Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH SERBUK DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa) PADA PENGANGKUTAN SISTEM KERING INDUK IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Nurul Suci Afsari; Rachimi .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i1.2716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk daun kratom sebagai anestesi pada pengangkutan sistem kering induk ikan nila serta menentukan dosis terbaik serbuk daun kratom sebagai anestesi pada ikan nila. Rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan kosentrasi serbuk daun kratom yang berbeda yaitu 0,00 gram/l, 0,25 gram/l, 0,50 gram/l dan 0,75 gram/l, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk daun kratom pada pengangkutan sistem kering induk ikan nila dengan kosentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata p>0,05 terhadap masa induksi, masa sedatif dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila, dengan kosentrasi tercepat waktu induksi pada dosis 0,75 gram/l memiliki nilai sebesar 12,71±0,83cd dengan waktu rata-rata 20 menit, dan masa sedatif tercepat pada dosis 0,25 gram/l memiliki nilai sebesar 13,22±0,37b dengan waktu rata-rata 27 menit, sedangkan kelangsungan hidup terbaik yaitu 0,25 gram/l dan 0,50 gram/l dengan rata-rata kelangsungan hidup (83,33%±28,87b).
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LARUTAN NANAS (Ananas Comosus Linn) TERHADAP TINGKAT PENETASAN TELUR dan KELULUSAN HIDUP LARVA IKAN MAS KOI (Cyprinus Carpio) Fitriana .; Farida .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i2.3383

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis larutan nanas yang terbaik untuk meningkatkan penetasan telur dan kelulusan hidup larva ikan mas koi, yang dilakukan di Teaching Factory (TEFA) Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah, perlakuan A (0 ml/l atau kontrol), perlakuan B (4 ml/l) larutan nanas, perlakuan C (8 ml/l) larutan nanas, perlakuan D (12 ml/l) larutan nanas. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan B dengan menggunakan 4 ml/l larutan nanas dengan hasil penetasan telur 80,22% dan kelulusan hidup larva 88,72%. Kata Kunci : Cyprinus carpio, kelulusan hidup larva, larutan nanas, penetasan telur
PENGARUH SUHU YANG BEBRBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Faza Azmi Nasrullah; Rachimi .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.458 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i2.1823

Abstract

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum), merupakan ikan yang berasal dari wilayah Amazon negara bagian Amerika Serikat. Di negara asalnya ikan ini telah dibudidayakan secara luas karena mempunyai keunggulan seperti pertumbuhannya cepat, nafsu makan yang baik dan relatif tahan terhadap penyakit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 Ulangan, dengan perlakuan suhu yang masing-masing A (28oC), B (29oC), C (31oC) dan D (33oC). Rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap (RAL), variabel pengamatan laju pertumbuhan panjang dan berat spesifik, laju konsumsi oksigen, dan kelangsungan hidup. Analisis data menggunakan deskriptif dan kualitatif. Laju pertumbuhan berat spesifik yang paling tinggi terdapat pada suhu 29oC dengan nilai 1,96 %/hari. Laju pertumbuhan panjang spesifik yang paling tinggi terdapat pada perlakuan 29oC dengan nilai 0,39 %/hari dan tingkat konsumsi oksigen 1.21  (mg O2/g/jam) pada suhu 30oC. Dosis optimum laju pertumbuhan berat spesifik dan kelangsungan hidup berkisar antara 28,75OC – 29,71OC.Kata Kunci: Ikan bawal, Laju Pertumbuhan Spesifik, Suhu, TKO
PROPORSI KELAMIN JANTAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulate) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK BATANG PASAK BUMI (Eurycoma longifolia) Zaura Naisya; Eko Dewantoro; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak pasak bumi terhadap proporsi jantanisasi ikan guppy dan menentukan kosentrasi ekstrak batang pasak bumi yang terbaik untuk menghasilkan ikan guppy jantan. Metode dilakukan menggunakan larva ikan guppy yang baru menetas berumur 5 hari. Pembuatan ekstrak pasak bumi dengan methode maserasi, pembuatan ekstrak dilakukan dengan merendam 500 gram serbuk ke dalam etanol (96%) sebanyak 3.2 liter diaduk dengan stirer selama 3 jam kemudian didiamkan selama 24 jam. Filtrat diuapkan dengan rotary evaporator dengan suhu 60°C sampai diperoleh ekstrak kental. Proses ekstraksi dilakukan kurang lebih sebanyak 1 kali. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan 3 ulangan. Perendaman pasak bumi diberikan selama 24 jam dengan dosis berbeda, pemeliharaan setelah perendaman selama ±60 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan guppy jantan perlakuan berkisar antara 73,02%-96.80%, persentase ikan guppy betina berkisar antara 9,58%-24,84%, dan persentase ikan guppy interseks berkisar antara 0,00%-4,41%. Kosentrasi terbaik ekstrak batang pasak bumi adalah 80 mg/L dengan nilai tertinggi 96.80% pada perlakuan E. Kata Kunci: ekstrak pasak bumi, jantan, nisbah kelamin, perendaman.
PENAMBAHAN MADU DALAM PAKAN UNTUK PENINGKATANPERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Riski Abdurrahman; Eko Prasetio; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan suplemen madu pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan tengadak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah Perlakuan A (kontrol), Perlakuan B (350 ml/kg pakan), Perlakuan C (375 ml/kg pakan), dan  Perlakuan  D (400 ml/kg pakan) . Hasil penelitian penambahan suplemen madu pada pakan memberikan pengaruh yang nyata pada laju pertumbuhan berat spesifik dan pertumbuhan panjang spesifik dengan nilai terbaik (400 ml/kg pakan) menghasilkan nilai pertumbuhan berat spesifik sebesar 4,06 g dan pada pertumbuhan panjang spesifik terbaik terdapat pada perlakuan D (400 ml/kg pakan) dengan rata-rata sebesar 5,51 cm. Efesiensi pakan terbaik terdapat pada perlakuan D (400 ml/kg pakan) dengan rata-rata sebesar 50,65%, pada tingkat kelangsungan hidup semua perlakuan yaitu 100%. Hasil pengamatan Kualitas air selama pengamatan yaitu suhu (28-29oC), pH (7,6-7,8), DO (5,0-7,0 mg/l), dan amaoniak (0,3 mg/L).
PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MARU (Channa maruliodes) Naja Naja; Hendry Yanto; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat penebaran benih ikan maru sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan maru yang terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A padat tebar benih maru 1 ekor/liter, Perlakuan B padat tebar benih maru 2 ekor/liter, Perlakuan C padat tebar benih maru 3 ekor/liter dan Perlakuan D padat tebar benih maru 4 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berpengaruh nyata (p<0,5) terhadap pertumbuhan pertumbuhan spesifik yang terbaik terdapat pada perlakuan A yaitu 1 ekor/liter yang rata-rata pertumbuhan berat spesifiknya  (6,94±0.37 %). Sedangkan nilai kelangsungan hidup tidak memberikan pengaruh nyata pada ikan uji, tingkat kelangsungan hidup selama penelitian mencapai 100% dari setiap perlakuan.  padat tebar berpengaruh nyata (p< 0,5) terhadap nilai efesiensi pakan dengan nilai terbaik pada perlakuan D (96,82 ±1,86) gram pakan.
Koordinasi Multistakeholder dalam Program Bulan Sayang Ibu dan Anak di Kabupaten Tanggamus Tuti Puji Lestari; Dewie Brima Atika; Ita Prihantika
PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik Vol. 2 No. 2 (2021): PESIRAH: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : lmu Administrasi Publik, FISIP, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.102 KB) | DOI: 10.47753/pjap.v2i2.37

Abstract

Kematian ibu dan bayi merupakan permasalahan kebijakan yang kompleks. Dalam bidang kesehatan, angka kematian ibu dan kematian bayi merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan khususnya perempuan dan menjadi salah satu komponen dalam indeks pembangunan dan indeks kualitas hidup. Upaya menurunkan kematian ibu dan bayi hanya efektif jika ada peran serta semua pihak, termasuk inovasi dari pemerintah daerah. Untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi tersebut dilakukan melalui adanya program Bulan Sayang Ibu dan Anak (BSIA). Penelitian ini berupaya mengungkapkan koordinasi antar multistakeholder dalam pelaksanaan program BSIA. Koordinasi multi stakeholder dalam program BSIA di Kabupaten Tanggamus diatur dalam surat Keputusan Bupati Kabupaten Tanggamus Nomor B.193/27/08/2017 Tentang Penetapan Tim Koordinasi Lintas Sektor dalam Penanggulangan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Angka Kematian Bayi Kabupaten Tanggamus.
PENAMBAHAN HORMONE OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI PEMIJAHAN IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) DILUAR MUSIM PEMIJAHAN Tuti Puji Lestari; Farida Farida; Hastiadi Hasan; Nurhidayat Nurdidayat
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.5266

Abstract

Ikan cupang merupakan ikan hias air tawar yang memijah tergantung dengan musim pemijahan dan hanya dapat memijah satu hingga dua kali pemijahan dalam musimnya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penambahan hormone Oodev dalam pakan untuk meningkatkan frekuensi pemijahan ikan cupang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan dan 3 ulangan, yaitu dosis hormon Oodev: 0.0 ml.kg-1 ikan; 0.5 ml.kg-1 ikan; 1.0 ml.kg-1 ikan; 1.5 ml.kg-1 ikan; dan 2.0 ml.kg-1 ikan. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 induk betina dan 135 induk jantan dengan bobot ± 1.15 – 2.15 gr ekor-1 dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Dosis pakan yang diberikan sebesar 5% per bobot biomas dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pagi, siang dan sore) dan diberikan secara at satiation selama 45 hari. Parameter yang diamati meliputi: frekuensi pemijahan; fekunditas; fertilisasi; hatching rate; survival rate larva; dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone Oodev dapat meningkatkan frekuensi pemijahan 3-5 kali pemijahan; fekunditas berkisar antara 306-333 butir; fertilisasi 80.13-82.70%; hatching rate 78.65-82.82%; survival rate larva 61.73–73.35% dan survival induk 72.22-86.11%. berdasarkan analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara induksi oodev terhadap frekuensi pemijahan dan menghasilkan dosis optimal sebesar 1.15 mL.kg-1 ikan. Kata kunci: Betta splendens, Hormon Oodev, Frekuensi Pemijahan
PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM BIOREMEDIASI DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) Yuda Saniswan; Hastiadi Hasan; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.233 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2614

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang saat ini menjadi primadona di sub sektor perikanan, hal ini tentunya menjadikan peluang untuk pengembangan budidaya ikan mas. Perkembangan budidaya ikan mas mengakibatkan penambahan area budidaya dan penambahan air. Budidaya ikan mas tanpa pergantian air dapat menghemat pemakaian air sehingga lebih ekonomis, dan dapat dilakukan secara intensif. Pada sistem budidaya tanpa pergantian air terjadi masalah kualitas air pada budidaya ikan mas, yaitu menyebabkan akumulasi sisa pakan, feses, dan kualitas air yang buruk, sehingga menurunnya kualitas air budidaya dikarenakan tingginya buangan metabolit dan sisa pakan. Salah satu cara memperbaiki kualitas lingkungan budidaya adalah dengan pemberian probiotik. Penggunaan probiotik sangat bermanfaat dalam meningkatkan populasi bakteri agen bioremediasi karena bakteri probiotik dapat mencegah bakteri patogen agar tidak memperbanyak diri dalam media hidup hewan budidaya dengan melawan permunculan koloni bakteri lain sehingga diharapkan bakteri yang tumbuh merupakan bakteri agen bioremediasi dapat berpengaruh kepada terhadap media pemeliharaan benih ikan mas untuk laju pertumbuhan benih ikan mas dan mencari berapa dosis pemberian probiotik yang terbaik pada media pemeliharaan benih ikan mas sebagai agen bioremediasi terhadap laju pertumbuhan benih ikan mas. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi probiotik pada perlakuan budidaya ikan mas, dan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengetahui nilai perlakuan dosis probiotik yang terbaik terhadap pengaruh laju pertumbuhan benih ikan mas. Prinsip utama yang diterapkan dalam penelitian ini adalah manajemen kualitas air yang didasarkan pada kemampuan probiotik untuk memanfaatkan N organik dan anorganik yang terdapat di dalam air. Pada kondisi C dan N yang seimbang dalam air, probiotik yang merupakan produk yang tersusun oleh biakan mikroorganisme hidup yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba pada lingkungan internal maupun eksternal.
PENGARUH SUHU MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP LAJU PEMANGSAAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) tuti puji lestari; eko dewantoro
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.565 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran suhu media pemeliharaan yang optimal terhadap laju pemangsaan dan pertumbuhan larva ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium basah Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Ikan uji yang digunakan adalah larva ikan lele dumbo ukuran 0.7 cm dipelihara dalam 12 akuarium ukuran 25x25x30 cm diisi air sebanyak 15 liter dengan kepadatan 5 ekor/liter. Perlakuan suhu yang dilakukan yaitu A= suhu 260C, B=280C, C=300C dan D=320C dengan 3 kali ulangan. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap. Larva diberi pakan nauply artemia menggunakan metode ad satiasi dengan frekuensi 5 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan larva ikan lele dumbo dapat memangsaan plankton hingga mencapai 169 ind/jam, sehingga dapat menghasilkan laju pertumbuhan panjang dan bobot spesifik sebesar 22.69%/ hari dan 33.37%/hari pada suhu optimal berkisar antara 28.75 - 300C. Sehingga suhu yang optimal untuk meningkatkan laju pemangsan plankton dan pertumbuhan larva ikan lele berkisar antara 28.75-30oC