Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENAMBAHAN OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENGINDUKSI PEMATANGANGONAD INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma teminkii) farida .; tuti puji lestari; hastiadi hasan; japari arismunanda
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.349 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1314

Abstract

Jika penangkapan ikan biawan tidak mempertimbangkan kaidah-kaidah kelestarian, maka kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan populasi ikan tersebut, sehingga perlu upaya pembudidayaan untuk mencukupi kebutuhan pasar serta untuk memelihara kelestarian sumberdaya ikan ini agar potensinya tetap lestari. Dalam kegiatan pembenihan membutuhkan indukan biawan yang siap bereproduksi, hal ini menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya untuk mendapatkan indukan yang siap untuk memijah. Untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya penambahan OODEV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempercepat kematangan gonad ikan biawan dan untuk mengetahui dosis yang efektif dari penggunaan hormon OODEV melalui pencampuran pakan terhadap maturasi ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (pakan+OODEV 0,5 ml/kg pakan) dan perlakuan C (pakan+OODEV 1 ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: Histologi Gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Hepato Somatik Indeks (HSI), pertambahan bobot mutlak, proksimat pakan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai GSI, HSI, pertambahan bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup pada induk ikan biawan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil histologi gonad yang dilihat dari persentase nilai GSI, HSI, proksimat pakan dan gonad bahwa gonad pada induk ikan biawan mengalami perkembangan gonad selama 8 minggu pemeliharaan. Hasil histologi menunjukkan bahwa penambahan OODEV 0,5 ml/kg pakan mampu mempercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur sudah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain. Kata kunci: Helostoma teminkii, OODEV, induksi pematangan gonad
PENGARUH PENAMBAHAN MADU PADA PENGENCERAN SPERMA TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Debby Urabi; Farida Farida; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.943 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan madu pada pengenceran sperma terhadap motilitas spermatozoa ikan baung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan campuran larutan madu dan NaCl yang digunakan adalah perlakuan A (0 ml madu dalam 100 ml NaCl), perlakuan B (0,3 ml madu dalam 99,7 ml NaCl), perlakuan C (0,6 ml madu dalam 99,4 ml NaCl) dan perlakuan D (0,9 ml madu dalam 99,1 ml NaCl) Hasil penelitian mengenai penambahan madu dalam pengenceran sperma terhadap motilitas spermatozoa ikan baung memberikan hasil terbaik pada perlakuan D dengan nilai motilitas individu 75,85% dan motilitas massa dengan skor 3-4 (banyak sperma bergerak cepat dan sangat cepat, yang dicirikan dengan adanya pergerakan ditempat dan pergerakan ekor yang cepat).Kata Kunci ; Madu, sperma, motilitas, fertilisasi, Mystus nemurus
PENINGKATAN POTENSI REPRODUKSI IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) JANTAN MELALUI INDUKSI HORMONAL Tuti Puji Lestari; . . Farida; Abi Fahrurrazi; Nur Kur'ani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.443 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1849

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat meningkatan waktu maturasi dan nilai maturasi induk ikan cupang jantan yang diinduksi melalui oral. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan da 3 ulangan. Dosis hormone terdiri atas 5 taraf yaitu: 0,00 mL.kg-1 induk; 0,50 mL.kg-1 induk; 1,0 mL.kg-1 induk; 1,50 mL.kg-1 induk; dan 2,0 mL.kg-1 induk. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 ekor ikan jantan dengan bobot 1,00-3,15 g dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Ikan diberi pakan dua kali sehari (pagi dan sore) secara at satiation selama 7 minggu. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: waktu maturasi, maturase, morfologi gonad dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone oodev melalui oral dapat meningkatkan kinerja reproduksi lebih baik (240%) dibandingkan induksi tanpa hormon. induksi hormone dalam pakan dapat menghasilkan induk matang 100%. Dengan demikian, induksi hormon 1,16 mL.kg-1 induk dapat menginduksi 2,4 kali lebih cepat.Kata kunci:Betta splendens, maturasi, Oodev, oral
PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN OODEV DALAM PAKAN TERHADAP DIAMTER TELUR DAN TINGKAT KEBUNTINGAN PADA INDUK IKAN BIAWAN (HELOSTOMA TEMMINCKII) mizan mizan; tuti puji lestari; hastiadi hasan; . farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.151 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1017

Abstract

Menurunnya populasi ikan biawan di alam akibat kerusakan lingkungan habitat dan penangkapan berlebihan merupakan ancaman bagi kelestarian ikan ini, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis terbaik tepung kunyit dan hormon oodev dalam peningkatan ukuran diameter telur dan tingkat kebuntingan ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A 0% kunyit per kg pakan+Oodev 0 ml/kg, B perlakuan 3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 0,5 ml/kg C3% tepung kunyit per kg pakan+Oodev 1 ml/kg sedangkan variable pengamatan tingkat kebuntingan, waktu maturasi, diameter telu,r pertambahan bobot mutlak , tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan A tanpa kunyit dan Oodev memilik nilai diameter telur  terendah dengan rata 0.74 mm-0.85 mm untuk perlakuan B dengan diameter rata-rata 0.82 mm- 0.88 mm nilai hasil pengukuran diameter telur  tertinggi pada perlakuan C dengan rata-rata 0.81 mm-0.90 mm. Demikian juga pada tingkat kebuntingan terbaik pada perlakuan B dan C dengan persentasi 100% artinya mengalami siklus matang gonad lebih cepat dari perlakuan A yang tidak diberikan hormon dalam masa pemeliharaan 4-8 minggu.
KOMBINASI CACING Tubifex SP DAN PAKAN KOMERSILTERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN ARWANA BRAZIL (Osteoglossum bicirrhosum) Zulkarnain Zulkarnain; Eko Prasetio; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 5, No 1 (2023): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v5i1.5359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi pakan alami tubifex sp dan pakan alami untuk meningkatkan pertumbuhan ikan arwana brazil. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah  perlakuan A (tubifex sp), perlakuan B (75% tubifex + 25% pelet), perlakuan C(50% tubifex + 50% pelet), perlakuan D (75% pelet + 25% tubifex) dan perlakuan E (pelet). Hasil penelitian kombinasi pakan alami tubifex sp dan pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata pada laju pertumbuhan mutlak dan Efesiensi Pemanfaatan Pakan serta tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup ikan arwana brazil. Hasil penelitian pertumbuhan bobot mutlak terbaik terdapat pada perlakuan B (tubifex sp 75% + 25% pelet) dengan rata-rata sebesar 1,56 gr, pada pertumbuhan panjang mutlak terbaik terdapat pada perlakuan A (tubifex sp) dengan rata-rata sebesar 2,63 cm. Efesiensi pakan terbaik terdapat pada perlakuan B (tubifex sp 75% + 25% pelet) dengan rata-rata sebesar 69,33 %, pada tingkat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan A yaitu 100%.
PENGARUH LAMA PENYINARAN TERHADAP WARNA TUBUH, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA IKAN MOLLY (Poecillia sphenops) Ilham Ramananda; Hastiadi Hasan; Tuti Puji Lestari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5722

Abstract

Ikan molly merupakan ikan hias yang sangat diminati, dikarenakan bentuk, warna cemerlang, kelengkapan fisik dan tingkah laku yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama penyinaran terhadap peningkatan warna tubuh, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup pada ikan molly. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi pengamatan warna, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), komsumsi oksigen dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukn bahwa hasil pengamatan pada warna ikan yang paling baik terdapat pada perlakuan E (24 jam/hari) dengan nilai skor 7 TCF 0915, pada laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup terdapat hasil yang berbeda sangat nyata. Nilai laju pertumbuhan spesifik d engan rata-rata berat awal 1,4 g dan pada berat akhir menjadi 3,5 g pada ikan molly dan panjang spesifik dengan rata-rata panjang awal 3,6 cm dan panjang akhir 6 cm, kelangsungan hidup ikan molly di pada perlakuan A, B, C, D dan E 100%(SR), komsumsi oksigen dengan nilai terbaik pada perlakuan C (12 jam/hari). Dan kualitas air yang diperoleh selama penelitian yaitu suhu 27-28ºC, pH 6,2-7,0, Do 9,3-9,7 dan ammoniak 1,0-1,5
SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN VITAMIN E DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PRODUKSI DAN DAYA TAHAN TUBUH BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) Radhi Fadhillah; Zulfadhli Zulfadhli; Tuti Puji Lestari; Burhanis Burhanis; Alauddin Alauddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5328

Abstract

Keberhasilan kegiatan produksi budidaya ikan patin sangat erat kaitannya dengan peningkatan pertumbuhan ikan patin dalam proses pemeliharaan. Pemberian suplemen yang tepat pada pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja produksi dan daya tahan tubuh benih ikan patin (Pangasius sp.) melalui suplementasi ektrak daun kelor dan vitamin E dalam pakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan penelitian yang diteliti terdiri dari 4 Perlakukan dan 4 Ulangan, yaitu: A). Kontrol: Pakan Komersil; B). Pakan Komersil+ EDK 100mL/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; C). Pakan Komersil + EDK 150 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; D). Pakan Komersil + EDK 200 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan. Hasil Analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor dan vitamin E kedalam pakan dapat meningkatkan kinerja produksi benih ikan patin seperti penambahan bobot mutlak, Efisiensi pakan, Food convertion ratio dan laju pertumbuhan spesifik benih ikan patin (P0,05). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan Vit.E dalam pakan menghasilkan perbedaan yang nyata, hal ini ditunjukkan perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan C yaitu penambahan EDK 100ml/kg pakan+ Vit. E 200mg/kg pakan.
Pelatihan Pemijahan Pemijahan Ikan Lele Secara Semi Alami di desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Melalui Rekayasa hormone Oxitocin Tuti Puji Lestari; Farida Farida; Hastiadi Hasan; Joni Rahmadi; Afridalianti Afridalianti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 20, No 1 (2023): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v20i1.4961

Abstract

Pemijahan Semi alami adalah metode perkawinan ikan yang dilakukan dengan rangsangan hormonal dan ovulasinya secara alami, hormone yang digunakan dalam pemijahan ini yaitu oxitocin, hoormon oxitocin merupakanhormon yang memiliki fungsi untuk membantu dalam proses ovulasi telur. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan wawasan anggota POKDAKAN terhadap proses pemijahan ikan lele sebagai upaya peningkatan produksi benih ikan lele. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) diadakan dalam 3 sesi di mana sesi pertama pendekatan masalah mitra, kedua pelatihan serta praktik langsung terhadap penggunaan hormone dalam pemijahan ikan dan sesi ketiga monitoring. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian diperoleh Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memahami materi yang diberikan dengan hasil nilai posttes 10-100%, selain itu keberhasilannya ditunjukkan adanya respon positif dari peserta, dengan banyaknya anggota POKDAKAN yang mengajukan pertanyaan terkait kegiatan pelatihan tersebut dan juga hasil produksi postlarva pemijahan semi alami dalam induk percontohan sebesar 48.240 – 84.680 ekor.Kata kunci:Ikan Lele, Oxitocin, Pemijahan Semi alami