Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Effect of combined Moringa oleifera juice and oxytocin massage on lactogenesis II onset Lasria Simamora; Mastaida Tambun; Riska Susanti Pasaribu; Nur Azizah; Mediana Br Sembiring; Misno Misno
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 5 (2026): Volume 9 Number 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i5.3966

Abstract

Background: Delayed onset of lactogenesis II often triggers early formula feeding, which hinders the success of exclusive breastfeeding. Nutritional fulfillment and mechanical stimulation are needed simultaneously to optimize prolactin and oxytocin hormones. Purpose: To analyze the synergy between consuming fresh Moringa oleifera (moringa) juice and oxytocin massage on accelerating the onset of lactogenesis II in postpartum mothers. Method: This study used a cross-sectional descriptive comparative-correlational design involving 70 postpartum mothers. This quantitative study used a quasi-experimental design with a posttest-only control group design, conducted in Bangun Rejo Village, North Sumatra, from February to April 2026. A sample of 36 normal postpartum mothers was selected using purposive sampling and divided equally into two groups (n=18 each). The intervention group was given juice from 20 grams of fresh Moringa leaves twice daily and oxytocin massage for 10–15 minutes daily, while the control group received only standard care. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test, and bivariate analysis was performed using the Independent T-Test. Results: The baseline demographic characteristics (age, parity, education, and Body Mass Index) of both groups were homogeneous (p > 0.05). The mean onset time of lactogenesis II in the combination intervention group was significantly faster (34.50 ± 4.25 hours postpartum) than in the control group (56.60 ± 5.80 hours postpartum), with a difference of 22.10 hours. Independent T-Test results showed a highly significant statistical difference (p < 0.001). Conclusion: The synergy between fresh Moringa oleifera juice consumption and oxytocin massage significantly accelerated the onset of lactogenesis II. This dual-action approach efficiently combines the natural galactagogue properties of Moringa oleifera to stimulate prolactin with the neuroendocrine reflex of massage to facilitate milk ejection.
Pengaruh intensitas paparan asap rokok didalam rumah dengan frekuensi kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas helvetia kota Medan tahun 2026 Dina Nasution; Riska Susanti Pasaribu; Imran Saputra Surbakti; Srimuliana Putri Bakara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62302

Abstract

Abstract Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmenjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, dan paparan asap rokok di dalam rumah diakui sebagai faktorrisiko lingkungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas paparan asap rokok di rumahterhadap frekuensi kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Helvetia, Medan, Sumatera Utara. MetodePenelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-squaredengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Temuan menunjukkanbahwa 53,1% anak terpapar asap rokok dengan intensitas tinggidan 53,1% mengalami episode ISPA yang sering. Analisis statistikmengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antaraintensitas paparan asap rokok di rumah dan frekuensi ISPA (p = 0,000). Anak-anak yang terpapar asap rokok intensitas tinggimemiliki kemungkinan sekitar 92 kali lebih besar untuk mengalamiISPA yang sering dibandingkan dengan mereka yang terpaparpada tingkat rendah (OR = 92,143). Pembahasan dan Kesimpulan Paparan asap rokok di rumah secara signifikanmeningkatkan frekuensi ISPA pada anak balita. Penguatan intervensi rumah bebas asap rokok dan peningkatan kesadaranorang tua sangat penting untuk mengurangi beban ISPA pada anakbalita.
Asuhan Kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) pada Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia Sedang Efra Tasiya Sitio1; Ribur Sinaga; Riska Susanti Pasaribu; Kamelia Sinaga; Desna Elfita
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i8.3696

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan kegagalan bayi bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir sehingga memerlukan penanganan cepat dan tepat. Laporan tugas akhir ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) pada Bayi Ny. S dengan asfiksia sedang di PMB Desna Elfita, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus melalui pendekatan manajemen kebidanan Helen Varney dan pendokumentasian SOAP. Ny. S berusia 29 tahun, G2P1A0, dengan riwayat kunjungan antenatal yang belum optimal dan kecemasan menjelang persalinan. Saat persalinan ditemukan air ketuban bercampur mekonium dan bayi lahir dengan skor APGAR 5 sehingga diklasifikasikan mengalami asfiksia sedang. Penanganan dilakukan melalui langkah awal resusitasi dengan pendekatan HAIKAP, pemberian oksigen, inisiasi menyusu dini, dan pemantauan ketat. Hasil asuhan menunjukkan kondisi bayi membaik dengan skor APGAR meningkat menjadi 9. Asuhan kebidanan berkelanjutan mendukung deteksi dini, penanganan segera, serta pencapaian kondisi ibu dan bayi yang lebih optimal.