Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : GreenTech

Studi Literatur: Penerapan Work Breakdown Structure (WBS) pada Proyek Inovasi Agroindustri Kopi Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.33

Abstract

Inovasi produk merupakan salah satu strategi utama dalam mempertahankan daya saing industri kopi, khususnya di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk kopi dengan nilai tambah tinggi. Namun demikian, pelaksanaan proyek inovasi kerap menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pengendalian mutu. Work Breakdown Structure (WBS) merupakan pendekatan dalam manajemen proyek yang mampu menguraikan ruang lingkup proyek menjadi unit-unit kerja yang lebih terstruktur dan terukur, sehingga dapat membantu meminimalkan risiko dalam pelaksanaannya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan WBS dalam proyek inovasi produk kopi melalui pendekatan systematic literature review terhadap 21 publikasi ilmiah selama 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur WBS efektif diterapkan di setiap tahapan proyek, mulai dari riset dan pengembangan (research and development), pengadaan bahan baku, proses produksi, pengujian kualitas, hingga tahap pemasaran dan distribusi. Setiap tahapan memperlihatkan bahwa penggunaan WBS dapat meningkatkan efisiensi waktu, ketepatan alokasi anggaran, serta kualitas hasil akhir produk. Namun demikian, implementasi WBS juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pelatihan sumber daya manusia dan kurangnya dukungan teknologi pada skala usaha kecil dan menengah (UMKM). Kajian ini menyimpulkan bahwa adopsi WBS secara adaptif dapat menjadi solusi strategis dalam pengelolaan proyek inovatif di industri kopi, terutama dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya saing produk di sektor agroindustri.
Manajemen Proyek Perencanaan Diverifikasi Produk Olahan Bengkuang dengan Menggunakan Metode Gantt Chart Saputra, Aan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.34

Abstract

Bengkuang merupakan salah satu komoditas unggulan bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, yang bahkan mendapat julukan sebagai “Kota Bengkuang.” Namun, dengan semakin beragamnya sumber bahan baku dalam industri makanan, eksistensi produk berbahan dasar bengkuang semakin terancam. Hal ini tercermin dari menurunnya tingkat produksi bengkuang, khususnya di wilayah Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang manajemen proyek dalam perencanaan diversifikasi produk olahan bengkuang dengan menggunakan metode Gantt Chart. Diversifikasi produk olahan bengkuang diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing bengkuang sebagai komoditas lokal yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pangan fungsional. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur (literature review). Proses diawali dengan pencarian referensi melalui artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish dalam rentang tahun 2014–2024, mencakup publikasi nasional maupun internasional. Kata kunci yang digunakan meliputi “Manajemen Proyek Agroindustri,” “Teknik Diversifikasi Produk Pangan/Umbi-umbian,” dan “Produk Olahan Bengkuang.” Selanjutnya, dilakukan penerapan metode Gantt Chart yang dapat memberikan gambaran waktu secara terstruktur dan efisien untuk setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi produk hingga rekomendasi potensi produk olahan berbahan dasar bengkuang. Diharapkan hasil dari riset ini dapat menjadi acuan strategis bagi pelaku UMKM dan pengembangan agroindustri dalam merancang inovasi produk olahan berbasis komoditas lokal seperti bengkuang.
Perancangan Market Basket Analysis dengan Model Casual Loop Diagram untuk Pengembangan Restoran Aulia, Fauzan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.27

Abstract

Penelitian ini mengusulkan integrasi antara Market Basket Analysis (MBA) dan Causal Loop Diagram (CLD) untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan restoran yang kompleks. Pendekatan ini bertujuan menggali pola pembelian pelanggan serta memahami dinamika sistem yang memengaruhi operasional restoran, seperti waktu tunggu dan kepuasan pelanggan. Data transaksi dianalisis menggunakan algoritma Apriori dengan parameter minimum support 0,01 dan confidence 0,50 untuk mengidentifikasi hubungan antar produk. Hasil MBA menjadi dasar pengembangan CLD yang memetakan interaksi kausal antar variabel utama, termasuk promosi, popularitas produk, dan laba restoran. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk optimalisasi promosi bundling, pengelolaan waktu tunggu, dan efisiensi perencanaan stok. Integrasi MBA dan CLD memberikan pendekatan holistik untuk meningkatkan laba serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Analisis Permasalahan Agroindustri Kopi Menggunakan Kubus Masalah dan Fishbone Diagram Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.41

Abstract

Agroindustri kopi di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan banyak variabel dan ketidakpastian. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis dan mengelola kompleksitas tersebut, dibutuhkan pendekatan analitis yang tepat. Artikel ini mengkaji penerapan dua metode analisis utama, yaitu Fishbone Diagram dan Kubus Masalah, dalam konteks pengelolaan mutu dan proses produksi agroindustri kopi, khususnya pada tahapan fermentasi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama dari penurunan mutu produk berdasarkan enam kategori: manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen. Sementara itu, Kubus Masalah digunakan untuk menganalisis kompleksitas permasalahan melalui dimensi ketidakpastian, jumlah kriteria, dan keterkaitan antar variabel. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Fishbone Diagram dan Kubus Masalah mampu meningkatkan ketepatan analisis serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan rasional dalam pengembangan agroindustri kopi.
Analisis Perencanaan Waktu Proyek Agroindustri Kopi Menggunakan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki; Santosa, Santosa
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.42

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek paling krusial dalam keberhasilan proyek agroindustri, termasuk dalam pembangunan pabrik pengolahan kopi yang kompleks dan melibatkan banyak aktivitas terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) dalam merencanakan dan mengendalikan jadwal proyek secara efisien. Pendekatan studi literatur digunakan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah dan data stimulatif proyek, serta menghitung estimasi waktu dan jalur kritis melalui metode PERT/CPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari aktivitas desain pabrik, pembangunan fisik, instalasi mesin, dan uji coba produksi dengan estimasi total durasi 23,17 minggu. Penerapan metode ini memberikan manfaat strategis berupa identifikasi aktivitas prioritas, efisiensi sumber daya, dan mitigasi risiko keterlambatan. Dengan demikian, integrasi metode PERT dan CPM dapat meningkatkan akurasi perencanaan waktu dan efektivitas pengendalian proyek agroindustri secara keseluruhan.
Analisis Permasalahan Penurunan Produksi Bengkuang di Kota Padang Menggunakan Fishbone Diagram dan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Saputra, Aan; Yulianto, Kiki; Azrifirwan, Azrifirwan
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.43

Abstract

Penurunan produksi bengkuang di Kota Padang menjadi isu krusial dalam keberlanjutan agroindustri lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan menurunnya produksi bengkuang dan merumuskan alternatif solusi berdasarkan pendekatan logis dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk mengidentifikasi permasalahan yang selanjutnya dipetakan menggunakan Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan) untuk mengungkap akar penyebab. Hasil identifikasi menunjukkan lima faktor utama yaitu: kurangnya inovasi produk, dukungan pemerintah yang terbatas, permintaan pasar yang rendah, rantai pasok yang tidak stabil, dan alih fungsi lahan. Dari kelima faktor tersebut, dirumuskan tiga alternatif solusi yaitu: pelatihan petani (A), promosi lokal & booth khusus (B), serta pembentukan pusat budidaya dan logistik bengkuang (C). Metode Multiple Attribute Decision Making (MADM) dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan solusi terbaik berdasarkan bobot kriteria dan skoring alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif C (Pusat Budidaya & Logistik) merupakan solusi yang paling tepat dengan skor akhir tertinggi sebesar 0,825. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan dalam penguatan agroindustri bengkuang secara berkelanjutan di Kota Padang.
Analisis Bibliometrik Green Supply Chain Aulia, Fauzan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.44

Abstract

Green Supply Chain (GSC) adalah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan rantai pasok. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik untuk mengevaluasi tren, pola kolaborasi, dan tema utama penelitian GSC dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Data diperoleh dari 200 artikel jurnal internasional bereputasi yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi terkait GSC, dengan fokus pada pengurangan limbah, inovasi hijau, dan adopsi teknologi digital. Visualisasi jaringan kata kunci mengidentifikasi topik utama seperti circular economy, big data analytics, dan dampak sosial-ekonomi GSC. Namun, penelitian ini juga menemukan kesenjangan signifikan, termasuk kurangnya studi di negara berkembang dan minimnya eksplorasi dampak sosial GSC. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan teori dan praktik GSC yang lebih komprehensif, mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Identifikasi dan Analisis Faktor Penyebab Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (Bjr) Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. XYZ) Ningtyas, Intan Kusuma; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.58

Abstract

Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (BJR) merupakan salah satu indikator penting dalam manajemen kebun kelapa sawit karena memengaruhi estimasi produksi, perencanaan panen, dan evaluasi kinerja kebun. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ , Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dengan tujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi BJR. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer melalui observasi lapangan serta wawancara, dan data sekunder berupa catatan produksi, pemupukan, curah hujan, dan pembagian varietas tanaman. Analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, regresi linear berganda, serta ANOVA untuk menguji perbedaan rata-rata BJR antar kelompok karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari umur tanaman, varietas, dan curah hujan terhadap BJR berdasarkan analisis regresi linear berganda. Faktor umur dan varietas memiliki kontribusi dominan dalam menjelaskan variasi BJR, sedangkan curah hujan memberikan pengaruh positif namun relatif lebih kecil. Uji ANOVA memperlihatkan bahwa perbedaan umur tanaman menghasilkan nilai BJR yang nyata, khususnya pada kelompok umur 8–11 tahun yang menunjukkan nilai tertinggi, sementara kelompok umur muda maupun tua relatif lebih rendah. Varietas juga berpengaruh signifikan, di mana varietas Socfindo menghasilkan BJR lebih besar dibandingkan varietas lain. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh potensi genetik varietas dan kondisi fisiologis tanaman pada umur produktif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor agronomis dan lingkungan berperan penting dalam menentukan variabilitas BJR, sehingga pengelolaan kebun perlu mempertimbangkan pendekatan terpadu untuk menjaga konsistensi produktivitas.