Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Usulan pengendalian kualitas GGBFS menggunakan metode six sigma di PT. Krakatau Semen Indonesia Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Muhammad NR Priantama
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.602 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6492

Abstract

Dalam menjalankan roda perusahaan, PT Krakatau Semen Indonesia memproduksi GGBFS sebagai produk yang merupakan bahan campuran semen. Namun dalam proses produksinya, kualitas GGBFS selalu dilakukan pengujian. Ambang batas nilai minimum GGBFS kualitas blaine yaitu 420m2/kg . Namun, masih banyak nilai blaine GGBFS yang masih dibawah standard dengan total mencapai 169 sampel dan nilai tertinggi berada di bulan Agustus 2018 mencapai 42 sampel. Oleh karena itu, dibutukan pengendalian kualitas terhadap proses produksi GGBFS agar mampu meminimalisir atau mengeliminasi penyebab kecacatan GGBFS. Dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap GGBFS digunakan pendekatan Six Sigma. Six Sigma merupakan visi peningkatan kualitas per sejuta kesempatan yang ada dengan tujuan akhir mencapai 3,4 per sejuta kesempatan. Model perbaikan dari Six Sigma dinamakan DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve , dan Control) . Pada tahap define diketahui critical to quality dari GGBFS yaitu blaine , mesh, dan moisture. Tahap measure dilakukan pengukuran terhadap baseline kinerja perusahaan dengan hasil nilai sigma yaitu 2,90 yang berarti masih berada sesuai dengan rata- rata industri di Indonesia (2- 3 sigma). Pada tahap Analyze, dilakukan identifikasi dengan menggunakan diagram pareto dimana nilai tertinggi diperoleh karakteristik blaine dengan persentasi 100%, selanjutnya melakukan analisis factor- faktor penyebab kegagalan pada karakteristik kualitas blaine yang meliputi factor manusia, lingkungan, material, dan mesin/alat. Adapula analisa menggunakan FMEA yang menghasilkan nilai RPN dari masing- masing faktor penyebab kegagalan dengan nilai RPN tertinggi yaitu 240 dengan penyebab kegagalan plugger tidak rapat sehingga fokus perbaikan berdasarkan nilai RPN dengan menggunakan metode 5W+1H.
OPTIMASI PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BATUBARA DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus di PT. ABC) Asep Ridwan; Ahmad Aji Abadi
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9469

Abstract

PT. ABC merupakan salah satu perusahaan penyedia listrik yang mengoperasikan mesin pembangkit listrik menggunakan tenaga uap dengan batubara sebagai bahan baku yang terdiri dari tujuh unit dengan berkapasitas 3400 MegaWatt. Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya yakni batubara, PT. ABC perlu memilih tempat atau supplier penyedia batubara tersebut agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan pemilihan supplier- supplier batubara dalam pemesanan batubara sehingga terpenuhinya kebutuhan batubara di Bulan Januari 2020 secara optimal. Metode yang digunakan yaitu metode Goal Programming dengan langkah awal membuat model simulasi yaitu menentukan fungsi tujuan, batasan atau constrain. Fungsi tujuannya yaitu menentukan jumlah batubara yang dipesan terhadap supplier yang ada dengan meminimasi biaya, waktu, dan memaksimasi nilai kalor yang dihasilkan, setelah dibuat model simulasinya kemudian dilakukan penyelesaian menggunakan software LINGO 18.0. Hasil yang diperoleh yaitu pemesanan batubara yang optimal pada supplier PT.1 sebesar 550.000 MT; PT.2 sebesar 90.000 MT; PT.3 sebesar 80.000 MT; PT.4 sebesar 80.000MT; PT.5 sebesar 200.000; dan PT.8 sebesar 100.000 MT. Minimasi biaya yang dihasilkan sebesar 56071.900 USD; nilai kalor sebesar 488,182 Kkal/MT; minimasi waktu bongkar sebesar 1824,833 jam; minimasi waktu pengiriman yang diperlukan sebesar 152 jam; dan total biaya sewa yang dibutuhkan yaitu sebesar 72705 USD.
Perancangan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang berkelanjutan di Provinsi Banten Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Rachmat Tamam; Muhammad Iman Santoso; Dhimas Satria; Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/12952

Abstract

Perancangan Sistem  Pemerintahan  Berbasis  Elektronik (SPBE) di Provinsi Banten pada penelitian ini difokuskan pada penyusunan peta rencana SPBE Provinsi Banten Tahun 2022 - 2026. Pembuatan Peta Rencana  SPBE ini diawali  dengan melihat gambaran  kondisi  SPBE  Provinsi  Banten pada saat  ini yang kemudian dibandingkan dengan kondisi  yang diinginkan oleh Pemerintah  Provinsi Banten. Dengan demikian  Peta Rencana merupakan  program atau kegiatan  yang direncanakan  untuk mengurangi  gap antara keadaan SPBE Banten saat ini dengan kondisi ideal yang diharapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menyelaraskan rencana kegiatan pada Peta Rencana dengan Visi dan Misi Provinsi Banten dan Rencana Induk SPBE Nasional. Hasil penelitian ini memuat sebanyak 78 program yang tersebar pada tujuh unsur Peta Rencana SPBE, yaitu Tata Kelola SPBE sebanyak 16 program, Manajemen SPBE sebanyak 20 program, Layanan SPBE sebanyak 11 program, Infrastruktur SPBE sebanyak 14 program, Aplikasi SPBE sebanyak 4 program, Keamanan SPBE sebanyak 8 program dan Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi  sebanyak 5 program.
Optimasi biaya transportasi penentuan lokasi baru gudang distribusi menggunakan metode center of gravity di UMKM Batik Banten XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Asep Ridwan; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12382

Abstract

UMKM Batik Banten XYZ adalah tempat usaha yang memproduksi Batik Banten dan berlokasi di Serang, Banten. UMKM Batik Banten XYZ melakukan distribusi untuk empat kota yakni Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Bogor. Penelitian pada UMKM Batik Banten XYZ dilakukan untuk menentukan lokasi gudang baru untuk meminimalisasi biaya pengiriman ke konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Center of Gravity. Dari hasil penelitian didapatkan lokasi gudang baru dengan titik koordinat X sebesar 11 dan titik koordinat Y sebesar 4 yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur. Dengan lokasi gudang baru tersebut maka akan meminimumkan jarak tempuh dan biaya transportasi sebesar masing-masing 36,8 % dari jarak dan biaya transportasi awal.
Pengukuran kualitas e-commerce pariwisata Banten menggunakan metode importance-performance analysis (IPA) Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Ria Sudiana; Moh. Sofyan Budiarto; Silfiana Silfiana; Ade Irman; Imron Rosyadi; Dhimas Satria; Arta Rusidarma
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.822 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7990

Abstract

Di era informasi global saat ini, manusia sangat menginginkan efisiensi waktu dan tenaga dalam berbagai hal termasuk dalam berwisata. Untuk itu, teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dapat berkembang dengan cepat karena dapat memenuhi kebutuhan pengguna tersebut. Keberadaan teknologi ICT dan banyaknya pengguna Internet menjadi peluang dan tantangan bagi pengembangan sektor pariwisata. Peluang ini telah dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan penyedia jasa perdagangan sehingga banyak yang menjadi bagian dalam penggunaan e- commerce untuk memasarkan berbagai produk barang dan jasa termasuk pariwisata. Provinsi Banten merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa sehingga dikelilingi oleh pantai yang dapat digunakan sebagai wahana pariwisata, untuk dapat terus meningkatkan kunjungan pariwisata Banten maka pemanfaatan teknologi ICT khususnya e-commerce untuk mengembangkan potensi pariwisata di Banten harus dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan e-commerece di Pariwisata Banten dengan menggunakan E-Servqual yang kemudian diterjemahkan ke dalam diagram Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil IPA menunjukkan bahwa kualitas e-commerce wisata Banten dapat dikatakan sudah cukup baik, hal ini terlihat bahwa 18 dari 28 atribut sudah berkinerja baik.
Pengendalian mutu inventory loss bahan baku utama pakan ternak dengan metode statistical process control (SPC) Asep Ridwan; Niken Ayu Savitri
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7995

Abstract

PT ZPR memproduksi pakan ternak dan berusaha mengurangi inventory loss selama proses produksi sampai penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai loss bahan baku pakan ternak dengan metode statistical processing control (SPC). Peta kendali I-MR digunakan dalam mengendalikan loss bahan baku dan diagram fishbone dalam menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara, dan pengolahan data historis perusahaan selama tiga tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata 10 bahan baku utama sebagai berikut: 1) jagung pada SILO 0,38%; rental warehouse 0,28%; dan production bin 0,82%; 2) gandum pada SILO 0,39%, rental warehouse 0,10%; dan production bin 1,23%; 3) Soybean Meal pada bulk 0,40%; rental warehouse 0,14%; dan production bin 1,14%; 4) Distillers Dried Grains with Soluble (DDGS) pada production bin 2,83%; 5) kedelai pada bulk 0,39%; 6) Corn Gluten Meal (CGM) 0,93%; 7) rice bran 1,64%; 8) wheat bran 0,42%; 9) Crude Palm Oil (CPO) pada Rental Tank 0,44%; dan 10) Meat Bone Meal pada production bin 0 %. Beberapa faktor yang mempengaruhiloss diantaranya adalah: beban yang dibawa terlalu berat; timbangan tidak dikalibrasi; penarikan menggunakan gancu yang terlalu kuat; bagian bawah karung tertusuk; waktu penyimpanan yang terlalu lama; kurangnya pengawasan pada gudang; dan operator terburu-buru.
Pengendalian kualitas produksi roti menggunakan quality control circle Asep Ridwan; Maria Ulfah; Atia Sonda; Vicky Arya
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14159

Abstract

UMKM Nicesy Bakery merupakan salah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan roti. Produksi donat pada UMKM ini berkisar 100 sampai 500 buah setiap harinya, kecuali pada hari Senin dan Kamis yang memiliki jumlah produksi berkisar 800 sampai 1500 donat. UMKM Nicesy Bakery menghadapi permasalahan dalam pengendalian kualitas yaitu terjadinya cacat atau defect pada produk. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai quality control circle (QCC). Pengambilan data dilakukan pada 22 Februari hingga 30 Maret 2022. Cacat yang paling tinggi terjadi pada tanggal 15 Maret 2022 dengan jumlah produksi sebesar 1790 donat dan jumlah cacat sebesar 314 donat. Jika donat cacat masih layak untuk konsumsi, maka donat akan dikonsumsi oleh pekerja, namun apabila donat cacat tidak layak untuk dikonsumsi, maka donat akan dibuang. Terdapat empat jenis cacat donat yaitu jatuh, gosong, bentuk tidak sesuai, dan kisut. Jenis cacat yang sering terjadi yaitu cacat gosong sebesar 1019. Hasil yang diperoleh dari metode QCC yaitu persentase penurunan cacat donat. Target penurunan cacat yang ingin dicapai adalah sebesar 11%. Berdasarkan usulan perbaikan yang dilakukan diperoleh rata-rata persentase penurunan cacat yaitu sebesar 14% dan penurunan persentase harian terbesar yaitu 15%.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Supply Chain Management (Studi kasus di PT ALX Logistics) Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Siti Murni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2063

Abstract

Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharui fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Penerapan batas tonase ekonomis ini berdasarkan usulan perbaikan 1 dengan pengurangan biaya maintenance unit setiap bulan diperoleh sebesar 37.1 ton per unit per rit dan usulan perbaikan 2 dengan pengurangan rata-rata waktu kedatangan tiap unit setiap bulan sebesar 39.97 ton.
INTEGRASI LEAN SIX SIGMA, BALANCED SCORECARD, DAN SIMULASI SISTEM DINAMIS DALAM PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Elisabet Sinurat
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5150

Abstract

Persaingan bisnis saat ini merupakan persaingan antar jaringan supply chain. PT CI merupakan perusahaan penghasil Carbon yang terletak di Cilegon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja supply chain dengan pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis. Penelitian menggunakan tahapan define-measure-analyze-improve-control (DMAIC) dengan mempertimbangkan waste atau pemborosan setiap tahapnya. Pengukuran supply chain dilakukan dengan 4 perspektif balanced scorecard. Simulasi sistem dinamis untuk menentukan scenario perbaikan dengan nilai kinerja rendah. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, pengisian kuesioner, dan data historis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai kinerja supply chain dalam 4 perspektif adalah: keuangan 26,7%; pelanggan 33,9%; proses bisnis internal 16,6%; dan pertumbuhan & pembelajaran 22,9%. Sedangkan kinerja terendah dalam 4 perspektif adalah debt to ratio untuk keuangan dengan bobot 0,588; keluhan pelanggan untuk pelanggan dengan bobot 1,04; jumlah pengadaan (inventory) dalam proses bisnis internal dengan bobot 0,488; dan pengembangan pegawai dalam pembelajaran & pertumbuhan dengan bobot 0,426. Simulasi sistem dinamis dilakukan dalam memperbaiki kinerja jumlah inventory. Skenario terbaik dengan adanya penentuan kapasitas maksimal dari inventory dengan kapasitas 5833,33 ton dan estimasi kedatangan bahan baku selama 3 hari. Pendekatan integrasi lean six sigma, balanced scorecard, dan simulasi sistem dinamis dapat meningkatkan kinerja supply chain secara terukur dan sistematis.
PERANCANGAN PERBAIKAN LEAN SIX SIGMA DALAM PROSES PRODUKSI BAJA TULANGAN DENGAN INTEGRASI VALUE STREAM MAPPING DAN DESIGN OF EXPERIMENT Asep Ridwan; Putro Ferro Ferdinant; Reno Aldiandru
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3169

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan baja tulangan deformed 16 (D.16). Selama proses produksinya, masih terdapat waste yang mengakibatkan terjadinya produk cacat dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data divisi produksi tahun 2014-2016, produk D.16 mengalami cacat sebanyak 13.629 batang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waste yang terjadi pada proses produksi D.16, mengidentifikasi faktor penyebab dominan terjadinya waste defect, mengetahui nilai DPMO dan nilai sigma produk D.16, dan merancang perbaikan pada proses produksi D.16. Penelitian ini menggunakan metode lean six sigma dengan alat bantu (tools) terdiri dari integrasi value stream mapping dan design of experiment. Penelitian dimulai dengan memetakan waste yang ada di lapangan kemudian dicari penyebabnya. Rancangan perbaikan dilakukan dengan design of experiment untuk mendapatkan nilai settingan yang optimal dan value stream mapping untuk mengeliminasi waste yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, waste paling prioritas adalah waste defect. Jenis defect yang dominan adalah defect out dimension yang disebabkan oleh faktor mesin yaitu speed tarikan roll di intermediate stand tidak balance. Tingkat kemampuan sigma yang dicapai PT XYZ dalam produksi D.16 adalah 4,171 dengan nilai DPMO  4.460. Rancangan perbaikan pertama yaitu kondisi optimal pada faktor speed roll dan temperature furnace yaitu 487 rpm dan 1000 0C. Rancangan perbaikan kedua yaitu mengeliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah yaitu: mengangkat billet dari gudang bahan baku ke transfer car sebesar 12,44 menit; perpindahan billet dari gudang bahan baku ke gudang furnace sebesar 2,09 menit; dan mengurangi jarak transportasi bundling ke penyimpanan sementara sebesar 0,53 menit. Dengan integrasi value stream mapping dan design of experiment, implementasi lean six sigma di industri manufakur lebih terukur dalam menurunkan waste dan mendapatkan nilai optimal dalam setting peralatan