar.
Pemanfaatan Ampas Kelapa dan Tepung Kedelai dalam Pembuatan Roti Tawar Tinggi Protein Prita Dhyani Swamilaksita; Wahyu Pratama; Dudung Angkasa; Reza Fadhilla; Putri Ronitawati
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v2i1.5562

Abstract

Pendahuluan : Penganekaragaman konsumsi pangan dapat berupa penggunaan pangan fungsional. Ampas kelapa dan kedelai merupakan pangan fungsional yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi roti tawar yang memiliki nilai gizi sumber protein.Tujuan :menganalisis daya terima, dan nilai gizi dari Pengembangan Roti Tawar Sumber Protein Dengan Penambahan Tepung Ampas Kelapa dan Tepung Kedelai. Metode :Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor (AK = Tepung Ampas Kelapa dan K = Tepung Kedelai) dengan empat taraf perlakuan. Perbandingan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang digunakan adalah F0 (0%AK:0%K), F1 (40%AK:60%K), F2 (50%AK:50%K) dan F3 (60%AK:40%K). Uji beda One Way Anova dan uji lanjut Duncan dengan taraf signifikan α=0,05 digunakan untuk menjawab tujuan.Hasil : Berdasarkan hasil nilai gizi, semua formulasi memiliki perbedaan secara nyata. Roti tawar sumber protein penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang paling disukai menjadi formula terpilih adalah F3 dengan perlakuan tepung ampas kelapa 60% dan tepung kedelai 40%. Roti tawar terpilih memiliki kadar protein 12,93%, kadar serat kasar 6,57%, kadar karbohidrat 49,16%, kadar lemak 2,8%, kadar air 38,67% dan kadar abu 1% serta tingkat kesukaan aroma, rasa, warna, tekstur dan keseluruhan secara berturut-turut adalah 3,20; 3,22; 3,20; 3,24 dan 3,42 (suka). Kesimpulan : Tepung ampas kelapa dan tepung kedelai dapat dikembangkan menjadi roti tawar sumber protein yang diterima dan hampir memenuhi SNI dan Direktorat Gizi Depkes.
Development of Biscuits Made from Maggot Flour and Whey Protein Isolate as a High-Protein Snack for School-Age Children Prita Dhyani Swamilaksita; Fajria Arnesya Maharani; Reza Fadhilla
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i9.6114

Abstract

Intake of nutrients has an important role in the growth and development of school-age children; one of them is protein. A sufficient protein intake can support brain development and intelligence so that they can learn well. In general, making biscuits using only wheat flour, which only contains macronutrients and contains few other nutrients, Through the addition of maggot flour and whey protein isolate, it is expected to increase the nutritional value of biscuits, especially protein. The method used in this study was experimental. The organoleptic test using the VAS (Visual Analog Scale) method was performed by 25 semi-trained panelists. The results showed that the addition of different maggot flour and whey protein isolates had a significant effect (p≤0,05) on the quality and content of the biscuits. Treatment with the addition of 70 gr maggot flour and 50 gr whey protein isolate resulted in the highest protein value of 19,28%. While the results of the acceptance test of biscuits treated with the addition of 50 gr maggot flour and 70 gr whey protein isolate were the most preferred biscuits overall, The more maggot flour added to the biscuit dough, the higher the protein value.
Substitution of chayote, dragon fruit peel, and kepok banana peel on nutrient content and sensory of Vegetable Leather as high fiber snack Septia Rosdyaningrum; Laras Sitoayu; Putri Ronitawati; Vitria Melani; Reza Fadhilla
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 3 (2023): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i3.1017

Abstract

Consumption of vegetables and fruit in school-age children, which is still less than the recommended five servings/day in 2018, can increase the risk of nutritional problems in children due to low fiber consumption, leading to obesity. High-fiber snacks made from local food can be a solution. However, the availability is still limited. This research aims to develop snack products from chayote, dragon fruit peel, and Kepok banana peel. This quasi-experimental study was conducted from April 2021 to August 2022 at Saraswanti Indo Genetech Chemistry Laboratorium in Bogor. The sample consists of moderately trained  panelists, as many as 30 people. There were four concentration formulations of chayote, dragon fruit peel, and Kepok banana peel. Data were analyzed using One Way Anova and followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The result shows significant differences in color (p= 0,000), taste (p= 0,000), texture  (p= 0,000), and overall preference level between formulations (p= 0,002). The selected F2 contains a water content of 18,25%, ash content of 3,12%, protein of 2,82%, fat of 0,28%, carbohydrates of 75,53%, dietary fiber of 10,48 %, and a total plate count of 30 colonies/g. In conclusion, the F2 tends to be more liked by the panelists and can be considered high in fiber.
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monica Monic; Prita Dhyani Swamilaksita; Reza Fadhilla; Khairizka Citra Palupi; Dudung Angkasa
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
PELATIHAN PENYELENGGARAAN MAKANAN DARURAT PADA RELAWAN DI WILAYAH PUSKESMAS PACET, KABUPATEN CIANJUR Mulyani, Erry Yudhya; Arrozi, Muhammad Fachruddin; Ummanah, Ummanah; Wahyuni, Yulia; Fadhilla, Reza; Irianto, Sugeng Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7203

Abstract

Penyelenggaraan makanan darurat di lakukan sebagai salah satu upaya penanggulangan kejadian bencana seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi, kebakaran, kemarau panjang dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan di bulan November-Desember. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat korban gempa di wilayah Cianjur yang terletak di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet. Adapun subjek utama dalam kegiatan ini adalah relawan yang ditugaskan di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet berjumlah 15 peserta dengan latar belakang gizi dan 5 peserta latar belakang non gizi. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik (observasi). Kegiatan sosialisasi dilakukan selama 60 menit, pemaparan 20 menit dan diskusi 40 menit dengan memberikan materi penyelenggaraan makanan darurat. Kegiatan ini dilakukan berkelompok pada saat pembagian kelompok di lapangan. FGD ini dilakukan selama 30 menit sebelum melakukan pekerjaan dilapangan. Setelahnya, dilakukan evaluasi akhir kegiatan selama 30 menit. Penyelenggaraan dapur umum relawan dengan menyajikan makanan untuk makan utama 3 kali dan 2 kali snack. Malam hari melayani relawan yang secara accidental membutuhkan asupan makan atau minum. Berdasarkan pelatihan didapat adanya peningkatan pengetahuan terhadap manajemen penyelenggaraan makanan darurat untuk tim relawan. Namun demikian, perlu penyesuaian keterbatasan bahan makanan agar dapat memberikan pelayanan makanan darurat yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Dapur-darurat, Edukasi, Penyelenggaran-makanan-darurat, Relawan
EVALUASI DAN EDUKASI PHBS TERHADAP BAHAYA KEJADIAN DIARE MASA TANGGAP DARURAT BENCANA DI WILAYAH PUSKESMAS PACET, KABUPATEN CIANJUR Fadhilla, Reza; Nur, Syurya Muhammad; Mulyana, Budi; Salsabila, Salsabila; Syahrin, Muhammad Alfi; Arjana, Muhammad Sadan Apta; Azizah, Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7191

Abstract

Tujuan umum kegiatan pengabdian ini adalah mengevaluasi dan memberikan edukasi PHBS terhadap bahaya kejadian diare pada masa tanggap darurat bencana di wilayah Puskesmas Pacet, Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sedangkan tujuan khusus antara lain; memberi pemahaman bagaimana hidup bersih dan sehat selama di pengungsian; melakukan pendataan kesehatan dan akomodasi warga selama di pengungsian; membantu penyaluran logistik dan obat- obatan bagi pengungsi; memberikan semangat dan motivasi bagi pengungsi selama masa tanggap darurat. Tahap-tahap kegiatan antara lain: survei dan pengumpulan data; peninjauan dan evaluasi lokasi pengungsian serta edukasi dan sosialisasi PHBS. Dari hasil survei pada lingkungan pengungsian diketahui bahwa kondisi area pengungsian buruk, kotor, dan tingkat sanitasi lingkungan yang tergolong rendah. Area tanah persawahan yang menjadi lokasi pengungsi terlihat berlumpur terlebih lagi ketika turun hujan. Hal ini turut andil dalam menyebabkan terkontaminasinya sumber air lingkungan sekitar. Saluran irigasi persawahan yang terletak di samping tenda-tenda pengungsian merupakan sumber air utama yang digunakan oleh pengungsi untuk kebutuhan sehari-hari. Contohnya, untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan diri (MCK). Dengan kondisi tingkat sanitasi lingkungan yang rendah seperti ini maka potensi kejadian diare akan semakin tinggi. Dalam upaya meningkatkan pemahaman pengungsi akan pentingnya bahaya kejadian diare  maka diberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Pengetahuan ini perlu diedukasi ke pengungsi mengingat dari hasil pengamatan sebagian besar pengetahuan dan pemahaman pengungsi terhadap kesehatan masih sangat rendah. Penjelasan yang diberikan antara lain mengenai pengetahuan dasar PHBS, resiko dan bahaya diare, cara penularan, agen penyebab, dan pengetahuan dasar pengolahan pangan. Kata Kunci: Gempa bumi, diare, sanitasi, PHBS
Evaluasi Nilai Gizi dan Antioksidan Yogurt Nabati Berbahan Dasar Kara Benguk (Mucuna pruriens) Menggunakan Variasi Kultur Starter Fadhilla, Reza; Muslim, Siti Zaqiah; Nora, Adri; Wahyuni, Yulia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.7648

Abstract

Sekarang ini permintaan yogurt nabati berbahan dasar kacang-kacangan mengalami peningkatan, didasari atas perhatian masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan. Kara benguk (Mucuna pruriens) adalah jenis kacang lokal yang berpotensi dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan yogurt nabati karena kandungan gizinya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi nilai gizi dan antioksidan yogurt nabati berbahan dasar kara benguk yang difermentasi menggunakan variasi kultur starter berbeda. Yogurt nabati jenis set-yogurt dibuat dengan melarutkan tepung kara benguk dengan air (1 : 6 b/v), kemudian ditambah 3% bubuk skim, 3% sukrosa, dan 1% fruktooligosakarida (FOS). Selanjutnya dihomogenisasi, ditempatkan dalam wadah botol gelas, dan disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Proses inokulasi dilakukan dengan memasukkan sebanyak 3% dari kultur starter yang telah diformulasikan ke dalam yogurt steril dan diinkubasi pada suhu 37°C dilakukan selama 72 jam. Parameter analisis meliputi, nilai proksimat, derajat keasaman (pH), protein terlarut (% nitrogen), dan aktivitas antioksidan (% inhibisi). Perbedaan jenis kultur starter menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap komponen karbohidrat dan protein yogurt, nilai tertinggi masing-masing sebesar 68,55% dan 28,16%. Perbedaan jenis kultur starter dan lamanya waktu fermentasi menunjukkan perbedaan nyata terhadap konsentrasi protein terlarut, tertinggi sebesar 37,5% (kultur campuran) selama 72 jam. pH terendah dan antioksidan tertinggi ditunjukkan pada kultur starter Lactobacillus acidophilus FNCC 0051, masing-masing sebesar 3,32, dan 87,11%. Kata Kunci: kara benguk, Mucuna pruriens, yogurt nabati, Lactobacillus, fermentasi