Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Supply Chain Management (Studi kasus di PT ALX Logistics) Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Siti Murni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2063

Abstract

Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharui fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Penerapan batas tonase ekonomis ini berdasarkan usulan perbaikan 1 dengan pengurangan biaya maintenance unit setiap bulan diperoleh sebesar 37.1 ton per unit per rit dan usulan perbaikan 2 dengan pengurangan rata-rata waktu kedatangan tiap unit setiap bulan sebesar 39.97 ton.
INTEGRASI LEAN SIX SIGMA, BALANCED SCORECARD, DAN SIMULASI SISTEM DINAMIS DALAM PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Elisabet Sinurat
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5150

Abstract

Persaingan bisnis saat ini merupakan persaingan antar jaringan supply chain. PT CI merupakan perusahaan penghasil Carbon yang terletak di Cilegon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja supply chain dengan pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis. Penelitian menggunakan tahapan define-measure-analyze-improve-control (DMAIC) dengan mempertimbangkan waste atau pemborosan setiap tahapnya. Pengukuran supply chain dilakukan dengan 4 perspektif balanced scorecard. Simulasi sistem dinamis untuk menentukan scenario perbaikan dengan nilai kinerja rendah. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, pengisian kuesioner, dan data historis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai kinerja supply chain dalam 4 perspektif adalah: keuangan 26,7%; pelanggan 33,9%; proses bisnis internal 16,6%; dan pertumbuhan & pembelajaran 22,9%. Sedangkan kinerja terendah dalam 4 perspektif adalah debt to ratio untuk keuangan dengan bobot 0,588; keluhan pelanggan untuk pelanggan dengan bobot 1,04; jumlah pengadaan (inventory) dalam proses bisnis internal dengan bobot 0,488; dan pengembangan pegawai dalam pembelajaran & pertumbuhan dengan bobot 0,426. Simulasi sistem dinamis dilakukan dalam memperbaiki kinerja jumlah inventory. Skenario terbaik dengan adanya penentuan kapasitas maksimal dari inventory dengan kapasitas 5833,33 ton dan estimasi kedatangan bahan baku selama 3 hari. Pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis dapat meningkatkan kinerja supply chain secara terukur dan sistematis.
PERANCANGAN PERBAIKAN LEAN SIX SIGMA DALAM PROSES PRODUKSI BAJA TULANGAN DENGAN INTEGRASI VALUE STREAM MAPPING DAN DESIGN OF EXPERIMENT Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Reno Aldiandru
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3169

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan baja tulangan deformed 16 (D.16). Selama proses produksinya, masih terdapat waste yang mengakibatkan terjadinya produk cacat dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data divisi produksi tahun 2014-2016, produk D.16 mengalami cacat sebanyak 13.629 batang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waste yang terjadi pada proses produksi D.16, mengidentifikasi faktor penyebab dominan terjadinya waste defect, mengetahui nilai DPMO dan nilai sigma produk D.16, dan merancang perbaikan pada proses produksi D.16. Penelitian ini menggunakan metode lean six sigma dengan alat bantu (tools) terdiri dari integrasi value stream mapping dan design of experiment. Penelitian dimulai dengan memetakan waste yang ada di lapangan kemudian dicari penyebabnya. Rancangan perbaikan dilakukan dengan design of experiment untuk mendapatkan nilai settingan yang optimal dan value stream mapping untuk mengeliminasi waste yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, waste paling prioritas adalah waste defect. Jenis defect yang dominan adalah defect out dimension yang disebabkan oleh faktor mesin yaitu speed tarikan roll di intermediate stand tidak balance. Tingkat kemampuan sigma yang dicapai PT XYZ dalam produksi D.16 adalah 4,171 dengan nilai DPMO  4.460. Rancangan perbaikan pertama yaitu kondisi optimal pada faktor speed roll dan temperature furnace yaitu 487 rpm dan 1000 0C. Rancangan perbaikan kedua yaitu mengeliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah yaitu: mengangkat billet dari gudang bahan baku ke transfer car sebesar 12,44 menit; perpindahan billet dari gudang bahan baku ke gudang furnace sebesar 2,09 menit; dan mengurangi jarak transportasi bundling ke penyimpanan sementara sebesar 0,53 menit. Dengan integrasi value stream mapping dan design of experiment, implementasi lean six sigma di industri manufakur lebih terukur dalam menurunkan waste dan mendapatkan nilai optimal dalam setting peralatan
Usulan aksi mitigasi risiko rantai pasok halal pada IKM Tahu Bandung Sutra menggunakan metode house of risk Asep Ridwan; Dyah Lintang Trenggonowati; Vivit Parida
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6512

Abstract

IKM Tahu Bandung Sutra merupakan industri kecil menengah yang memproduksi tahu. Semakin berkembangnya industri pangan di Indonesia, perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Terlebih lagi Indonesia merupakan Negara dengan penduduk muslim ter besar di dunia. Dengan populasi sebanyak itu seharusnya Indonesia bisa menyediakan produk pangan yang terjamin kehalalannya. Aktivitas bisnis untuk menghasilkan produk halal tersebut tentunya dapat memungkinkan terjadinya suatu risiko. Untuk itu perlu suatu manajemen risiko yaitu dengan mengidentifikasi risiko yang berpotensi muncul pada rantai pasok menggunakan model SCOR untuk pemetaan aktivitasnya. Pemetaan aktivitas memudahkan dalam mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko. Kejadian risiko dan agen risiko yang berhasil diidentifikasi kemudian dinilai tingkat dampak, tingkat frekuensi serta korelasinya dengan menggunakan metode House of Risk. Metode House of Risk memiliki dua fase. HOR fase 1 untuk mengetahui prioritas agen risiko dan HOR fase 2 untuk menentukan prioritas aksi mitigasi. Terdapat 21 kejadian risiko, 20 agen risiko dan 8 aksi mitigasi yang berhasil diidentifikasi.
PERANCANGAN KLASTER INDUSTRI HILIR PETROKIMIA DENGAN PENDEKATAN SISTEM RANTAI PASOK DI KOTA CILEGON Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Niken Ayu Savitri
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62011

Abstract

Salah satu pendukung sektor ekonomi di Indonesia adalah sektor industri yang berfokus pada industri pengolahan. Provinsi Banten dengan Kota Cilegon yang merupakan salah satu kota industrinya. Kota Cilegon memiliki potensi industri hulu petrokimia yang besar tetapi tidak banyak memiliki industri hilir atau turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sentra industri hilir petrokimia dengan menggunakan tahapan DMAIC (define-measure-analyze-improve-control). Tahap define mendefinisikan bentuk dan jenis industri hilir petrokimia yang dikembangkan yaitu industri hilir safety gloves, dengan bentuk industri kecil dan menengah (IKM). Pada tahap measure dihasilkan cluster map, diagram SIPOC, dan rancangan rantai pasokan untuk sentra IKM. PT XYZ, PT PQR, dan pemasok packaging sebagai supplier; sentra IKM sebagai manufacturer; jasa distribusi dan transportasi sebagai distributor; toko penjual eceran sebagai retailer; dan customer akhir. Pada tahap analyze terdiri dari value chain analysis dan analisa SWOT (strength-weakness-opportunity-threats). Pada tahap improve disusun matriks IFAS (internal factor analysis summary) dan EFAS (external factor analysis summary). Hasil Grand Strategy Matrix menunjukkan total skor faktor internal adalah 1,4, dan total skor faktor eksternal adalah 2,0. Oleh karena itu, didapatkan titik koordinat (1,4 ; 2,0) yang berada di kuadran pertumbuhan (growth). Strategi yang dilakukan adalah strategi S-O (strength-opportunity): 1) melakukan promosi melalui platform media sosial serta marketplace; 2) melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk distribusi di luar Provinsi Banten; 3) melakukan pembangunan IKM di salah satu kelurahan di Kecamatan Citangkil; 4) melakukan sosialisasi terkait profesi yang ada pada IKM kepada warga sekitar; dan 5) melakukan pelatihan bagi tenaga kerja dari penduduk sekitar.
Simulasi Penurunan Nilai Lost Cargo di Pelabuhan dengan Pendekatan Sistem Dinamis Asep Ridwan; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant; M.Wildan Alief
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1532

Abstract

Pelabuhan merupakan gerbang dalam perdagangan di suatu negara. Pelabuhan CDG merupakan pelabuhan di Banten sebagai gerbang untuk keluar masuk barang untuk industri-industri di Banten. Kinerja pelabuhan di suatu negara sangat mempengaruhi perekonomian secara nasional. Pelabuhan CDG mempunyai fokus untuk cargo curah kering seperti pupuk, jagung, kedelai, gandum, iron ore, gypsum, dsb. Dalam proses bongkar muat barang dipelabuhan diperlukan checker atau pengawasan terhadap kargo yang akan dibongkar untuk mencegah terjadinya lost cargo dan barang reject yang tidak sesuai dengan persyaratan konsumen sehingga tidak terjadi biaya penalty dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai appraisal cost paling minimal yang berdampak pada pengurangan lost cargo yang terjadi di pelabuhan dengan simulasi sistem dinamis. Penelitian dimulai dengan memodelkan proses di pelabuhan terkait dengan appraisal cost di pelabuhan kemudian dilakukan simulasi dengan sistem dinamis untuk mengurangi nilai lost cargo cost. Hasil yang diperoleh terdapat 3 skenario alternatif perbaikan simulasi terhadap appraisal cost untuk mengurangi lost cargo. Skenario 1 adalah dengan melakukan peningkatan jumlah checkers menjadi 245 checkers per kapal dan peningkatan jumlah pengecekan equipment menjadi 20 pengecekan per tahun. Skenario 2 adalah dengan melakukan peningkatan jumlah checkers menjadi 245 checkers per kapal dan peningkatan jumlah pengecekan transporter menjadi 329 pengecekan per tahun. Skenario 3 melakukan peningkatan jumlah checkers, jumlah pengecekan equipment dan jumlah pengecekan transporter. Berdasarkan hasil simulasi, skenario 2 menjadi skenario alternatif perbaikan terpilih karena memiliki appraisal cost paling minimal yaitu Rp 77.339.923.
Usulan Penerapan Metode Aslan’s Frequency Algorithm dan Aslan’s Point Algorithm Berdasarkan Prinsip Theory of Constraint Untuk Mengalokasikan Sumber Daya di PT. XYZ Ratna Ekawati; Asep Ridwan; Yan Ferdian
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1546

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Metal Press Part Product, Compound / Progresive Dies Brass Nepple, Deep Drawing dan Injection Molding. PT. XYZ sering mengalami penurunan produktifitas produk, sehingga target produksi perusahaan pun tidak tercapai, hal itu disebabkan oleh beberapa stasiun kerja yang menghambat jalannya aliran produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stasiun kerja yang menjadi penghambat atau constraint dan menentukan time buffer (waktu penyangga) pada stasiun kerja yang menjadi penghambat berdasarkan prinsip-prinsip theory of constraint. Untuk mengidentifikasi stasiun constraint adalah dengan membandingkan kapasitas stasiun kerja yang dibutuhkan dengan kapasitas stasiun kerja yang tersedia. Penentuan time buffer serta besarnya buffer menggunakan drum-buffer-rope. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk menentukan sequencing pengerjaan produk yaitu metode Aslan’s Frequency Algorithm dan Aslan’s Point Algorithm dengan tujuan mencari urutan pengerjaan produk dengan total makespan sekecil mungkin sehingga target produksi perusahaan terpenuhi dengan tepat waktu. Pada penelitian ini produk yang di amati adalah Pedal dari hasil perhitungan pada proses pembuatan produk stasiun kerja yang menjadi penghambat adalah stasiun Barrel dengan kapasitas yang dibutuhkan sebesar 23,4 jam. Besarnya Time Buffer untuk stasiun constraint pada proses pembuatan produk adalah 2,4 jam. Sequencing pengerjaan produk untuk Pedal adalah Pedal A  – Pedal B dengan makespan sebesar 29,99 jam.
PENGGUNAAN PETA KENDALI MULTIVARIAT, FUZZY AHP DAN PERANCANGAN EKSPERIMEN DALAM MENGENDALIKAN DAN MEMPERBAIKI MUTU PROSES PRODUKSI PELAT TIMAH PT NLA Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Chyntia Devi Octaviany
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.507 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4094

Abstract

PT NLA merupakan perusahaan yang bergerak dalam memproduksi pelat timah ternama di Indonesia. PT NLA berusaha memproduksi pelat timah yang bermutu sesuai dengan permintaan pelanggan. Beberapa karakteristik mutu dalam memproduksi pelat timah, yaitu : berat coating, berat alloy, dan beratchrome. Penelitian ini bertujuan mengendalikan mutu produk pelat timah dengan menggunakan peta kendali multivariat T2 Hotelling dan merancang perbaikan dengan perancangan eksperimen. Penelitian dimulai dengan mengukur kestabilan proses menggunakan peta kendali multivariat T2 Hotelling. Kemudian data yang tidak terkendali dicari akar penyebabnya dengan Diagram Fishbone dan dilakukan pembobotan penyebab terbesar dengan fuzzy AHP. Rancangan perbaikan untuk mencari nilai yang optimal dengan perancangan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi pelat timah PT NLA belum terkendali sehingga perlu dilakukan metode dekomposisi untuk mengetahui karakteristik mutu penyebab proses produksi tidak terkendali. Faktor – faktor penyebab dominan yang dihasilkan adalah kurang pengontrolan kecepatan, setting arus belum terintegrasi semua dan regenerasi pH air masih manual dengan bobot sebesar 0.156. Hasil dari perancangan eksperimen menghasilkan kondisi optimal dalam proses produksi pelat timah dengan kecepatan mesin sebesar 275 m/s, pH airdemineralized sebesar 4, dan arus listrik sebesar 500 A. Peta kendali multivariat dan perancangan eksperimen dapat mengendalikan dan memperbaiki mutu proses produksi suatu produk.
SIMULASI SISTEM DINAMIS DALAM PERANCANGAN MITIGASI RISIKO PENGADAAN MATERIAL ALAT EXCAVATOR DENGAN METODE FMEA DAN FUZZY AHP Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Nur Laelasari
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v0i0.5247

Abstract

Pengadaan merupakan salah satu komponen utama dalam sistem rantai pasok yangberperan penting dalam segi mutu produk yang dihasilkan dan dituntut dapatmenciptakan keunggulan daya saing. PT PQR merupakan perusahaan BUMN yangbergerak di bidang industri manufaktur pembuatan produk alat berat danpersenjataapian komersial di Indonesia diantaranya alat berat excavator. Penelitian inibertujuan untuk merancang simulasi sistem dinamis dalam mitigasi risiko pengadaaanalat excavator dengan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) dan Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process). FMEA digunakan dalam mengidentifikasi dan menilairisiko, sedangkan Fuzzy AHP digunakan untuk menentukan prioritas risiko yang akandimitigasi. Rancangan mitigasi risiko diusulkan dalam pengadaan bahan bakupembuatan alat excavator dengan simulasi sistem dinamis. Hasil identifikasi didapat 12kejadian risiko yang teridentifikasi yaitu adanya perubahan Purchase Requisition (PR)yang dibuat oleh user, dokumen kelengkapan PR yang dikirimkan oleh user tidaklengkap, sumber penyedia terbatas, kurang jelasnya user pada saat penjelasan(Aanwijzing), penggunaan e–procurement belum dilaksanakan, tidak tercapainyakesepakatan harga, kecurangan oleh oknum tertentu, pemutusan kontrak secarasepihak, material terlambat datang dari penyedia, material yang datang tidak sesuaispesifikasi, kebakaran gudang, dan kebutuhan material tidak terpenuhi. Risiko yangdiprioritaskan dengan nilai Weighted Risk Priority Number (WRPN) tertinggi sebesar6,124 yaitu kejadian risiko material bahan baku terlambat datang. Rancangan mitigasirisiko yang diusulkan adalah memperbaiki koordinasi antara perusahaan dengansupplier dalam pengadaan material bahan baku. Hasil simulasi dengan sistem dinamis diperoleh skenario terbaik yang diusulkan adalah pengadaan persediaan bahan bakusebanyak 50 pcs per bulannya dengan lead time 1 bulan.
RANCANGAN PENILAIAN RISIKO LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (HIRA) Fatah Sulaiman; Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Bima Rofi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.6446

Abstract

Kota Cilegon selain dikenal sebagai Kota Baja, juga dikenal menjadi pusat industri petrokimia terbesar di Indonesia.  Sebagian besar industri baja dan petrokimia di Kota Cilegon menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). PT CK merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Dengan adanya penambahan kapasitas produksi baja per tahun-nya berdampak juga dengan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penilaian risiko limbah B3 dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi limbah B3, menentukan jenis limbah B3 berkategori tinggi, mengidentifikasi permasalahan limbah B3, dan merancang mitigasi risiko untuk perbaikan. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa jenis limbah B3 dengan kategori tinggi adalah limbah slag dengan hasil penilaian risiko sebesar 44; limbah sludge sebesar 44; dan pelumas bekas dengan hasil penilaian risiko sebesar 40. Rancangan mitigasi yang diusulkan adalah pemilihan scrap pada proses peleburan logam, penggantian jenis oli untuk mesin hidrolik, pembuatan jadwal maintenance mesin, pelatihan operator produksi terkait limbah B3, dan pelapisan permukan baja untuk menghindari gesekan.