Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Teofilin Dan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Diameter Lumen Bronkiolus Mencit Asma Dian Arsanti Palupi; Miyati Miyati; Hasty Martha Wijaya
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Edisi Khusus: RAKERDA, SEMINAR, PD IAI JATENG 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v0i0.15179

Abstract

The prevalence of asthma in Indonesia is between 5-7% and is the top 10 causes of morbidity and mortality in severe asthma. Asthma is an inflammation of the respiratory tract which is characterized by spastic constriction of the smooth muscles of the bronchioles, local oedema in the walls of the bronchioles and thick mucus secretions in the lumen of the bronchioles which causes difficulty in breathing. Garlic contains the active compound allicin flavonoids which have long been used as therapeutic ingredients ranging from antibacterial, antiviral, antifungal, antithrombotic, antibiotic, anticancer, antioxidant, immunomodulatory, anti-inflammatory, and hypoglycemic effects. The anti-inflammatory and antioxidant activity of garlic extract can increase the diameter of the bronchial lumen of asthmatic mice. The research method is Post-test Only Control Group Design. using 25 female Balb/C mice aged 2-3 months. Five normal control mice (K1) were not induced by ovalbumin (OVA) and were only treated with CMC Na orally. Meanwhile, 20 other mice were induced by intraperitoneal OVA on days 0 and 7 and then divided into 4 groups, namely negative control (K2) given CMC Na, group K3 given theophylline 0.338 mg/day orally, group K4 given onion extract. 7.8 mg/day orally, group K5 was given a combination of theophylline 0.338 mg/day and garlic extract 7.8 mg/day orally. On days 14, 16 and 18, ovalbumin was administered by inhalation. Administration of the test preparation was carried out on the 18th day to the 32nd day orally, 24 hours after the final exposure, the mice were sacrificed for histopathological testing and observation of the diameter of the bronchiolar lumen with Hematoxylin Eosin staining. The results showed that the combination of theophylline and garlic extract could increase the diameter of the bronchiolus lumen with a p-value = 0.001, so it can be concluded that the combination of theophylline and garlic extract was proven to be statistically significant in increasing the bronchiolar lumen diameter of asthmatic mice.
APOTEKER KECIL DAN BUDAYA MINUM JAMU Endra Pujiastuti; Dian Arsanti Palupi; Susan Primadevi; Dessi Erliani Mugita Sari; Lilis Sugiarti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i1.108

Abstract

Dewasa ini, pembinaan program pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan di usia sekolah terutama di tingkat sekolah dasar sudah mulai berkembang. Apoteker sebagai salah satutenaga kesehatan telah diakui eksistensinya diIndonesia melalui Peraturan Pemerintah No.51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian dijelaskan bahwa yang mempunyai kewenangan untuk menyerahkan obat ke pasien adalah Tenaga Kefarmasian (Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian), karena obat bisa menjadi racun jika disalahgunakan. Jamu telah menjadi bagian budaya dan kekayaan alam Indonesia dan hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa penggunaan jamu oleh masyarakat Indonesia lebih dari 50%. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan partisipasi peserta didik sebagai upaya pembelajaran mengenai kesehatan khususnya kefarmasian. Menumbuhkan kecintaan siswa akan budaya minum jamu dan memberikan pengetahuan tentang obat tradisional. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat SD N 5 Ngembalrejo Bae Kudus Jawa tengah. Bentuk kegiatan pengenalan profesi Apoteker, bahan dan manfaat jamu. Pengabdian masyarakat dengan topik “Apoteker Kecil dan Budaya Minum Jamu” telah terlaksana dengan baik. Sambutan peserta didik sangat baik dan mengharapkan kegiatan serupa dilaksanakan secara rutinKata Kunci : Apoteker kecil, Jamu
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT PADA PELAJAR Endra Pujiastuti; Dian Arsanti Palupi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3, No 1 (2020) : Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v3i1.68

Abstract

Kebijakan obat nasional mengatakan bahwa obat merupakan sediaan atau perpaduan bahan- bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan peningkatan kesehatan. Dalam menggunakan obat perlu diketahui efek obat tersebut, penyakit yang diderita, dosis, waktu pemberian dan tujuan obat itu digunakan.  Berdasarkan laporan World Drug Report 2012 menyatakan bahwa pada tahun 2010 terdapat sekitar 230 juta orang atau sekitar 5% penduduk dunia usia 15-64 tahun yang menyalahgunakan obat setidaknya satu kali dalam 12 bulan. Hal ini terus menambah beban global penyakit dan setidaknya sekitar 1 dari setiap 100 kematian di antara orang dewasa disebabkan dengan penyalahgunaan obat.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan secara umum untuk meningkatkan pengetahuan pelajar tentang Penyalahgunaan Obat Dan Pencegahannnya. Kata Kunci : Farmasi, Obat, Penyalahgunaan
PENGARUH SEDIAAN TOPIKAL SALEP KSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn) TERHADAP LUKA INSISI MENCIT DIABETES MELITUS Dian Arsanti Palupi; Noor Laili Agustina; Lilis Sugiarti
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 1 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i1.187

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi tersering pada pasien diabetes yang tidak terkontrol yang disebabkan oleh pembentukan bekuan darah diarteri yang disebut aterosklerosis. Ulkus diabetik sering muncul di ekstremitas bawah dan gangguan pembuluh darah  perifer yang mengakibatkan infeksi, ulserasi, dan/atau kerusakan jaringan kulit lebih dalam pada kaki diabetik (DM). Flavonoid, tanin dan saponin pada daun jambu biji memiliki efek penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak daun jambu biji (EDJB) terhadap penyembuhan luka pada mencit DM. Penelitian ini menggunakan sampel 24 ekor mencit swiss webster yang diinduksi aloksan, sehingga kadar gula puasa ?126mg/dL, kemudian dilukai punggungnya. Kelompok perlakuan terdiri dari K1, K2, K3 dan K4. K1 kontrol negatif diberi basis salep, K2 kelompok dengan luka diberi salep gentamisin, K3 luka diberi salep ekstrak daun jambu biji 600mg  dan K4 luka diberi salep ekstrak daun EDJB dosis 1200mg. Pengamatan kesembuhan luka insisi dilakukan selama 12 hari yaitu pada hari ke 3, 6, 9 dan 12. Hasil pengamatan hari ke-12 kelompok yang diberi salep gentamisin  angka kesembuhan 77%, salep EDJB dosis 600 mg dengan angka kesembuhan 60% dan kelompok salep EDJB 1200mg dengan angka kesembuhan 80%. Senyawa aktif pada EDJB adalah flavonoid, tanin, saponin dapat menyembuhkan luka mencit DM. Kesimpulan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara salep EDJB 1200mg dibandingkan salep gentamisin, dengan angka kesembuhan 80%.
Pembuatan Wedang Uwuh Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Bersama Pengurus PKK Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kudus Dian Arsanti Palupi; Rifda Naufa Lina; Dwi Susiloningrum; Lilis Sugiarti; Yulia Pratiwi; Hasty Martha Wijaya; Annis Rahmawaty; Syauqi Afifatul Amiroh; Lidya Anita Safitri; Clara Destiana Caesary; Khoirin Nida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v5i3.240

Abstract

Minuman herbal/ jamu menjadi alternatif pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan. Wedang uwuh adalah minuman herbal dengan bahan-bahan rempah yang berupa campuran daun, batang, ranting dan rimpang. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman yang diseduh, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh yang disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan minuman wedang uwuh, serta pentingnya meningkatkan imunitas tubuh dengan sediaan minuman herbal. Metode yang digunakan adalah deskriptif, ceramah,diskusi  dan praktek langsung pembuatan wedang uwuh bersama warga pengurus PKK desa Jepang Kecamatan Mejobo Kudus. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam membuat wedang uwuh secara tepat sesuai petunjuk yang telah disosialisasikan sebelumnya. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat membuat wedang uwuh secara mandiri dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari bahan herbal yang digunakan untuk membuat wedang uwuh. 
COMPARISON OF ANTI ASTHMA ACTIVITY BETWEEN EXTRACT AND OIL Nigella sativa ON HISTOPATHOLOGY OF BRONCHIAL EPITHELIAL IN ASTHMA MICE Dian Arsanti Palupi; Salwa Rahmawati; Annis Rahmawaty; Endra Pujiastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v6i1.3193

Abstract

Asthma is an inflammatory disease or chronic airway inflammation. Nigella sativa extract and oil are proven to be used to improve airway inflammation. This study consisted of 7 groups. The normal group (K1), negative group (K2), theophylline (K1), Nigella sativa extract (K4), Nigella sativa oil (K5). 0.9% intraperitoneally, and on the 14th day, the mice were re-sensitized intraperitoneally with a 20µg OVA + 2 mg of Alhydrogel in 1 mL of sterile NaCl 0.9%. On the 21st, 23rd, 25th day, the OVA1% was inhaled. On the 26th to 39th day, the K3 mice were given theophylline 0.338 mg/day, K4 mice were given Nigella sativa extract at a dose of 1 mL/day and K5 mice were given Nigella sativa oil at a dose of 0.1mL / day. On the 40th day, the mice were terminated for analysis of the thickness of the bronchial epithelium. Comparison between groups of Nigella sativa extract on average 15.5 ± 2.22 µm and Nigella sativa oil average of 14.05 ± 3.87 µm p-value = 0.488 means that between the Nigella sativa extract group and Nigella sativa oil there was no difference meaningful. statistically as an antiasthma in decreasing the size of the thickness of the bronchial epithelium
Peningkatan Kesadaran Sanitasi Remaja melalui Diseminasi Pembuatan Sabun Transparan di SMKN 1 Rembang Dwi Susiloningrum; Dian Arsanti Palupi; Endra Pujiastuti; Dessy Erliani Mugita Sari; Ricka Islamiyati; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 5 (2022): August 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i5.1045

Abstract

Kesadaran sanitasi merupakan salah satu aspek yang menjadi indikator dalam pola hidup sehat terutama dalam mencegah penyebaran Covid-19 dikalangan remaja. Pola hidup sehat para remaja yang kurang terjaga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit, diare, gangguan pernapasan, bahkan yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini adalah demam berdarah. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pengenalan kepada para remaja tentang kesadaran sanitasi remaja diseminasi pembuatan sabun transparan di SMKN 1 Rembang. Hasil dari Kegiatan ini adalah peningkatan pola pikir dan cara pandang pada siswa di SMKN 1 Rembang tentang sanitasi diri serta meningkatkan ketrampilan siswa dalam pembuatan sabun transparan.
Effect of Ethanol Extract from Herbal Consortium for Pytirosporum ovale Inhibition Lilis Sugiarti; Dian Arsanti Palupi; Indah Febriana
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 12 No. 4 (2022): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v12i4.444

Abstract

Dandruff is a skin disease caused by the fungus Pytirosporum ovale. The use of chemical compounds for dandruff is very limited and can cause side effects, such as toxicity to the eyes and hair becoming too dry. The consortium of herbal plants was hope had greater inhibitory activity than the single plants. The purpose of this study was to determine the antifungal effectiveness of a consortium of herbs (soursop leaves, basil leaves, bay leaves and green betel leaves) in a 1:1:1:1 ratio against Pytirosporum ovale. Extraction method using maceration method and 70% ethanol solvent. The extract of the herbal consortium was made in series with concentrations of 10, 25, 40, 55 and 70%, a negative control and a positive control by disc diffusion method. Data analysis using Post Hoc LSD test, correlation, and linear regression. The results showed that all concentrations of extract of the herbal consortium could inhibit the activity of the fungus Pytirosporum ovale. The minimum inhibitory concentration was at a concentration of 10% with a diameter of 7.33 mm while the optimum inhibitory at a concentration of 70% with a diameter of 15.55 mm. The inhibition zone diameter in positive control of 24.66 mm. The results of the correlation test show a very strong and unidirectional relationship. The results of the linear regression test obtained the value of y=0.138x+5.889. The diameter of the fungal inhibition zone was influenced by the extract concentration of 99.99% (r2=0.9999), the remaining 0.01% was influenced by other factors such as temperature, radiation, light, humidity, pH and others. The ethanol extract of the herbal consortium was not effective in inhibiting the growth of the fungus Pytirosporum ovale when compared to positive control.Keywords: Herbal consortium; Ethanol extract; Antifungal; MIC; Pytirosporum ovaleABSTRAKEfektivitas Ekstrak Etanol Konsorsium Herbal terhadap Pytirosporum ovaleKetombe merupakan penyakit kulit yang disebabkan adanya jamur Pytirosporum ovale. Konsorsium herbal diharapkan mempunyai potensi antijamur yang lebih besar dari pada herbal tunggalnya. Penelitian dengan menggunakan daun sirsak, daun kemangi, daun salam dan daun sirih hijau, bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak konsorsium herbal perbandingan 1:1:1:1 terhadap Pytirosporum ovale. Ekstraksi senyawa aktif menggunakan metode maserasi dan pelarut etanol 70%. Ekstrak konsorsium herbal dibuat seri konsentrasi 10, 25, 40, 55 dan 70%; kontrol negatif dan kontrol positif dengan metode difusi cakram. Data dianalisis menggunakan uji Post Hoc LSD, korelasi dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan semua konsentrasi ekstrak konsorsium herbal berpotensi menghambat aktivitas jamur Pytirosporum ovale. Daerah hambat terkecil terdapat pada konsentrasi ekstrak 10% dengan diameter daerah hambat sebesar 7,33 mm sedangkan daerah hambat terbesar terjadi pada konsentrasi ekstrak 70% dengan diameter daerah hambat sebesar 15,55 mm. Diameter daerah hambat pada kontrol positif sebesar 24,66 mm. Hasil uji korelasi menunjukkan ada hubungan yang sangat erat antara konsentrasi ekstrak dengan diameter daerah hambat. Hasil uji regresi linier diperoleh nilai y=0,138x+5,889. Diameter daerah hambat jamur terpengaruhi oleh konsentrasi ekstrak sebesar 99,99% (r2=0,9999), sisanya sebesar 0,01%  oleh faktor lingkungan, Ekstrak etanol konsorsium herbal belum efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Pytirosporum ovale bila dibandingkan dengan kontrol positifnya.Kata kunci: Konsorsium herbal, Ekstrak etanol, Antijamur, KHM, Pytirosporum ovale
Cermat Mengenali Tanda Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes di Desa Tumpang Krasak Annis Rahmawaty; Heni Setyoningsih; Rifda Naufa Lina; Hasty Martha Wijaya; Yulia Pratiwi; Dian Arsanti Palupi; Rohmatun Nafi'ah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.309

Abstract

Demam merupakan tanda khas yang sering terjadi pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan tipes. Bijak dalam mengenali tanda DBD dan tipes sangat diperlukan agar dalam menanganinya tidak menimbulkan kesalahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pelayanan kesehatan pada masyarakat agar dapat lebih cermat, benar dan tepat dalam mengenali tanda DBD dan tipes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi terkait cara membedakan terjadinya DBD dan tipes juga mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat serta diberikan praktek cara membuat minuman tradisional wedang jahe. Kegiatan dilakukan di Balai desa tumpang krasak kota kudus. Sampel kegiatan ini adalah warga desa tumpang krasak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini warga tumpang krasak kota kudus menjadi lebih paham dan mengerti cara mengenali tanda DBD dan tipes, pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya DBD dan tipes dilingkungan warga tumpang krasak serta adanya praktek pembuatan minuman wedang jahe dijadikan warga sebagai salah satu cara dalam menjaga kesehatan tubuh. 
Counseling Relationship for Adherence to Taking Antihypertensive Drugs against Drug Adherence at Sekar Gembong Clinic, Pati, Indonesia Annis Rahmawaty; Yulia Pratiwi; Rifda Naula Lina; Hasty Martha Wijaya; Dian Arsanti Palupi; Rakhmi Hidayati
Community Medicine and Education Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Community Medicine and Education Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/cmej.v4i1.289

Abstract

Hypertension is a modifiable cardiovascular risk factor for which effective drugs are available to manage elevated blood pressure and prevent complications. Poor adherence will be a source of psychological and medical complications and have an impact on the quality of life of patients, waste health care resources, and reduce individual trust in the health care system. This study aimed to determine the relationship between medication adherence counseling efforts and adherence to hypertension medication taking at Sekar Gembong clinic, Pati, Indonesia. This study is an experimental study, where as many as 50 research subjects participated in this study. Adherence assessment of drugs was carried out with MMAS-8. Data analysis was carried out using SPSS univariate and bivariate. Providing medication adherence counseling improved the level of adherence of research subjects to taking antihypertensive medication, where there was a decrease in the MMAS-8 score after counseling was given compared to before counseling was given, p<0.05. In conclusion, there is a relationship between giving medication adherence counseling and adherence to antihypertensive drugs at Sekar Gembong clinic, Pati, Indonesia.