Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KEADAAN LINGKUNGAN FISIK SEKOLAH DENGAN MOTIVASI BELAJAR Sona Idola; Afrizal Sano; khairani Khairani
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 2 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.733 KB) | DOI: 10.29210/12016263

Abstract

The school environment is a factor that affects student learning. School environment was created, well laid out for the benefit of the students as well. Phenomenon that occurs, some students found the state of the school environment is not good, the sound of passing vehicles, the complete lack of facilities and infrastructure so that motivate learning impaired. This study examines the relationship between students perceptions about the state of the school environment with learning motivation. This research study considered quantitative correlation type. Samples were SMP Pembangunan Laboratorium UNP Padang Students. Based on the results of the study there is a significant relationship between students' perceptions about the state of the school environment with learning motivation.
Self Regulated Learning Siswa Dilihat dari Hasil Belajar Putri Yulianti; Afrizal Sano; Ifdil Ifdil
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 2, No 1 (2016): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.386 KB) | DOI: 10.29210/12016240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi, (2) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar rendah, (3) mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan rendah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif dengan jumlah sampel 114 orang yang terdiri dari 57 orang siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan 57 orang siswa yang memiliki hasil belajar rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Pengukuran Self Regulated Learning (SPSRL). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi secara umum berada pada kategori baik dengan persentase 75,4%, (2) self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar rendah secara umum berada pada kategori baik dengan persentase 71,9%, (3) terdapat perbedaan yang signifikan self regulated learning siswa yang memiliki hasil belajar tinggi dan siswa yang memiliki hasil belajar rendah.
Hubungan Manajemen Waktu dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Thessia Permata Bunda; Afrizal Sano
Jurnal Neo Konseling Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00720kons2023

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh adanya siswa yang lalai akan tugas-tugas sekolah, jenuh akan tugas, tidak dapat memprioitaskan yang harus diselesaikan telebih dahulu. Hal ini dapat dipicu oleh kelemahan siswa dalam memanajemen waktu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan manajemen waktu siswa, (2) mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa, dan (3) menguji tingkat signifikansi hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMA Pertiwi 1 Padang dengan sampel 223 orang siswa, instrumen yang digunakan yaitu angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) kemampuan manajemen waktu siswa berada pada kategori tinggi, (2) tingkat prokrastinasi siswa berada pada kategori rendah, dan (3) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik siswa dengan nilai korelasi -0,510 pada tingkat hubungan yang sedang. Berdasarkan hasil data penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik, dimana semakin baik manajemen waktu maka semakin rendah prokrastinasi akademik siswa.
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Penyesuaian Diri Siswa Dwi Adyaksa Lathifah; Afrizal Sano
Consilium Vol 2, No 1 (2022): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0783cons

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang terlihat kurang bisa beradaptasi, lebih suka menyendiri, pendiam dan sulit diajak berkomunikasi. Hal ini dapat dipicu oleh kelemahan siswa dalam kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kepercayaan diri siswa, (2) mendeskripsikan penyesuaian diri siswa, (3) menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa. Jenis penelitian ini deskriptif korelasional, populasi penelitian siswa kelas XI dan XII SMAN 1 Kec. Kapur IX dengan sampel 199 orang siswa, instrumen yang digunakan yaitu angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) kepercayaan diri siswa berada pada kategori tinggi, (2) penyesuaian diri siswa berada pada kategori tinggi, (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa dengan indeks korelasi 0,585 pada tingkat hubungan yang sedang.
Perbedaan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Ditinjau dari Aspek Jenis Kelamin Desi Tria Herliyani; Afrizal Sano
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3 (2024): MEI-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3.1695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi beragamnya prokrastinasi akademik di kalangan siswa laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa laki-laki di SMP; (2) mendeskripsikan prokrastinasi akademik siswa perempuan di SMP; (3) menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan prokrastinasi akademik antara siswa laki-laki dengan siswa Perempuan di SMP. Metode penelitian adalah deskriptif dan komparatif. Sampel sebanyak 183 siswa di SMP Negeri 1 Pariaman dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data yang diperoleh dengan memberikan angket kepada siswa. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis uji beda (T-test). Hasil penelitian menunjukkan: (1) prokrastinasi akademik siswa laki-laki berada pada kategori sedang (69,23%); (2) prokrastinasi akademik siswa perempuan berada pada kategori rendah (56,52%); dan (3) terdapat perbedaan yang signifikkan tingkat prokrastinasi akademik antara siswa laki-laki dan perempuan dengan sig. (2-tailed) 0,000 ≤ 0.05.
Keputusan Karier Siswa SMA ditinjau dari Jenis Kelamin dan Implikasinya dalam Layanan Konseling Nur Kholiza Fitri; Nurfarhanah; Afrizal Sano; Miftahul Fikri
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3b.1809

Abstract

Pengambilan keputusan karier merupakan proses yang rumit dan sebagian remaja mungkin mengalami kesulitan dan hambatan membuat keputusan. Sangat penting untuk membuat keputusan karier aktif untuk masa depan selama masa-masa sekolah. Tujuan artikel ini adalah 1).Memberikan gambaran keputusan karier siswa SMA Pertiwi 1 Padang secara keseluruhan. 2).Memberikan gambaran keputusan karier siswa SMA di tinjau dari jenis kelamin. 3). Menguji hipotesis ada atau tidak perbedaan keputusan karier siswa laki–laki dan perempuan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif, dengan metode analisis deskriptif komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Pertiwi 1 Padang kelas XI yang berjumlah 243 orang, dengan jumlah sampel 151 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Angket/ Kuesioner Keputusan karier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum keputusan karier siswa kelas XI SMA Pertiwi 1 Padang sebagian besar berada pada kategori Sedang. Dan signifikansi dari hasil uji independent t-test sebesar 0,888>0,05. Dari kedua uji beda dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan keputusan karier antara siswa laki-laki dan perempuan. Dapat disimpulkan 1).Secara umum keputusan karier siswa kelas XI SMA Pertiwi 1 Padang berada pada kategori sedang. 2).Keputusan karier siswa di tinjau dari jenis kelamin yaitu siswa perempuan lebih banyak berada dalam kategori sedang, lalu sebagian kategori tinggi dan rendah, sementara siswa laki-laki lebih banyak berada dalam kategori sedang. 3).Tidak terdapat perbedaan signifikan keputusan karier siswa SMA pertiwi 1 Padang berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian ini berimplikasi untuk Bimbingan dan konseling di sekolah agar membantu siswa yang masih bingung dan membimbing siswa yang sudah memiliki keputusan karier agar tercapai.
Perbedaan Perilaku Agresif Siswa ditinjau dari Keluarga Utuh dan Keluarga Bercerai Nike Putri Rahayu; Afrizal Sano
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendikia.v4i2.2896

Abstract

This study aims to examine differences in students' aggressive behavior in terms of intact families and divorced families. This research uses quantitative research methods with a comparative study approach. The population in this study was 822 students in classes X and XI at SMK Negeri 9 Padang with a total sample of 355 students. The data collection technique uses an aggressive behavior instrument using a Likert model scale. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and difference test analysis (T-test). The research results show: (1) the aggressive behavior of students who come from intact families is included in the low category with a percentage of 53.49%, (2) the aggressive behavior of students who come from divorced families is included in the low category with a percentage of 79.38%, (3 ) there is a significant difference in students' aggressive behavior in terms of intact families and divorced families at SMK Negeri 9 Padang, where the t value is -13.410 with a Sig.(2 tailed) value obtained of 0.001 or <0.05. Based on the results of this research, guidance and counseling teachers can provide assistance with information services, individual counseling, group counseling and group guidance services in dealing with aggressive behavior in students.
The Level Of Narcissistic Tendencies Of Junior High School Students In Superior Classes Islammika, Intan; Sano, Afrizal
Consilium Vol 3, No 2 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0791cons

Abstract

This type of research is descriptive with a research subject of 96 students. The sampling technique used was purposive sampling. The data collection instrument was a questionnaire on the level of students' narcissistic tendencies using a Likert scale. The results of this study revealed that: (1) The level of narcissistic tendencies of superior class students as a whole belongs to the High category, (2) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the authory aspect is included in the medium category, (3) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the aspect of self-sufficiency is included in the medium category, (4) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the aspect of superiority is included in the high category, (5) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the aspect of exhibitionism is included in the high category, (6) The level of narcissistic tendencies of superior class students on the aspect of exploitativeness included in the high category, (7) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the vanity aspect is included in the high category, (8) The level of narcissistic tendencies of superior class students in the entitlement aspect is included in the high category.Based on the findings of this study, it is expected that counseling teachers or counselors can provide assistance in the form of Guidance and Counseling services.
Hubungan antara Adversity Quotient dengan Motivasi Berprestasi Siswa SMP Ratnasari, Desi Sindi Putri; Sano, Afrizal
Current Issues in Counseling Vol 2, No 1 (2022): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0978cic

Abstract

Menurunnya prestasi belajar siswa merupakan akibat dari rendahnya motivasi berprestasi yang dimiliki siswa. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah ditunjukkan dari ketidakstabilan nilai prestasi belajarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi yaitu adversity quotient. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran adversity quotient pada siswa SMP, mendeskripsikan gambaran motivasi berprestasi pada siswa SMP, dan menguji apakah terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan motivasi berprestasi siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adversity quotient siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan presentase 56,9%, motivasi berprestasi siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan presentase 51,1%, dan terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan motivasi berprestasi siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP dengan koefisien korelasi sebesar 0,264 dengan nilai  signifikansi sebesar 0,002 pada tingkat hubungan yang lemah. Artinya semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula motivasi berprestasi, sebaliknya semakin rendah adversity quotient maka semakin rendah pula motivasi berprestasi. Adapun layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan untuk meningkatkan adversity quotient dan motivasi berprestasi siswa yaitu layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konseling individual.
Analisis Faktor Yang Menumbuhkan Hubungan Interpersonal Yang Baik Pada Siswa SMA Putri, Ayuni; Sano, Afrizal
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01017cic

Abstract

AbstractMenumbuhkan hubungan interpersonal yang baik penting pada kehidupan siswa sehari-hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tumbuhnya hubungan interpersonal yang baik antara lain rasa percaya, sikap sportif dan terbuka. Akan tetapi, ketiga faktor tersebut masih belum berkembang pada diri siswa, sehingga belum dapat menumbuhkan  hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungannya. Siswa yang belum memiliki hubungan interpersonal yang baik akan lebih mudah terisolir dan dikucilkan oleh teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal yaitu faktor (1) percaya (trust), (2) sikap sportif, dan (3) sikap terbuka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian siswa kelas X, XI dan XII SMA Negeri 5 Pariaman dengan jumlah 512 orang dengan sampel sebanyak 225 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian mengungkap bahwa faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik pada siswa SMA Negeri 5 Pariaman ditinjau dari (1) faktor percaya (trust) tergolong cukup baik  53.78%, (2) faktor sikap sportif cukup baik 56.00%, dan (3) faktor sikap terbuka juga cukup baik 64.44%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik pada siswa SMA N 5 Pariaman tergolong  cukup baik.