Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KOMPARASI ANTARA TEMA EKOLOGI, EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA DALAM FOTO LANSKAP BUDAYA SUBAK HASIL PHOTOVOICE MAHASISWA CALON GURU Candra Manik Maheyeti; Sang Putu Kaler Surata; Dewa Ayu Puspawati
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v10i1.695

Abstract

The subak system comprises four aspects, namely economic, ecological, social, and cultural aspects. It is important to have the abilities to understand these four pillars, especially for higher education in preparing students-teachers as educational facilitators. The aim of this study is to compare the frequency of photo themes in relation to ecological, economic, social, and cultural aspects yielded from photovoice results of student-teachers. This study was conducted from November 2018 to January 2019 at UNMAS Soka campus and several subak sites in Denpasar. This study was conducted in mixed methods where two approaches were utilised: qualitative and quantitative with community-based participatory action research (CBPR) as its design. There were 18 student-teachers (4 males and 14 females) of Biology Education Study Program, Universitas Mahasaraswati, Academic Year 2018/2019, participated in this study. The data analysis technique used was analysis of variance (ANOVA). The finding of this study showed that there was a significant difference (F = 6.973 and P = 0.000) among the frequency of ecological, economic, social, and cultural themes of the student-teachers’ photovoice results, with the frequency value of each theme in the following order: ecology = 35, economy = 46, social = 26, and cultural = 63.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI TERADAP MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA BERBASIS LINGKUNGAN Maria Fransiska Kurniawati; Dewa Ayu Puspawati; Ida Bagus Ari Arjaya
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v12i1.2831

Abstract

Project-based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada pembelajaran berbasis proyek, yaitu peserta didik diberi proyek/tugas yang dapat meningkatkan kreativitas setiap individu. Alat peraga berbasis lingkungan adalah sarana/alat yang terbuat dari bahan-bahan bekas, mudah ditemukan disekitar lingkungan dan dapat dipergunakan agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik.  Tujuan penelitian ini untuk membandingkan persepsi mahasiswa pendidikan biologi terhadap model pembelajaran PjBL dalam pembuatan alat peraga berbasis lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021. Penelitian ini merupakan ex post facto dengan rancangan penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Biologi sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan melalui Google Form. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, melalui penyajian tabel frekuensi, histogram, dan statistik inferensial menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan persepsi mahasiswa biologi terhadap model pembelajaran PjBL dalam pembuatan alat peraga berbasis lingkungan antara semester IV, VI dan VIII dengan nilai signifikansi sebesar 0,007<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat perbedaan persepsi dari mahasiswa pendidikan biologi terhadap model pembelajaran PjBL dalam pembuatan alat peraga berbasis lingkungan.
ABDIMAS: WADAH KOLABORASI DOSEN UNMAS DENPASAR DENGAN WARGA SEKOLAH SDN 1 PEREAN KANGIN Ni Wayan Ekayanti; Dewa Ayu Puspawati; Ni Wayan Arni Sardi
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Bakti Saraswati: Media Publikasi Penelitian dan Penerapan IPTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main purpose of this community science and technology program is to improve health and optimize the potential of SDN 1 Perean Kangin in learning activities. There are a number of problems that SDN 1 Peran Kangin has, namely: 1) there are still many students who cannot brush their teeth properly, 2) students cannot wash their hands according to the guidelines of the Department of Health in the school yard and 4) there is no trash can classroom. To overcome these problems, technology transfer is needed through counseling activities, and demonstrations in the field. From the activities that have been done, the results are 1) students are able to brush their teeth properly because of the direction and demonstration from the dentist 2) students are able to wash their hands according to the MOH instructions, 3) the plants in the school yard have labeled the Latin name of the plant , 4) each class room has organic and non-organic bins.
PERAN PKK DALAM SWAKELOLA SAMPAH ORGANIK DI KOTA DENPASAR Dewa Ayu Puspawati; Putu Eka Pasmidi Ariati
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Bakti Saraswati: Media Publikasi Penelitian dan Penerapan IPTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegal Harum is a village located in the city of Denpasar where two PKK groups in the village, namely PKK from Banjar Asta Bhuana and Buana Kubu, experienced problems in managing garbage. The density of the population in this area has implications for the abundant amount of waste produced. On the other hand, residents do not understand the waste management at the household level. So far, they only rely on garbage collectors who come to pick and manage the garbage from residents’ homes. Some problems that occur as the garbage collectors do not come is having the garbage scattered by stray dogs or cats. Furthermore, ugly litters cause unpleasant odors, and even become homes for mosquitoes or mice which eventually sources of illness for the surrounding residents. PKM PKK Banjar Asta Bhuana and Buana Kubu aims at (1) in terms of environment: overcoming air pollution, eliminating the breeding grounds for disease vectors, and tackling floods and the potential for drainage pollution; (2) management aspects: increasing human resources in waste management at the household level with simple technology and training the management of waste disposal into organic fertilizer to improve soil quality; (3) aspects of the use of solid and liquid fertilizers: socializing the use of solid and liquid organic fertilizers as a result of household composters to replace the role of chemical fertilizers in fertilizing the soil and triggering the interest of PKK members to plant again in their home yard. The Community Partnership Program (PKM) of the PKK group in the self-management of organic waste was carried out through counseling and training methods. Counseling was carried out regarding the importance of environmental sanitation, sorting organic and inorganic waste, and using organic fertilizer. Then, training includes household waste management, simple use of home composter technology, and the procedure for harvesting solid and liquid fertilizers produced by the composter. From the activities that have been carried out, the results obtained are as follows: (1) PKK groups were able to carry out self-management of organic waste independently and sustainably through waste segregation and the use of composter technology, (2) production of solid and liquid organic fertilizers to meet fertilizer needs in households, and (3) improving partner's quality of life, health, and environment.
PROSES PERTUMBUHAN BERMACAM TANAMAN MELALUI PENDEKATAN PHOTOVOICE: MENJAWAB TANTANGAN PELESTARIAN PLASMA NUTFAH DI ERA DIGITAL Dewa Ayu Puspawati; Ni Wayan Ekayanti
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.131 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11659

Abstract

Plasma nutfah sudah tidak asing lagi bagi guru biologi, tetapi tidak berlaku untuk semua siswa. Ada cara menarik untuk menggugah keingintahuan siswa agar pemahaman tentang plasma nutfah dapat ditanamkan, yaitu memberikan tugas dengan menggunakan pendekatan photovoice. Melalui photovoice siswa mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya melalui sasaran lensa kamera digital. Para guru selain berlatih untuk mendengarkan atau menerima pendapat dari siswa dalam proses pembelajaran, juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan tugas terkait pelestarian plasma nutfah di era digital. Penelitian ini bertujuan menawarkan metode pelestarian plasma nutfah sejak dini kepada siswa melalui pemberian tugas untuk menumbuhkan bermacam biji-bijian atau tanaman sayuran yang berasal dari sisa bahan di dapur dan mengabadikan melalui sasaran lensa kamera digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mengumpulkan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunanaan pendekatan photovoice dapat menumbuhkan minat siswa dalam pelestarian plasma nutfah yang beragam dan mencegah terjadinya erosi plasma nutfah.
BIO-LINGUISTICS ACQUISITION OF BALINESE MEDICINAL PLANTS BY BIOLOGY STUDENTS Ida Bagus Nyoman Mantra; Dewa Ayu Puspawati; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; Nengah Dwi Handayani
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 2 No. 1 (2020): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Unmas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.862 KB)

Abstract

Plants are the closest nature of human life. People basically cannot live well without plants, therefore generally people have some knowledge about plants which are familiar with their daily life. This study was intended to analyze the bio-linguistics acquisition of Balinese medicinal plants by biology students. Medicinal plants are not something new for the community but they are included in their local wisdom. This study revealed that the benefits of medicinal properties for health have been known and used by the community widely. Furthermore, the present study also revealed that Biology students have sufficient knowledge of linguistic terminology on Balinese medicinal plants. Therefore further learning processes should be intensified to enhance their comprehension of the Balinese medicinal plants.
BIO-LINGUISTICS: PORTRAYING YOUNG FARMERS’ ACQUISITION ON ORGANIC FARMING TERMINOLOGIES Ida Bagus Nyoman Mantra; Dewa Ayu Puspawati; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; Nengah Dwi Handayani
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 3 No. 1 (2021): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Unmas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.094 KB)

Abstract

The covid-19 outbreak has widely changed the way of life for many people due to the limitation of crowd social contact. Young workers have to think harder to find employment meanwhile many industries including the tourism industry were closed. Farming suddenly becomes an attraction for young people to explore their opportunities for survival and fulfill their need for food. This phenomenon brightens the future of farming because young farmers certainly have more capability in developing the farming industry by utilizing modern applicable technology and develop farming products to supply the needs of the global market. This study explored the young farmers’ acquisition of organic farming since this farming becomes a new trend that has many befits for the future of farming and the health of the land. The study revealed that young farmers' acquisition of organic farming terminologies was insufficient, therefore the study implies that the young farmers should continually develop their ability in organic farming.
UPAYA MENGASAH KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU PENDIDIKAN BIOLOGI DI ERA COVID-19: SEBUAH LITERATURE REVIEW Ni Putu Pradnya Paramitha; Wori Eta; Ni Wayan Ekayanti; Dewa Ayu Puspawati; Anak Agung Inten Paraniti; Putu Ledyari Noviyanti
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i1.6049

Abstract

Guru adalah profesi seorang pendidik yang harus menguasai kemampuan dasar mengajar. Untuk menghasilkan guru yang profesional dibidangnya, maka seyogyanya mahasiswa calon guru mendapatkan pembelajaran yang menggambarkan kondisi nyata dilapangan saat mahasiswa itu nantinya akan menjadi seorang guru yang sebenarnya. Adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan pembelajaran microteaching juga mengalami hambatan, untuk itu menarik untuk dilakukan kajian tentang cara mengasah keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi di era Covid-19. Penelitian ini merupakan sitematic literatur review dengan mereview tujuh artikel yang terkait dengan keterampilan mengajar mahasiswa calon guru biologi di era Covid-19. Dari tujuh artikel yang direview didapatkan bahwa dari tujuh artikel yang direview semuanya membahas tentang cara membekali keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru di era Covid-19 dengan berbagai pendekatan dan model inovatif yang memanfaatkan pembelajaran berbasis internet seperti Kippin School, video YouTube, buku dengan model pembelajaran Everyone is A Teacher Here, dan pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) melalui virtual class. Selain itu ketujuh artikel juga membahas tentang pentingnya membekali mahasiswa calon guru dengan keterampilan dasar mengajar karena  kesiapan calon guru adalah kunci dari keberhasilan pembelajaran yang dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa ketujuh artikel telah mengkaji tentang upaya yang dilakukan untuk mengasah keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru.
PKM SERATI: PEMBUAT SERANA UPACARA KEAGAMAN Ni Luh Sukanadi; Dewa Ayu Puspawati
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.36

Abstract

Pengetahuan dan ketrampilan mitra serati Anak Agung Raka Pujiatmika dalam mengasilkan produk sarana upacara perlu dibina dan dilatih bertahap sehingga pelestarian budaya, nilai agama dan pengembangkan ekonomi di tengah masyarakat dapat diwujudkan. Terdapat tiga aspek yang mendapat perhatian yaitu produksi, pemasaran dan kewirausahaan. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakn selama 3 bulan, yakni dari bulan April sampai bulan Juni telah berjalan sesuai ancangan usulan. IPTEKS tepat guna bagi kelompok serati telah dilaksankan melalui Tecnology Transfer (TT) berupa pelatihan pembuatan beberapa jenis sarana upacara, seperti pembuatan hiasan janur, pembuatan ketupat upakara, buat jajan upakara, pendampingan managemen kewirausahaan dan pemasaran produk. Kegiatan ini telah menunjukkan beberapa peningkatan baik dari segi pengetahuan cara produksi banten ataupun ketrampilan mengatur keuangan usaha dan promosi hasil produksi. Kemajuan program pelatihan serati pembuat sarana upacara keagamaan ini dapat dilihat dari hasil kerja, seperti kemampuan membuat banten khusus untuk upacara ngaben dan pengetahuan dari kemampuan menjelaskan makna banten. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mitra sudah mampu mengerjakan berbagai jenis banten, mengemas atau menyajikan banten serta menyusun anggaran banten. Perlu dilaporkan bahwa kegiatan ini juga telah menghasilkan struktur organisasi serati mesari.
PERSEPSI GENERASI MUDA TENTANG POTENSI WIRAUSAHA RAMAH LINGKUNGAN DARI BUDIDAYA HIDROPONIK: EKSPLORASI DENGAN PHOTOVOICE Ni Putu Ayu Puspita Dewi; Sang Putu Kaler Surata; Dewa Ayu Puspawati
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i2.7358

Abstract

Ecopreneurship dan kewirausahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan memiliki hubungan yang erat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi tentang potensi kewirausahaan ramah lingkungan kegiatan bercocok tanam hidroponik melalui pendekatan photovoice. Sebanyak delapan anggota Sekaa Teruna Banjar Babakan Canggu dan dilakukan antara November 2020 hingga Januari 2021 di Banjar Babakan, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung-Bali. Berbagai alat digunakan, termasuk foto-foto tanaman hidroponik, wawancara semi-terstruktur, pesan WhatsApp, perekam suara, dan buku catatan. Metode analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penilaian dari FGD pertama hingga FGD kedua. Pada FGD I, para peserta cenderung berfokus pada tema-tema yang terkait dengan ekologi, ekonomi, efisiensi, dan efektivitas berdasarkan observasi mereka terhadap budidaya hidroponik dalam gambar. Namun, pada FGD II, pandangan para peserta menjadi lebih luas setelah diperkenalkan dengan konsep penanaman dan mereka mulai memilih tema-tema yang bersifat ekologis, ekonomis, efektif, dan sosial.