Claim Missing Document
Check
Articles

MENUNDUKKAN HANTU SCOPUS Miswari, Miswari
At-Tafkir Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No 1 Juni 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at.v12i1.1049

Abstract

Artikel ini bertujuan mengulas strategi menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi. Dewasa ini, menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi menjadi momok bagi sebagian dosen. Tetapi hal itu merupakan bagian yang dikekankan bagi para dosen sebagai bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi untuk bidang peneitian. Artikel tersebut juga menjadi prasyarat kenaikan pangkat untuk jenjang tertentu, khususnya menjagi Guru Besar (Profesor). Artikel ini ditulis dengan gaya deskriptif berdasarkan pengalaman yang penilis terima dari pelatihan penulisan artikel internasional bereputasi yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga penelitian di Jakarta. Adapun temuan kajian ini adalah penekanan pada wawasan literature, akurasi dan keunikan temuan data, penguasaan teori, pemahaman gaya selingkung jurnal, dan beberapa etika penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus).
HISTORITAS DAN RASIONALITAS ISRA’ MI’RAJ Miswari, Miswari; Fahmi, Dzul
At-Tafkir Vol 12 No 2 (2019): Vol. 12 No 2 Desember 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengulas sejarah Isra? Mi?raj Nabi Muhammad dalam sudut pandang historis dan rasional. Dari sudut pandang historitas, artikel ini mengulas tentang latar belakang terjadinya Isra? Mi?raj, alasan-alasan terjadinya Isra? Mi?raj, dan persiapan-persiapan yang dilakukan Nabi Muhammad sebelum Isra?Mi?raj. Diuraikan juga kejadian-kejadian yang disaksikan Nabi dalam Isra? dan Mi?raj. Dalam sudut pandang rasionalitas, artikel ini bertujuan untuk menyajikan posibilitas kajian rasional peristiwa Isra? dan Mi?raj. Artikel ini menemukan bahwa dari sudut pandang historis, Isra? dan Mi?raj adalah peristiwa yang sangat penting bagi sosok Nabi Muhammad sendiri maupun ummat Islam. Dalam perspektif rasionalitas, peristiwa Isra? Mi?raj tidak perlu dicocok-cocokkan dengan temuan santifik karena kurang relevan, dan menunjukkan pemaksaan pencocokan. Setidaknya aspek spiritualitas Islam atau tasawuf falsafi paling layak meninjau rasionalitas Isra? dan Mi?raj karena, dalam sudut pandang ini, mimpi para nabi dinilai sebagai kejadian nyata.
TUHAN MENURUT TUHAN: Narasi Ilahiyah dalam Hadis Qudsī ., Miswari
Al-Bukh?r? : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2018): Januari - Juni 2018 M/ 1439H
Publisher : Department of Hadis Sciences (IH), Faculty of Usuluddin, Adab, and Da'wah (FUAD), State Islamic Institute of Langsa (IAIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.403 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan menyusun narasi yang tentang Tuhan dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya dengan menggunakan sumber hadis quds?. Seperti diketahui bahwa satu hadis saja, termasuk hadis quds?, ketika disampaikan membutuhkan keterangan perawian yang panjang lebar. Sementara ini pesan dalam sebuah hadis sangat singkat saja. Hal ini kurang berguna bagi pembaca umum yang bukan bertugas menganalisa hadis. Untuk itu tulisan ini dibuat dengan mengambil inti pesan dalam hadis quds? tentang ketuhanan dan hal-hal yang berkaitan. Hadis quds? menjadi pilihan penulis karena umumnya referensi tentang agama dan ketuhanan jarang merujuk hadis quds?. Pulis menunjukkan bahwa gambaran Tuhan tentang diri-Nya dalam hadis quds? berbeda dengan gambaran yang umumnya ditemukan di dalam Alquran dan Hadis. Tuhan dalam hadis quds? tampak sangat dekat, sangat pemurah dan jauh dari citra negatif seperti pemarah dan pengazab. Hubungan Tuhan dengan manusia dalam hadis quds? lebih identik dengan hubungan cinta kekasih.
AL-‘ULAMĀ’ WARATHAT AL-ANBIYĀ’: Modernity and Nurture of Authority in Aceh Society Nasution, Ismail Fahmi Arrauf; Miswari, MIswari
Jurnal THEOLOGIA Vol 30, No 2 (2019)
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2019.30.2.3845

Abstract

This paper aims to analyze the immunity factor of Acehnese loyalty to the ulama. Generally, if the ulama fail to respond to problems that arise in modernity, they are abandoned by society. Modernization is taking place very quickly in Aceh. In Aceh, even though the ulama were unable to respond to modernity, they were never abandoned by the community. The type of modernization that is the focus of the author's observation is development, politics, and economics which includes banking and trade. Using a qualitative approach, this study finds, that is in Aceh, precisely because the ulama do not respond to modernity, the immunity of loyalty to the ulama can continue. In Aceh, secular-minded society, they give authority to experts in their respective fields. Because the ulama are treated as religious experts, then when they do not respond to other fields such as development, politics, economics and other fields, they become respected. Although only given space in the field of religion, the position of the ulama remains very important in Aceh because religion is a very important part of the life of the Acehnese people
TRADITIONALISM OF TOLERANCE IN DAYAH SYSTEM: A REFLECTIVE NOTE ON THE BIOGRAPHY OF ABON AZIZ SAMALANGA OF ACEH Arrauf Nasution, Ismail Fahmi; Miswari, Miswari; Haeba, Ilham Dwitama
RELIGIA Vol 23 No 1: April 2020
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.894 KB) | DOI: 10.28918/religia.v23i1.1957

Abstract

This article aims to analyze the value of telerance and deradicalization through local wisdom by contemplating the biography and contribution of Abon Aziz Samalanga. Using a biographical approach, the autor raises the values of tolerance of Abon Aziz through traditional education methods which become his commitments, political attitudes and multicultural values. The findings of this article are systematic and deeply explorative in traditional education in dayah, the role model of daily life taught by involving santri is the capital of tolerance and de-radicalization which is very important to be re-lived by students and the community so as not to be involved in intolerant and radical actions. By contemplating the life of Abon Aziz Samalanga, santri and society do not only have the potential to become tolerant beings but can also be agents of deradicalization.
EVALUASI TA’DIB: (ANALISA KRITIS PEMIKIRAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS) ., Miswari
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara bawah sadar, kaum intelektual Muslim langsung meninjau sistem pendidikan yang dilaksanakan ketika menghadapi zaman di mana masyarakat Muslim mengalami degradasi moral dan pengetahuan. Dilema degradasi dihadapi kaum Muslim Nusantara adalah termasuk telah berada pada titik nadir. Sekalipun unggul dalam kuantitas, kaum Muslim Nusantara menjadi ummat yang paling anjok kualitasnya. Kaum Muslim benar-benar takluk atas hegemomi bangsa-bangsa lain. Pendidikan tentunya adalah tinjauan utama dari degradasi ini. Ta?dib adalah teori dan sistem pendidikan yang ditemukan oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Sama seperti teori-teori pendidikan lain, teori ini dilatarbelakangi oleh keresahan atas kemanadegan sistem pendidikan yang tersedia. Al-Attas mengakui teori ini digali langsung dari straegi dan sistem yang diterapkan Rasulullah Saw dalam melakukan pendidikan bagi kaum Muslim. Tulisan ini berupaya menggali keunggulan-keungulan yang dimiliki ta?dib dan berusaha mengevaluasi teori tersebut dengan pendekatan kritis atas pokok-pokok pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas.
KONTRIBUSI FILSAFAT ISLAM BAGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM M.Ud, MISWARI
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam memberikan kontribusi besar bagi segala keilmuan. Karena itu filsafat Islam harus dijadikan landasan menyusun, mengembangkan dan mengevaluasi ilmu-ilmu. Khususnya ilmu humaniora, harus benar-benar menjadikan filsafat Islam sebagai landasan agar tidak terjebak dalam paradigma filsafat Barat yang hedonis dan materialis. Ilmu pendidikan Islam harus menjadikan filsafat Islam sebagai sumber ontologi dan epistemologinya agar menghasilkan filosofi dan praktik yang sesuai dengan fitrah manusia. Tulisan ini bertujuan mengulas secara umum tema-tema penting dalam berbagai aliran filsafat Islam. Selanjutnya diskursus umum filsafat Islam dijadikan fondasi pendidikan Islam.
‘IRFAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ., MISWARI M.Ud
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan menawarkan system alternative pebelajaran ilmu akidah dalam ruang lingkup pembelajaran Pendidikan agama Islam di Lembaga Pendidikan Islam modern mulai dari madrasah ibtidaiyah hinggi perguruan tinggi keagamaan Islam. Sistem pembelajaran ilmu akidah yang berlaku dewasa ini terindikasi mengandung unsur radikalisasi. Untuk itu dibutuhkan system pendidikan alternative agar terwujudnya Pendidikan agama yang liberatif dan pluralis. ?Irfan adalah tawaran yang layak karena system ini tidak melihat masing-masing agama secara parsial. Sistem ini mengajarkan bahwa setiap agaga berhubungan secara integral. Tulisan ini menunjukkan hirarki system akidah irfani yang diajarkan oleh Ibn ?Arabi dapat disederhanakan dan diajarkan sebagai alternative pembelajaran ilmu akidah
KONTRIBUSI TEOSOFI TRANSENDENTAL MULLA SADRA BAGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM M.Ud, Miswari
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5 No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi gagasan metafisika Mulla Sadra dan menarik nilai ajaran tersebut sebagai nilai bagi pelajaran aqidah dalam pendidikan agama Islam. Penulis melakukan eksplorasi gagasan metafisika Mulla Sadra dari berbagai referensi, menghadirkannya dalam bentuk narasi baru yang lebih riskan dan selanjutnya menarik intisari gagasan tersebut. Tulisan ini menunjukkan bahwa gagasan metafisika Mulla Sadra yang lebih familiar disebut dengan Teosofi transcendental yang berbasis kepada kemendasaran wujud atas mahiyah, gradasi wujud dan identitas sederhana adalah segala sesuatu, dengan menyederhanakannya dalam konsep yang mudah dipahami, dapat ditawarkan sebagai pendekatan baru bagi pendidikan agama Islam, khususnya dalam pelajaran aqidah.
FILOSOFI KOMUNIKASI SPIRITUALITAS: HURUF SEBAGAI SIMBOL ONTOLOGI DALAM MISTISME IBN ‘ARABī Miswari, Miswari
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.481 KB)

Abstract

Spiritualitas adalah pengalaman yang tidak dapat dikomunikasikan. Kitab suci adalah media terbaik atas informasi spiritualitas. Sayangnya media-media komunikasi tersebut sering dianggap sebagai realitas itu sendiri. Jalan dianggap sebagai tujuan. Redaksiredaksi media komunikasi spiritualitas yang seharusnya dilihat sebagai simbol,diperlakukan sebagai premis. Premis-premis tersebut dikodifikasi dalam mazhab dan aliran teologi. Perubahan zaman dan perkembangan pemikiran manusia menyebabkan kodifikasikodifikasi kurang berdayaguna. Pelariannya adalah kepada ideologi dan teori-teori. Tulisan ini menawarkan cara berbeda melihat spiritualitas, media komunikasi spiritualis dan differensiasinya dengan agama.   Berbeda dengan teolog dan fukaha yang memperlakukan media komunikasi spiritual sebagai premis, ?uraf?? memperlakukan media tersebut sebagai simbol yang menuntut untuk dipecahkan. Sebagai seorang ?uraf?? terbesar, analogi-analogi metafisik Ibn ?Arab? sangat menarik untuk dikaji. Sangat banyak sarana yang dipakai Ibn ?Arab? sebagi media komunikasi spiritualitasnya. Salah-satu yang paling menarik diantaranya adalah huruf-huruf. Tujuan tulisan ini adalah menyuguhkan huruf-huruf sebagai media komunikasi spiritualitas dalam sistem ontologi Ibn ?Arab?.