Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

INDUKSI OVULASI DAN PEMIJAHAN SEMI ALAMI IKAN TENGADAK Barbonymus schwanenfeldii (Bleeker, 1854) SECARA HORMONAL Tuti Puji Lestari; Farida Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3718

Abstract

Ikan tengadak merupakan ikan jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi berkisar Rp. 21.000-Rp. 35.000 per ekor akan tetapi mengalami kesulitas dalam pengadaan benih diluar musim pemijahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta kombinasi terbaik hormon LHRHa, antidopamin, aromatase inhibitor, oxytocin dan PGF 2α terhadap induksi ovulasi dan pemijahan ikan tengadak. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: P1= LHRHa+AD (LA); P2= AI+oksitosin+LHRHa+AD+PGF2α (AOP); P3= NaCl 0,9% (larutan fisiologis/ LF) dalam setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ikan jantan dan 5 ekor ikan betina dengan TKG 4. Ikan uji yang digunakan 120 ekor yang terdiri dari 60 ekor betina dan 60 ekor jantan induk di injeksi dengan dosis 0.5ml/kg ekor. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati berupa jumlah telur yang diovulasikan, fertilisasi, hatcing rate, survival rate, abnormalitas larva, keberhasilan pemijahan ikan tengadak. Hasil penelitian menunjukkan nilai jumlah telur yang diovulasikan tertinggi 7536±1500; fertilisasi 77.30±8.38; hatching rate 79.58±0.64b; survival rate 76.56±2.40b; abnormalitas 7.64±0.99b dan keberhasilan pemijahan terjadi secara semi alami dengan jenis hormone yang digunakan berupa AOP. Kata kunci: Barbonymus schwanenfeldii, hormonal, ovulasi, pemijahan semi alami
Kuliah Kerja Usaha (KKU) Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat Rudi Alfian; Farida Farida; Tuti Puji Lestari; Hastiadi Hasan
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 1 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v18i1.2562

Abstract

Desa Jeruju Besar merupakan salah satu desa yang terdapat di kecamatan Sungai Kakap yang memiliki luas area sekitar 2,000 hektar. Potensi yang dimiliki Desa Jeruju Besar adalah masih memiliki wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian maupun perkebunan. Mayoritas penduduk berpenghasilan dari pertanian diantaranya padi dan kopra. permasalahan yang ada di desa Jeruju Besar adalah masih memiliki sumberdaya alam yang besar tetapi belum dikembangkan salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memaksimalkan potensi alam di Desa jeruju Besar menjadi produk bernilai jual tinggi dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan KKU adalah sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan ibu rumah atangga dan pelajar. Hasil yang didapatkan dari program kegiatan ini adalah tumbuhnya jiwa enterpreneur pada ibu-ibu rumah tangga dan para pelajar, terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman dengan didukung oleh keberadaan air bersih.
PENGARUH PENGAYAAN Daphnia sp. DENGAN TEPUNG Spirulina platensis PADA KADAR BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) Izwan Izwan; Hendry Yanto; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i1.3890

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium basah fakultas perikanan dan ilmu kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Waktu dalam penelitian ini yaitu ± 45 hari yang terdiri dari 5 hari persiapan dan 40 hari pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pengayaan Daphnia sp. menggunakan tepung Spirulina platensis terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bawal (Colossoma macropomum) dan Menentukan level atau kadar Daphnia sp dengan tepung Spirulina platensis yang optimal untuk meningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan bawal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi laju pertumbuhan spesifik , laju pertumbuhan panjang spesifik, tingkat kelangsungan hidup. Berdasarkan Hasil penelitian mengenai Pengayaan Daphnia sp. Menggunakan Tepung Spirulina platensis memberikan pengaruh nyata dengan penambahan kadar sebesar 0,275 g/L dapat meningkatkan nilai pertumbuhan bobot spesifik sebesar 7,00% dan dengan penambahan kadar sebesar 0,320 g/L dapat meningkatkan nilai pertumbuhan panjang spesifik sebesar 2,82%, SR berkisar antara 95% - 97%.
PERKEMBANGAN GONAD IKAN GUPPY (POECILIA RETICULATA) MELALUI INDUKSI HORMON OODEV DENGAN DOSIS YANG BERBEDA Rodi Iskandar; Eko Dewantoro; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i1.3924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon oodev terhadap pematangan gonad dan frekuensi pemijahan  ikan guppy, rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan hormon oodev yang berbeda yaitu , 0 mL/kg, 0,58 mL/kg, 1,16 mL/kg, dan 1,74 mL/kg pakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon oodev dengan kosentrasi yang berbeda berpengaruh nyata p>0,05 terhadap waktu pematangan gonad, jumlah larva yang dihasilkan, dan frekuensi pemijahan dengan kosentrasi terbaik yaitu 1,74 mL/kg pakan dengan rata-rata waktu pematangan gonad 12.33 hari, rata-rata jumlah larva yang dihasilkan 75.00, dan frekuensi pemijahan terjadi 3 kali selama penelitian. Kata kunci: Ikan guppy, perkembangan gonad, hormon oodev.
PENAMBAHAN TEPUNG CACING TANAH SEBAGAI AKTRAKTAN DENGAN KADAR BERBEDA DALAM PAKAN BENIH IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Astino Astino; Hendry Yanto; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i2.3385

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakuan untuk mempelajari pengaruh aktraktan tepung cacing tanah (lubricus rebulus) pada pakan buatan terhadap jumlah konsumsi pakan dan kinerja pertumbuhan benih ikan baung (Mystus nemurus). Ranacangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima kadar aktraktan yang berbeda yaitu 0% (kontrol), 2,5%, 5,0%, 7,5%, dan 10,0% dari total bahan penyusun pakan, kemudian setiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung cacing tanah berpengaruh nyata P>0,05% terhadap laju pertumbuhan bobot harian dan efisiensi pakan, tetapi tidak berpengaruh nyata P<0,05% pada jumlah konsumsi pakan, retensi protein tubuh bobot basah, dan tingkat kelangsungan hidup. Kadar cacing tanah 7,5% dari total bahan penyusun pakan adalah kadar yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan sebesar (5,53±0,41%), kandungan protein tubuh (14,56±0,48 g), jumlah konsumsi pakan harian (0,949±0,10 g), efisiensi pakan (39,22%±2,30), dan tingkat kelangsungan hidup (63±15,28%). Oleh karena itu cacing tanah sebagai aktraktan dalam pakan memiliki peranan yang sangat baik untuk skala usaha pada budidaya ikan baung dan dalam penggunaan pakan sangat efisien. Kata Kunci: Baung (Mystus nemurus) Cacing Tanah (Lubricus rebulus), aktraktan.
PENGARUH PENAMBAHAN OODEV DALAM PAKAN TERHADAP DIAMETER TELURDAN TINGKAT KEBUNTINGAN PADA INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii) Wahyu Susilo; Farida .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.335 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i1.1436

Abstract

Populasi ikan biawan di alam sangat tergantung pada reproduksi dan respon dari perubahan lingkungan.Penangkapan ikan diperairan umum cenderung tidak terkendali.Hal ini menyebabkan pertumbuhan populasi menurun.Maka dari itu, untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya dengan menambahkan hormone Oodev.Tujuannya untuk mengetahui pengaruh hormone tersebut yang dicampurkan ke pakan terhadap diameter telur serta tingkat kebuntingan pada ikan biawan.Metode penelitian ini adalah eksperimern. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4 ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (Oodev 0,5ml/kg pakan) dan perlakuan C (Oodev 1ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: tingkat kebuntingan, waktu maturasi, diameter telur, pertambahan bobot mutlak induk, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwatingkat kebuntingan, waktu marturasi, diameter telur, pertambahahn bobot mutlak induk, kelangsungan hidup induk ikan biawan berpengaruh tidak berbeda nyata (P<0,05). Bedasarkan hasil yang dilihat dari persentase tingkat kebuntingan dan waktu maturasi bahwa induk ikan biawan mengalami matang gonad selama 8  minggu pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukka bahwa penambahan Oodev 0,5ml/kg pakan mampu mepercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur telah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain. Kata kunci: Helostoma temminckii; oodev; diameter telur; tingkat kebuntingan.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN SUNGAI SERABEK DESA SEKURA KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS UNTUK USAHA BUDIDAYA PERIKANAN Lutfhi Prasasti; Hastiadi Hasan; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i1.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian perairan sungai serabek dalam pengembangan dan pemanfaatannya untuk usaha budidaya perikanan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Data diambil sebanyak 4 kali pengulangan dalam waktu 33 hari parameter pengamatan yang diambil adalah parameter fisika yaitu suhu, kecerahan, salinitas, total padatan tersuspensi, total padatan terlarut, dan parameter kimia yaitu, ph, do, ammonia, chemical oxygen demand, biochemical oxygen demand, dan parameter biologi yaitu, plankton, index keanekaragaman, index dominansi. Hasil analisis kesesuaian kualitas air di sungai serabek menunjukan bahwa perairan tersebut cukup sesuai untuk digunakan sebagai media budidaya perairan secara langsung dilapangan.
Transportasi Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus Hoeveni) Menggunakan Sistem Kering Dengan Ketebalan Media Ampas Tebu Yang Berbeda Agustya Syafarani; Eka Indah Raharjo; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i2.2402

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Mempelajari pengaruh ketebalan ampas tebu yang berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat selama transpotrasi sistem kering dan untuk menentukan ketebalan ampas tebu yang optimal untuk kelangsungan hidup ikan jelawat yang tinggi selama transportasi sistem kering. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan sesuai model Hanafiah (2012) dengan 4 perlakuan 3 ulangan adapun metode penelitian yang dilakukan adalah perlakuan A tidak menggunakan ampas tebu, perlakuan B ampas tebu dengan ketebalan 5 cm, perlakuan C ampas tebu dengan ketebalan 10 cm dan perlakuan D ampas tebu dengan ketebalan 15 cm. Berdasarkan hasil penelitian mengenai transportasi ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) menggunakan sistem kering dengan ketebalan media ampas tebu yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan bobot, masa induksi, masa sedatif, kelangsungan hidup setelah transportasi dan kelangsungan hidup setelah pemeliharaan ikan jelawat selama proses transportasi, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan bobot yang tertinggi pada ikan jelawat  2,11 (g), sedangkan perlakuan D (ampas tebu dengan ketebalan 15 cm) memberikan hasil masa induksi yang terbaik (2 menit). Hasil penelitian perlakuan C (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan masa induksi yang terbaik (7 jam), perlakuan B (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik (8,97 %) setelah tranportasi, sedangkan perlakuan C (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik (9,57 %) setelah pemeliharaan. Kata kunci: Ikan jelawat, ampas tebu, transportasi sistem kering.
PENGARUH PENAMBAHAN DEDAK HALUS YANG DIFERMENTASI DENGAN Saccharomyces Cerevisiae DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii) Mariana Cici; Hendry Yanto; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.543 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i2.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dedak halus yang difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dalam pakan untuk mendukung pertumbuhan ikan biawan dan menentukan kadar penambahan dedak halus yang difermentasi yang terbaik dalam pakan untuk menghasilkan pertumbuhan ikan biawan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu kadar dedak halus tanpa fermentasi A (kontrol) 10%, kemudian B dedak halus fermentasi (10%),  C (20%), D (30%) dan E (40%). Analisis statistik menggunakan analisis ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya digunakan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak halus fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif, dan konversi pakan (P<0,05). Pakan dengan kadar 30% dedak halus fermentasi menghasilkan aktivitas enzim protease 1,028±0,039 u/ml menit, lipase 0,196±0,006 u/ml menit dan α-amilase 1,372±0,039 u/ml menit, laju pertumbuhan relatif (47,41%) dan konversi pakan (1,53%) dan kelangsungan hidup (100%) adalah yang terbaik untuk ikan Biawan.Kata kunci: Dedak halus padi, Fermentasi, Ikan Biawan, Saccharomyces cerevisiae
KOMBINASI PENYUNTIKAN HORMON HCG DAN OVAPRIM DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Jessica Vedri Santika; Farida .; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i2.3391

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik hormon hCG dan ovaprim untuk perkembangan dan kematangan gonad ikan tengadak. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 peralakuan dan 3 ulangan susunan perlakuan A: HCG 0 IU/kg+ ovaprim 0,6 ml/kg(kontrol), perlakuan B: HCG 100 IU/kg+ovaprim 0,6ml/kg, perlakuan C: HCG 200 IU/kg+ovaprim 0,6 ml/kg, perlakuan D: HCG 300 UI/kg+ovaprim 0,6 ml/kg. Hasil penelitian menunjukan ikan matang gonad sampai pada TKG IV dengan bobot gonad mencapai antara 13,18-15,42g, dengan Dosis hormon HCG (300 UI/kg) pada perlakuan D sert mengalami waktu maturasi dengan persentasi 100%. Dalam peningkatan diameter telur dengan nilai rata-rata 0,62-0,67 mm di perlakuan D dan nilai terbaik  IKG pada perlakuan D sebesar 10,65. Kata kunci: ikan tengadak, HCG dan ovaprim, tingkat kematangan gonad