Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Digitalization of Marriage Dispensation Assistance: Innovating Judicial Deliberation Under Supreme Court Regulation 5/2019 Fadhli, Ashabul; Warman, Arifki Budia; Rahmi, Fathur
Al-'Adl Vol. 19 No. 02 (2026): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the optimization of the Family Learning Center (PUSPAGA) in Bukittinggi City in assistance marriage dispensation applicants, as mandated by Supreme Court Regulation (PERMA) No. 5 of 2019. There is a prevailing tendency for recommendation letters submitted by applicants to Religious Courts are still at the formality level, without ensuring whether the mentoring process has actually been carried out substantially. This condition will become even more complicated when it is found that the applicant cannot attend regular assistance due to geographical conditions. This qualitative study, utilizing a socio-legal (juridical-empirical) approach, performs an in-depth case study on the electronic assistance process in Case Number 400.113/DP3APPKB-PHA/2025. Data were gathered through semi-structured interviews with PUSPAGA counselors and observations regarding the effectiveness of electronic media as a assistance instrument. The findings reveal that the utilization of electronic media—prompted by the applicants' geographical problems— meets the standards of Article 15, Point (d) of PERMA No. 5 of 2019 concerning the involvement of out-of-court institutions in providing assistance. This evidence proves that electronic assistance is not merely a technical solution but a valid innovation and instrument for providing substantive deliberation for judges in deciding cases. This innovation offers a new model for strengthening public services in the family law sector that is more inclusive and accessible without compromising the quality of the child's readiness assessment
Optimizing the Management of Zakat, Infaq, and Sadaqah for Post-Disaster Economic Recovery Through Local Policy Approaches Ashabul Fadhli; Rina Susanti; Nike Apriyanti
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i1.9645

Abstract

This study aims to examine the mechanism of zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) management implemented by the Nagari Sungai Pua Government Institution in the context of post-disaster economic recovery. Natural disasters in Nagari Sungai Pua have caused significant disruptions to the community’s financial stability. Many victims have lost their homes, which also served as places of business and livelihood, in addition to experiencing crop failures and other economic hardships. In response to these conditions, the Nagari Sungai Pua Government Institution has initiated a collective effort to regulate ZIS management through local policies tailored to the community's social context. This research is field-based, utilizing primary data collected through interviews with local government representatives, community leaders, and disaster survivors. The findings indicate that ZIS management in Nagari Sungai Pua is conducted systematically, fulfilling key aspects of planning, organizing, and reporting. The active involvement of local government in the collection, distribution, and utilization of ZIS demonstrates that policy-based zakat management effectively fosters social awareness and contributes to the economic recovery of disaster-affected communities.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pengelolaan zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) oleh Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di Nagari Sungai Pua. Bencana alam yang terjadi di Nagari Sungai Pua diketahui telah menimbulkan kerugian yang siginifikan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat. Sebagian besar korban bencana mengalami kehilangan tempat tinggal yang sekaligus sebagai tempat usaha, mata pencaharian, gagal panen, dan sebagainya. Kondisi ini mendorong Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua untuk secara kolektif mengatur mekanisme pengelolaan ZIS dengan kebijakan daerah yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Data penelitian bersumber dari sumber primer, seperti wawancara dengan Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua, tokoh masyarakat, dan korban bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme pengelolaan ZIS di Nagari Sungai Pua dilakukan secara sistematis dengan indikasi terpenuhinya aspek perencanaan, pengorganisasian, dan pelaporan. Keterlibatan Lembaga Pemerintahan Nagari Sungai Pua dalam penghimpunan, penyaluran, dan pendayagunaan ZIS menunjukkan bahwa pengelolaan zakat berbasis kebijakan daerah telah membangun kepedulian sosial masyarakat setempat dalam memulihkan perekonomian masyarakat korban bencana alam.
Pengayaan Materi Tahsin dan Penguatan Hafalan Al-Qur'an terhadap Santri Rumah Qur'an Az-Zakirin dalam Rangka Mewujudkan Generasi Qur'ani Devi Syukri Azhari; Ashabul Fadhli; Usman
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i1.79

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang menjadi pedoman hidup umat Muslim. Upaya untuk membentuk generasi Qur’ani tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada ketepatan bacaan (tahsin), kekuatan hafalan (tahfiz), serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktik pembelajaran Al-Qur’an di berbagai lembaga nonformal, termasuk rumah Qur’an, masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan penguasaan makharijul huruf dan tajwid, rendahnya konsistensi hafalan santri, serta kurangnya variasi metode pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan program pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an yang terencana dan terstruktur guna meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan santri secara optimal. Kegiatan pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an ini dilaksanakan pada santri Rumah Qur’an Az-Zakirin dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, memperkuat daya hafal santri, serta menumbuhkan kecintaan dan kedekatan santri terhadap Al-Qur’an sebagai landasan pembentukan generasi Qur’ani. Program ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran partisipatif dan bertahap, yang menyesuaikan dengan kemampuan awal santri, baik dari aspek bacaan maupun hafalan. Materi tahsin difokuskan pada perbaikan makharijul huruf, sifat huruf, hukum tajwid, serta kelancaran dan ketartilan bacaan. Sementara itu, penguatan hafalan dilakukan melalui strategi pengulangan (muraja’ah), talaqqi, sima’an, dan pembiasaan setoran hafalan secara rutin. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal untuk mengetahui tingkat kemampuan santri, penyampaian materi tahsin secara teoritis dan praktis, pendampingan hafalan secara intensif, serta evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan bacaan dan hafalan santri. Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif ustaz dan ustazah sebagai pembimbing yang memberikan teladan bacaan yang benar serta motivasi spiritual kepada santri. Selain itu, suasana pembelajaran dibangun secara kondusif dan menyenangkan agar santri merasa nyaman dan termotivasi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Hasil dari pelaksanaan pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kualitas bacaan santri, khususnya dalam ketepatan pengucapan huruf, penerapan hukum tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Dari aspek hafalan, santri menunjukkan peningkatan dalam jumlah hafalan, kekuatan daya ingat, serta kemampuan muraja’ah yang lebih baik dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap sikap dan karakter santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, kesabaran, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. Secara keseluruhan, pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an di Rumah Qur’an Az-Zakirin terbukti efektif dalam mendukung terwujudnya generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan akhlak yang selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di rumah Qur’an atau lembaga sejenis lainnya dalam rangka membina generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan Al-Qur’an.